NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Tertukar

Jodoh Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:327.8k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

Karena ingin melihat putri kembarnya (Agatha & Amanda) segera menikah, Edward menjodohkan mereka dengan pria-pria pengusaha muda tampan yang kaya, putra dari relasi-relasinya.

Agatha di jodohkan dengan Jonathan.
Amanda dijodohkan dengan Vincent.

Pertentanganpun terjadi. Agatha dan Amanda juga Jonathan dan Vincent menolak dijodohkan.

Apa yang terjadi jika Agatha bertemu dengan Vincent (jodoh buat Amanda) dan Amanda bertemu dengan Jonathan (jodoh buat Agatha).

Apakah mereka akan jatuh cinta dengan pria yang dijodohkan untuk saudara kembarnya?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-21 Vincent melamar Agatha

Pagi ini Amanda sudah bersiap-siap pulang ke tanah air. Sebuah mobil sudah siap di depan teras, akan mengantar Amanda ke bandara. Edward dan Elsa berdiri menatap putrinya itu, Agatha juga ada bersama mereka.

“Hati-hati di jalannya,” kata Elsa pada putrinya.

“Iya Mommy, jangan khawatir,” kata Amanda.

“Cepat kabari Daddy jika kau sudah tiba di rumah,” kata Edward.

“Iya Daddy,” jawab Amanda lagi.

“Cepat kembali kesini, kau kan harus mengurus pernikahanmu,” kata Edward lagi.

“Baiklah Daddy, aku hanya ke kampus sebentar,” jawab Amanda. Diapun mencium pipi kedua orangtuanya dan memeluk Agatha, setelah itu barulah Amnda masuk ke mobilnya diantar supir menuju bandara.

***************

Vincent duduk dipinggir kolam renang, tidak untuk berenang, tapi hanya duduk-duduk saja.

“Apa yang kau lakukan? Kau tidak ikut ke kantor?” tanya ibunya, sambil berjalan mendekati Vincent, kemudian ibunya duduk di kursi yang ada di pinggir kolam renang itu.

Vincent tidak menjawab, dia hanya melirik ibunya sekilas.

“Kau masih memikirkan pernikahanmu?” tanya ibunya.

“Kenapa si cantik tidak mneyukaiku?” tanay Vincent seakan pada diri sendiri.

Ibunya mengerutkan keningnya.

“Si cantik?” tanya ibunya.

“Iya, Agatha,” jawab Vincent.

“Ada apa lagi dengan Agatha?” tanya ibunya.

“Kenapa Agatha tidak tertarik padaku, padahal biasanya wanita-wanita sangat menyukaiku, aku punya segalanya untuk memanjakannya, tapi dia tidak peduli,” keluh Vincent.

“Sayang, calonmu Amanda, bukan Agatha, cobalah untuk menyukai Amanda, dia yang akan menjadi istrimu,” kata ibunya.

“Aku tidak bisa Mommy, aku sudah jatuh cinta padanya, aku hanya ingin menikah dengannya,” kata Vincent.

“Sayang, jangan bersikap seperti itu. Agatha akan menikah dengan Jonathan,” ucap ibunya lagi.

“Apa aku terlalu buruk buatnya? Aku akan melakukan apa saja asal dia mau menikah denganku,” kata Vincent bersikeras.

“Nak, ingat Daddymu, jangan bikin masalah,” ucap ibunya mengingatkan.

“Masalah Daddy adalah ingin aku cepat menikah kan? Tidak masalahkan kalau aku bertukar pasangan, aku menikah dengan Agatha, Jonathan dengan Amanda,” kata Vincent.

“Nak, jangan membuat skandal, Keluarga Mr.Edward juga orangtua Jonathan mereka orang terpandang, semua orang sudah tahu kau akan menikah dengan Amanda, dan Jonathan dengan Agatha. Apa kata orang dan media kalau kalian bertukar pasangan? Orangtua Jonathan dan Mr. Edward juga belum tentu menerima,” ucap ibunya. Vincent tidak bicara lagi, lalu dia beranjak.

