NovelToon NovelToon
Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**

Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.

Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.

Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.

Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 : Kisah Para Leluhur

Saat malam tiba, sebuah api unggun raksasa dinyalakan di pusat perayaan.

Para Kepala Suku berkumpul untuk menceritakan kisah-kisah leluhur, sebuah tradisi yang telah berlangsung selama ribuan tahun.

Seorang Kepala Asura yang telah berusia sangat tua berdiri di depan api unggun. Suaranya menggema ke seluruh area.

"Para prajurit! Festival ini adalah waktu untuk menghormati para leluhur dan mengenang sejarah kita.

Dengarkan baik-baik kisah yang akan kuceritakan.

Seribu tahun yang lalu, Dimensi Asura diserang oleh pasukan makhluk asing dalam jumlah besar. Pada saat itu, nasib dunia kita berada di ujung kehancuran.

Di tengah keputusasaan, Leluhur Khar'thul bangkit.

Beliau telah mencapai Tingkat Tertinggi dan memimpin seluruh bangsa Asura dalam pertempuran.

Selama tujuh hari tujuh malam tanpa henti, beliau bertarung di garis depan.

Kemenangan akhirnya diraih, tetapi dengan harga yang sangat mahal.

Dimensi Asura berhasil diselamatkan, namun Khar'thul mengorbankan nyawanya.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, beliau meninggalkan pesan yang masih diingat hingga hari ini.

'Kekuatan sejati bukan milik satu orang, melainkan milik semua orang yang bersatu. Persatuan adalah kehidupan. Perpecahan adalah kehancuran. Jangan pernah melupakannya.'

Pesan itu tetap hidup hingga sekarang.

Karena selama kita bersatu, bangsa Asura akan selalu kuat."

Suasana menjadi hening.

Semua orang menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan.

Kemudian sorakan menggema memenuhi malam.

"Hormat Untuk Leluhur Khar'thul!"

Lin Tian menatap kobaran api unggun dengan tatapan dalam.

Persatuan adalah kehidupan. Perpecahan adalah kehancuran.

Ajaran itu terasa sangat familiar. Yeye pernah mengatakan hal yang sama.

Budayanya mungkin berbeda. Dunianya mungkin berbeda. Namun kebijaksanaannya tetap sama.

Sebuah kebenaran yang berlaku di mana pun.

Mira'tok berbisik dari sampingnya. "Kisah itu menginspirasi, bukan?"

Lin Tian mengangguk pelan.

"Ya. Kakekku juga mengajarkan hal yang serupa. Persatuan adalah hal yang penting. Kekuatan sejati lahir ketika orang-orang saling mendukung."

Zhen'ar tersenyum tipis.

"Kebijaksanaan sejati melampaui budaya dan perbedaan. Kebenaran akan tetap menjadi kebenaran, di mana pun kita berada."

Saat malam semakin larut, berbagai permainan festival mulai dibuka.

Permainan-permainan ini dirancang untuk menguji kekuatan, kecepatan, dan keterampilan para peserta. Namun berbeda dengan turnamen, semuanya dilakukan dalam suasana santai dan penuh kegembiraan.

Permainan pertama adalah Tari Api.

Para peserta harus bergerak melewati pola-pola api yang berubah-ubah dengan kecepatan tinggi sambil menghindari sentuhan kobaran api.

Mira'tok langsung menjadi pusat perhatian.

Dengan kecepatannya yang luar biasa, ia bergerak lincah di antara kobaran api seolah sedang menari bersama mereka. Tidak ada satu pun nyala api yang berhasil menyentuh tubuhnya.

Sorak-sorai penonton langsung bergema.

Permainan kedua adalah Uji Kekuatan.

Para peserta harus mengangkat batu-batu raksasa dengan berat yang mencengangkan.

Khor'sal melangkah maju dengan penuh percaya diri.

Dengan satu tarikan napas, ia mengangkat batu terbesar yang tersedia dan mengangkatnya tinggi di atas kepala.

Penonton langsung bersorak kagum.

Permainan ketiga adalah Lemparan Presisi.

Para peserta harus mengenai sasaran yang ditempatkan sangat jauh dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Zhen'ar menunjukkan kendali yang luar biasa.

Setiap lemparannya tepat mengenai pusat sasaran tanpa satu pun kesalahan.

Bahkan para penonton mulai menghitung setiap keberhasilannya dengan penuh antusias.

Permainan terakhir adalah Kendali Elemen.

Para peserta harus mempertahankan beberapa elemen sekaligus sambil menjaga keseimbangannya.

Bagi kebanyakan orang, ini adalah tantangan yang sulit.

Namun bagi Lin Tian, yang telah menguasai sembilan elemen, permainan itu terasa jauh lebih mudah.

Ia mengendalikan sembilan elemen secara bersamaan dengan tenang dan stabil, membuat banyak orang terpukau.

Meski demikian, tidak ada yang benar-benar berusaha untuk menang.

Mereka datang untuk bersenang-senang.

Mereka tertawa saat berhasil.

Mereka juga tertawa saat gagal.

