NovelToon NovelToon
Sistem Harem Ku Aktiv

Sistem Harem Ku Aktiv

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Bad Boy
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Karensi

Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Bella yang menonton seluruh aksi kebrutalan fisik gue dari balik kaca mobil sportnya beneran langsung melongo kaku dengan sepasang mata indahnya yang terbuka sangat lebar sekali. Rasa takut di dalam hatinya seketika sirna total, berganti dengan rasa takjub, kagum, dan gairah asmara yang meledak-ledak melihat bagaimana keperkasaan gue yang beneran tampak seperti dewa perang yang tak terkalahkan malam ini.

Sekarang, tinggal tersisa Dion sendirian yang sedang berdiri mematung di samping pintu jipnya dengan seluruh tubuh yang bergetar hebat menahan rasa ketakutan gila yang luar biasa dahsyat. Pipa besi di tangan kanan Dion langsung terlepas jatuh ke atas aspal dengan suara dentingan yang nyaring, kedua lututnya mendadak menjadi sangat lemas hingga dia refleks jatuh berlutut bersimpuh di depan gue dengan wajah yang sudah dipenuhi oleh air mata kepanikan dan keringat dingin yang mengalir deras membasahi seluruh jas mahalnya.

Gue berjalan mendekati posisi Dion dengan langkah kaki yang sangat tenang namun mantap, setiap ketukan sepatu gue di atas aspal seolah menjadi lonceng kematian bagi mentalnya yang sudah runtuh lebur tanpa sisa. Gue berdiri tepat di depan wajah pengecutnya, menatapnya dari atas dengan menggunakan Aura Intimidasi Raja Level Satu secara penuh yang membuat atmosfer di sekitar Dion terasa sangat dingin membeku mengunci pasokan oksigen di dadanya.

"Jadi... cuma segini batas kemampuan maksimal dari seorang mantan pewaris kaya raya keluarga Dion untuk membalas denkdam sama gue, hm?" tanya gue dengan nada suara bariton rendah yang sangat dingin, tenang, namun menggema penuh wibawa mutlak seorang penguasa sejati yang sedang mengadili kecoa kecil.

Dion langsung menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada, menyembah-nyembah kaki gue dengan tubuh yang bersujud berkali-kali di atas aspal dingin penuh kepasrahan yang sangat hina dina.

"Raka... ampun Raka! Gue mohon ampuni nyawa gue, Raka! Gue beneran udah khilaf dan gila karena kehilangan semua harta gue kemarin! Gue janji tidak akan pernah berani mengusik hidup lu atau Bella lagi seumur hidup gue! Tolong jangan bunuh gue, Raka! Ampun!" ratap Dion dengan suara memelas yang beneran sangat hancur parah, seluruh harga dirinya sebagai cowok elit kampus sudah lenyap tak berbekas digilas oleh ketakutan terhadap kekuatan monster gue.

Gue cuma tersenyum sangat dingin melihat kehancuran mental musuh bebuyutan gue ini. Gue melayangkan satu tendangan santai tepat menghantam rahang kirinya hingga Dion jatuh pingsan tersungkur dengan posisi wajah mencium aspal jalanan yang kotor.

Layar hologram keemasan milik sistem langsung muncul terang benderang di depan pandangan mata gue memberikan notifikasi kemenangan besar yang sangat luar biasa dahsyat malam ini.

"Misi Utama Pertarungan Sukses Sempurna! Belasan preman berhasil dilumpuhkan total dalam waktu satu menit lima puluh detik. Mental Dion dihancurkan sampai ke titik nadir di depan target Bella. Mencairkan hadiah baru: Pembaruan Fitur Fisik Level Tiga (Tubuh Kebal Baja Raja), Tambahan Saldo Uang Tunai Tiga Ratus Juta Rupiah sukses masuk ke dalam rekening pribadi, dan Poin Sistem bertambah Empat Ratus Poin. Total Poin Sistem Tuan Rumah saat ini adalah Tiga Ribu Enam Ratus Poin!"

Gue merasakan aliran energi kehangatan baru yang sangat dahsyat mendadak mengalir masuk menyebar ke seluruh jaringan otot dan struktur tulang di dalam tubuh tegap gue, membuat ketahanan fisik gue kini beneran setingkat dengan kekebalan baja yang tidak akan bisa ditembus oleh senjata tajam biasa lagi. Gue tersenyum sangat puas merasakan peningkatan kekuatan yang luar biasa dari sistem dewa gue sore ini.

Gue berbalik badan dan melangkah kembali masuk ke dalam mobil sport mewah menemui Bella yang sudah menatap gue dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh kilatan cinta, pemujaan, dan asmara tingkat tinggi yang beneran sangat mendalam sekali setelah menyaksikan langsung keperkasaan mutlak pria pelindungnya.

