NovelToon NovelToon
Sovereign Asura

Sovereign Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ilfar Aksara

‎"Aku akan menanggung semua kebencian di dunia ini sendirian."

‎Kalimat itu lahir saat dadamu ditembus cahaya.
‎Duniaku runtuh seketika tanpa suara,
‎Meninggalkan kepal tangan yang mengutuk semesta.

‎Kau adalah detak jantung dari raga yang pincang,
‎Satu-satunya alasan bagi sepasang kaki untuk pulang.
‎Kini, kau terbujur kaku di bawah langit yang menghitam,
‎Membuat seluruh kenyataan ini tak lagi berarti untuk dipandang.

‎Dunia yang membiarkanmu mati adalah dunia yang salah,
‎Maka biarlah sejarah kukoyak hingga menyerah.

‎Aku akan membangun surga di atas puing yang bersimbah,
‎Tempat di mana bayangmu tak akan pernah lagi berdarah.

‎Dunia sihir ini tidak akan bisa dihancurkan hanya dengan kegelapan yang ada di dalamnya. Sebelum mencapai tahap kedua di mana dunia terbebas dari siklus kebencian, seseorang harus menjadi target bagi dunia.

‎"Seseorang harus memikul semua rasa sakit dan dendam itu sendirian, dan akulah orangnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilfar Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 - Sang Pembunuh

‎Saga dan Ark bergegas menuju rumah Ashura, namun saat mereka berdua sampai disana, Ashura sudah menghilang.

‎"Fenomena yang sedang terjadi disini, hanya Ashura yang memiliki kekuatan itu," ujar Ark sambil mengamati salju yang turun di Ibukota Flameheart.

‎Saga mengepalkan tangannya dan merasa Ashura akan menghilang dari mereka.

‎"Aku tahu kalau hidup sendiri itu rasanya sangat menyakitkan, tetapi semenjak aku bertemu denganmu dan Ashura, aku tidak sendirian lagi. Aku rasa Ashura akan pergi jauh jika kita tidak menemukannya, Ark..." lirih Saga bersuara dengan penuh kecemasan.

‎"Sebaiknya kita mencarinya, Ark. Menurutmu dia kemana?"

‎Ark mengamati jalanan Ibukota dan mencoba merasakan hawa keberadaan Ashura.

‎"Kurasa dia ingin pergi meninggalkan Ibukota," ucap Ark dengan tatapan cemas kearah gerbang kota.

‎Ark dan Saga pun bergegas pergi menuju gerbang kota untuk mengejar Ashura. Keduanya bergerak dengan kecepatan tinggu melewati orang-orang yang terkejut dengan fenomena yang terjadi di Ibukota.

‎"Bukankah sekarang musim panas kenapa ada salju?"

‎"Apa yang sebenarnya terjadi di Flameheart?"

‎"Hawa dingin ini membuatku sedih..."

‎Penduduk Ibukota terlihat menikmati salju yang turun, sebagian terlihat khawatir dan cemas.

‎Bersamaan dengan Ark dan Saga yang mengejarnya, Ashura dihadang Kaira yang mengetahui niatnya hendak meninggalkan Kerajaan Flameheart.

‎"Minggir, Kaira! Kau tidak berhak menghalangiku!" teriak Ashura dengan penuh amarah.

‎"Aku tidak akan membiarkanmu mati sia-sia, Ashura..." Kaira menatap Ashura yang berniat menyerangnya, "Bukankah aku sudah mengatakannya padamu..."

‎"Kau tidak akan bisa meninggalkan Kerajaan Flameheart jika tidak dapat mengalahkanku."

‎Mendengar itu Ashura pun melepaskan pukulan kepada Kaira, namun Kaira dapat menahannya dengan mudah.

‎"Kemampuan orang-orang yang mengincar Frost memiliki kemampuan lebih kuat dariku. Aku akan melindungimu sampai kau dapat melindungi dirimu sendiri," ujar Kaira dan membuat amarah Ashura semakin meledak.

