NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Badai Petir di Perbatasan

Sinar matahari ungu Alam Dewa Abadi perlahan meredup, digantikan oleh kegelapan malam yang pekat dan mencekam.

Reno melangkah keluar dari gerbang utara Kota Batu Hitam, meninggalkan keriuhan kota perdagangan itu di belakangnya.

Di tangannya, dia memegang sebuah peta kulit binatang kuno yang diberikan oleh Ki Sanjaya, pustakawan tua yang misterius itu.

Peta itu menunjukkan rute berbahaya menuju Istana Dewa Abadi, dan rintangan pertama yang harus dihadapinya adalah Wilayah Badai Petir.

"Badai petir... semoga nggak bikin jas gue basah," pukas Reno santai sambil merapikan kerah jas jas hitamnya yang berkibar ditiup angin malam.

'Duh, niatnya mau nyari tempat kultivasi yang tenang, malah keseret urusan dendam ribuan tahun dan harus ngelewatin alam ekstrim begini,' batin Reno sambil menghela napas pelan.

Reno mempercepat langkahnya, melompat ringan melintasi pulau-pulau karang melayang yang menjadi ciri khas Alam Dewa Abadi.

Semakin jauh dia melangkah ke utara, atmosfer di sekitarnya perlahan berubah menjadi semakin berat dan mengintimidasi.

Awan hitam pekat membumbung tinggi di langit, menutupi dua bulan raksasa dan memancarkan kilatan-kilatan petir berwarna ungu yang menyambar-nyambar dengan suara menggelegar.

*Boommm! Boommm! Boommm!*

Suara guntur bergema keras di tengah kesunyian malam, membuat tanah di bawah kaki Reno bergetar hebat.

Udara di sekitar Wilayah Badai Petir terasa sangat panas dan penuh dengan muatan listrik statis yang membuat rambut Reno sedikit berdiri.

"Ini dia... Wilayah Badai Petir. Tempat di mana petir-petir spiritual tingkat tinggi menyambar tanpa henti," gumam Reno menatap hamparan badai di hadapannya dengan pandangan datar.

'Kepadatan energi petir di sini gila banget. Pantesan Liu Ruyi bilang praktisi Ranah Raja Spiritual pun bisa hangus kalau nggak hati-hati,' batin Reno merasakan tekanan energi yang luar biasa.

Reno tidak memiliki pilihan lain selain menerobos masuk ke dalam badai tersebut jika ingin mencapai Kota Langit Utara dan Istana Dewa Abadi.

Dia mengepalkan tangan kanannya, memicu bangkitnya energi emas murni Sutra Naga Kuno tingkat puncak untuk membentuk pelindung tipis di sekeliling tubuhnya.

Brakkk!

Reno melompat masuk ke dalam pusaran Badai Petir dengan kecepatan tinggi.

Begitu dia menginjakkan kaki di dalam wilayah tersebut, puluhan kilatan petir ungu raksasa langsung menyambar ke arahnya secara bersamaan.

*Wusss! Wusss! Wusss!*

Reno bergerak lincah menghindar, meliuk-liuk di antara sambaran petir bagaikan seekor naga emas yang menari di tengah badai.

Setiap kali petir ungu berhasil menyentuh pelindung emasnya, suara desisan keras terdengar dan energi Sutra Naga Kuno Reno bergetar hebat menahan hantaman tersebut.

'Sial... energi petir di sini ternyata lebih kuat dari yang gue bayangkan. Pelindung gue mulai retak,' batin Reno mengernyitkan dahi.

"Hadeuhhh... kalau begini terus, jas gue bisa beneran hangus," pukas Reno menggerutu pelan.

Tiba-tiba, dari kegelapan badai di depannya, muncul sesosok makhluk raksasa yang terbuat dari kumpulan energi petir ungu pekat.

Makhluk itu berbentuk serigala raksasa dengan mata menyala ungu dan taring-taring tajam dari kristal petir.

Dia adalah Binatang Buas Spiritual: Serigala Petir Ungu, penguasa wilayah Badai Petir ini dengan tingkat kultivasi setara Ranah Kaisar Spiritual Tingkat Menengah!

*Roarrrr!*

Raungan Serigala Petir Ungu menggelegar keras, memecah suara guntur di sekitarnya dan memancarkan gelombang kejut petir yang mematikan ke arah Reno.

"Waduh... naga iblis gendut udah tewas, sekarang muncul serigala petir gila," pukas Reno menggelengkan kepala pelan.

'Baru mendarat, udah ada aja yang mau disapu,' batin Reno menghela napas panjang.

Serigala Petir Ungu menerjang Reno dengan kecepatan kilat, mengayunkan cakar-cakar petirnya yang tajam bagaikan pedang.

