Mengisahkan tentang dua orang anak kembar yang memilki dunia yang sama. Karena sejak kecil mereka memang tidak pernah terpisahkan.
Rean Arya Partama, kakak dari Sean Kingston yang terkenal sebagai dokter playboy, padahal dirinya bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sosok hangat yang selalu menjadi partner terbaik dalam hidup adik kembarnya, Sean.
Sean Aryo Pratama, seorang dokter muda yang memiliki kesabaran seluar lautan, namun berubah menjadi dingin saat sebuah kecelakaan merenggut seluruh masa depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 11
Musibah apalagi ini, tuhan? Batu n Jasmine menjerit saat mendapati mobilnya pecah ban di tengah jalan.
Sudah menghubungi bengkel, tapi tidak ada yang menjawab. Mencari ojek online, itu tidak mungkin baginya.
Taxi online? Dia takut. Lalu apa yang harus dia lakukan saat ini?
Mau tidak mau, dia harus berusaha untuk mengganti ban mobilnya sendiri.
Tapi ini benar-benar sangat sulit, dia tidak pernah melakukannya.
Rean yang berada di dalam mobilnya menatap seorang wanita yang sedang berusaha mengganti ban mobil mewah miliknya di pinggir jalan, di saat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Awalnya dia melewatinya begitu saja, tapi hati nuraninya menyuruhnya untuk membantu, hingga akhirnya dia memundurkan lagi mobilnya yang sudah melewati mobil memerah menyala milik wanita itu.
Melihat siapa yang dia tolong membuat Rean tersenyum mengejek untuk itu. Ternyata gadis sombong ini.
"Kenapa?" tanya Jasmine menatap nyalang pada laki-laki yang berdiri menjulang di depannya.
Bisa di pastikan jika tinggi laki-laki ini lebih dari 185 cm. Bahkan mungkin saja mencapai 190 cm.
"Sepertinya anda tidak membutuhkan bantuan. Kalau begitu saya permisi, nona Jasmine Nevele!" pamit Rean berjalan meninggalkan Jasmine sendirian disana.
Melihat dokter menyebalkan itu hendak pergi meninggalkannya membuat Jasmine angsung menghalanginya. Dia merentangkan kedua tangannya untuk menghalangi laki-laki itu pergi.
"Hey! Anda mau kemana?" tanya Jasmine berusaha menekan egonya karena hanya laki-laki ini yang di kenalnya dan tidak mungkin dia melakukan sesuatu yang bukan-bukan nantinya.
Rean berdiri dengan angkuh, memasukan kedua tangannya ke saku celana, menatap gadis itu dengan tatapan yang cukup menantang.
"Ban mobil saya pecah dan saya-"
"Lalu?" potong Rean begitu saja, menundukkan kepalanya tepat di depan wajah pasiennya siang tadi.
Bukan Jasmine namanya jika dia kalah. Ternyata dokter ini ingin main-main dengannya.
"Apa anda tidak memiliki niat untuk membantu saya, dokter Rean?" tanya Jasmine yang semakin memajukan wajahnya hingga hampir tak berjarak dengan
"Apa keuntungannya bagi saya jika menolong anda?" Rean balik bertanya membuat Jasmine tersenyum untuk itu.
Dia mengibaskan rambut panjangnya kebelakang, lalu tersenyum manis dengan menampilkan lesung pipinya yang menjadi pemikat banyak laki-laki.
"Keuntungannya karena anda dapat bertemu dengan saya. Di saat banyak orang ingin bertemu saya dan meminta tanda tangan saya, anda adalah laki-laki paling beruntung bisa sedekat ini dengan saya, dokter Rean. Karena saya adalah Jasmine Nevele." ucapnya dengan penuh kesombongan membuat Rean hanya tersenyum saja untuk itu.
"Dokter, anda mau kemana?" tanya Jasmine panik saat Rean yang kembali hendak pergi meninggalkannya.
"Dengar nona Jasmine, saya tidak pernah tertarik dengan anda. Lagi pula tidak semua laki-laki menyukai anda, termasuk saya!" ucap Rean dengan tegas membuat Jasmine hanya bisa menghela nafasnya saja.
Bagaimanapun dia harus bisa membujuk laki-laki ini untuk menolongnya. "Baiklah, dokter Rean yang baik hati. Saya mohon tolong bantu saya. Ini sudah sangat malam dan saya harus pulang. Besok pagi saya harus berangkat ke puncak untuk pemotretan. Jadi-" kedua bola mata Jasmine membulat sempurna saat melihat laki-laki itu pergi meninggalkannya, dan mencari ban serep yang ada di mobilnya.
Rean malas berdebat dengan gadis menyebalkan ini. Menurutnya Jasmine ini terlalu percaya diri sekali. Merasa dirinya cantik hingga bisa membuat semua orang jatuh hati padanya. Tapi itu tidak berlaku padanya.
Setelah selesai mengganti ban mobil Jasmine, Rean langsung pergi meninggalkannya begitu saja. Bahkan peralatannya dia biarkan begitu saja di dekat mobilnya membuat Jasmine mengumpat seketika.
"Dasar dokter sok ganteng! Tiang listrik, gapura kabupaten, tiang Monas!" umpat Jasmine ketika Rean meninggalkannya begitu saja.
Setidaknya, dia selamat karena bisa pulang dengan selamat. Sementara Rean, dia langsung pulang ke rumahnya. Disana dia melihat Sean yang masih terjaga.
"Kenapa belum tidur?" tanya Rean saat melihat Sean yang masih duduk di sofa padahal sudah selarut ini.
"Kau Belum pulang, laku bagaimana bisa aku tidur dengan tenang?" jawab Sean melihat ke arah Rean.
"Sekarang aku sudah pulang. Tadi ada sedikit insiden di jalan."
"Kau kenapa?" tanya Sean panik.
Entah mengapa bayangan kecelakaan itu masih berputar di kepalanya.
"Aku baik-baik saja. Hanya pertemuan kecil dengan seseorang yang menyebalkan!" jawab Rean berlalu meninggalkan Sean.
Dia benar-benar sudah merasa gerah, dan ingin segera tidur. Karena besok akan bekerja lagi.
***
jevan lho up sn... kok trs di tgl kn
eee jevan noh