NovelToon NovelToon
Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Rizky Pratama adalah lambang kegagalan; hidup miskin, sering dipecat, dan selalu sial, sampai sebuah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Namun, maut justru membawakannya keajaiban berupa Liontin Dewi yang menyatu dengan tubuhnya, memulihkan lukanya secara instan dan melambungkan kecerdasannya di atas rata-rata manusia. Lebih gila lagi, liontin itu memberinya kemampuan mengendalikan tanaman, dari mempercepat pertumbuhan, menemukan herba langka, hingga menciptakan varietas obat ajaib yang belum pernah ada sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Rizky berjalan santai membawa sepotong rimpang temulawak raksasa yang baru saja dipanennya.

Bau harum khas rempah yang sangat pekat langsung menyebar ke udara di sekitarnya.

Kelima anak buah Bang Jali menatap Rizky dengan pandangan penuh harap campur cemas.

"Tolong minggir sebentar, biarkan aku mengobati bos kalian," perintah Rizky dengan tenang.

Para preman itu segera membuka jalan dan membiarkan Rizky berjongkok di samping Bang Jali.

Rizky meremas rimpang temulawak itu menggunakan tangan kanannya dengan sangat kuat.

Energi murni dialirkan perlahan dari telapak tangannya untuk mengekstrak sari pati tanaman tersebut.

TES TES TES.

Tetesan cairan kental berwarna kuning keemasan jatuh perlahan ke dalam telapak tangan kirinya.

"Buka mulutnya lebar-lebar dan tahan kepalanya agar tidak bergerak," instruksi Rizky pada salah satu preman.

Preman kurus tadi langsung menuruti perintah Rizky dan membuka paksa rahang bosnya.

Rizky memasukkan cairan ekstrak temulawak spiritual itu ke dalam mulut Bang Jali secara perlahan.

Cairan ajaib itu langsung mengalir turun membasahi tenggorokan sang pemimpin preman.

Hanya butuh waktu kurang dari dua menit untuk melihat reaksi luar biasa dari obat murni tersebut.

Wajah Bang Jali yang tadinya kuning pucat perlahan berubah menjadi kemerahan dan tampak segar.

Napasnya yang berat dan berbau tidak sedap kini menjadi sangat normal kembali.

Bang Jali tiba-tiba membuka matanya lebar-lebar dan langsung duduk tegak di atas tanah.

"Hah, rasa sakit di perutku benar-benar hilang tanpa sisa," teriak Bang Jali keheranan.

Ia meraba perut kanan atasnya dan menekan bagian itu dengan keras berulang kali.

Sama sekali tidak ada rasa nyeri yang biasanya selalu menyiksa setiap kali ia bergerak.

"Bos Jali sudah sembuh total," sorak kelima anak buahnya melompat kegirangan.

Bang Jali langsung menoleh menatap Rizky lalu tanpa ragu menjatuhkan dirinya bersujud di atas tanah.

"Terima kasih banyak Bos Rizky, nyawaku sekarang resmi menjadi milikmu," ucap Bang Jali bersungguh-sungguh.

"Mulai detik ini, aku dan kelima adik-adikku ini akan menjadi anjing penjaga setiamu di kebun ini."

Rizky tersenyum puas melihat loyalitas mutlak yang baru saja ia dapatkan dari para preman lokal ini.

"Berdirilah Bang Jali, aku tidak butuh anjing penjaga, aku butuh karyawan yang bisa bekerja dengan benar," jawab Rizky.

"Gaji kalian bulan ini akan kubayar di muka, sekarang tugas pertama kalian adalah merapikan seluruh pot bibit itu."

Bang Jali dan anak buahnya langsung bergegas melaksanakan perintah Rizky dengan semangat membara.

Sementara mereka bekerja, Rizky berjalan kembali ke area tanah kehitaman yang memancarkan aura spiritual.

"Sekarang waktunya mencoba resep Pil Pemulih Vitalitas dari sistem," gumam Rizky sendirian.

Otaknya yang jenius memanggil ulang informasi resep rahasia tersebut dengan sangat detail dan jelas.

Bahan utama yang dibutuhkan adalah ekstrak jahe merah, kunyit putih, dan sisa temulawak spiritual tadi.

Rizky mengambil dua pot bibit jahe merah dan kunyit putih lalu meletakkannya di atas tanah spiritual.

