NovelToon NovelToon
"CINTA DALAM KODE KESEMPATAN : KETIKA TAKDIR MENULIS ULANG KISAH KITA"

"CINTA DALAM KODE KESEMPATAN : KETIKA TAKDIR MENULIS ULANG KISAH KITA"

Status: tamat
Genre:Penyelamat / Romansa Fantasi / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:52
Nilai: 5
Nama Author: Gretha

Di Medan tahun 2026, Rania Putri pendiri startup yang membantu UMKM dengan teknologi data terpaksa bekerja sama dengan perusahaan besar dari Jakarta yang dipimpin oleh Reza Aditya, mantan kekasihnya yang menghilang tanpa kabar sepuluh tahun lalu.

Pada awalnya, mereka hanya fokus pada pengembangan aplikasi "UMKM Connect", namun menemukan kode aneh dalam sistem yang menyimpan jejak masa lalunya. Saat menyelidiki asal usul kode tersebut, mereka mengungkap rahasia mengejutkan, perpisahan mereka dulu adalah rencana jahat dari Doni Pratama, mantan sahabat Rania yang mengambil alih bisnis keluarga dia.

Di tengah penyelidikan yang penuh kejadian lucu dan tantangan bisnis, rasa cinta lama mereka kembali muncul. Setelah berhasil membongkar kejahatan Doni dan mendapatkan dukungan pemerintah, mereka tidak hanya menyelesaikan proyek aplikasi yang bermanfaat bagi jutaan UMKM, tapi juga menemukan kesempatan kedua untuk cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 : KEMBALINYA MANTAN SAHABAT

Matahari tengah hari menyinari ruang rapat UMKM Connect yang penuh dengan suara diskusi dan tawa. Rania sedang menjelaskan detail program perlindungan kekayaan intelektual yang baru mereka lancarkan ketika pintu ruangan dibuka dengan cukup keras, membuat semua orang berhenti bicara dan menoleh ke arah pintu.

Di sana berdiri seorang pria muda berjas hitam dengan wajah yang akrab namun juga membawa kesan asing – Doni Pratama, mantan sahabat dekat Rania selama masa kuliah yang menghilang tanpa kabar hampir lima tahun yang lalu. Matanya yang dulu sering penuh dengan candaan kini terlihat lebih matang, dengan sedikit kerutan di sudut mata yang menunjukkan pengalaman yang telah dia lalui.

“Rania… apa kabarmu?” ucap Doni dengan suara yang penuh emosi, melangkah masuk ke ruangan dengan langkah yang hati-hati. “Saya tahu ini sangat tiba-tiba, tapi saya harus datang menemui kamu.”

Rania merasa tubuhnya menjadi kaku, napasnya terhenti sejenak sebelum dia bisa berkata apa-apa. Wajah Doni yang dulu selalu ada di setiap kenangan masa kuliahnya kini muncul di depan mata, membawa kembali perasaan campuran antara kegembiraan dan kekhawatiran yang dia rasakan sejak dulu. “Doni? Kamu… kamu di mana saja ini?”

Doni tersenyum lembut, namun wajahnya menunjukkan bahwa dia juga merasakan kekhawatiran yang sama. “Saya bekerja sebagai konsultan proyek untuk perusahaan teknologi besar di Jakarta,” ucapnya sambil menoleh ke arah tim yang sedang melihat mereka dengan rasa penasaran. “Dan saya baru saja ditugaskan untuk menjadi konsultan utama untuk kerja sama antara perusahaan saya dengan UMKM Connect.”

Suara itu membuat Rania terkejut. Kerja sama dengan perusahaan yang mungkin terkait dengan upaya untuk mengambil alih resep keluarga mereka dulu? Atau apakah ini hanya kebetulan yang menyebarkan benang merah kehidupan mereka?

Reza yang berada di sebelahnya melihat ekspresi wajah Rania yang semakin jelas menunjukkan perasaan tidak nyaman. Dia dengan cepat mengambil alih pembicaraan untuk membantu Rania yang tampaknya sedang kehilangan kata-kata. “Kita sedang dalam pertemuan untuk membahas program perlindungan kekayaan intelektual bagi usaha kecil. Siapa Anda dan apa maksud kedatangan Anda?”

Doni mengangguk dan memperkenalkan diri kembali dengan lebih jelas. “Saya adalah Doni Pratama, konsultan proyek dari Inovasi Teknologi Nusantara. Perusahaan saya telah melihat kesuksesan UMKM Connect dan ingin menjajaki kerja sama yang lebih dalam, terutama dalam pengembangan sistem manajemen usaha kecil skala besar.”

