NovelToon NovelToon
Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

PERINGATAN!! HANYA UNTUK DEWASA.

Mina terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berbaring di atas ranjang empuk dan lembut, perlahan Mina pun menyadari jika dirinya telah menjalani transmigrasi seutuhnya pada tubuh seorang wanita yang menjadi ibu tiri jahat.

Mina yang memiliki hati selembut Hello Kitty mana berani melakukan kekerasan pada anak kecil, apalagi pada anak lucu yang menjadi anak tirinya, Mina pun mengambil keputusan jika dirinya akan menjadi ibu tiri yang baik untuk mengambil hati anak tirinya, nyatanya bukan hanya anak tirinya yang terpikat. Bahkan suami dari pemilik tubuh ini malah terpikat padanya, Mina yang maniak pria tampan jadi bingung dengan posisinya saat ini.

Apa yang harus Mina lakukan? Tanpa sadar suaminya telah terpikat pada Mina, padahal tujuan Mina hanyalah mengambil hati anak tirinya bukan suaminya itu? Ikuti kisah selanjutnya, selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mina dan Pikiran Kotornya

Matahari siang menyinari ruang tengah penthouse mewah itu melalui jendela kaca besar, namun atmosfer di dalamnya terasa jauh lebih tenang dibandingkan beberapa hari lalu. Setelah kejadian traumatis di dapur malam itu yang sukses membuat jantung Mina hampir copot perubahan drastis terlihat dari cara wanita itu berpenampilan. Mina kini jauh lebih sopan dalam berpakaian. Di atas sofa, dia duduk dengan anggun, memadukan dress bunga-bunga tanpa lengannya yang kemarin sempat diprotes dengan sebuah kardigan rajut longgar berwarna cokelat susu yang menutupi seluruh bahu dan dadanya dengan rapat.

​Sudah hampir empat hari sejak malam panas nan menegangkan itu berlalu. Dan selama itu pula, Arsenio pergi keluar negeri untuk urusan bisnis penting di London. Pria dingin itu pergi begitu saja, seolah-olah dia tidak pernah melakukan tindakan impulsif yang hampir menghancurkan harga diri Mina di atas meja makan malam itu.

​Mina mendengus, memajukan bibirnya cemberut sambil menopang dagu.

"Bisa-bisanya itu kulkas berjalan pergi ke luar negeri tanpa ngerasa bersalah sedikit pun. Habis nyosor, terus kabur. Dasar bos besar egois!" umpat Mina pelan.

​Pandangan Mina kemudian beralih pada sosok mungil yang sedang tengkurap di atas karpet bulu di depannya. Gino sedang asyik memainkan mobil-mobilan lamborghini mainannya, sesekali membuat suara tiruan mesin mobil dengan mulutnya. Berkat perawatan telaten dan kasih sayang tanpa batas dari Mina selama beberapa hari terakhir, kondisi psikologis bocah menggemaskan itu berkembang sangat pesat. Gino bahkan sudah tidak gagap lagi saat mengobrol dengan Mina. Dia menjadi jauh lebih ceria, banyak bicara, dan sangat penurut. Hanya saja, karena usianya baru tiga tahun, susunan kalimatnya terkadang masih abstrak dan membuat Mina harus berpikir keras untuk mengartikannya.

​"Mama! Ini mobilnya... wushhh! Telus dia terbang ke awan, tablak bulung pipit, jatuh ke selokan ail, kacian banget!" celoteh Gino riang, mendongak menatap Mina dengan mata bulatnya yang berbinar ceria.

​Mina mengerjapkan mata, mencoba memproses alur cerita fiksi dari anak tirinya.

"Bentar, Sayang... mobilnya terbang terus jatuh ke selokan? Kok tragis banget sih petualangannya?" tanya Mina sambil terkekeh geli.

​"Iya, Mama! Coalnya jalannya belok-belok kayak cacing kepanacan!" sahut Gino dengan artikulasi yang menggemaskan, kembali memfokuskan dirinya pada mainan tersebut.

