NovelToon NovelToon
MERESET TAKDIR SUAMIKU

MERESET TAKDIR SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:72.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Tepat di hari perceraian mereka, Kirana Zhafira menyaksikan Damar Rafardhan tewas mengenaskan akibat tertabrak truk demi menyelamatkan cincin pernikahan mereka yang terjatuh. Kirana keliru menilai pernikahan dingin mereka selama dua tahun sebagai tanda ketidakpedulian. Namun, rahasia pilu membubung saat ibu mertuanya menyerahkan dompet Damar yang berisi foto pernikahan mereka dan cincin berlumuran darah kering.

Penyesalan terdalam menghantam Kirana begitu menyadari betapa sang suami sangat mencintainya dalam diam. Di tengah keputusasaan dan rasa sepi yang mencekam, keajaiban waktu terjadi. Kirana terbangun dan mendapati dirinya terlempar ke masa dua minggu sebelum tragedi maut itu merenggut Damar.

Berbekal kesempatan kedua dari semesta, Kirana bertekad meruntuhkan dinding es di antara mereka. Ia bersumpah akan mengejar cinta Damar, mengubah takdir tragis yang mengintai, dan memperjuangkan akhir bahagia yang tertunda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DETAK WAKTU YANG MENGHANTUI.

Setelah makan siang yang emosional di ruang kerja Damar, atmosfer ketegangan perlahan mereda, digantikan oleh kehangatan yang belum pernah Kirana rasakan sebelumnya. Namun, tiba-tiba Kirana teringat, kalau hari ini sudah tanggal 6 April. Artinya, esok lusa adalah tanggal 8 April hari pertama yang harus ia ubah.

Kirana duduk di sofa ruang kerja suaminya, memperhatikan Damar yang kembali fokus memeriksa tumpukan berkas di meja kebesarannya. Sorot mata pria itu tampak begitu tajam dan berwibawa. Rasa kagum dan cinta tumbuh semakin subur di hati Kirana, sekaligus mempertebal rasa takutnya akan kehilangan pria itu untuk kedua kalinya.

"Kak Damar," panggil Kirana memecah keheningan ruangan.

Damar mendongak, langsung menyunggingkan senyum hangat yang seketika mencairkan ekspresi tegasnya. Ia meletakkan pena sewarna emas miliknya. "Ada apa, Sayang? Kamu butuh sesuatu? Atau tubuhmu masih terasa lemas?"

Kirana menggeleng pelan, lalu beranjak dari sofa dan berjalan mendekati meja kerja Damar. Ia berdiri di sisi kursi suaminya, menatap lekat-lekat wajah tampan itu.

"Aku tidak apa-apa, Kak. Aku hanya ingin mengingatkan kembali soal ucapanku kemarin," ujar Kirana dengan raut wajah yang kembali serius. "Tentang tanggal delapan April. Tolong, Kak, pastikan semua pengamanan di kantor ini diperketat, ya."

Damar meraih tangan Kirana, membawa jemari lentik itu ke bibirnya untuk memberikan kecupan lembut. ia bisa merasakan sisa kecemasan dari getaran tangan istrinya.

"Iya, Sayang. Aku tidak pernah melupakan satu pun ucapanmu," jawab Damar dengan nada yang sangat menenangkan. "Tadi aku sudah menginstruksikan Ricko secara pribadi untuk menggandakan jumlah personel keamanan di seluruh area gedung. Jadi, kamu tidak perlu khawatir lagi, hm?"

Kirana mengembuskan napas lega, meski dadanya masih terasa sedikit sesak. "Terima kasih, Kak. Aku hanya... aku hanya sangat takut terjadi sesuatu yang buruk padamu dan orang-orang di sekitarmu."

Damar menarik tubuh Kirana dengan lembut hingga wanita itu terduduk di pangkuannya. Ia melingkarkan lengannya di pinggang Kirana, menyandarkan dagunya di bahu sang istri.

"Aku tahu kamu sangat memedulikanku, Kiran. Dan aku sangat menghargai itu," bisik Damar hangat di dekat telinga Kirana. "Sekarang, karena pekerjaan di kantor sudah bisa didelegasikan kepada manajer divisi, bagaimana kalau kita pulang saja? Kamu butuh istirahat di rumah setelah semua guncangan hari ini."