Rania akhirnya bisa berkata dengan suara yang sedikit gemetar. “Kamu menghilang tanpa kabar, Doni. Kami semua khawatir tentangmu. Mengapa kamu tidak memberi tahu kami ke mana kamu pergi?”

Doni mengambil napas dalam-dalam sebelum menjawab. “Saya harus pergi karena ada masalah keluarga yang harus saya tangani dengan segera di Jawa Timur. Saya tidak punya kesempatan untuk memberitahu kamu atau siapapun. Saya sangat menyesal telah pergi begitu saja tanpa kabar,” ucapnya dengan penuh rasa bersalah. “Namun saya selalu mengikuti perkembangan usaha keluarga kamu dan proyek UMKM Connect yang kamu dirikan. Saya tahu betul betapa pentingnya pekerjaan yang kamu lakukan sekarang.”

Rania masih merasa campuran emosi – senang melihat kembali mantan sahabatnya, namun juga merasa tidak nyaman dengan kedatangan yang tiba-tiba ini, terutama setelah semua yang mereka alami terkait dengan perusahaan teknologi yang dulu mencoba mengambil alih resep keluarga mereka.

“Saya tidak bisa percaya kamu berada di sini,” ucap Rania dengan suara yang mulai pulih. “Dan sebagai konsultan untuk proyek kerja sama dengan perusahaan kita? Mengapa tidak kamu hubungi saya dulu sebelum datang kesini?”

“Karena saya ingin memberitahu kamu secara langsung dan tidak ingin ada kesalahpahaman melalui surat atau pesan elektronik,” jawab Doni dengan suara lembut. “Saya juga ingin melihat sendiri apa yang telah kamu bangun dan bagaimana kamu membantu begitu banyak usaha kecil. Ini jauh melampaui apa yang pernah kita impikan saat kuliah bersama.”

Doni kemudian mulai menjelaskan mengapa dia muncul kembali sekarang. “Perusahaan saya melihat potensi besar dalam kerja sama dengan UMKM Connect. Kita bisa memberikan dukungan teknologi dan sumber daya yang lebih besar untuk membantu usaha kecil berkembang lebih pesat lagi. Selain itu, saya ingin memperbaiki hubungan yang pernah terputus karena saya harus pergi dulu waktu itu.”

Rania mendengar penjelasan Doni tentang perjalanan kariernya selama lima tahun yang lalu. Setelah dia pergi dari Medan, dia bekerja di beberapa perusahaan teknologi sebelum akhirnya mendirikan konsultan proyek sendiri. Dia selalu mengingat janjinya pada diri sendiri untuk membantu usaha kecil seperti yang dulu mereka impikan bersama Rania.

“Saya selalu merasa ada yang kurang dalam pekerjaan saya,” ucap Doni dengan suara penuh rasa hormat. “Sampai perusahaan saya melihat apa yang kamu lakukan dengan UMKM Connect dan merasa bahwa kerja sama denganmu akan sangat bermanfaat bagi semua pihak.”

Tim UMKM Connect mulai menunjukkan minat pada kerja sama baru ini. Meskipun Rania masih merasa tidak nyaman dengan kedatangan Doni yang tiba-tiba, dia juga melihat manfaat potensial dari kerja sama ini.

Namun rasa tidak nyaman Rania tidak hilang begitu saja. Saat Doni mulai menjelaskan rencana kerja sama yang dia bawa, Rania tidak bisa tidak merasa bahwa ada sesuatu yang tersembunyi di balik kedatangan Doni ini. Mengapa dia muncul sekarang tepat setelah mereka menemukan tentang rencana rahasia Prima Teknologi dulu?

Setelah pertemuan resmi selesai dan tim mulai membahas detail kerja sama, Rania mengajak Doni berbicara secara pribadi di ruangan kecil di belakang kantor. “Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan padamu, Doni,” ucap Rania dengan suara yang penuh kebingungan. “Apakah kamu tahu tentang rencana Prima Teknologi dulu yang hampir mengambil alih resep keluarga saya?”

Wajah Doni menjadi serius saat dia mendengar pertanyaan itu. “Saya tahu tentangnya, Rania. Saya juga merasa sangat menyesal dengan apa yang terjadi pada keluarga kamu dulu. Saya baru tahu tentang hal itu ketika mulai bekerja denganmu dan menemukan berkas-berkas lama dari Prima Teknologi.”