​Melihat keceriaan Gino, fokus Mina perlahan-lahan kembali terdistraksi oleh memori kelam malam itu. Jujur saja, selama sisa hidupnya di dunia asal, Mina bukanlah gadis cupu yang tidak tahu apa-apa soal asmara. Dia sudah beberapa kali berpacaran dan melakukan ciuman dengan mantan-mantan kekasihnya. Namun, semua itu hanya sebatas ciuman bibir biasa yang manis dan tidak pernah lebih dari itu. Dia selalu menjaga batas sucinya.

​Tetapi malam itu... Arsenio melakukan hal yang jauh lebih ekstrem. Pria itu menyentuh miliknya di bawah sana dari balik kain, mengelusnya dengan ritme yang memabukkan hingga membuat cairan pelumas alaminya mengalir begitu saja tanpa bisa dibendung.

"​Sialan, kenapa gue jadi lemes begini kalau inget kejadian itu?" batin Mina, wajahnya mendadak terasa memerah panas.

​Ada banyak hal yang berkecamuk hebat di dalam dadanya. Tubuh Alicia yang aslinya pasti sangat tergila-gila pada sentuhan Arsenio. Buktinya, malam itu, di bawah pengaruh insting tubuh asli, Mina sempat tidak sadar hampir melebarkan kedua kakinya sebelum akhirnya logikanya mengambil alih dan membuatnya menangis ketakutan. Memikirkan bagaimana tubuhnya merespons sentuhan pria itu secara refleks membuat Mina ingin berteriak histeris di dalam bantal.

​Sepanjang hidupnya, Mina memang tipe gadis modern yang suka membaca novel dewasa bersub genre romance mature atau komik dewasa (manhwa) di aplikasi ponselnya. Cerita-cerita fiksi itu terkadang sukses membuatnya merasa horny atau bergairah. Namun, untuk sampai pada tahap mempraktikkannya alias melakukan masturbasi demi memuaskan diri sendiri? Mina tidak pernah berani. Dia masih memiliki sedikit urat moral dan rasa malu untuk melakukan hal gila serendah itu.

​Namun sekarang, bayangan ciuman kasar, lumatan menuntut, dan kehangatan tubuh Arsenio malam itu justru terus-menerus berputar di otaknya seperti kaset rusak, membuatnya frustrasi setengah mati. Tiba-tiba saja, sebuah pikiran kotor nan liar menyelinap masuk ke dalam otaknya.

"​Tapi... kalau dipikir-pikir lagi, Mas Arsenio emang seksi banget sih. Badannya tegap, dadanya bidang berotot, rahangnya tegas... Gimana ya rasanya kalau dia beneran ada di atas gue dengan mode buas kayak malam itu? Pasti rasanya... Ah! Gila! Cabul banget otak gue siang-siang begini!" gumannya histeris.

​Mina memukul-mukul kepalanya sendiri dengan frustrasi, mencoba mengusir imajinasi cabul yang mengotori kesadarannya.

"Sadar, Mina! Sadar! Jangan sampai kamu kepancing sama pesona om-om kulkas itu!"

​"Mama? Mama kenapa pukul kepala?"

​Suara cempreng nan menggemaskan dari Gino seketika menarik kesadaran Mina kembali ke dunia nyata. Mina tersentak, melihat Gino yang kini sudah berdiri di samping sofanya sambil memegang ujung kardigan rajutnya.

​"Eh? Nggak apa-apa, Sayang. Mama cuma lagi usir nyamuk nakal di kepala Mama," kilah Mina asal dengan senyuman ceria yang dipaksakan.

​Gino memiringkan kepalanya, lalu menunjuk ke arah meja kopi tempat ponsel Mina berada.

"Mama, itu... hp-nya belisik sekali dali tadi. Teng-teng-teng telus. Ada suala burungnya juga."

​Mina menoleh ke arah meja. Ternyata, dia baru ingat bahwa sejak satu jam yang lalu, dia sedang mengaktifkan fitur siaran langsung atau live di akun media sosialnya sambil menemani Gino bermain di karpet. Handphone-nya berdiri tegak menggunakan penyangga, menampilkan wajah alaminya yang tertutup kardigan.

​Suara notifikasi yang didengar Gino ternyata berasal dari ratusan komentar baru yang masuk bertubi-tubi di layar siaran langsungnya. Selama beberapa menit terakhir, Mina memang sama sekali tidak fokus pada kamera karena sibuk berfantasi mesum tentang suaminya sendiri.