Kirana mengangguk setuju. "Baik, Kak. Sepertinya pulang ke rumah adalah pilihan terbaik."

Sore harinya, kediaman mewah mereka terasa jauh lebih hidup. Jika biasanya rumah itu hanya diisi oleh keheningan yang kaku, kini suara tawa kecil sesekali terdengar. Sore itu Kirana terlihat memasak makan malam sendiri untuk suaminya, sebuah bentuk bakti yang sempat ia abaikan selama dua tahun pernikahan mereka di masa lalu.

Damar yang baru saja selesai membersihkan diri dan berganti pakaian santai, berjalan menuju dapur. Ia berdiri mematung di ambang pintu dapur, menikmati pemandangan indah di depannya. Kirana yang berhijab rumahan tampak sibuk memotong sayuran dengan telaten.

Tanpa menimbulkan suara, Damar berjalan mendekat dan langsung memeluk pinggang Kirana dari belakang, mengejutkan wanita itu hingga hampir menjatuhkan pisaunya.

"Kak Damar! Bikin kaget aja sih," seru Kirana dengan wajah yang seketika merona merah.

Damar terkekeh rendah, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kirana yang tertutup kain hijab instan. "Kamu wangi sekali, Sayang. Sedang memasak apa untuk suamimu ini?"

"Aku sedang memasak sup ayam hangat dan beberapa lauk kesukaan Kakak," jawab Kirana sembari mencoba melanjutkan aktivitasnya meskipun detak jantungnya berdegup tidak keruan akibat kedekatan fisik mereka. "Sebaiknya Kakak tunggu di meja makan saja, sebentar lagi selesai."

"Tidak mau. Aku ingin di sini bersamamu," tolak Damar manja, sebuah sisi lain dari sang CEO dingin yang hanya diperlihatkan khusus kepada Kirana.

Kirana hanya bisa pasrah, membiarkan suaminya terus menempel seperti prangko sepanjang proses memasak selesai. Saat makan malam berlangsung, suasana terasa begitu romantis dan penuh kasih. Bertukar cerita kecil, dan tertawa bersama. Dinding pembatas di antara mereka benar-benar telah melebur sepenuhnya.

Namun, di tengah kebahagiaan yang membuncah itu, ponsel milik Damar yang diletakkan di atas meja makan mendadak bergetar hebat. Sebuah panggilan masuk dari nomor Ricko tertera di layar digitalnya.

Damar mengernyitkan dahi sejenak sebelum menggeser tombol hijau. "Halo, Ricko. Ada perkembangan baru?"

Kirana langsung menghentikan kunyahannya. Matanya menatap tajam ke arah ponsel Damar, menanti dengan dada yang berdebar kencang. Ia tahu, jika Ricko menelepon di jam seperti ini, pasti ada informasi penting.

Suara Ricko terdengar sedikit berbisik menandakan ia berada di lokasi musuh "Halo, Pak Bos. Maaf mengganggu waktu malam Anda. Saya ingin melaporkan bahwa tim lapangan kami berhasil melacak pergerakan terakhir dari target bernama Rusiadi."

Damar mengubah posisi duduknya menjadi lebih tegap, ekspresi santainya seketika lenyap berganti menjadi mode pemimpin yang dingin. "Di mana bajingan itu sekarang?"

"Berdasarkan data manifestasi perjalanan dan pelacakan sinyal ponsel terdeteksi yang ia gunakan, Rusiadi saat ini sedang berada di sebuah hotel di kawasan pinggiran kota," jelas Ricko dengan sangat detail. "Namun, ada satu hal yang mencurigakan, Pak."

"Apa itu?" tanya Damar dengan rahang yang mulai mengeras.

"Dari hasil pengintaian anak buah kita di lokasi, Rusiadi baru saja melakukan pertemuan rahasia dengan seseorang di dalam mobil sedan hitam yang terparkir di basement hotel," tutur Ricko dengan nada suara yang serius. "Dan setelah kami selidiki plat nomor mobil tersebut, kendaraan itu terdaftar atas nama salah satu kompetitor bisnis terbesar perusahaan Anda, yaitu milik keluarga Pratama."

Deg!

Kirana yang ikut mendengarkan samar percakapan itu langsung tersentak. Lembaran teka-teki di kepalanya mendadak terbuka satu demi satu. Keluarga Pratama adalah saingan bisnis terberat Damar yang di masa lalu selalu kalah dalam memperebutkan tender proyek kawasan bisnis baru yang akan diumumkan tanggal 8 April nanti.