“Kau mau kemana?” tanya ibunya tapi Vincent tidak menjawab.

*******************

Edward sedang ada di ruang kerja dirumahnya saat kepala pelayan memberitahukan kalau ada tamu sedang menunggunya.

“Tamu siapa?” tanya Elsa, saat kebetulan melewati ruang kerjanya Edward

“Mr. Vincent,” jawab kepala pelayan.

“Tunggu sebentar,” jawab Edward dari dalam ruang kerjanya.

Elsa mengerutkan keningnya ada apa Vincent menemui Edward? Diapun buru-buru turun dan segera ke ruang tamu.

Melihat Elsa menghampirinya, Vincent berdiri dan mengangguk.

“Siang Mrs,” sapanya.

“Siang, kau ada perlu dengan suamiku?” tanya Elsa.

“Benar Mrs, juga denganmu,” jawab Vincent.

“Denganku juga? Apakah ada hal yang penting yang akan kau sampaikan?” tanya Elsa, sambil duduk di sofa panjang, diikuti Vincent.

Terdengar langkah kaki mendekat. Edward tersenyum melihat calon menatunya itu, dia sangat menyukai pria-pria muda itu.

“Duduklah,” ujar Edward pada Vincent yang segera duduk lagi.

“Kau ada perlu denganku atau Amanda? Amanda sedang pulang, dia ada perlu ke kampusnya,” tanya Edward bercanda.

“Dengan anda, Mr,” jawab Vincent dengan nada serius.

“Denganku?” tanya Edward, diapun mulai serius, karena melihat gelagat dari Vincent yang serius.

Elsa menatap suaminya lalu menoleh pada Vincent. Dia ingin tahu apa yang akan disampaikan oleh Vincent, hatinya sudah merasa gelisah, dia merasa sesuatu yang ganjal itu akan mulai terlihat nyata.

“Aku ingin mengatakan sesuatu,” ucap Vincent, menatap Edward lalu pada Elsa.

“Katakan saja,” jawab Edward, balas menatap Vincent.

“Kedatanganku kesini karena aku ingin melamar Agatha,” ucap Vincent, sontak saja Edward dan Elsa merasa terkejut.

“Apa? Melamar Agatha?” tanya Edward.

“Benar,Mr,” jawab Vincent sambil mengangguk dengan mantap.

Edward menoleh pada istrinya, dia terkejut dan juga bingung atas pernyataan Vincent.

“Nak ingatlah, kau akan menikah dengan Amanda,” kata Elsa pada Vincent.

“Tapi aku mencintai Agatha Mrs. Aku datang kesini untuk mengungkapkan isi hatiku, aku ingin menikah dengan Agatha, bukan Amanda,” jawab Vincent.

Edward dan Elsa tampak kebingungan. Beberapa saat mereka terdiam, suasana sangat hening. Kemudian Elsa menoleh pada Edward.

“Sayang, bagaimana ini?” tanya Elsa pada suaminya.

Edward tampak masih berfikir, dia juga merasa bingung harus bagaimana menyikapi masalah ini. Kenapa Vincent malah menyukai Agatha yang akan menikah dengan Jonathan?

“Agatha sudah resmi akan menikah dengan Jonathan,” kata Edward.

“Tapi mereka belum menikah kan? Sebelum terlambat, aku mengatakan ini semua,”kata Vincent.

“Aku tidak mau!” Tiba-tiba terdengar suara dari arah dalam, sebuah suara perempuan. Semua mata menoleh kearah suara, ternyata Agatha, gadis itu segera menghampri mereka.

Agatha menatap Vincent yang juga menatapnya. Dia merasa kesal Vincent masih terus mengejar-ngejar dirinya padahal tahu masing-masing sudah memiliki pasangan untuk menikah nanti.

“Vin, aku tidak mau menikah denganmu,” ucap Agatha.

Vincent langsung berdiri balas menatap Agatha.

“Apa kau yakin Jonathan menyukaimu?” tanya Vincent.

