Bagaimana jika Cinta pertama yang kamu pendam selama ini, Tiba-tiba menjadi saudara tirimu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28.
“Kak Biru mau kemana?” Tanya Senja saat melihat Biru sudah ada di kamar mandi dan sedang menggunakan jaket denimnya.
“Ke markas,” jawab Biru dengan jujur.
“Aku nggak suka Kak Biru ikut balapan,” ucap Senja sambil mendekati Biru.
“Tapi itu hobi gue Nja, dan gue suka itu,” ucap Biru dengan jujur. “Lu bebas kok melakukan apapun yang Lu suka, gue nggak bakalan larang,” ucap Biru kepada Senja.
Saat ini Biru sibuk mengeringkan rambutnya, tanpa memperhatikan ekspresi Senja yang sudah manyun.
“Ya udah,” jawab Senja meninggalkan biru dan kembali ke kamarnya.
Hingga beberapa saat kemudian Biru sudah siap dan menghampiri Senja, “Gue pergi dulu ya, dan kamar udah gue kunci, kalau Papa ngecek bilang aja nggak tau atau sedang tidur,” pesan Biru lalu mengecup pipi Senja dengan sekilas, lalu bergegas begitu saja.
“Lagian siapa gue?” Ucap Senja dengan kesal. “Ternyata hubungan seperti ini juga membingungkan,” gumamnya dengan wajah kesalnya.
Langkah Biru terhenti begitu saja, dan kembali menoleh ke arah Senja, “Maksudnya?” Tanya Biru bingung.
“Hubungan kita itu seperti apa?” Tanya Senja memastikan. “Hanya pemuas nafsu?” Tanyanya lagi.
“Harus ya bilang seperti itu?” Tanya Biru yang ikut kesal.
“Ya emang Kak Biru maunya cuma ciuman aja kan, nggak peduli dengan yang lain,” jawab Senja.
“Kok kamu bilang kayak gitu, aku sayang sama kamu dari dulu, kamunya aja nggak peka,” jawab Biru dengan jujur.
“Emang kak Biru pernah bilang, pernah ungkapin?” Tanya Senja dengan wajah menantang.
“Dulu, setiap hari, aku selalu minta kamu jadi pacarku setelah kamu berusia 17 tahun, Lupa?” Tanya Biru dengan wajah seriusnya.
“Itu pas masih kita masih kecil Kak,” jawab Senja.
“Tapi sampai saat ini nggak ada yang berubah Nja, sama perasaan gue,”kekeh Biru.
“Tapi kita saudara,” jawab Senja dengan nada yang mulai melemah.
Biru hanya berdengus kasar. “Nja, aku selalu melihat mu sebagai seorang wanita, lawan jenis ku, aku nggak pernah menganggap mu adik, aku mau lebih dari itu, sifat melindungi ku karena aku sayang sama kamu, bukan sifat seorang kakak yang melindungi adiknya,” jelas Biru dengan jujur, bahkan suaranya terdengar bergetar.
Senja hanya terdiam membeku dengan pernyataan tersebut, matanya membola dengan sempurna. “Bagaimana kalau papa mama tau?”
“Aku belum pikirkan,” jawab Biru jujur. “Aku hanya ingin menjalani nya sekarang,” ucapnya lagi.
“Aku takut jika mereka tau,” ucap Senja dengan jujur.
“Ada aku, aku yang akan tanggung semuanya, kamu tenang aja, percaya sama aku,” ucap Biru dengan yakin, dan sambil menyakinkan Senja.
Biru menarik Senja ke dalam pelukannya, dia memeluk tubuh Senja dengan erat.
“Bisa nggak kak Biru tinggal dunia balap itu?” Tanya Senja yang saat ini mendongak menghadap ke arah Biru.
Biru terdiam sebentar, dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
“Aku nggak mau kak Biru kenapa napa, dan aku nggak suka kak Biru terjerumus ke pergaulan bebas, bahkan aku nggak suka Kak Biru bau alkohol,” ujar Senja dengan tulus.
“Kasih aku waktu, aku nggak bisa tinggalkan dunia itu saat ini, aku butuh uang untuk pergi dari sini, aku ingin kejar cita-cita ku Senja,” jelas Biru dengan jujur.
“Jadi kak Biru bakalan tinggalin aku?” Tanya Senja yang mulai berubah ekspresi.
Biru mengelengkan kepalanya, “ apapun yang terjadi nanti, kita akan selalu bersama,” ucap Biru menyakinkan Senja.
“Tapi kak Biru mau pergi dari sini?” Tanyanya lagi.
“Aku akan menemui mu setiap saat, setiap kamu mau,” jelasnya lagi hingga kehabisan kata-kata. Nggak tau kenapa sifat Senja menjadi sangat posesif. “Senja aku pergi dulu,”lepasnya dan langsung bergegas begitu saja, Biru kebingungan merespons sifat itu saat ini. Karena seumur hidupnya dia nggak pernah pacaran.
...----------------...
..."Semoga Suka Ya☺"...
semangat 🙏😍