NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Zara Ayleen adalah perempuan religius dari keluarga sederhana yang percaya bahwa hidup selalu punya jalan lurus untuk tetap dijalani. Namun satu malam yang kelam menghancurkan keyakinannnya. Dalam keadaan yang tak pernah ia kehendaki, Zara menjadi korban dari kesalahan seorang lelaki yang bahkan tak kenal dengan baik—Arsyad Faizandra Wiratama pewaris perusahaan besar yang hidupnya penuh kendali, kekuasaan dan kesombongan. Kesalahan itu memaksa mereka terikat dalam pernikahan tanpa cinta. Bagi Arsyad pernikahannya dengan Zara merupakan bentuk tanggung jawab bukan perasaan. Bagi Zara, pernikahannya dengan Arsyad adalah ujian terberat dalam hidupnya. Dibawah satu atap, mereka hidup sebagai suami istri yang asing. Arsyad dingin dan berjarak, sementara Zara memendam luka dan berharap dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cincin Berlian Kembali Tersemat

Pov Arsyad.

Pandanganku tidak terlepas dari Ayleen yang sedang cekatan mempersiapkan segela keperluan kerjaku. Dia sudah berpakaian rapi untuk pergi bekerja, kemeja salur berwarna putih tulang. Rok halus berwarna kream dan hijab dengar warna yang sama dengan rok, sudah membingkai rapi wajah imutnya.

“Mas kemejanya sedikit kusut. Aku setrika dulu ya.” Ujarnya sambil cekatan memanaskan setrikaan.

“Gausah lama-lama leen. Udah siang juga.”

“Iya mas, sebentar aja kok.”

Aku berjalan mendekat ke arah Ayleen dan dengan sabar menunggu kemeja yang masih dia setrika. Jarak kami yang sangat dekat sampai aroma powder berpadu dengan lavender tercium sangat menenangkan.

Mengapa aku jadi merasa nyaman kala didekatnya?.

“Eh mas.” Ayleen sedikit terperanjat kala melihatku yang tiba-tiba ada dibelakangnya.

“Sudah?”

Ayleen mengangguk.

Dan membantu memakaikan kemeja dibadanku. Ayleen yang sedang menunduk dengan sabar mengancingkan satu persatu kemeja navy yang kupakai.

Jarak wajahnya yang sangat dekat. Benar Ayleen begitu teduh dan cantik dari jarak yang dekat, dengan polesan wajah yang sederhana, tidak terlalu mencolok namun dapat memancarkan kecantikannya. Kulit wajahnya sungguh halus.

Apakah jalan pernikahan ini sungguh beruntung bagiku?

Entah dorongan dari mana, wajah Ayleen bagaikan magnet yang terus menarik.

Cup.

Dahinya yang hangat dan lembut tersentuh oleh bibirku.

Ayleen mendongak dan membelalakan matanya, bibirnya sedikit terbuka. Tampak kaget dengan apa yang sudah aku lakukan.

“Mas..?” Desisnya pelan.

“Boleh kan?” Jawabku sedikit nakal, dengan senyum tersungging diwajahku.

Shit, kenapa wanita ini sangat terlihat menggemaskan sekali.

“Kenapa pipinya merah?” Ayleen yang mencoba menahan senyum, dan berusaha membunyikan pipinya yang kemerahan.

“Emh… eng engga kok mas, mungkin efek demam kemarin jadi kemerahannya masih membekas.”

Lihatlah!, pipinya sungguh merona kemerahan, Ayleen terlihat sangat gugup dan salah tingkah. Sampai tidak pokus saat mengancingkan kemejaku.

“Oh… bekas demam ya?”

Ayleen mengangguk samar, belum berani menatapku.

“Katanya gak cinta tapi kok bisa cium-cium tampa permisi.”

Hey. Dapat keberanian dari mana dia berbicara seperti itu?.

Guratan senyuman nakal menghiasi wajahku, tapi sayang Ayleen tidak melihat itu.

“Gak cinta aja berani cium-cium apalagi kalau cinta. Akan membuat kamu terbang leen.” Apa yang salah dengan Arsyad hari ini. Kenapa bercandaan seperti ini terasa hangat.

Tampa permisi tangan kiriku mencubit gemas pipi Ayleen.

“Ish… mas. Nanti bedaknya luntur.”

Aku makin tidak tahan untuk menahan tawa.

“Leen kamu gak fokus ya. Kancing kemajanya terlewat satu.”

Ayleen tertawa. Dan aku baru melihat tawanya yang lepas itu.

***

“Pagi pak bos.” Rama, salahsatu karyawan yang menempati bagian posisi penting di kantor Wiratama Group.

Pria yang sudah berkali-kali memaksa untuk dikenalakan dengan Ayleen.