“Jadi kamu tahu dan tidak memberitahuku?” tanya Rania dengan suara yang menunjukkan rasa kecewa yang semakin mendalam. “Bagaimana bisa kamu bekerja sama dengan perusahaan yang pernah mencoba mengambil apa yang menjadi milik keluarga saya?”

Doni mengambil napas dalam-dalam sebelum menjawab. “Saya tidak tahu bagaimana cara memberitahumu, Rania. Ketika saya menemukan tentang hal itu, saya merasa sangat bersalah dan tidak berani menghadapimu. Namun saya juga melihat bagaimana kamu dengan gigih membangun UMKM Connect dan membantu begitu banyak usaha kecil. Saya tahu bahwa kamu layak tahu tentang masa lalu keluarga kamu dan saya ingin membantu kamu sekarang.”

Rania merasa hati nya bergetar mendengar kata-kata Doni. Meskipun dia masih merasa terluka dan kecewa dengan kedatangan yang tiba-tiba ini, dia juga melihat bahwa Doni datang dengan niat baik dan ingin membantu mereka seperti yang dulu mereka impikan bersama.

“Kamu benar-benar ingin membantu kita sekarang?” tanya Rania dengan suara yang penuh harapan namun juga masih ada rasa tidak percaya.

“Ya, Rania,” jawab Doni dengan penuh keyakinan. “Saya ingin memperbaiki kesalahan masa lalu dan membantu usaha kecil seperti yang dulu kita impikan bersama. Saya akan selalu ada untukmu dan untuk usaha kecil yang membutuhkan bantuan kita.”

Setelah itu, mereka mulai membahas tentang rencana kerja sama yang akan mereka bangun bersama. Meskipun Rania masih merasa tidak nyaman dengan kedatangan Doni yang tiba-tiba, dia juga melihat manfaat yang bisa diperoleh dari kerja sama ini.

Pada malam hari, setelah semua pekerjaan selesai dan tim mulai pulang, Rania dan Reza duduk bersama di ruang kerja mereka. Rania mulai bercerita tentang perasaan tidak nyamannya dengan kedatangan Doni dan bagaimana dia masih merasa terluka karena tidak tahu tentang masa lalu keluarga nya.

Reza menepuk bahu Rania dengan lembut. “Aku mengerti perasaanmu, Rania. Tapi kamu harus percaya bahwa keluarga kamu dan Doni melakukan semua itu karena ingin melindungimu. Dan sekarang Doni datang kembali untuk membantu kita dengan niat yang tulus.”

Rania mengangguk perlahan. Meskipun dia masih merasa terluka dan tidak nyaman dengan kedatangan Doni yang tiba-tiba, dia juga melihat bahwa ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kerja sama baru ini.

“Kita akan melalui ini bersama, bukan?” tanya Rania sambil melihat mata Reza dengan penuh harapan.

“Selalu, Rania,” jawab Reza dengan penuh cinta. “Kita akan selalu bersama melalui suka dan duka.”

 

Di hari berikutnya, tim UMKM Connect berkumpul untuk membahas kerja sama baru dengan perusahaan Doni. Rania mulai merasa lebih tenang dan siap untuk menerima bantuan yang ditawarkan Doni. Meskipun dia masih merasa sedikit tidak nyaman, dia tahu bahwa ini adalah langkah yang perlu diambil untuk kebaikan bersama usaha kecil yang mereka bantu.

Doni datang dengan proposal kerja sama yang sangat rinci dan menguntungkan bagi kedua pihak. Dia juga membawa surat maaf resmi dari perusahaan nya kepada keluarga Rania dan janji untuk tidak pernah mengulangi kesalahan masa lalu.

“Saya berjanji akan selalu menjaga dan melindungi usaha kecil dari segala bentuk ancaman,” ucap Doni dengan penuh semangat. “Dan saya akan selalu ada untuk membantu UMKM Connect dan semua usaha kecil yang membutuhkan bantuan kita.”

Rania merasa hati nya mulai pulih dan merasa lega mendengar janji itu. Meskipun dia masih perlu waktu untuk benar-benar menerima kedatangan Doni dan masa lalu yang terlupakan itu, dia tahu bahwa ini adalah bagian dari perjalanan yang harus dia lalui untuk menjadi pemimpin yang baik bagi keluarga dan usaha kecil yang mereka bantu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!