‎"Aku tidak pernah memintamu untuk melindungiku, Kaira!" teriak Ashura sebelum menciptakan seribu pedang es di udara yang mengarah ke arah Kaira.

‎"Dengan kemampuanmu yang seperti itu, kau hanya akan membuat dirimu mati lebih cepat." Kaira menyambut serangan Ashura dengan menciptakan dinding api yang menahan semua pedang es.

‎"Kaira, kau tidak tahu bagaimana perasaanku! Aku telah kehilangan segalanya! Aku telah mati!" Ashura melupakan emosinya dan membuat mana dalam tubuhnya keluar seperti air kran yang mengalir deras.

‎"Ya, jantungku tidak lagi berdetak sejak aku kehilangan mereka berdua..." ucap Ashura lirih.

‎Pandangan Ashura kabur, dunianya bergoyang mengingat bagaimana dirinya tidak pernah diinginkan. Kebencian dalam dirinya pun terlepas. Tersesat sendirian dalam dunia ini membuat Ashura rapuh.

‎"Tidak, jauh sebelum kematian mereka berdua mungkin aku sudah mati! Bahkan sejak awal aku dilahirkan, aku sudah mati!"

‎Kaira pun terkejut karena seingatnya, ia telah menyegel mana Roh Es. Sekarang dihadapannya, Kaira melihat jelas Ashura yang mengamuk dan membekukan apa saja disekitarnya.

‎"Jadi pengkhianat yang dikatakan Kakakku adalah benar ya?-" Sebelum Kaira merespon, tubuhnya sudah membeku.

‎Kaira menyadari bahayanya jika membiarkan Ashura mengamuk. Dengan segenap kekuatannya, Kaira menghancurkan es yang membekukan tubuhnya dan langsung bergerak menuju Ashura.

‎"Ashura, kendalikan dirimu!" ujar Kaira sambil memegang pundak Ashura.

‎Sebenarnya Kaira akan membawa Ashura ke ruang dimensi, namun karena kedatangan Ark dan Saga, Kaira pun mengurungkan niatnya dan memilih untuk melihat apa yang akan segera terjadi.

‎"Ashura!" Saga berteriak dan membuat Ashura terdiam.

‎Kaira mengamati Ashura dan terkejut saat melihat emosinya menjadi stabil secara perlahan.

‎"Yang Mulia, apa yang anda lakukan disini?" tanya Ark yang terkejut memperhatikan bekas pertarungan Ashura dan Kaira.

‎Ark menebak jika Ashura yang hendak pergi meninggalkan Kerajaan Flameheart dihadang oleh Kaira.

‎Ashura menatap Kaira dan menghela nafas cukup panjang, sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Ark dan Saga.

‎"Kaira, jika aku dapat mengalahkanmu, maka kau harus menepati janjimu itu!" ujar Ashura sebelum melangkahkan kakinya menuju Ark dan Saga.

‎"Kaira? Dia memanggil Raja Sihir Flameheart dengan sebutan namanya!" Saga dan Ark cukup terkejut melihat sikap Ashura.

‎"Kalau begitu, aku pergi." Kaira tersenyum dan melambaikan tangannya pada Ashura.

‎Saat itu juga Ashura menyadari jika orang yang dia hadapi barusan adalah klon api Kaira.

‎Ark dan Saga pun melihat jelas bagaimana tubuh Kaira yang secara perlahan terbakar dan menghilang tanpa bekas.

‎"Dia meremehkanku!" Ashura mengepalkan tangannya dan terlihat kesal.

‎"Ashura, apa yang terjadi?" Ark bertanya karena melihat pepohonan yang membeku disekitar mereka.

‎Ashura menatap Saga dan Ark secara bergantian, sebelum tersenyum dingin.

‎"Sebaiknya kalian berdua tidak terlalu akrab denganku! Aku hanyalah orang asing!" ujar Ashura yang membuat Saga marah.

‎BRUK!!!

‎Saga memukul wajah Ashura hingga tersungkur. Saga kembali melayangkan pukulan keduanya, namun Ashura menahannya.

‎"Tarik kembali kata-katamu, Ashura! Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan itu?!" Saga terlihat marah dan membuat Ashura bereaksi sama.