​Gue menutup kembali pintu mobil sport mewah ini dengan perlahan, memutus total atmosfer mencekam dan bau anyir aspal jalanan di luar sana. Begitu gue menduduki kursi kemudi, sepasang lengan mulus Bella langsung melingkar sangat erat di leher gue, menarik tubuh gue masuk ke dalam pelukan hangatnya yang beneran penuh dengan getaran emosi yang meluap-luap.

​"Raka... kamu beneran hebat banget. Aku tadi sudah takut sekali kamu kenapa-napa," bisik Bella dengan suara yang sangat manja, menyembunyikan wajah cantiknya yang merona merah di ceruk leher gue.

​Gue bisa merasakan detak jantung Bella yang berdegup kencang, bukan lagi karena rasa takut, melainkan karena gairah asmara tingkat tinggi yang meledak-ledak setelah menyaksikan langsung keperkasaan fisik pria pelindungnya. Poin kasih sayang di atas kepalanya berkedip terang, mengunci posisinya di angka sembilan puluh lima persen dengan stabil.

​Gue tersenyum asboi sambil mengusap punggung mulusnya dengan penuh kelembutan. "Gue kan udah bilang, selama ada gue di samping lu, tidak akan ada satu pun kecoa yang bisa menyentuh ujung rambut lu, Bel."

​Gue melepaskan pelukan hangat itu secara perlahan, lalu menyalakan kembali mesin mobil sport ini untuk melanjutkan perjalanan kami yang sempat tertunda menuju apartemen mewah milik Bella. Sepanjang sisa perjalanan, tangan kiri Bella tidak pernah lepas mencengkeram erat jemari tangan kanan gue, seolah takut kalau gue akan menghilang jika dia melepaskannya sedetik saja.

​Begitu mobil sport kami memasuki area parkir bawah tanah apartemen elit yang sangat sepi, atmosfer di dalam kabin mobil mendadak berubah menjadi sangat intim dan pekat. Bella menatap gue lekat-lekat dengan sepasang mata indahnya yang berkilat penuh damba, bibir tipisnya yang ranum sedikit terbuka menahan napas yang mulai memburu lembut.

​"Raka... malam ini kamu jangan pulang ke kosan kamu ya? Tetap di sini, temani aku di apartemen," pinta Bella dengan nada suara yang sangat lirih, sensual, dan penuh kepasrahan seorang wanita kaya yang butuh dimanja.

​Gue menatap wajah cantiknya yang luar biasa menawan di bawah remang lampu parkir. Insting Fisik Level Tiga (Tubuh Kebal Baja Raja) gue beneran membuat kharisma maskulin gue memancar ratusan kali lipat lebih kuat malam ini, membuat wanita sekelas Bella benar-benar tidak berdaya untuk menahan pesona dominan gue.

​"Tentu, Bel. Malam ini gue bakal jagain lu sepenuhnya di atas," jawab gue dengan nada suara bariton yang sangat tenang namun menekan kuat ego wanitanya.

​Kami berdua melangkah keluar dari lift pribadi langsung menuju ke dalam unit apartemen mewah milik Bella di lantai paling atas. Begitu pintu apartemen terintegrasi pintar itu tertutup rapat dan terkunci otomatis, Bella mendadak membalikkan badannya cepat, menyandarkan tubuh moleknya di daun pintu sambil menatap gue penuh ketegangan romantis yang sangat tinggi.

​Di dalam kepala gue, layar hologram sistem mendadak muncul memberikan sebuah peringatan darurat yang sangat menarik perhatian gue sore ini.

​"Pemberitahuan Sistem! Poin Kasih Sayang Bella berada di titik puncak asmara. Target bersiap untuk menyerahkan seluruh hati dan sisa saham pribadinya. Namun, sistem mendeteksi adanya pergerakan gaib baru di bursa pasar modal internasional yang membutuhkan konsentrasi penuh Tuan Rumah dalam waktu satu jam ke depan. Konfirmasi mutlak: Pilihlah taktik diplomasi terbaik untuk menjaga keseimbangan harem tanpa ada tindakan fisik yang melampaui batas bersetubuh malam ini!"

​Gue tersenyum sangat puas membaca instruksi sistem dewa tersebut. Gue melangkah maju mendekati Bella, mengunci tubuh indahnya di antara kedua lengan kekar gue yang bersandar di daun pintu. Gue menundukkan kepala, membisikkan kata-kata penenang yang penuh karisma tepat di telinga indahnya hingga membuat seluruh tubuh Bella meremang hebat penuh kebahagiaan.

1
ayrhte
mokondoonya/Smile/
Karensi: Terimakasih sudah membaca kak🥰.pantau terus perjalanan kisah ini ya kak🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!