Ternyata benar! batin Kirana berteriak histeris. Rusiadi tidak bergerak sendirian! Dia sengaja dimanfaatkan oleh musuh bisnis Kak Damar untuk menghancurkan kami dari dalam!

Damar mengepalkan tangannya di atas meja hingga kuku-kuku jarinya memutih. "Awasi terus pergerakan mereka, Ricko. Jangan biarkan Rusiadi lepas dari jangkauan radar kalian sedikit pun. Bergeraklah dengan rapi dan tunggu instruksi selanjutnya dari saya."

"Baik, Pak Bos. Perintah dilaksanakan," jawab Ricko tegas sebelum memutuskan sambungan telepon.

Damar memutuskan panggilan tersebut, lalu perlahan menatap Kirana yang kini tampak kembali pucat di kursinya. Damar langsung menggenggam tangan istrinya dengan sangat erat, mencoba menyalurkan kekuatan.

"Kiran, tatap aku," pinta Damar dengan suara baritonnya yang menenangkan namun sarat akan ketegasan. "Semua tabir misteri ini mulai terbuka. Aku berjanji padamu, siapa pun yang mencoba menyentuh atau mengusik ketenangan hidupmu dan rumah tangga kita, mereka harus melompati mayatku terlebih dahulu."

Kirana menggelengkan kepalanya dengan cepat, air mata kembali menggenang di pelupuk matanya. "Tidak, Kak! Jangan pernah katakan soal kematian lagi! Aku yang akan melindungimu. Kita akan menghadapi bajingan-bajingan itu bersama-sama!"

Damar tersenyum tipis, melihat kobaran keberanian yang begitu besar di dalam diri istri kecilnya. Pertempuran sesungguhnya untuk mengubah takdir maut kini telah resmi dimulai, dan tanggal 8 April sudah berada tepat di ambang pintu depan mereka.

1
Tira Aneri
suuukaaa
my favorit
cerita nya mirip sama cerita weebtoon KK
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
nanti.anak2nya dijodohin thor
Aidil Kenzie Zie
sempat-sempatnya si Damar berbisik Resepnya Yang Mujarab 🤣🤣🤣
selamat y Ricko dan Susan🥰🥰
Ari Sawitri
heran kenapa di novel ngidam selalu aneh aneh pdhal kenyataan nya tdk seperti itu. terlalu lebay kenapa tdk yg natural aja .. jd enak baca nya ga usah terlalu dilebih lebih kan 🤨🤔
Ramanda.: Maaf kak, itu tidak berlebihan, karena memang ada fakta yang seperti itu. saya menulis insyaallah selalu sesuai fakta. rasa saya itu tidak berlebihan, karena adik iparku sendiri juga seperti itu loh. aneh-aneh pun banyak terkadang yang tidak masuk akal pun ada. tapi itulah kekuasaan Allah menunjukkan yang menurut kita tidak mungkin, tapi mungkin bagi Allah kak. semoga paham ya.
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
udah bisa gombal si kulkas 🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
anak baru sok-sokan ingin terlihat 🤣🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
mertuamu mana Ricko🤔
Aidil Kenzie Zie
topcer Ricko "Operasi Bulan Madunya Sukses "karena Susan lagi masa suburnya selamat ya🥰🥰🥰🥰
Pujiastuti
jangan² susan hamil ni
Ari Sawitri
klu emang dr awal pengawal banyak kenapa nunggu smp ditusuk br mendekat bodyguard nya 😅😅 .. ini mah telat namanya
Ari Sawitri
rektorat ya maksudnya???
Aidil Kenzie Zie
akhirnya gol juga
Nanik Arifin
si robot es unboxingnya masih tahun depan Thor ?
Aidil Kenzie Zie
🤣🤣🤣apa Ricko nggak paham tentang Operasi Bulan Madunya 🤭🤭🤭
Indri Almaidar
hummm
Indri Almaidar
aneh benar
Indriani Kartini
malu2tapi mau 🤣🤣🤣
Radya Arynda
akhirnya,,,bebas dari mimpi buruk
Lia siti marlia
semoga kebahagiaan kalian di berkahi tuhan 🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!