NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:27.4k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Awal Kebahagiaan

Ucapan Jendra membuat suasana di dalam ballroom itu hening untuk sebentar. Hingga para tamu yang datang tak bisa lagi untuk tetap diam.

"Kasihan gadis itu, selama ini dia diperlakukan tidak adil oleh orang tuanya sendiri"

"Benarkah ada orang tua seperti itu?"

"Kita pulang saja, ini sudah kacau!"

Beberapa tamu undangan yang datang atas undangan keluarga Hadiwinata memutuskan untuk pulang. Mungkin beberapa orang yang sangat family man akan memikirkan kembali kerja sama mereka dengan keluarga yang bahkan menghujat anak sendiri hanya karena mereka tidak pernah berusaha mencari tahu kebenaran yang terjadi.

Pras melihat suasana ballroom itu. Banyak tamu dari pihaknya yang memilih pergi. Adiyaksa juga tampaknya menjadi enggan. Raut wajah pria itu tampak kecewa, bahkan cenderung merasa Pras Hadiwinata itu seperti yang dikatakan oleh Jendra, bodohh.

"Alex, sebaiknya pikirkan lagi masalah pernikahan ini. Keluarga yang buta seperti itu, jika suatu saat kamu ada dalam masalah. Pasti mereka akan meninggalkan mu tanpa menoleh! ayah rasa tak perlu lagi dilanjutkan pertunangan ini! para tamu undangan dari pihak keluarga Wijaya. Saya minta maaf untuk kekacauan ini, acara malam ini batal!"

"Ayah..."

Adiyaksa mendengus kesal dan mengajak istrinya untuk segera meninggalkan tempat itu. Bersama dengan beberapa tamu yang memang datang karena undangan mereka.

Pras yang merasa kalau semuanya menjadi sangat kacau, merasa harus segera memperbaiki masalah ini.

"Tuan Adiyaksa, masalahnya sudah sampai seperti ini. Kalau pertunangan ini batal, pasti akan sangat berpengaruh pada perusahaan kita. Sebaiknya...!"

Adiyaksa berbalik, dia menatap tidak respek pada pria yang sedang tampak cemas di depannya itu.

"Tuan Pras, sebaiknya selesaikan masalah keluargamu dulu. Alex sudah dewasa, dia seharusnya bertanggung jawab sendiri untuk apa yang telah dia lakukan! masalah perusahaan, tuan Pras tidak perlu khawatir. Aku bisa bertahan puluhan tahun karena kinerjaku. Bukan karena dukungan atau kerja sama dengan pihak tertentu!"

Adiyaksa bicara dengan sangat tegas. Dia benar-benar langsung pergi tanpa menoleh lagi selanjutnya meninggalkan tempat itu bersama dengan istrinya.

Alex yang melihat ayahnya sudah pergi. Merasa kalau pertunangan ini benar-benar tidak mungkin di lanjutkan untuk saat ini. Dan berhadapan dengan Jendra, tanpa bantuan ayahnya. Dia juga tidak mungkin mampu.

Alex menatap Sheza.

"Sheza..."

Namun belum sempat Alex bicara, Jendra sudah langsung berdiri di depan Sheza dengan tatapan tegas dan menunjukkan dominasinya di depan Alex.

Alex mendengus kesal. Dia pun segera pergi meninggalkan tempat itu menyusul ayah dan ibunya.

"Alex...!"

Panggilan dari Pras, bahkan tidak lagi dihiraukan oleh Alex.

Jendra menggenggam tangan Sheza.

"Kita juga pergi!" ajak Jendra.

Sheza mengangguk perlahan, dia membalas genggaman tangan Jendra. Dia rasa, bersama dengan Jendra bahkan jauh lebih baik.

Nella yang masih shock melihat semua yang ditunjukkan oleh Vins tadi. Masih diam, masih mencoba untuk mencerna apa yang selama ini terjadi.

Dia merasakan rasa sesak yang begitu menyakiti dadanya. Ingatannya kembali pada masa-masa dimana dia hanya diam dan memilih membela Karen daripada Sheza. Kalau dipikir-pikir lagi, semua ucapan Jendra benar. Tidak ada ibu yang lebih buruk darinya, dia benar-benar ibu yang buruk.

"Sheza..." lirih Nella dengan air mata yang mengalir deras di wajahnya.

Sheza yang sudah melangkah bersama dengan Jendra, tak lagi menoleh. Dia benar-benar sudah tidak ingin menoleh lagi.

"Sheza..."