Ia menempelkan kedua tangannya di atas pot tersebut dan kembali memusatkan energi dari Liontin Dewi.

WUSH.

Cahaya hijau zamrud mengalir deras menyelimuti kedua pot tanaman herbal tersebut secara bersamaan.

KRETEK KRETEK.

Tanaman di dalam pot itu tumbuh membesar dengan sangat agresif hingga merobek wadah plastiknya.

Aroma pedas jahe dan wangi khas kunyit langsung menyeruak tajam menggelitik penciuman Rizky.

Hanya dalam waktu tiga menit, kedua tanaman itu mencapai usia kematangan setara dua puluh tahun.

Rizky mencabut rimpang jahe dan kunyit raksasa itu dari tanah dengan perasaan gembira yang luar biasa.

"Hebat, tanah spiritual ini membuat penggunaan energi liontinku menjadi sangat efisien," batin Rizky kagum.

Ia sama sekali tidak merasa lelah meski baru saja memajukan usia dua tanaman secara bersamaan.

Rizky kemudian membersihkan rimpang-rimpang kotor itu menggunakan air mineral dari botol minumnya.

Dengan tangan kosong, ia kembali melakukan teknik ekstraksi manual mengandalkan tenaga hangat dari liontin.

Cairan sari pati jahe merah, kunyit putih, dan sisa temulawak dicampurkan ke dalam sebuah botol plastik bersih.

"Sistem mengatakan proses pencampuran ini butuh paparan energi murni secara konstan," ingat Rizky.

Ia menggenggam botol plastik itu erat-erat dan mengalirkan energi hangatnya selama lima menit penuh.

Cairan di dalam botol perlahan mengeras dan berubah wujud menjadi puluhan butir pil kecil berwarna emas kecokelatan.

Rizky menuangkan sebutir pil itu ke telapak tangannya lalu mengamatinya dengan sangat saksama.

Aroma pil ini sangat menggugah selera dan memancarkan hawa hangat yang menenangkan pikiran.

Rizky mengambil ponsel pintarnya dari saku celana dan segera mencari nomor kontak Indah Sari.

Nada dering terdengar dua kali sebelum panggilan itu akhirnya diangkat oleh sang apoteker cantik.

"Halo Rizky, tumben sekali menelepon siang-siang begini, ada yang bisa kubantu?" sapa Indah ramah dari seberang telepon.

"Nona Indah, aku baru saja selesai meracik sebuah obat baru yang kuberi nama Pil Pemulih Vitalitas," jawab Rizky langsung pada intinya.

Terdengar suara derit kursi bergeser dari ujung telepon, menandakan Indah baru saja berdiri karena terkejut.

"Obat racikan baru? Apakah khasiatnya sehebat tanaman Akar Tunjung Langit yang kemarin?" tanya Indah sangat antusias.

"Obat ini berfungsi untuk mengembalikan stamina tubuh yang terkuras dan meregenerasi sel yang rusak," jelas Rizky tenang.

"Aku butuh bantuanmu untuk melakukan uji klinis terhadap pil ini di laboratorium klinikmu sekarang juga."

"Bawa pil itu ke ruanganku sekarang juga Rizky, aku akan menyiapkan seluruh peralatan lab medis yang dibutuhkan," jawab Indah tanpa ragu sedikit pun.

"Baiklah Nona Indah, aku akan sampai di klinikmu dalam waktu dua jam dari sekarang," tutup Rizky.

Rizky memasukkan ponselnya kembali ke saku lalu memanggil Bang Jali yang sedang sibuk menyapu ilalang.

"Bang Jali, aku harus pergi ke kota sekarang juga untuk mengurus urusan bisnis penting," kata Rizky memberi instruksi.

"Jaga kebun ini baik-baik, jangan biarkan ada satu orang asing pun yang berani mendekati area tengah lahan."

"Siap Bos Rizky, kalau ada nyamuk yang berani masuk ke area itu akan langsung kupatahkan sayapnya," jawab Bang Jali dengan sikap hormat.

Rizky tertawa pelan mendengar lelucon kesetiaan dari mantan preman perbukitan tersebut.

Ia kemudian berjalan turun bukit dan memesan taksi online menuju Klinik Bintang Abadi di pusat kota.

Perjalanan menuju pusat kota memakan waktu agak lama karena kemacetan lalu lintas di jam istirahat siang.

Rizky akhirnya tiba di depan gedung mewah Klinik Bintang Abadi dengan botol obat tersimpan aman di jaketnya.

