NovelToon NovelToon
VILLAIN TO HERO: INDONESIA HUNTER

VILLAIN TO HERO: INDONESIA HUNTER

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:965
Nilai: 5
Nama Author: Natelashura7

Di dunia di mana gerbang dimensi terbuka dan monster mulai menginvasi bumi, garis antara pahlawan dan penjahat menjadi kabur. seorang pria yang terjebak dalam takdir sebagai antagonis, raja naga kehancuran terbangun di tubuh manusia bumi bernama voltra.

Sang Raja Naga Kehancuran, entitas yang ditakdirkan menjadi villain sejati, kini terjebak dalam raga manusia yang lemah. Alih-alih menghancurkan dunia, ia justru terikat oleh tanggung jawab yang tak pernah ia bayangkan: seorang adik perempuan dan kewajiban menjadi seorang Hunter.

Terjebak dalam dilema antara identitas aslinya sebagai penghancur dan peran barunya sebagai kakak sekaligus pembasmi monster. Memilih antara harapan atau kehancuran?​.

-LATAR CERITA DI INDONESIA
-KARAKTER PENTING ADA ILUSTRASI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natelashura7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20 voltra vs bara

Di gunung Fuji, bara tengah berlari keluar dari dalam gate karena kelompoknya telah musnah oleh serangan monster dan ia lari seperti seorang pengecut. Belum sempat bernafas lega, voltra mendarat tepat di depannya, membuat salju berhamburan.

"Kau sudah susah-susah mendaki, kenapa mau pergi begitu cepat" ucap voltra menatap remeh.

"Kau bocah sialan" Teriak bara. "Semua ini salah mu" Lanjutnya berteriak.

Tinju mereka berdua bertemu menciptakan ledakan panas dan dingin disaat bersamaan. Lutut kanan voltra menghantam perut bara membuat pria itu memuntahkan cairan bening dari dalam mulutnya, tangan kirinya menghantam tulang rusuk bara begitu keras membuat lawannya terlempar ke samping kiri.

"Bagaimana bisa bocah ini terus bertambah kuat" Batin bara terkejut karena dipukul mundur begitu mudah.

Bara berteriak, kedua tinju mereka berdua menghantam pipi masing-masing begitu keras. Pukulan demi pukulan terus dilancarkan ke tubuh lawan, bara terpukul mundur dengan mimisan keluar dari lubang hidungnya. Voltra menginjak wajah bara hingga tersungkur ke lantai salju.

"Meledak" Teriak bara menggunakannya kekuatannya.

Ledakan keras seperti bom terdengar. Bara awalnya tersenyum karena berharap bisa melukai kaki voltra, namun ia segera dikejutkan dengan voltra yang melapisi kakinya menggunakan elemen es. Tendangan keras mengenai dagu bara, melemparkannya kedepan.

"Kau banyak bacot" ejek voltra.

"Sialan" Teriak bara. "Mati kau" Lanjutnya melemparkan serangan peledak jarak jauh.

Voltra hanya mengedipkan matanya, hamparan dingin membekukan segalanya, termasuk setengah tubuh dari bara. Rasa dingin menusuk hingga ke tulang, voltra berjalan kearah dengan langkah penuh ejekan.

"Apa ini kemampuan dari hunter rank S seperti mu, menyedihkan sekali" Seru voltra menggunakan nada merendahkan. "Lakukan yang terbaik sialan, hibur aku sebelum aku membunuhmu" Lanjutnya berucap dingin.

"BERANINYA KAU" Teriak bara marah.

Lapisan-lapisan es mulai menguap, udara panas terbentuk di sekitar dan nadi-nadi nya memiliki warna merah seperti api yang mencolok. Ledakan terjadi, voltra menepis serpihan es yang melayang ke arahnya, ia melakukan sambil memasukkan satu tangannya disaku celana.

"AKU AKAN MEMBUNUH MU SETELAH ITU ADIK MU DAN SEMUA ORANG YANG DEKAT DENGAN MU" Teriak bara pada voltra.