“Itu urusanku dengan Jonathan, kau uruslah urusanmu dengan Amanda, jangan mengejar-ngejarku lagi, apa kau tidak memikirkan perasaan Amanda dengan sikapmu ini?” jawab Agatha.

“Jonathan tidak menyukaimu,” ucap Vincent, membuat semua orang terkejut. Edward dan Elsa sampai berdiri menatap Vincent, banyak pertanyaan di benak mereka.

“Kau ini bicara apa?” tanya Agatha.

“Jonathan tidak menyukaimu, dia menyukai Amanda,” jawab Vincent.

“Apa?” Edward dan Elsa terbengong mendengarnya.

Agatha masih menatap Vincent, pria ini benar-benar bersikeras dengan keinginannya.

“Sebenarnya kau kesini mau apa? Kau ingin memaksaku untuk menikah denganmu? Aku sudah berapa kali mengatakan aku tidak mau!” ucap Agatha setengah berteriak.

Elsa langsung menghampiri putrinya dan memeluknya.

“Sayang, tenanglah, sayang,” ucap Elsa, sambil mencium kepala Agatha, mencoba menenangkannya.

“Honey, bawa Agatha ke dalam, aku akan bicara dengan Vincent,” kata Edward.

Elsa menoleh sebentar pada suaminya lalu pada Vincent, kemudian membawa Agtha masuk ke dalam, putrinya itu mulai terisak.

“Duduklah,” ucap Edward pada Vincent.

Vincnetpun duduk dengan lesu.

“Nak, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kalian, yang aku tahu ayahmu mengatakan kau setuju menikah dengan Amanda, Jonathan juga setuju menikah dengan Agatha, jadi tidak ada masalah. Tapi kenapa kau tiba-tiba ingin menikah dengan Agatha?” tanya Edward, kebingungan.

“Karena telah terjadi kesalahfahaman Sir. Aku tidak tahu kalau Amanda memiliki saudara kembar jadi aku mengira Agatha adalah Amanda, aku menyukai Agatha  ukan Amanda,” jawab Vincent, mencoba menjelaskan duduk persoalannya.

Edward terdiam mendengarnya.

“Kau juga mengatakan Jonathan menyukai Amanda? Kau yakin itu?” tanya Edward kemudian.

Vincent mengangguk.

Edwardpun kembali terdiam, karena selama ini belum ada penolakan apapun dari Jonathan.

“Dari bulan bulan yang lalu, Jonathan menerima menikah dengan Agatha, kau mungkin salah faham,” kata Edward, setelah beberapa detik tidak bicara.

“Jonathan juga tidak tahu kalau Agatha mempunyai saudara kembar, dia mengira Amanda adalah Agatha,” jawab Vincent.

Lagi-lagi Edward terkejut mendengarnya. Jadi mereka menyukai gadis yang bukan calon istrinya? Tapi masalahnya, Agatha tidak meyukai Vincent, dia tidak mau menikah dengan Vincent.

Di dalam kamarnya, Agatha terus saja menangis.

“Aku heran kenapa pria itu terus memaksakan kehendaknya padaku, aku sudah berapa kali menolaknya,” ucap Agatha, diantara isaknya.

Elsa menatap putrinya, dia sedih melihat putrinya menangis seperti itu.

“Apa lagi dia mengatakan hal bohong dengan mengatakan Jonathan menyukai Amanda. Amanda tidak pernah mengatakan dia ada hubungan dengan Jonathan, mereka hanya kenal di kampus saat seminar. Jonathan juga tidak mengatakan kalau dia menyukai Amanda,” kata Agatha, menatap ibunya dengan matanya yang merah.

“Iya sayang, mungkin ada kesalahfahaman, kita harus mengclearkan semuanya,” sahut Elsa.

“Pria itu  hanya memaksakan keinginannya saja,” keluh Agatha.

Elsa terdiam, mendengarkan keluhan putrinya.

