Suatu hari Kael ikut misi menutup Rift kecil.
Namun Rift itu berubah menjadi Rift Hitam — portal langka yang belum pernah tercatat.
Di dalamnya mereka menemukan kuil kuno dari dimensi lain.
Di tengah kuil ada artefak hidup yang disebut:
Core of Eclipse
Ketika semua orang mati diserang Abyssal, Kael menyentuh inti tersebut.
Dan dunia tiba-tiba berhenti.
Sebuah suara muncul:
“Host ditemukan. Sistem Evolusi Dimulai.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rehanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eclipse Breaker — chapter 24: Ambang Eclipse
Retakan di langit… semakin melebar.
Suara pecahannya menggema seperti dunia yang menolak keberadaan sesuatu di dalamnya.
KRRRRAAAAKKK
Cahaya hitam keluar dari celah itu.
Bukan gelap biasa.
Tapi… kehampaan.
Dan dari sana—
sesuatu mulai turun.
Kael menatap ke atas.
Napasnya berat.
Setiap insting dalam tubuhnya berteriak untuk mundur.
Namun kakinya tetap diam.
“…Kalau itu keluar…”
Raven berdiri di depannya.
Pedangnya bersinar.
“…kita hancurkan sebelum itu terjadi.”
Makhluk yang merasuki pengkhianat itu melangkah maju.
Aura merah dan hitamnya semakin liar.
Ia menatap ke arah retakan.
“…Tuan…”
Suaranya berubah.
Lebih dalam.
Lebih mengerikan.
Kael langsung sadar.
“Dia memanggil… sesuatu.”
Udara berubah.
Berat.
Seolah gravitasi meningkat.
Beberapa Hunter langsung jatuh berlutut.
“Tidak… bisa… bergerak…”
“Tekanan ini… apa…?!”
Raven masih berdiri.
Namun bahkan dia—
mulai mengernyit.
“Ini bukan level Rank S…”
Sistem Kael berbunyi keras.
[SISTEM ECLIPSE]
PERINGATAN MAKSIMUM
Sinkronisasi paksa direkomendasikan
Kael terdiam.
“…Sinkronisasi paksa?”
Sistem melanjutkan.
Konsekuensi:
- Kehilangan kendali sementara
- Risiko kerusakan host
Sunyi.
Pilihan itu jelas.
Jika tidak dilakukan—
mereka mati.
Jika dilakukan—
dia mungkin kehilangan dirinya.
Kael menutup mata.
Beberapa detik.
Lalu—
ia membukanya kembali.
Tatapannya berubah.
Lebih dalam.
Lebih dingin.
“…Lakukan.”
[SISTEM ECLIPSE]
Sinkronisasi paksa dimulai
DUUUM
Jantung Kael berdetak keras.
Sekali.
Dua kali.
Tiga—
BOOOOM
Energi hitam meledak dari tubuhnya.
Bayangan menyebar ke seluruh area.
Lebih luas.
Lebih padat.
Lebih hidup.
Matanya berubah.
Hitam… dengan cahaya ungu di dalamnya.
Raven menoleh.
Untuk pertama kalinya—
ia terlihat terkejut.
“…Apa itu…”
Kael melangkah maju.
Setiap langkah—
membuat bayangan bergerak mengikuti.
Seolah dunia tunduk padanya.
Makhluk di depan tersenyum.
“…Akhirnya.”
Tabrakan Kekuatan
Makhluk itu menyerang lebih dulu.
Cepat.
Lebih cepat dari sebelumnya.
Namun—
Kael menghilang.
VOID STEP
Ia muncul di belakangnya.
Tangannya terangkat.
“Berhenti.”
Bayangan di bawah makhluk itu langsung mengikat.
Menahan.
Mengunci.
Makhluk itu mencoba bergerak—
namun tidak bisa.
“…Apa—”
Kael menatapnya.
Dingin.
Tanpa emosi.
“Kau terlalu berisik.”
Ia menekan tangannya.
CRUSH
Bayangan menghancurkan tubuh makhluk itu.
Energinya pecah.
Hilang.
Dalam sekejap.
Sunyi.
Semua orang membeku.
Fokus Baru
Namun Kael tidak berhenti.
Ia menatap ke atas.
Ke arah retakan.
Ke arah entitas yang mencoba masuk.
Matanya menyipit.
“…Sekarang kau.”
Di langit—
mata-mata itu bergerak.
Memperhatikan.
Menilai.
Dan untuk pertama kalinya—
ada reaksi.
Seolah… tertarik.
Kael mengangkat tangannya.
Seluruh bayangan di area berkumpul.
Dread Knight muncul.
Abyss Wyvern mengaum di langit.
Namun kali ini—
keduanya terasa berbeda.
Lebih kuat.
Lebih “hidup”.
Sistem muncul lagi.
[SISTEM ECLIPSE]
Mode: Eclipse (Parsial)
Sinkronisasi: 31%
Serangan ke Dimensi
Kael melangkah maju.
Lalu—
melompat.
Langsung menuju retakan.
Raven berteriak,
“KAEL—!”
Namun Kael sudah bergerak.
Abyss Wyvern terbang di bawahnya.
Membawanya naik.
Semakin dekat—
semakin terasa tekanan itu.
Namun Kael tidak berhenti.
Ia mengangkat tangannya.
Bayangan berkumpul di ujung jarinya.
Padat.
Pekat.
Berat.
“…Tutup.”
Ia menghantamkan energi itu—
ke retakan.
BOOOOOOOOOOM
Ledakan terjadi.
Bukan di dunia.
Tapi di antara dimensi.
Retakan bergetar.
Mata-mata itu berkedip.
Seolah… kesakitan.
Namun—
retakan tidak tertutup.
Malah—
semakin terbuka sedikit.
Dan dari dalam—
sebuah tangan muncul.
Hitam.
Raksasa.
Tidak manusiawi.
Kael membeku sesaat.
“…Belum cukup.”
Batas
Sistem berbunyi lagi.
[SISTEM ECLIPSE]
Sinkronisasi melebihi batas aman
Tubuh Kael mulai retak.
Darah mengalir dari lengannya.
Namun ia tetap berdiri.
Matanya tidak goyah.
“…Kalau belum cukup…”
Ia mengepalkan tangan.
“…aku paksa.”
Di bawah—
Raven menatap ke atas.
Matanya tajam.
“…Dia gila.”
Namun—
ia tersenyum.
“Bagus.”
Ia mengangkat pedangnya.
Energi besar berkumpul.
“Kalau begitu…”
“…aku bantu.”
Menuju Klimaks
Dua kekuatan—
satu dari manusia terkuat.
Satu dari kegelapan yang bangkit.
Mengarah ke satu titik.
Retakan itu.
Dan dari baliknya—
sesuatu mulai bangun sepenuhnya.