Jendra memeluk, merangkul Sheza supaya wanita itu tidak berbalik. Karena kalau Sheza berbalik, mungkin dia akan menangis. Jendra yakin, saat ini ibunya Sheza itu memang menyesal, tapi semua itu tidak akan mengubah apapun. Luka yang dirasakan Sheza, juga tidak akan hilang. Lebih baik kalau Sheza seperti sekarang, tegar dan kuat karena sudah merasa tidak memiliki keluarga.

"Jangan menoleh, penyesalan yang terlambat itu... tak berharga!"

Sheza mengangguk paham, dia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Jendra.

"Sheza, jangan pergi! Sheza maafkan ibu, ibu tidak tahu..."

Nella berusaha mengejar Sheza yang sudah pergi menjauh dengan Jendra. Namun langkahnya terhenti ketika Vins berada di depan Nella, dengan tatapan yang sangat dingin.

Beberapa anak buah Vins juga menghadang Nella dengan tatapan yang sangat tegas.

"Minggir kalian! aku mau mengejar anakku..."

Vins mengeluarkan senjatanya.

"Seperti kata tuan! sebaiknya kalian jangan mengusik nyonya kami lagi!"

"Nyonya..." lirih Nella.

Karen yang mendengar itu mengeraskan rahangnya. Dia merasa sangat kesal, geram dan emosinya benar-benar tak terbendung.

Begitu Jendra dan Sheza sudah keluar dari hotel. Baru Vins dan yang lain pergi.

Ballroom itu menjadi kosong, hanya terdengar tangis penyesalan dari Nella. Sementara Pras juga masih diam di tempatnya. Tapi yang dia pikirkan bukan hanya tentang Sheza, juga tentang perusahaannya setelah pembatalan pertunangan ini.

Karen yang berdiri jauh dari mereka tidak berani bersuara. Saat ini, kedua orang di depannya itu sedang sangat menyesal atas apa yang mereka lakukan pada Sheza. Kalau dia bicara, dia hanya akan disalahkan. Orang yang terbiasa memanipulasi orang, juga pastinya akan tahu kapan dia harus bicara dan kapan dia harus diam.

Karen melangkah mundur perlahan, selangkah demi selangkah dia memutuskan untuk pergi dari ballroom itu.

Karen sedang memikirkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya setelah kebenaran yang terjadi belasan tahun lalu itu terungkap.

Pras mendekati Nella, membantu istrinya itu untuk bangkit.

"Bangunlah, kita pulang!"

"Kita sudah salah selama ini pada Sheza, mas. Sheza sudah banyak menderita. Padahal Leli lah yang salah! dia yang punya niat jahat menculik Sheza. Kita menyalahkannya bertahun-tahun, bahkan dia sudah tidak mau melihatku lagi mas..."

"Tenang dulu Nella, sekarang Sheza masih marah. Kalau dia sudah lebih tenang. Kita temui dia, kita minta maaf padanya. Ayo bangun!"

Nella yang terduduk lemas di lantai perlahan bangkit di bantu suaminya. Mereka berjalan dengan langkah yang terlihat begitu rapih meninggalkan ballroom hotel itu.

Sementara itu, mobil Jendra sudah sampai di sebuah rumah besar yang dominan dengan warna hitam dan merah.

Pagar rumah mewah itu terbuka, dua penjaga membungkuk memberi salam. Begitu mobil berhenti, Jendra turun dari dalam mobil. Membuka pintu mobil untuk Sheza.

"Ini rumahmu?" tanya Sheza.

Jendra menggelengkan kepalanya perlahan.

"Kurang tepat, ini rumah kita. Hadiah ulang tahunku yang terlewat untukmu!"

Sheza terdiam, dia menatap Jendra dengan tatapan sendu.

"Aku tahu, ulang tahunmu sudah tiga bulan lalu. Maaf, aku baru bisa menemukanmu! selanjutnya, setiap tahun, aku akan selalu merayakan ulang tahunmu dengan meriah!"

Mata Sheza berkaca-kaca, ucapan itu sederhana. Tapi baginya sangat berarti.

Grepp

Sheza memeluk Jendra, air matanya mengalir.

"Terima kasih"

***

Bersambung...

