Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 DENIS!!
Vendra sekarang sudah berada di sebuah Club (BR) di dalam Club terlihat banyak orang-orang berdansa dengan riuh nya musik bergema seluruh Club di sertai remang-remang lampu berkelip berwarna warna menyoroti mereka semua di sana yang sedang asik berdansa.
Vendra dengan rambut terikat kebelakang kepala, Jaket sweater berwarna abu-abu yang ia kenakan dan celana jin panjang kebawah kaki dengan sepatu kets tali putihnya.
Vendra melihat sekeliling mencari keberadaan Denis, dirinya melangkah jalan melewati orang-orang yang lagi asik berdansa dari dalam kerumunan. Vendra akhirnya menemukan Denis yang lagi asik duduk bersama Seorang wanita sexy di samping nya. ia pun melangkah jalan menghampiri
"DENIS!! ". Panggil vendra dengan wajah tegas dan bernada sentak pada Denis
saat Denis asik mengobrol seketika terkejut kedatangan vendra memanggil dirinya hingga menoleh melihat vendra yang baru saja datang.
" vendra!? ". Tanya Denis terkejut tampaknya Denis sedikit oleng efek dari minuman alkohol yang ia minum di tangan kanan nya lagi memegang gelas alkohol.
" DENIS!! AKU INGIN BICARA!! SE... KARANG...!! ". Tegas vendra dengan kedua mata terbuka menyeramkan pada Denis
sontak Denis menelan ludah dengan susah ia mulai ketakutan seakan-akan dirinya akan di makan oleh vendra.
Kemudian kini mereka berdua di luar BR di area parkiran mobil berdiri tegak berhadapan satu sama lain. Kedua tangan vendra melipat di bawah dadanya dengan tatapan tajam pada Denis.
sedangkan Denis masih oleg sedikit kabur pengelihatan nya namun berusaha untuk tetap tegak dan berbicara.
"KAMU TAHU, RAJAB AMBARAWA?? TAU RUMAH NYA?? ". tanya vendra tegas
" Untuk apa kamu menayangkan nya! ". Tanya balik Denis dengan kondisi tergoyah namun tetap bertahan.
" TIDAK PERLU KAMU TAHU!! JAWAB SAJA! ". Sentaknya dengan raut wajah tegas
" ok...!! jadi.. di... dia". belum bicara lengkap seketika Denis____ *Bruk* jatuh pingsan kebawah lantai tergeletak begitu saja
vendra yang melihat itu hanya berdiri terdiam kedua tangan nya masih berada di bawah dadanya dengan melipat.
Pagi hari yang cerah menyoroti sebuah rumah. rumah nya Denis yang cukup besar
tampaknya Denis sudah berada di kamar dengan posisi tidur terlentang di atas ranjang kasur terlihat tampil annya seperti manusia kehilangan arah. pakai an yang Denis kenakan kemeja putih dengan kancing di dadanya terbuka.
Vendra datang membawa sebuah segelas air putih untuk Denis, ia melangkah menghampiri ranjang kasur.
"Denis!! ". Panggil vendra sambil meletakkan segelas air putih di atas meja samping ranjang kasur di atas kepala Denis yang lagi tertidur lelap.
" Denis!! ayo!! bangun!! Denis!! ". Vendra pun pukul pelan di wajah pipi Denis dengan lembut lalu menggoyang tubuh Denis dengan pelan. " Denis!! ayo bangun!! ". Panggil nya lagi
berlahan Denis terbangun dan sontak terkejut, langsung ia bangun dengan posisi duduk di atas ranjang kasur.
" aku ada dimana?? ". tanya Denis dengan pikiran nya masih Linglung dalam proses Loding____
vendra yang sedang berdiri melihat wajah Denis yang lagi loding, vendra hanya memutar bola matanya dengan menghela nafas berat.
" Bangun!! aku tunggu di meja makan!, jangan lupa mandi dan sikat gigi". Minta vendra pada Denis yang hanya terdiam duduk
Tidak lama kemudian tampaknya Denis terlihat rapi dan bersih dengan pakaian baju kemeja biru melangkah menghampiri vendra yang sedang duduk sendirian di meja makan.
Vendra minum satu teguk lalu meletakkan gelas air di meja depan nya.
Denis baru tiba tarik kursi lalu ia duduk di hadapan vendra yang sedang memperhatikan nya.
"gimana?? jauh lebih baik?? ". Tanya vendra senyum
" hmmm!! aku rasa" jawabnya sambil menuangkan air ke gelasnya.