“ Aku tahu Jonathan dan aku juga memang belum dekat tapi setidaknya kami berusaha untuk menjalin hubungan yang baik, dan itu butuh waktu,” lanjut Agatha.

Elsapun masih terdiam, dia jadi merasa bingung. Seandainnya Agatha menyukai Vincent mugkin masih bisa dibicarakan untuk bertukar pasnagan, tapi masalahnya Agatha menyukai Jonathan, dan dia yang dijodohkan dengan Jonathan, jadi Agatha yang berhak bersama Jonathan.

Masih diruang tamu, Edward menatap Vincent yang sedang menunduk.

“Aku mencintai Agatha, aku berjanji aku akan membahagiakannya, Sir,” ucap Vincent, kini menatap Edward, dia bicara dengan segenap hatinya.

Edward menatap pria itu, dalam hatinya sebenarnya ada rasa kagum dengan keberaniannya Vincent. Tapi tidak semudah itu bertukar-tukar pasangan begini, karena orangtua Jonathan juga belum tentu menerima semua ini dan persiapan pernikahan sudah berlangsung, mungkin undangan pun sedang dicetak.

“Aku tidak mau kehilangan Agatha, Sir,”ucap Vincent lagi.

“Baiklah kalau begitu, aku akan memikirkan yang terbaik untuk kalian, aku akan bicara dengan istriku juga akan bicara dengan Agatha, dan mungkin harus bicara juga dengan Amanda, tapi sekarang Amanda sedang ada urusan ke kampusnya,” kata Edward panjang lebar.

“Aku mengerti Sir. Baiklah aku pamit sekarang,” ucap Vincent, matanya melirik kearah pintu masuk ke ruangan lain, sebenarnya dia masih berharap bicara dengan Agatha.

“Biarkan Agatha sendiri dulu,” ucap Edward, mengerti arti arah pandangnya Vincent. Pria itu hanya mengangguk.

Edward menepuk nepuk bahunya Vincent. Merekapun keluar dari ruang tamu itu. Tidak berapa lama mobil Vincent meninggalkan rumah itu.

Edward segera ke kamarnya Agatha, dilihatnya Elsa keluar dari kamar Agatha sambil menutup pintu. Edward menatap istrinya begitu juga dengan Elsa.

“Bagaimana keadaannya?” tanya Edward.

“Apa Vincent sudah pulang?” Elsa balik bertanya.

“Iya, sudah,” jawab Edward. Matanya menoleh kearah pintu kamar Agatha.

“Biarkan dia sendiri dulu, kita harus bicara,” jawab Elsa sambil menarik tangannya Edward masuk ke kamar mereka.

“Apa benar Jonathan menyukai Amanda?” tanya Edward saat sudah berada di dalam kamar mereka. Diapun duduk di sofa dalam kamar itu.

“Aku juga tidak tahu, tapi firasatku mengatakan kalau Jonathan menyukai Amanda,” jawab Elsa, diapun duduk disamping suaminya.

“Aku tidak tahu kalau mereka salah mengenali pasangan masing-masing. Aku hanya tahu merekasudah mengenal pasangannya masing-masing dan mereka sudah menyetujuinya,” ucap Edward sambil menatap istrinya.

Elsa terdiam tidak menjawab, dia mendengarkan perkataan suaminya.

“Kapan Amanda pulang?” tanya Edward.

“Mungkin Lusa,” jawab Elsa.

“Kita harus bertanya dulu apakah benar Amanda menyukai Jonathan atau mereka sebenarnya ada hubungan?” kata Edward.

“Jika itu benar, bagaimana dengan Agatha? Dia sudah menyukai Jonathan, calon suaminya, dia pasti sedih sekali,” ucap Elsa.

“Jika benar Jonathan ada hubungan dengan Amanda, kasihan juga Amanda kalau melihat Jonathan menikah dengan saudara kembarnya,” kata Edward.

“Kenapa semua jadi begini? Aku ingin semua putriku bahagia,” keluh Elsa. Dia terlihat sedih.

Edward mendekati istrinya lalu memeluknya.