Tim Lin Tian berpindah dari satu permainan ke permainan lainnya, saling menyemangati, merayakan kemenangan kecil, dan bercanda tanpa henti.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Lin Tian merasakan kebahagiaan yang sederhana.

Tidak ada misi, bahaya maupun tekanan. Hanya permainan, persahabatan, dan tawa.

Ia bahkan tidak bisa mengingat kapan terakhir kali dirinya merasa sebahagia ini.

Atau mungkin...

Ia belum pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya.

Perlahan, ia mulai memahami sesuatu. Kemanusiaan bukanlah kelemahan.

Bukan pula penghalang bagi kekuatan.

Hubungan dengan orang lain juga merupakan bentuk kekuatan yang berbeda. Dan akhirnya, ia mulai benar-benar memahami hal itu.

Tepat saat tengah malam tiba, langit di atas Dimensi Asura mendadak dipenuhi cahaya.

Pertunjukan kembang api festival dimulai.

Namun kembang api Asura berbeda dari yang biasa.

Semuanya diciptakan menggunakan energi spiritual.

Semburan cahaya merah, jingga, dan emas memenuhi langit malam seperti lautan api yang menari.

Bentuk-bentuk naga, phoenix, dan para leluhur Asura muncul silih berganti di antara ledakan cahaya.

Suara yang dihasilkan pun terdengar harmonis, hampir menyerupai alunan musik.

Pemandangan itu begitu megah hingga membuat semua orang terdiam.

Lin Tian dan teman-temannya berdiri berdampingan sambil menikmati pertunjukan.

Mira'tok menatap langit dengan mata berbinar.

"Indah sekali. Aku melihatnya setiap tahun, tapi tidak pernah merasa bosan."

Khor'sal mengangguk.

"Festival selalu menjadi waktu terbaik untuk melupakan semua tekanan."

Zhen'ar tersenyum tipis.

"Keindahan seperti ini mengingatkan kita bahwa hidup bukan hanya tentang bertarung."

Lin Tian memandang langit yang dipenuhi cahaya.

Ada keindahan dan ada kehidupan yang jauh melampaui pertarungan dan kultivasi.

Misinya tetap penting.

Melindungi alam semesta tetap menjadi tanggung jawabnya.

Namun ia mulai menyadari bahwa hidup bukan hanya tentang tujuan besar.

Menjalani kehidupan, merasakan kebahagiaan, menjalin hubungan dan menjadi manusia.

Semua itu juga penting.

Perlahan, ia mulai memahami arti keseimbangan yang selama ini diajarkan oleh Yeye.

Pandangannya beralih kepada teman-temannya.

Teman-teman yang selalu mendukungnya.

Dan selama ia menjaga hubungan itu, mungkin ia tidak akan pernah sendirian lagi.

Jika Yeye bisa melihatnya sekarang, Lin Tian yakin kakeknya akan merasa bangga.

Ia sedang menepati janjinya.

Tetap kuat tanpa kehilangan kemanusiaannya.

Senyuman tulus muncul di wajahnya. Senyuman yang hangat dan jarang terlihat.

"Festival ini benar-benar luar biasa. Terima kasih, semuanya."

Mira'tok langsung menunjuknya dengan mata membelalak. "Lin Tian tersenyum! senyum sungguhan!"

Khor'sal tertawa keras.

"Lihat itu! Kau sudah mulai menjadi bagian dari bangsa Asura!"

Zhen'ar ikut tersenyum.

"Kau adalah teman kami, Lin Tian. Dan itu tidak akan berubah."

Lin Tian tidak menjawab.

Namun untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasakan sesuatu yang menyerupai rumah.

Setelah selesai, Lin Tian kembali ke kamarnya, ia berbaring sambil memandangi langit-langit.

Hari pertama festival telah memberinya banyak hal.

Bukan kekuatan baru. Melainkan pemahaman yang lebih dalam tentang dirinya sendiri.

Ia merasakan kebahagiaan.

Tertawa dengan tulus.

Menjalin hubungan yang berarti.

Dan merasakan perasaan diterima oleh orang lain.

Kini ia mulai memahami ajaran Yeye yang selama ini sulit ia mengerti.

Kekuatan dan kemanusiaan bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

Keduanya harus berjalan berdampingan.

Tiga bulan di Dimensi Asura telah mengubah banyak hal dalam dirinya.

Bukan hanya kultivasinya yang berkembang.

Karakternya, jiwanya, dan cara pandangnya terhadap kehidupan juga berubah.

Misinya akan terus berlanjut. Namun mulai sekarang, ia tidak akan mengorbankan kemanusiaannya demi kekuatan.

Ia akan menjaga keseimbangan keduanya.

Ia telah menemukan teman. Mulai menemukan tempat yang bisa disebut rumah.

Dan perlahan mendapatkan kembali bagian dirinya yang sempat hilang.

"Yeye..."

Senyuman tipis muncul di wajahnya.

"Terima kasih. Kakek benar seperti biasa."

Dengan hati yang tenang dan damai, Lin Tian memejamkan matanya.

Besok festival masih akan berlanjut.

Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia benar-benar menantikan hari esok.

Keseimbangan yang selama ini ia cari akhirnya mulai ia temukan.

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Mat
seru, semangat thor💪
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!