"Bagus... " ucap voltra terjeda.

Ia tiba-tiba berada di belakang bara, cipratan darah tercipta ketika salah satu tangannya terputus/tangan sebelah kiri. Bara meringis memegang luka besar yang mengeluarkan begitu banyak darah.

"... Sekarang kau layak dibunuh" Sambung voltra. "Kebetulan sekali" Lanjutnya merasakan perubahan pada energi gate.

Gate yang tidak stabil karena menyerap mana disekitar dan belum ditaklukkan, jika tidak ditangani kaan berubah menjadi rift gate. Pusaran gate di gunung Fuji perlahan-lahan terdistorsi berubah ke rift gate dan menjadi dungeon break. Lusinan kadal berkaki empat keluar begitu ganas.

"Tunggu... Selamatkan aku" teriak bara.

"Tidak terimakasih" Balas voltra berjalan menjauh.

Teriakan kesakitan menjadi alunan musik, voltra membunuh salah satu monster yang nampak membawa sesuatu lalu setelah itu pergi meninggalkan bara yang tercabik-cabik. Alasan voltra tidak membunuh sendiri dan membiarkan dungeon break adalah agar tidak dicurigai, karena Alina akan mengomeli jika tau kebenaranny.

"Sebentar lagi hunter Jepang akan kesini, dungeon break akan diatasi oleh mereka" Batin voltra sebelum perlahan-lahan pergi.

Voltra tiba-tiba tersandung sesuatu hingga jatuh dengan tidak elite. Ia kesal dan ingin menghancurkan benda yang membuatnya terjatuh sebelum, melihat sesuatu yang seperti sebuah telur penuh sisik hitam.

***********

Siang harinya voltra sedang tidur di hotel, ia tidak lagi membantu karena yakin kalau gate dijepang akan berakhir. Alina tiba-tiba menerobos masuk, membuatnya membuka mata sekilas dan kembali menutup mata untuk melanjutkan tidur.

"Bara tewas" ucap Alina memberitahu.

"Oh" Sahut voltra masih menutup mata.

"Hanya oh?" Tanya Alina berkacak pinggang.

"Lalu aku harus berekspresi apa" Balas voltra menepuk-nepuk bantal tidurnya. "Jika hanya itu kabarnya mending kau tidur bersama ku" Lanjutnya menggoda.

"Bicara apa kau tadi? Dasar mesum" kesal Alina melotot memukul voltra menggunakan bantal yang lain

"Aduh! Sakit, tahu!" protes Voltra sambil berusaha menangkis serangan bantal bertubi-tubi dari Alina. "Aku ini aset berharga negara, jangan disiksa pakai bantal!" Lanjutnya mendengus.

Alina berhenti memukul, napasnya sedikit memburu, bukan karena lelah bertarung, tapi karena kesal dengan sikap santai Voltra. Yah ini normal, terlebih keduanya sempat berkonflik jadi Alina tidak menyimpan curiga berlebihan.

"Kau tahu tidak? Kematian Bara di Gunung Fuji sedang jadi berita besar. Tim evakuasi Jepang menemukan sisa-sisanya di tengah reruntuhan Dungeon Break. Mereka bilang dia terjebak saat mencoba menutup Gate sendirian" ucap Alina menaruh bantalnya yang tadi ia gunakan.

"Yah, dia memang sombong dan haus pujian. Tidak heran kalau dia mati karena kecerobohannya sendiri" ucap voltra datar tanpa sedikit pun rasa bersalah.

Di dalam hatinya, Voltra tersenyum sinis; rencana membiarkan monster yang mengeksekusi Bara berjalan sempurna. Tidak ada bukti, tidak ada jejak mana miliknya yang tersisa di tubuh mayat itu.

