#KARYA ORIGINAL!!!!
Update tiap hari
Dalam pertarungan melawan salah satu beast terkuat, Mo Yuan terbunuh akibat serangan bunuh diri beast itu. Padahal, dia baru saja mengetahui dalang dari insiden terbunuhnya istrinya, namun belum sempat balas dendam. Saat kondisi kritis, gelang peninggalan orang tuanya bersinar dan membangkitkan sebuah sistem!
Untuk menyelamatkan tuan barunya, sistem memutar kembali waktu ke masa saat Mo Yuan baru saja keluar dari panti asuhan diumur 15 tahun.
Karena telah diberikan kesempatan kedua, Mo Yuan bertekad untuk bertambah dan membalas orang yang menjadi dalang pembunuh istrinya. Untuk itu, ia mengumpulkan orang-orang berbakat dan membentuk organisasi rahasia miliknya. Ia berkembang diam-diam sebelum akhirnya menggemparkan dunia.
Dengan informasi dari masa depan dan juga bantuan dari sistem, Mo Yuan berkembang dalam kecepatan luar biasa!
Penasaran dengan kelanjutan, silangkan baca sendiri!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur_Afif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 – Akhirnya Mu Qing takluk!
Mu Qing maju ke medan perang. Tubuhnya terasa sedikit lemas saat melihat pemandangan mengerikan di sana. Banyak tubuh tak bernyawa berserakan di mana-mana.
Tapi, ia harus fokus pada tujuannya. Dengan memaksakan diri, ia berlari secepat mungkin agar tidak tertinggal jauh dari keempat pemimpin di depan.
Setelah beberapa waktu, akhirnya dia sudah sampai. Di hadapannya, ratusan orang bertarung mati-matian melawan dua beast yang sangat kuat.
Sekali serang, puluhan orang terhempas dan terluka parah. Melihat pemandangan itu, jelas dia merasa tidak nyaman.
Dengan aba-aba komandan AVU, Mu Qing mengaktifkan skill terbarunya. Ia baru-baru ini naik tingkat ke Veyron Rank C, jadi dia belum terbiasa dengan skill. Tapi dalam situasi ini, dia harus bisa apapun yang terjadi.
Tepat saat keempat pemimpin menyerang. Mu Qing mengaktifkan skillnya secara bersamaan, "Forest Sanctuary!..."
Gelombang energi terus menerus keluar dari dirinya. Dalam radius 100 meter, semua orang didalamnya akan mendapatkan efek dari skillnya.
Luka-luka yang diterima orang-orang di sana sembuh dengan kecepatan tinggi. Mereka cukup sehat untuk dapat bertarung lagi.
Keempat pemimpin yang melihat itu jelas sangat kagum. Mereka lega bahwa ucapan Mu Qing sebelumnya bukan hanya bualan belaka.
Dengan adanya bantuan ini, mereka tidak perlu khawatir terluka. Selama tidak mati, maka dapat sembuh dan terus mengulur waktu sampai bala bantuan tiba.
Waktu terus berlalu, cahaya matahari mulai menyingsing dari ufuk timur. Namun pertempuran masih belum selesai, malahan semakin terpuruk.
Retakan hijau di tubuh Mu Qing semakin menjalar ke anggota badan lainnya. Dengan terus menerus mengaktifkan skill, konsumsi energinya semakin besar.
Dengan kecepatan penyebaran saat ini, Mu Qing hanya dapat bertahan kurang lebih selama 30 menit. Jika lebih dari itu, sudah dapat dipastikan entitasnya akan lenyap dari alam semesta.
Jelas, Mu Qing tidak peduli dengan hal itu. Sikapnya yang terlalu baik hati membuatnya tidak terlalu peduli dengan dirinya sendiri, dia lebih memilih orang lain dari pada dirinya.
25 menit kemudian, cahaya mentari semakin terang dan penampakan matahari makin jelas.
Mu Qing sudah mencapai batasnya. Sekujur tubuhnya dipenuhi oleh retakan hijau, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tidak ada satu bagian pun yang terlewati.
Tapi untungnya, bala bantuan akhirnya tiba juga. Pemimpin cabang AVU kota Yunshan akhirnya datang. Entah apa yang terjadi hingga dia datang begitu lama, tidak ada yang tahu bahwa ini kesengajaan atau tidak.
Dengan kedatangan itu, Mu Qing menjadi lega, bahwa perjuangannya tidak sia-sia. Detik berikutnya, ia terjatuh ke tanah dengan lemah.
Brak!...
Tidak ada yang melihatnya. Tidak ada yang menahan tubuhnya. Ia terbaring sendirian, tanpa siapapun di sampingnya.
Tatapan matanya mulai sayu, tubuhnya tidak dapat bergerak sedikitpun. Cahaya hijau dari retakan ditubuhnya semakin terang sejalannya waktu.
"Apa aku akan mati begini?!... Sendirian...!" ia melirik orang-orang yang bersorak karena datangnya bala bantuan.
"Syukurlah... Setidaknya aku tidak mati sia-sia...." gumamnya lemah.