​Mina buru-buru mendekat ke arah meja kopi, berniat menyapa para penontonnya kembali.

"Aduh, maaf ya Teman-teman, tadi aku agak melamun sebentar—"

​Namun, kalimat Mina terputus di tengah jalan. Sepasang mata cantiknya mendadak melotot sempurna hingga nyaris keluar dari kelopaknya. Jantungnya berdegup kencang seperti dikejar anjing gila saat sebuah bar notifikasi panggilan telepon masuk berwarna hijau mendadak muncul di bagian atas layar ponselnya, menutupi kolom komentar live.

​Di sana, tertera sebuah nama kontak dengan tulisan yang sangat mencolok: "Arsenio Jahat memanggil..."

​Ya, itu adalah nama kontak Arsenio yang sengaja Mina ganti beberapa hari lalu sebagai bentuk pelampiasan rasa kesalnya atas insiden di dapur. Mina benar-benar panik. Panggilan telepon dari Arsenio itu otomatis mengganggu jalannya siaran langsung, dan jika nama kontak itu sampai terbaca oleh ribuan netizen yang sedang menonton, rahasia pernikahannya dengan sang CEO raksasa bisa hancur berantakan detik ini juga!

​Tanpa berpikir panjang dan dengan gerakan yang sangat sembrono karena panik, Mina langsung menggesek layarnya dengan cepat untuk mengakhiri siaran langsungnya secara sepihak. Klik. Live berakhir.

​Setelah siaran langsung terputus, ponselnya kini menampilkan layar panggilan telepon penuh dari Arsenio yang masih bergetar hebat. Mina menatap layar tersebut dengan napas yang memburu. Tangannya gemetar.

​Mina menelan ludahnya dengan susah payah, lalu dengan ragu dia menekan tombol merah. Dia menolak panggilan telepon dari suaminya tersebut.

​"Nggak, nggak. Gue gak siap! Gue gak berani!" cicit Mina panik, melemparkan ponselnya ke atas sofa seolah benda itu adalah bom waktu yang siap meledak.

​Jujur saja, Mina masih merasa sangat malu dan canggung luar biasa pada Arsenio. Kejadian di dapur itu meninggalkan efek canggung tingkat dewa. Dia benar-benar tidak memiliki keberanian sedikit pun untuk bertatap muka, bahkan hanya sekadar mendengar suara bariton formal pria itu melalui sambungan telepon saja sudah membuat seluruh tubuhnya meremang salah tingkah. Dia masih syok, dan harga dirinya melarangnya untuk bertindak seolah-olah semuanya baik-baik saja.

​"Mama? Kenapa mukanya melah kayak tomat?" tanya Gino polos, menarik-narik kardigan Mina dengan wajah penasaran.

​Mina langsung berjongkok, memeluk tubuh mungil Gino erat-erat demi menyembunyikan wajahnya yang memang sudah matang karena malu.

"N-Nggak apa-apa, Sayang. Mama cuma... lagi ngerasa gerah banget siang ini. Iya, gerah!" seru Mina dengan nada santainya yang heboh, sementara di dalam hatinya dia terus berdoa agar Arsenio tidak meneleponnya kembali dari London.

Bersambung....

Apa Mina nggak sadar jika dia lagi live dan malah bergumam tidak jelas begitu?😒 Berdoa saja sih Mina supaya fans mu nggak dengar isi otak kotormu itu.

1
Dewiendahsetiowati
Mina bikin ngakak
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Terimakasih sih sudah mampir dan semoga suka yaa😍
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕☕
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪
Nadira ST
ntar Arsen cemburu Lo min
Potatoes 🥔
Semangat ya kak, suka banget 😍
Potatoes 🥔
Bagus kan
Nadira ST
bertahanlah mina punya suami kaya plus tampan🤣🤣🤣🤣
Nadira ST
udah bagus thor ceritanya gak bertele2💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Mila
ceritanya bagus,seru
semngat update lagi ya kak
It's me Ri🥕: Aaaa..... Makasih sudah mampir yaa... Senang banget di komen begini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!