Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,
" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.
" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."
" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamar No 6
" Mau bagai mana pun dia tetap ayah mu, Yakin kamu ingin membunuh ayah mu ??."
" Sudah ku kata kan dia bukan ayah ku, Jika dia ayah ku mana mungkin ia setega itu ingin membunuh ku." sahut fani.
" Sudah sampai mana ilmu hitam mu fani ??."
" Dari mana kamu tahu aku berguru ilmu hitam ??." Tanya fani.
" Guru mu, teman seperguruan guru ku, maka dari itu dulu aku tidak jadi membunuh mu, karena di larang oleh guru ku."
" Oh, ilmu ku sudah lumayan, tapi aku rasa belum mampu membunuh tarjo."
" Target kita bukan terjo tapi akar nya, kau mengerti ??."
" Hmmm maksud mu dukun tarjo ??."
" Pinter." ucap sumala.
" Sudah lah lebih baik kamu pergi nanti genderuwo itu mencium aroma mu. "
Benar saja di kamar khusus genderuwo itu hanya diam mata besar nya melotot hidung besar nya kembang kempes, padahal pak tarjo sudah melepas semua pakaian nya,
" Ada apa Ayo aku tidak punya waktu banyak aku pun harus melayani istri istri ku yang lain." ucap pak tarjo, malam ini adalah malam jumat kliwon dan memang sudah seharus nya ia melayani genderuwo itu dan sampai sekarang pun pak tarjo belum mampu melayani genderuwo itu dengan wujud asli nya, jadi setiap wik wik genderuwo itu harus berubah wujud mirip wajah Sarti, wanita yang selama ini masih di sukai pak tarjo,
Tapi sosok genderuwo itu justru lari menuju pintu kamar itu, tentu saja membuat pak tarjo bingung, ia pun buru buru mengenakan pakaian nya kembali.
" Cepat fani pergi dari sini dia sudah mengetahui keberadaan mu." ucap sumala,
Fani pun langsung melesat dan hilang di kegelapan malam, Sedang kan sumala ia juga menjauh dari pohon itu.
Benar saja sosok genderuwo itu sudah ada di bawah pohon itu seraya menatap ke arah pohon.
" Jadi seperti itu rupa asli mu jelek sekali." gumam sumala.
" Juragan ada apa ?." Tanya toni saat melihat pak tarjo tergesa,
" Tidak apa apa." sahut pak tarjo seraya keluar, Sedang kan toni terus mengekor, seraya memberi kode kepada nunung yang sembunyi di balik gorden.
Pak tarjo lupa menutup pintu kamar itu, dan kesempatan ini tidak di sia sia kan oleh nunung, sebetul nya kamar ini bukan target utama, karena target utama kamar nomer tujuh, siapa tahu nunung menemukan sesuatu di kamar nomer enam.
Nunung pun buru buru masuk, tapi betapa terkejut nya nunung saat melihat isi dalam kamar itu, Seketika tubuh nunung bergetar hebat, air mata nya berderai hebat.
" Juragan mau ke mana, mau kerja lagi ya tapi kok pakai sarung." ucap toni.
" Tidak aku hanya gerah saja di dalam." sahut pak tarjo seraya kembali masuk.
" Katanya gerah tapi kok masuk lagi sih. Aduh bahaya ini pasti nunung sudah ada di kamar itu." batin toni.
" Oh iya juragan tadi saya sudah beli arak kata nya sih itu yang paling bagus juragan tidak coba dulu." ucap toni dengan nada bicara lebih keras, tujuan supaya nunung mendengar, karena pak tarjo seperti nya akan menuju kamar itu kembali.
Untung saja nunung menyadari kode dari toni, sekuat tenaga nya ia menarik tubuh nya masuk ke kolong ranjang, Hanya beberapa detik setelah nunung masuk ke kolong itu, bugh suara hentakan di atas ranjang itu, nunung langsung menutup mulut nya,
Terlihat kaki pak tarjo baru masuk dan langsung menutup pintu kamar itu,
" Pak tarjo baru masuk terus yang di atas ranjang itu siapa?." Batin nunung yang masih menutup mulut nya dengan kedua telapak tangan nya.