Ia menatap langit yang perlahan semakin terang. Tanpa disadari, air mata mengalir ke pipinya. "Kenapa...?"
Tiba-tiba, terdengar suara pria. "Apa kau puas dengan ini?"
"Siapa kau?" tanya Mu Qing dengan lemas, matanya melirik ke kanan dan kiri, mencari sumber suara.
"Apa kau tidak menyesal?"
"Siapa kau!!!"
"Apa kau tidak takut mati?"
Mu Qing merasa sangat terganggu dengan suara-suara itu. Hatinya entah kenapa terasa sakit, seperti ada sesuatu yang mencoba keluar dari sana.
Lagi-lagi, air mata mengalir tanpa disadarinya. Ia mulai merasa takut dengan kematian... Rasanya sunyi... Kesepian... Dan banyak yang masih mengganjal dihatinya...
"Apa kau takut mati?!..."
"Lihat di depanmu... Apa ada yang peduli dengan kondisimu?..."
"Lantas mengapa kau begitu memperdulikan hidup orang lain....?"
"Apa karena kau takut dibuang lagi? Takut tidak berguna? Atau karena kau terlalu baik hati...?"
Semakin mendengar bisikan itu, sesuatu di dalam hati Mu Qing seakan terbuka. Hatinya terasa sangat sakit, dan air mata terus mengalir tanpa dapat dia kendalikan.
"Ada apa denganku?!... Apa salah menjadi orang baik? Aku ingin menjadi berguna!... Aku tidak ingin dibuang!... Aku ingin diterima!..."
Mu Qing menangis. Semua perasaannya tercampur aduk, dia bingung sendiri dengan dirinya.
"Apa kau ingin hidup?!..."
"Emm.... Aku tidak ingin mati!..."
"Bagus!..."
Di dalam bayang-bayang, Mo Yuan menyeringai lebar. Rencananya berjalan sukses. Kini tinggal langkah terakhir.
Tangan Mo Yuan terangkat, ia kemudian mengaktifkan salah satu skill dari ability Samsara Eden (S). "Life Infusion!..."
Cahaya hijau menyelimuti sekujur tubuh Mu Qing. Retakan hijau di area sekitar wajahnya perlahan menghilang. Tubuhnya dapat kembali bergerak, tapi ia masih sangat lemas.
"Karena kau sudah menentukan pilihanmu, kau harus iku denganku!"
Tanpa menunggu persetujuan Mu Qing, Mo Yuan mengangkatnya ala tuan putri dan menghilang dari sana. Dia segera pergi bahkan tanpa menoleh kebelakang.
Mo Yuan sadar, jika dia tidak segera pergi dari sana, keberadaannya akan diketahui oleh ketua cabang AVU kota Yunshan.
...***...
Di dalam ruangan suatu penginapan.
Mo Yuan meletakkan tubuh Mu Qing di atas kasur dengan perlahan. Setelahnya, ia melepas skill penyembunyian dirinya.
Mu Qing yang melihat sosok Mo Yuan di hadapannya cukup terkejut. Walau dia sudah kepikiran akan hal itu, tapi tidak pernah menyangka itu beneran.
"Aku sudah memberimu lifespan setara satu tahun!" kata Mo Yuan tiba-tiba.
"Jadi... Aku kini hanya memiliki waktu satu tahun...!" jawab Mu Qing sedikit lesu.
"Hm..." Mo Yuan mengangguk. "Aku bisa memberimu solusi jangka panjang, tapi...." ia menghentikan ucapannya.
".... Menjadi muridmu?" sambung Mu Qing.
Mo Yuan tersenyum tipis, "Tepat sekali!..."
"...."
Mu Qing terdiam sesaat. Ia kemudian berusaha untuk bangkit dan bersujud sebanyak tiga kali sebagai tanda sumpah.
"Murid menyapa master!..."
"Bagus!.."
Mo Yuan kemudian meletakkan tangan kanannya di atas kepala murid barunya itu. "Sistem! Integrasi ability Crimson Life Devourer (AAA) padanya!"
[Diperlukan 200 poin ability untuk melakukannya, apakah anda yakin?]
"Tentu!"
[Berhasil memotong 200 poin ability.]
[Integrasi ability Crimson Life Devourer (AAA) dimulai....
[Integrasi berhasil!]
Dalam sekejap mata, informasi mengenai ability Crimson Life Devourer masuk kedalam otak Mu Qing. Ia secara kasar dapat mengetahui cara menggunakan skill-skill didalamnya.
"Ini....!" Mu Qing tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi.
"Itu ability Crimson Life Devourer!" kata Mo Yuan. "Sama seperti ability-mu, itu juga ability Rank AAA!"
"Apa?!... Bagaimana mungkin!... Aku tidak pernah dengar ada seseorang yang bisa melakukan hal ini!..."
"Tentu saja!.." Mo Yuan tersenyum sombong. "Karena hanya aku yang bisa melakukannya!..."
"Ability itu dapat menyerap lifespan entitas lain, jadi masalahmu sudah dapat teratasi!"