"Asosiasi Hunter Indonesia sedang berduka, tapi di sisi lain, popularitasmu justru meroket karena kau membersihkan sisa Rift Gate di Tokyo tadi malam" ujar Alina sambil duduk di kursi dekat jendela, menatap Voltra dengan tatapan menyelidik. "Hana bilang kau pergi ke sana saat seharusnya beristirahat. Kenapa kau begitu memaksakan diri?" Lanjutnya bertanya.

"Aku hanya tidak suka melihat monster-monster itu berisik di dekat tempatku tidur. Lagipula, aku butuh sedikit pemanasan sebelum pulang ke Jakarta" Jawab voltra santai sambil menguap.

Ia merogoh saku jaketnya yang tersampir di kursi dan mengeluarkan sebuah kristal kecil berwarna merah darah benda yang ia ambil dari monster di Gunung Fuji sebelum meninggalkan Bara. Dan ada sesuatu berwarna hitam besar menarik perhatian Alina.

"Apa itu?" tanya Alina penasaran.

"Bukan apa-apa" Jawab voltra.

Alina menghela napas, memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut. Lagipula melihat sifat voltra, pria ini tidak akan mau memberitahu walaupun terus menerus ditanya. Voltra beranjak ingin mengambil air ataupun kopi.

"Ada pesta malam ini" ucap Alina memberitahu.

Voltra yang sudah setengah jalan menuju pintu langsung berhenti mendadak. Ia menoleh ke arah Alina dengan wajah yang seolah-olah baru saja mendengar kabar bahwa sinetron favoritnya tamat tanpa episode final.

"Pesta? Malam ini?" tanya Voltra, nadanya penuh ketidaksenangan. "Alina, aku sudah bilang aku bosan dengan formalitas. Aku ingin pulang dan makan masakan rumah" Lanjutnya mengomeli.

"Ini bukan sekadar formalitas, Voltra. Pihak Jepang mengadakan perayaan besar-besaran di Hotel Imperial Tokyo. Seluruh Hunter Rank S yang membantu termasuk Thomas dari Amerika dan Mei Lin dari China, akan hadir. Ini masalah diplomasi. Jika Hunter terkuat yang menutup celah Palung Jepang tidak datang, itu akan dianggap penghinaan besar" ucap Alina panjang lebar.

"Yah, lagipula makanannya pasti bintang lima, Voltra! Bayangkan wagyu premium sepuasnya!" sela Raven yang tiba-tiba muncul di ambang pintu dengan mata berbinar.

"Kenapa kalian selalu muncul dikamar ku" Balas voltra menedang tulang rusuk Raven.

"Arghhhh" Teriak Raven melengking. ​

1
Fajar Fathur rizky
thor novelnya yang satunya di tunggu updatenya thor bab 210 novel btth sistem vilain pengen liat huntiandi bantai iblis darah
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya thor mau uangnya apakah pake koin emas thor
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya thor ko novel btth sistem mc baru update sekarang apakah kemarin lagi sibuk thor
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya itu mata uangnya apakah pake koin emas thor tolong di jawab thor
Fajar Fathur rizky
thor apakah ada tingkatkan hunter ss
Fajar Fathur rizky: terimakasih atas informasinya thor kirain yg tingkat tinggi hanya sampai tingkat ss
total 2 replies
Fajar Fathur rizky
Thor tolong di jawab Thor novel satunya yang sistem vilain dan sistem mc yang btth kapan update bab terbaru Thor bab 208 dan satunya bab 118 Thor mau tanya Thor apakah fokus dulu ke novel ini dulu jika udah tamat novel yang btth sistem mc dan btth sistem vilain baru di lanjut tolong di jawab Thor
Fajar Fathur rizky
Thor mau tanya Thor ini mcnya over power Thor
Fajar Fathur rizky
Thor mau tanya Thor novel yang btth sistem vilain bab 208 kapan update bab btth sistem mc kapan update bab 118 Thor tolong di jawab Thor penasaran lanjutan novel Thor
Fajar Fathur rizky
Thor novel baru Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!