NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Surgawi

Warisan Mutiara Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Ruang Ajaib
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Setelah hidup selama 500 tahun penuh pengkhianatan, kesengsaraan, dan perjuangan, Tian Hao akhirnya kembali ke masa lalu.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, ia memperoleh Warisan Mutiara Surgawi yang mempercepat jalur kultivasinya.

"Kali ini... aku akan mencapai keabadian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Pelarian

​Ia tahu keberadaannya telah tercium. Ayahnya mulai curiga, dan dengan kekuatan barunya, ia tidak akan bisa lagi bersembunyi di balik kedok "sampah".

Jika ia tetap di sini, ia akan dijadikan tumbal oleh keluarganya sendiri untuk meredam kemarahan para tetua atau ditangkap oleh keluarga Lin sebagai sandera.

​Ia melipat peta itu dan menyimpannya. Bai Kecil masuk ke dalam jubahnya, melingkar waspada.

Tian Hao melompat keluar melalui jendela, bergerak seperti bayangan di antara kobaran api yang mulai melahap paviliun-paviliun mewah keluarga Tian.

​Saat Tian Hao hampir mencapai gerbang belakang yang tersembunyi, sebuah tekanan energi yang familiar menghentikan langkahnya. Di bawah cahaya bulan yang tertutup asap, berdiri seorang gadis dengan pedang terhunus.

​Tian Mei.

​Wajahnya kotor oleh jelaga, dan matanya merah karena air mata dan amarah. Ia telah melihat kehancuran di depan matanya, dan entah bagaimana, intuisinya membawanya ke sini, ke jalur pelarian kakaknya.

​"Kau benar-benar akan pergi begitu saja?" suara Tian Mei bergetar, namun pedangnya tetap stabil. "Keluarga ini sedang dibantai, Ayah sedang bertaruh nyawa, dan kau... kau adalah penyebab semua ini, bukan?"

​Tian Hao tidak berhenti. Langkahnya tetap konstan. "Berdiri di depanku hanya akan mempersingkat hidupmu, Tian Mei."

​"Aku tidak akan membiarkanmu pergi sebagai pengkhianat!"

Tian ​Mei melesat maju.

​Sring!

​Pedang Mei bersinar dengan cahaya perak kebiruan, Manifestasi Qi Tahap 1. Ia menyerang dengan teknik tercepat yang ia miliki, "Tarian Hujan Pedang." Puluhan bayangan pedang menusuk ke arah titik vital Tian Hao.

​Tian Hao tidak menghunus senjata. Ia hanya menggerakkan tangan kanannya, dan aura kuning kecokelatan yang berat menyelimuti telapak tangannya.

​Brak!

​Ia menangkap bilah pedang Tian Mei dengan tangan kosong. Energi bumi di tangannya meredam tajamnya logam. Dengan satu sentakan, ia menarik Mei mendekat dan menghantamkan telapak kirinya ke dada adiknya.

​Uhuk!

Tian ​Mei terpental ke belakang, menabrak tembok batu hingga retak. Ia terbatuk darah, namun kebencian di matanya mengalahkan rasa sakitnya.

Ia bangkit kembali, menggunakan seluruh sisa energinya untuk satu serangan bunuh diri. Ia membakar esensi darahnya untuk meningkatkan kekuatannya secara paksa.

​"Hentikan, Tian Mei. Kau hanya membuang nyawa," ucap Tian Hao tanpa emosi.

Tian ​Mei tidak mendengar. Ia melompat, pedangnya memancarkan cahaya yang menyilaukan.

​Tian Hao mendengus dingin. Ia melesat lebih cepat. Dalam sekejap, ia sudah berada di belakang Mei. Ia memberikan pukulan beruntun ke arah punggung dan saraf pusat adiknya.

​Duar! Duar! Duar!

Tian ​Mei jatuh terjerembap ke tanah. Pedangnya terlepas, berdenting jauh di atas lantai batu. Tubuhnya gemetar hebat, paru-parunya bocor, dan meridiannya kacau berantakan. Ia sekarat. Kematian hanya tinggal beberapa menit lagi jika tidak ada yang menolongnya.

​Tian Hao berdiri di atas tubuh adiknya yang bersimbah darah. Ia melihat wajah Tian Mei yang pucat, wajah yang dulu sering tersenyum padanya.

Ia perlahan mengangkat tangannya, membentuk bilah energi tajam menyerupai pedang untuk memutuskan tenggorokan Tian Mei dan mengakhiri penderitaannya.

​Namun, tangan itu berhenti di udara.

​Bai Kecil di bahunya mendesis gelisah. Tian Hao menatap mata Tian Mei yang mulai kehilangan cahaya.

Ada sebuah kekosongan yang aneh di hati Tian Hao, bukan rasa kasihan, bukan pula penyesalan. Hanya sebuah pertanyaan nihil: Apakah kematiannya akan menambah kekuatanku?

​Jawabannya adalah tidak. Kematian Tian Mei tidak memberikan keuntungan apa pun sekarang. Membiarkannya hidup dalam penderitaan dan menyaksikan kehancuran klan mereka adalah hukuman yang jauh lebih berat daripada kematian yang cepat.

​Tian Hao menurunkan tangannya.

​"Inilah jalan hidupku dan aku tidak akan ikut campur dengan jalan yang akan kau pilih di masa depan."

​Tian Hao berbalik dan melompat melewati tembok kediaman yang terbakar. Di belakangnya, teriakan perang keluarga Lin semakin keras, bercampur dengan raungan putus asa Tian Fei.

Ia tidak menoleh. Baginya, hubungan darah itu telah habis terbakar bersama bangunan-bangunan itu.

​Ia berlari melintasi hutan, melewati batas Kota Tiancheng yang kini diliputi api. Matanya tertuju ke arah Timur, menuju hamparan luas Zhongzhou.

Di sana, terdapat sekte kuat dan kultivator pengembara, harta karun yang tak terhitung jumlahnya, dan musuh-musuh yang jauh lebih kuat yang menantinya.

​"Dunia ini luas," batin Tian Hao saat ia mencapai puncak bukit terakhir dan melihat Kota Tiancheng yang membara di kejauhan. "Dan aku baru saja memulai langkah pertamaku."

​Di bawah cahaya bulan yang dingin, sosoknya menghilang ke dalam kegelapan jalan menuju Dataran Tengah. Ia bukan lagi seorang pemuda dari keluarga Tian. Ia adalah Tian Hao, sang pengelana yang akan menelan dunia untuk mencapai keabadian.

​Satu tahun yang lalu ia adalah debu. Hari ini, ia adalah badai yang mulai bergerak.

1
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
tes ..🤔
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
Leon: /Bye-Bye/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sat set sat set...
Leon: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikattttt...
Leon: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassddddd....
saniscara patriawuha.
kasihhh fahammm duluu lahhhh.....
saniscara patriawuha.
biasanya langsung masuk ke dentiannya untuk membantu kultivasinya...
Leon: Hehe, memang di dunia Tianxu sistem kultivasi nya begitu bang/Shy/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassssdd....
Leon: 🥲🙂🙂🙂🙂
total 1 replies
saniscara patriawuha.
lanjuttttkeunnnnn
saniscara patriawuha.
gasssss...
saniscara patriawuha.
tapi bisakah nanti mang MC kembali lagi ke masa depan untuk membalaskan dendamnya....
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
aldo
lanjut thor
Leon: siaapp. jangan lupa kasih bintang 5 ya🙏🙏🙏
total 1 replies
y@y@
👍🏿🌟👍🏼🌟👍🏿
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
Leon
ngopi lur/Coffee/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!