*Wusss! Wusss!*

Reno melompat mundur menghindar, serangan cakar serigala itu menghantam pulau karang melayang di belakangnya hingga hancur berkeping-keping.

"Bermain sama api... eh, petir itu nggak baik, Guguk Gila," pukas Reno mengejek keras.

Reno mengepalkan tangan kanannya, memicu ledakan energi emas murni Sutra Naga Kuno tingkat puncak yang jauh lebih dahsyat.

Aura naga emas raksasa sepanjang seribu meter kembali menampakkan wujudnya di atas langit lautan, mengaum keras membelah gelombang air!

*Roarrrr!*

"Teknik Naga Kuno: Pukulan Pemutus Jiwa!" seru Reno melayangkan pukulan lurus ke arah Serigala Petir Ungu.

Brakkkk!

Prospek kepalan tangan naga emas melesat cepat, menghantam tepat di tengah kepala Serigala Petir Ungu.

*Boommm!*

Gelombang kejut raksasa tercipta, meratakan barisan pulau karang melayang dan menghancurkan pusaran Badai Petir di sekitarnya.

"Arghhhhh!"

Serigala Petir Ungu menjerit melengking, tubuh raksasanya hancur seketika menjadi percikan-percikan petir ungu yang tersapu angin malam.

Binatang Buas Spiritual Ranah Kaisar Spiritual Tingkat Menengah... tumbang cuma dalam satu serangan!

Reno menarik kembali kepalan tangannya, memadamkan aura keemasan Sutra Naga Kuno di tubuhnya.

Dia menatap percikan petir ungu yang berserakan di udara dengan pandangan datar.

"Lemah. Cuma menang gede badan, tapi isinya kopong," pukas Reno menggerutu pelan.

'Alya... semoga kamu nggak mimpi buruk di bumi,' batin Reno tersenyum hangat mengingat istrinya.

Tiba-tiba, dari sisa-sisa kehancuran tubuh Serigala Petir Ungu, muncul sebuah mutiara kecil berwarna ungu pekat yang memancarkan energi petir sangat murni.

Mutiara itu adalah Inti Petir Ungu, harta karun langka yang sangat dicari oleh para praktisi kultivasi energi petir.

"Waduh... ternyata Guguk Gila ini bawa barang bagus," pukas Reno sambil menyunggingkan senyum tipis.

Reno mengambil Inti Petir Ungu tersebut dan langsung menelannya sekaligus.

Brakkkk!

Energi petir ungu murni meledak dahsyat di dalam tubuh Reno saat inti tersebut bereaksi.

Tato naga di lengan kanannya memancarkan cahaya keemasan yang sangat terang, menyerap seluruh energi petir dalam hitungan detik.

'Energi batin gue... kembali ke kondisi puncak! Bahkan Sutra Naga Kuno gue sedikit meningkat!' batin Reno mengepalkan tangannya penuh tenaga.

Reno menatap ke arah utara di mana Kota Langit Utara berada di balik awan misterius.

Perjalanannya ke Istana Dewa Abadi masih sangat jauh, dan dia butuh lebih banyak kekuatan untuk menavigasi alam ini.

"Kota Langit Utara... Empat Jenderal Langit Utara... Mo Tian..." gumam Reno dingin.

"Naga Emas sejati... sudah kembali buat nuntut balas."

Di saat yang sama, di Kota Langit Utara.

Aula utama markas besar Empat Jenderal Langit Utara dipenuhi oleh aura ketegangan yang sangat pekat.

Empat sosok pria dengan zirah perang lengkap duduk di kursi kepemimpinan, menatap sebuah cermin air yang menayangkan rekaman kehancuran Serigala Petir Ungu oleh Reno.

Mereka adalah Empat Jenderal Langit Utara—praktisi Ranah Kaisar Spiritual Tingkat Puncak yang merupakan bawahan setia Mo Tian.

Jenderal Pertama, pria berambut merah menyala bernama Huo De, mengepalkan tangannya rapat-rapat hingga zirah bajanya berderit pelan.

"Sialan! Pemuda dari bumi itu... dia menghancurkan Serigala Petir Ungu dalam satu serangan!" bentak Huo De murka.

"Tato naga di lengannya itu... Sutra Naga Kuno..." gumam Jenderal Kedua, pria berwajah dingin bernama Shui Wu.

"Aura kekuatannya... sangat murni dan mematikan," tambah Jenderal Ketiga, pria bertubuh kurus bernama Feng Xing.

"Mo Tian sudah memberi perintah... bawa Kunci Segel itu ke hadapannya, hidup atau mati!" pungkas Jenderal Keempat, pria bertubuh raksasa bernama Lei Zhen.

"Kumpulkan seluruh Pasukan Langit Utara! Hadang dia di gerbang kota dan bantai dia tanpa ampun!" komando Huo De gila penuh amarah yang membara.

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!