"lain kali kalau minum jangan banyak! " ucap vendra mengingatkan pada Denis
Denis pun meminum air putih dengan sekaligus
"Haaa!! seger!!! hmmm! "
tak
Gelas kosong di letakan di atas meja depan nya lalu melihat kedepan memperhatikan vendra dengan senyuman aneh nya.
"kenapa lihat aku gitu?? ". Tanya vendra merasa tidak nyaman
" jangan sensi, hanya memandang saja, ngomong-ngomong, terimakasih kasih sudah membawa ku kerumah! ". Ujar Denis
" iya!! aku belum selesai bicara waktu malam di BR, sekarang jawab aku, di mana rumah nya Rajab Ambarawa, siapa dia sebenarnya?? ". Tanya vendra meminta tagih jawaban.
Denis pun bingung harus jawab apa pada vendra takut salah bicara.
" Sebenarnya untuk apa kamu ingin tahu? keluarga rajab bukan keluarga biasa,vendra. mereka memiliki kekuasaan tinggi, kalau kamu niat ingin perhitungan pada mereka, yang ada berbalik keadaan, yang ada kamu sendiri yang kena ". Ujar Denis dengan nada lantang mengingat kan pada vendra agar tidak melakukan hal aneh.
" aku tahu!! aku cuman minta, kasih tahu padaku mereka tinggal di mana, itu saja, lagian aku tidak se ceroboh itu, apa lagi besok aku di suruh kembali ke luar kota lagi, terpaksa aku berbohong!". Ujar Vendra
"jangan bilang kembali karena kuliah lagi? ". Tanya Denis pada Vendra
" iya! kalau aku tidak lakukan yang ada mereka curiga padaku! ". Vendra berkata pada Denis dengan rasa bingung nya
" maksudnya curiga?? apa?? jangan bilang kalau kamu akan melakukan sesuatu? ". Tanya Denis dengan rasa bingung nya namun cukup cemas dan khawatir
"Aku akan melakukan sesuatu, tapi besok, kamu bantu aku!! ". Senyum mencurigakan di balik wajah vendra membuat Denis cemas dan ada bau-bau mencurigakan di balik wajah nya itu.
****
****
****
saat makan di pagi hari terlihat keluarga Ambarawa sangat hikmah dan tegang di antara mereka.. suasana makan yang hanya terdiam hening hanya suara-suara sendok makan beradu piring yang saat ini mereka sedang makan bersama di meja makan.
"Pagi oma, yang cantik!! ". Sahut Kasih melangkah mendekat pada mereka bertiga yang lagi asik makan.
Tangan kanan Kasih pegang kursi sembari tarik kursi dan duduk di kursi samping omanya depan Rajab dan ibunya yang lagi asik makan.
" Kasih!! kapan kamu akan mengurus perusahaan?? ". Tanya Rajab melihat wajah kasih. kasih sedang ambil piring dan ambil nasi putih di atas piring kosong.
" aku malas!! ". jawabnya singkat sembari meletakkan piring di depan nya.
" Jadi anak. berguna dikit lah! ". Balas oma dengan nada sentak dan ekpresi wajah tegas.
Kasih menoleh melihat wajah omanya dengan tengil sembari tersenyum ledek
" Oma cantik!! kenapa tidak oma aja...? itung-itung semakin mudah, tidak keriput lagi! hiiiihih! ". Ujar kasih tengil menyinggung omanya lagi dengan ekpresi ledek.
" Kamu! iya! ". Jawab oma kesel dengan ekpresi wajah mengerutkan marah
" sudah cukup!! ". Minta Rajab pada mereka berdua. " kasih!! jangan bicara seperti itu pada oma, itu tidak baik! ". Rajab berkata pada kasih.
" iya!! ". Jawab kasih tengil.
Setelah makan pagi tadi membuat Rajab sedikit terlambat masuk kerja kantor, ia melangkah cepat di lorong kantor, bergegas memasuki lift. hari ini ada jadwal meeting penting di ruangannya, Rajab yakin saat ini karyawan nya sedang menunggu kedatangan
Semua karyawan bergegas berdiri tegak setelah Rajab muncul masuk ke ruangan mereka. tidak lama semua karyawan duduk kembali dengan rapi dan di sipiln. Rajab duduk di kursi depan karyawan nya. semua karyawan melihat kedepan, melihat wajah Rajab yang tegas dan gagah dengan pakaian jas hitam di leher nya sudah pakaian dasi garis di kemeja putih nya