Kali ini tidak ada satu pun satpam atau resepsionis yang berani menatapnya dengan pandangan merendahkan.

Pak Danu dan Siska bahkan menundukkan kepala mereka dalam-dalam saat melihat Rizky melangkah masuk melewati pintu kaca.

"Selamat siang Tuan Rizky, Nona Indah sudah menunggu Anda di laboratorium lantai dua," sapa Siska dengan nada sangat sopan.

Rizky hanya mengangguk pelan tanpa membalas sapaan basa-basi itu lalu melangkah menuju lift di ujung lorong.

Sesampainya di lantai dua, Rizky langsung melangkah masuk ke ruangan laboratorium berdinding kaca tebal.

Indah Sari sudah bersiap memakai jas laboratorium putih bersihnya dan kacamata pelindung khusus.

"Kau sudah datang Rizky, mana pil ajaib baru yang kau bicarakan di telepon tadi?" tagih Indah tampak tidak sabar.

Rizky mengeluarkan botol plastik dari sakunya dan menyerahkannya pada Indah dengan senyum simpul.

Indah membuka tutup botol itu dan langsung mencium aroma hangat yang menguar kuat dari dalamnya.

"Aromanya sangat murni, sepertinya tidak ada campuran bahan kimia sintetis sama sekali di dalam sini," gumam Indah takjub.

Indah mengambil sebutir pil menggunakan pinset perak lalu meletakkannya di bawah mikroskop digital canggih.

Jarinya bergerak lincah menekan berbagai tombol mesin penganalisa zat di samping meja kerjanya.

"Aku akan menguji tingkat kepadatan nutrisi dan kecepatan regenerasi sel dari kandungan pil buatanmu ini," jelas Indah.

TIIIT TIIIT.

Mesin penganalisa itu mulai berbunyi dan menampilkan grafik data yang terus menanjak drastis di layar monitor.

Mata Indah perlahan membelalak lebar melihat deretan angka-angka yang tertera di layar komputer lab tersebut.

"Ini sungguh mustahil Rizky, tingkat kepadatan penyerapan nutrisi pil ini berada di angka sembilan puluh sembilan persen," teriak Indah histeris.

"Suplemen vitamin paling mahal dari Eropa saja maksimal hanya bisa mencapai angka penyerapan enam puluh persen."

Rizky bersandar di meja kerja lab dengan gaya santai sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

"Itu artinya tubuh manusia bisa menyerap seluruh khasiat pil ini tanpa membuang sisanya menjadi racun di ginjal kan?" tanya Rizky memastikan.

"Benar sekali, dan coba lihat data kecepatan regenerasi selnya, ini bisa mengobati kelelahan kronis hanya dalam waktu hitungan menit," tambah Indah masih tidak percaya.

Indah menatap Rizky dengan pandangan berbinar-binar seperti sedang melihat sebuah tambang emas yang tak terbatas.

"Rizky, pil ini akan merevolusi seluruh industri suplemen kesehatan di negara ini, kita harus segera memproduksinya secara massal."

"Untuk itulah aku membawanya kemari Nona Indah, aku butuh bantuan jaringan klinikmu untuk jalur distribusinya," jawab Rizky setuju.

"Tapi ada satu masalah birokrasi besar jika kita ingin menjualnya secara resmi dan aman di pasaran," potong Indah tiba-tiba dengan nada suara serius.

"Kita harus mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat sebelum pesaing dari perusahaan farmasi besar menyadari keberadaan produk ajaib ini."

1
Abady Ehm
cerita sampah, seharusnya dia obati dulu ibunya yg sakit2an, habis beli lahan, carilah pekerja untuk dibersihkan dan dipagar keliling, lalu dibuatkan pondok untuk preman penjaga lahan tuh, jgn ngsal gitu ceritanya, baru bab 11 udah bosan bacanya,.....
Nissa Safira: Terima kasih atas kritiknya kak😅
Saya paham concern-nya soal ibu Rizky dan pengelolaan lahan.
Semua itu sengaja belum dieksekusi sekarang karena ada konflik dan konsekuensi yang mau saya bangun di bab-bab selanjutnya.
Kalau Rizky langsung "sempurna" dari awal, cerita dan pertumbuhannya jadi kurang greget.
Mohon bersabar ya, saya janji bakal dijawab semua di bab bab berikutnya 🙏😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!