“Semua salahku seharusnya aku tidak terburu-buru menjodohkan mereka,” kata Edward, sambil mencium rambut istrinya.

“Aku terlalu takut aku tidak bisa melihat mereka menikah,” lanjut Edward.

Elsa tidak menjawab lagi, dia balas memeluk suaminya dengan erat.

***********

Vincent kembali ke rumahnya dengan wajah kusut. Ibunya memperhatikannya dan mendekatinya, saat putranya itu duduk diruang tengah.

“Kau darimana?” tanya ibunya.

“Aku sudah menemui Mr. Edward,” jawab Vincent.

“Apa? Ada apa kau menemuinya?” tanya ibunya, lalu duduk didekatnya.

“Aku sudah melamar Agatha,” jawab Vincent, membuat ibunya terkejut.

“Kau ini bicara apa? Jangan mian-main!” bentak ibunya.

“Aku serius, aku sudah dari rumahnya Mr. Edward, aku melamar Agatha,” jawab Vincent dengan jujur.

“Kau sudah gila ya? Agatha akan menikah dengan Jonathan, kau tidak mengerti juga?” maki ibunya dengan kesal.

“Aku tidak pernah merasa ketakutan kehilangan seperti ini Mommy, aku benar-benar tidak mau kehilangan dia,” ucap Vincent menyandarkan punggungnya ke sofa.

“Apa kata Mr.Edward?” tanya ibunya.

“Mereka akan membicarakannya,” jawab Vincent.

“Kau benar-benar keterlaluan, kau tidak menyayangi Daddymu. Daddymu bisa stress menghadapi kelakuanmu ini,” kata ibunya, masih marah pada Vincent.

Vincent menoleh pada ibunya.

“Mommy, Jonathan tidak menyukai Agatha, dia menyukai Amanda. Agatha tidak akan bahagia bersama Jonathan,” ucap Vincent.

“Terus menurutmu Agatha akan bahagia denganmu?” tanya ibunya.

“Aku akan berusaha membahagiakannya, Mommy,” jawab Vincent.

Mendengar kata-kata putranya, membuat kepala ibunya terasa pusing. Bagaimana kalau Mr.Edward menelpon suaminya? Vincent benar-benar tidak memikirkan kondisi ayahnya.

 

 

 

 

**********************

1
Pasikah CwElosbes
cerita yg bagus ga terllu berbelit Belit
Yasinta Nuriyati
1 vote & ☕
Semangat terus berkarya Kakak author 🔥😘
Yasinta Nuriyati
Kakak author sambil nunggu karya terbarunya..baca2 cerita yang ini sangat bagus juga.. Terima kasih Kakak author karyanya sangat menghibur 🤗😘
Intan Khairani AM
😍
Intan Khairani AM
😍😍😗😗
benar....lebih baik dicintai dari pada mencintai....kita sekalu merasa dijadikan ratu....karena dalam dunia nyata...aq sudah merradasakan sendiri....
ayudisa
bagusss🥰🥰🥰
AsriMaria
Alur ceritanya bagus, konflik dan penyelesaiannya bagus tidak terlalu panjang tapi mampu menggambar kan cerita dengan baikr dan happy ending. Tata bahasanya juga baik.
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
senyum2 sndiri baca ceritamu thor...gokil...😂😂😂😂
Soraya
slmt y Vincent 👍
Soraya
keren 👍
Soraya
permisi numpang duduk dl ya bru singgah👍
Ratna Sari Dewi
🤣🤣🤣
Meimawati
Q puas baca karyamu thoor.,.
tatik mufidah
pdhl bagus loo ini novelnya, yg like kok cmn dikit ya, blm tau mampir sini kayak e
tatik mufidah
wuahaha, kerjakeras vincent
Patrish
lebih indah dicintai..
daripada mencintai..
karena cinta akan tumbuh seiring waktu..
karena kasih yang diberikan setiap hari akan mengikis kebekuan hati..
❤❤❤❤❤❤
Patrish
aduh Vincent.... 🙈🙈😩😩😩😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!