" Bang di mana nunung." bisik Tedi.
" Di kamar itu." sahut toni,
" Waduh terus bagai mana ??."
" Semoga saja nunung baik baik saja, aduh aku jadi khawatir." bisik toni.
" Kamu dari mana siapa yang kamu cari." tanya pak tarjo.
" Aku mencium aroma gadis itu ada di sekitar sini."
" Maksud mu fani,? Mana mungkin dia ada di sini, Sudah ku bilang ayo cepat aku masih harus gilir ke isteri ku yang lain."
" Jadi genderuwo itu tahu juga ada neng fani kesini, itu artinya dia bisa saja tahu aku ada di sini." batin nunung piluh sudah memenuhi sekujur tubuh nya, kamar itu hawa nya beda sekali dengan hawa kamar nunung dan di kamar itu sangat bau, bau bangke dan anyir.
Ranjang yang terbuat dari kayu jati sudah mulai goyang, seperti nya ritual pak tarjo dan genderuwo itu sudah di mulai,
" Bang mau ke mana?." Tanya tedi
" Kamu tunggu di sini jangan keluar sembunyi saja di sini." ucap toni seraya buru buru keluar.
Toni mencari sosok kuntilanak itu.
" Tolong muncul lah kata nunung kamu yang melindungi nunung, dan saat ini nunung dalam bahaya tolong dia." ucap toni walau pun dia tidak melihat siapa pun, Setelah itu ia buru buru masuk kembali ke dalam rumah,
" Kaka tolong aku, aku takut dia tahu aku ada di sini, jika dia tahu aku ada di sini habis lah riwayat ku malam ini." batin nunung.
Tidak sengaja nunung melihat bola kecil gerak sendiri dan menuju ke arah nya, nunung pun langsung menggenggam bola kecil itu ia yakin itu pertanda jika sumala ada di sekitar nya, nunung pun sedikit lega,
Suara desahan masih terdengar jelas dan ranjang semakin bergetar, Perlahan suara desahan itu menghilang dan ranjang pun berhenti bergoyang, Kaki pak tarjo turun tepat di depan wajah nunung membuat nunung terkejut hampir ia teriak, Pak tarjo keluar dari kamar itu, cklek terdengar suara pintu itu di kunci dari luar.
' Pintu nya di kunci terus aku keluar lewat mana, bagai mana kalau pak tarjo masuk ke kamar ku, Sedang kan aku di sini." batin nunung.
Nunung menunggu genderuwo itu turun dari ranjang, ia sudah siap siap dengan menempel kan dua telapak tangan nya di mulut agar ia tidak teriak jika terkejut.
Benar saja pak tarjo menuju kamar nunung,
" Waduh Gawat ted pak tarjo masuk ke kamar nunung." bisik toni.
" Terus bagai mana dong bang." sahut tedi.
" Abang juga tidak tahu, Sudah lah habis kita ted." ucap toni resah. Kakak beradik itu hanya bisa pasrah seraya nunggu pak tarjo keluar dari kamar nunung, Beberapa saat kemudian pak tarjo keluar dari kamar nunung,
" Juragan saya !!."
" Kamu kenapa toni, kalau sudah ngantuk kalian istirahat saja, istri saya juga sudah tidur, kalian juga ikut tidur sana di kamar masing masing, saya mau pulang ke rumah istri ke tiga dulu." ucap pak tarjo,
Toni dan tedi hanya saling tatap, sejak kapan pak tarjo bersikap baik, dan kok bisa pak terjo berkata jika nunung tidur, bukan kah nunung ada di kamar nomer enam,?
" Bang bagai mana ini ??." Tanya tedi.
" Sudah lah lebih baik kita istirahat dulu aku juga sudah benar benar lelah." ucap toni.