‎"Pada kenyataannya aku hanyalah orang asing! Seperti orang-orang yang membunuh Kakakku, kalian disini hanya menginginkan kekuatan monster didalam diriku juga kan?!" Ashura mendorong tubuh Saga dan berniat menghajarnya, namun kali ini Ark yang menahan tangan Ashura.

‎"Hentikan, Ashura! Jika kau menghajar Saga, aku juga akan menghajarmu!" ucap Ark dan membuat Ashura menghempaskan tangannya.

‎"Majulah! Aku akan menghadapi kalian berdua!" ujar Ashura dengan tatapan dinginnya.

‎"Ashura, katakan padaku apa yang terjadi?! Bukankah kita bertiga adalah teman! Kau menjadi aneh semenjak berlatih dibawah arahan Tetua Vipera!" Saga berteriak mengingatkan Ashura bagaimana pertemanan mereka bertiga di akademi.

‎"Teman?" Ashura tersadar dan menyadari ia telah mengacaukannya.

‎"Sejak kau tidak berlatih dengan kami, kau berbeda Ashura..." Ark memperhatikan Ashura dan menyadari ada yang disembunyikan.

‎"Sebenarnya apa yang terjadi?"

‎Ashura menundukkan kepalanya dan menyadari jika saat ini dirinya bisa kehilangan seseorang yang ia sebut sebagai teman.

‎"Maafkan aku..."

‎Hanya kata itu yang keluar dari mulut Ashura. Ark dan Saga terlihat tidak puas dengan jawaban Ashura, namun saat keduanya hendak mengatakan sesuatu Eleana dan Vail muncul dibelakang Ashura.

‎"Tuan Putri Eleana?" Ark terkejut karena tidak merasakan hawa keberadaan mereka berdua.

‎"Yang Mulia Raja memanggilmu, Ashura," ucap Vail sambil memegang pundak Ashura.

‎"Kau telah membunuh Tetua Vipera! ujar Eleana dan membuat Ashura terkejut.

‎"Hah? Apa maksud-"

‎"Jangan mengelak, orang asing! Kau tidak bisa membohongiku!" Eleana menatap sinis Ashura dan membuatnya terdiam.

‎"Kakek Vipera mati..." Ashura belum menerima ini dan cukup syok saat dirinya dituduh sebagai pembunuh.

‎"Tuan Putri, aku rasa ada kesalahpahaman disini!" Ark mencoba melindungi Ashura, namun Vail memukul perut Ark.

‎"Apa kau melindungi pembunuh ini? Kau sudah paham kan jika Tetua Ignis adalah penyihir agung kerajaan ini! Siapapun yang membunuh mereka tidak akan dimaafkan!" ujar Vail sambil menatap Ark yang meringis kesakitan.

‎"Kak Eleana! Ashura tidak mungkin melakukan itu!" Saga juga membela Ashura tetapi Eleana memberinya peringatan.

‎"Jika kalian berdua terlibat semakin jauh, maka kalian juga akan dinyatakan bersalah seperti orang ini!"

‎Ashura menatap Saga dan Ark, kemudian pasrah saat Vail memasangkan borgol anti sihir di kedua tangannya.

‎Sekarang Ashura tidak dapat menggunakan sihir, karena borgol yang terpasang dikedua tangannya terbuat dari batu anti sihir.

‎"Kita telah menangkapnya! Pastikan tetap waspada karena kita tidak akan tahu kekuatan didalam dirinya lepas kendali!" Vail mengingatkan Eleana dan penyihir kerajaan yang baru saja datang mengepung Ashura.

‎Situasi ini membuat Saga dan Ark tidak dapat berbuat banyak, kali ini Ashura benar-benar akan menghilang dari mereka.

‎"Ark, Saga, terimakasih karena telah menjadi temanku..." Ashura tersenyum tipis kepada mereka sebelum Vail mendorongnya.

‎Sedetik kemudian sebuah kilat petir berkecepatan tinggi muncul memenuhi langit malam. Udara disekitar berubah dan tekanan mana menjadi terasa berat.