1
Ariany Sudjana
dasar orang tua bodoh, masih juga membela si pelacur murahan itu daripada Sheza, yang merupakan putri kandungnya. Jendra jangan terlalu lemah, bunuh saja kedua orang tua yang ga tahu diri ini, sekalian Karen juga dibunuh saja
Noer: marahin aja kak, aku dukung
total 1 replies
Allea
knp ga sekalian minta tandatangan diatas materai minta putus hubungan keluarga aja🤭
Noer: aduh, ngeri gak tuh
total 1 replies
Sekar
greget banget sumpah pengin tak 🤛🤛
Noer: tonjok aja kak, aku dukung
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar orang tua bodoh, masih juga membela pelacur murahan yang ga tahu diri itu, daripada membela anak kandungnya sendiri
Kedan Bawel 🍒
Hal yg paling menyakitkan adalah ketika orang tua mengesampingkan kepentingan anak sendiri, demi kepentingan anak orang lain..
Lebih merasa gak enakan seolah-olah punya hutang budi, dan memperlakukan anak sendiri bagai orang lain..
Denial dengan ucapan anak sendiri, dan lebih percaya dengan omongan orang lain.. 🤦🏻‍♀️
Kedan Bawel 🍒: Lalu, bagaimana dengan kisah selanjutnya..?
Apakah Sheza akan memaafkan & membebaskan nya..?
Apakah ortu Sheza benar² minta maaf, atau justru hanya karena ingin Karen dibebaskan dari sel tahanan nya..?
Peluang jatuh miskin sudah pasti besar tuh bagi keluarga Hadiwinata..
Secara saham² perusahaan sudah dalam kendali Ayank Jendra, dan Sheza sebagai pemilik saham terbesar di perusahaan ayahnya..
Jika Karen bebas, masih mau kah Karen hidup bersama mereka berdua..?
Secara Karen hanya ingin hidup glamor layaknya anak orang kaya..
Namun jika keadaan berubah, aku yakin Karen akan menunjukkan sifat aslinya pada orang tua Sheza.. 🤭
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
bener² baik apa bener² bodoh Sheza 🤔🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
astaga bohong sekali 🤣🤣🤣
ditendang sambil duduk katanya 😂😂
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kenal gak kamu Pras Nella sama Sheza Hadiwinata 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Astaga dasar orang tua tidak peka, clue aja dah jelas sekali 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Bella🤔🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Sheza gurunya 🤔
vj'z tri
😅😅😅😅😅 cuma tendang terus mental cuma yaaa😅😅😅
vj'z tri
guru tadi 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
vj'z tri
uang 🤧🤧🤧🤧🤧
Sekar
lanjut thor💪💪
yula
💪💪💪💪thor lanjut
yula
💪💪💪💪💪
Noer: semangat
total 1 replies
Kedan Bawel 🍒
Lagi bayangin wanita pegulat dengan berat 100kg, ada 2 orang pulak jadi 200kg.. Jika Karen kena SmackDown, dalam sekali bantingan apa tak langsung game over dari dunia halu..? 🤣🤣
Sedangkan aku aja pernah ketimpa paksu sewaktu masih berat 88kg, mataku melotot seperti mau keluar.. Astaghfirullah..🤣🤣
Kedan Bawel 🍒: Gepeng lah Kak.. 🤣
total 3 replies
Kedan Bawel 🍒
Setidaknya jika kau meragukan anakmu Sheza, kau tak perlu mempercayai sepenuhnya ucapan Karen & menelan nya mentah² dong Nella..
Kau orang tua nya..
Kau ibunya, yg seharusnya lebih paham akan karakter anaknya..
Seharusnya kau mencari tau sendiri dulu yg sebenarnya..
Kau bisa menghubungi nya, tanpa harus berkoar-koar dulu dengan siapa²..
Bahkan dengan Karen pun, kau harus menyimpan rahasia & fakta..
Agar kesalahan pahaman yg terjadi ketemu jawabannya..
Agar kau bisa melihat sendiri seperti apa Karen & seperti apa Sheza..
Namun kau berbeda, kau justru memilih buta untuk mencari fakta..
Kini sesal mu pun tiada guna..
Kau pun telah kehilangan putri terbaik mu, dan menantu terkaya..
Rasakan kurma pahit buat kalian semua..
Untuk kau Pras, Karen, dan Nella..
Dan kau Pras, saham mu pada perusahaan akan menyusul kejatuhannya..😏
Kedan Bawel 🍒: Orang tuanya lebih mementingkan ambisi drpd keinginan anak nya sendiri..
total 2 replies
Kedan Bawel 🍒
Kenapa kau terkejut Karen..?
Bukan kah kau benar² wanita licik & menjijikkan, benar kan..? 🤣🤣
Gak usah merasa jd wanita terzolimi kau sebagai perempuan..
Sebab hanya hati yg kotor, yg hanya melihat mu yg jd korban..
Mereka yg bisa melihat wujud asli mu, pasti tau bahwa kelakuan mu bagai setan..
Memanipulasi, menghasut, bahkan tega playing victim asal terwujud keinginan..
Kau menghalalkan segala cara untuk mencari simpatisan..
Agar terlihat seperti anak baik, padahal akhlaknya bagai siluman.. 😏
Kedan Bawel 🍒: Kodok brewok dia mahh.. 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!