‎"Waspada!" ucap Vail yang merasakan firasat buruk saat mendengar gemuruh petir tersebut.

‎"Aku rasa tidak terjadi apapun -"

‎BOOOMMM!!!

‎Tak lama terdengar suara petir yang menyambar pepohonan dan membuat semua orang terdiam. Satu pohon hangus, disusul dua, tiga dan seterusnya hingga puluhan pohon hangus terbakar.

‎"Apa yang terjadi?" Eleana menatap waspada.

‎Di tengah kegelapan malam itu, tidak ada yang menyadari kedatangan sosok pria dengan penutup wajah dan berdiri diantara mereka semua.

‎"Aku akan membawa bocah ini! Aku tidak akan membiarkan kalian menangkapnya!"

‎Suara seorang pria terdengar disekitar mereka. Sebelum Eleana dan Vail bereaksi lebih jauh, mereka berdua melihat penyihir yang bersama mereka dikalahkan satu demi satu dengan begitu mudah.

‎"Apa yang kalian berdua cari?" ujar pria itu memberi kejutan.

‎Eleana dan Vail langsung melepaskan serangan kearah sumber suara. Disana terlihat seorang pria yang menggunakan penutup wajah terpotong tubuhnya menjadi dua bagian.

‎Namun pria itu tidak mati dan petir yang menyelimuti tubuhnya secara perlahan menyatukan tubuhnya kembali.

‎"Kalian berdua belum dapat melawanku!"

‎Dengan kecepatan tinggi, pria itu melepaskan pukulan di ulu hati Eleana, Vail, Ark lalu Saga secara bergantian. Pria itu membuat mereka berempat pingsan seperti penyihir yang lainnya.

‎"Apa kau berniat mengincarku juga?" Ashura menatap waspada pria itu.

‎"Ya, aku akan membawamu." Pria itu memberitahu.

‎"Semuanya sama saja! Aku akan membunuh kalian semuanya!"

‎Ashura memberontak dan berniat memukulnya dengan borgol ditangannya, namun pria itu membuat Ashura pingsan hanya dengan satu pukulannya yang bertenaga.

‎"Sebaiknya kita pergi dari sini. Tempat ini sudah tidak aman untukmu..."

‎Kemudian pria itu melompat dan membawa pergi Ashura meninggalkan wilayah Ibukota Flameheart.

‎Apa yang sebenarnya terjadi di Kerajaan Flameheart dan mengapa Ashura dituduh menjadi pembunuh, dan siapa sebenarnya orang yang membunuh Vipera, salah satu dari Empat Tetua Ignis.

1
Green Nord 1927
Wani!!!
Bontang FC
Lanjut Wal 💪
Jakarta Stay High
enjooooooy 👍
Republik Orange
hiks hiks
The Horizon
jincurikiii
Maung Bandung
Inget Narutooo
Cimol
Lanjuttt
Alia Chans
keren✍️
Indialys Emberwind: Kakak juga keren👋
total 1 replies
Protocetus
Min bagus cover yang kmrn 🥲
Indialys Emberwind: Disuruh ganti Thor sama pihak Noveltoon 🤣
total 1 replies
Haikal Blues
Lanjuttt💪
Ahmad Qoyum
🔥🔥🔥
Ahmad Qoyum
pelan-pelan, jangan hancurkan masa depan sikecil
Protocetus
Let's go Thor!
Indialys Emberwind: Siap Thor
total 1 replies
Endri Ningtyas
lanjut💪
Haikal Blues
Cool
Haikal Blues
gokillll
Goat: super gokil
total 1 replies
Ahmad Qoyum
Jangan koit dulu thor, ada anak istri yang harus di nafkahi
Ahmad Qoyum
Gas thor
Indialys Emberwind: Gracias por leer, amigo, Decul🤣
total 1 replies
Ahmad Qoyum
💪💪💪
Endri Ningtyas
novelny sihir tpi inget anime sedih/Sob/
Indialys Emberwind: Enjoy reading, Kakak. Semoga suka ya hehe🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!