“Pagi Ram.” Sebagai pimpinan dan atasan, aku harus berusaha bersikap propesional.

“Pak bos, gimana kabarnya sepupu mu yang sangat cantik itu?. Jujur saya sudah tegila gila dengannya. Setiap memejamkan mata, bayangan wajahnya saat tersenyum sungguh sangat mengganggu pikiranku. Bolehkah pak bos mengenalkannya untukku.”

Rama terus bercoleteh didepanku.

“Dari tampang, saya juga lumayan loh bos gak jelek dan juga gak setampan pak bos.”

Ucapan Rama membuatku sedikit was-was takut jika pria ini melakukan hal yang tidak terduga pada Ayleen. Apalagi jika pria ini sudah mengetahui kalau Ayleen bekerja sebagai pustakawan di salahsatu sekolah yang sering di sponsori oleh wiratama group.

Jangan sampai pria dengan tampang menyebalkan ini nekat mendekati Ayleen.

“Jangan coba dekati dia. Dia sudah bersuami.”

“Walah… paling pak bos bohong. Kemarin katanya dia masih kecil dan jangan didekati, kok sekarang sudah punya suami aja. Pak ayolah bayangan wajah sepupu bos yang cantik itu sungguh mengganggu pikiranku.”

“Stop!, saya bilang jangan dekati wanita itu!”

“Saya akan menjaganya dengan baik kok bos.”

Ckk menyebalkan sekali si Rama ini.

“Jangan ganggu dia. Ayleen istri saya, bukan sepupu.”

Sontak mata Rama melotot, menatap tajam kearahku.

“Ma mafkan saya pak bos. Saya tidak tahu. Saya permisi.”

Aku menghela nafas kasar, berita tentang aku sudah menikah akan segera tersebar dikantor Wiratama Group.

“Arsyad.”

Papa memasuki ruang kerjaku.

“Bagaimana hubunganmu dengan Ayleen.”

“Apa gak ada pembahasan lain pah, kenapa pagi ini dua orang pria yang sudah menanyakan Ayleen?”

“Loh kamu kenapa Ar?. Seperti orang yang sedang menahan emosi.”

“Berita pernikahanku akan segera tersebar pah dikantor. Salahsatu karyawanku ada yang menyukai Ayleen dan berusaha kuat buat mendekati Ayleen, pada akhirnya aku mengakui kalau Ayleen adalah istriku.”

Papa terkekeh. Apa nya yang lucu si?

“Ya bagus dong kalau berita pernikahan kamu dengan Ayleen tersebar, jadi nanti tidak akan ada lagi karyawan genit yang mencoba menggodamu Ar. Kaya siapa itu, menejer baru yang langsung kamu keluarkan karena tiba-tiba duduk dipangkuanmu.”

Ucap papa disela-sela kekehannya.

“Tarik nafs Ar, kamu sedang cemburu.”

“Cemburu apaan si pah, aku tidak mencintai Ayleen.”

“Apa benar kamu tidak mencintainya Ar?, jangan sampai denial dengan perasaan sendiri.”

Deg.

Kalimat terakhir papa sangat mengganggu pikiran aku.

“Yaudah papa pergi. Sepertinya papa akan segera mendapatkan cucu.” Ucapnya sambil berlalu dengan senyuman nakal diwajahnya yang tidak muda lagi.

***

Semburat jingga di sore hari. Monyoroti indah rumah putih yang berdiri kokoh.

Rumah tempatku bernaung bersama Ayleen.

Ets, kok wanita itu terus yang terlibat dalam pikiran aku. Stop Ar, kamu tidak mencintainya.

Mobil terparkir dengan sempurna. Aku melihat Ayleen yang sedang menyiram tanaman dihalaman yang luas. Aku turun dan mengucapkan terimakasih pada sopir papa.

“Mas…”

Ayleen menyimpan emrat kecil itu dirumput hijau.

“Kirain aku bakal lembur.” Ucapnya sambil mencium tangan kiriku. Karena tangan kananku masih dalam keadaan perawatan.

Aku menatap wajahnya, hijab yang dia pakai sembarang hampir terlepas karena tersapu oleh angin sepoi-sepoi. Wajahnya ceria seperti biasa.

Aku merogoh saku celana, memegang sesuatu yang selama ini selalu ku bawa.

Cincin berlian, mahar yang aku berikan untuk Ayleen.

Aku menarik tangan Ayleen yang sedikit dingin, kemudian memasangkan cincin berlian itu dijari manisnya.

“Mas, apa kamu sudah mencintaiku?” Ayleen berkata dengan sorot mata teduh, penuh penasaran.

Aku menarik nafas perlahan, kemudian menggeleng pelan.

“Hanya tanda kalau kamu sudah ada yang memiliki, jika tidak memakai itu kamu bisa bahaya leen.”

Ayleen menghambur kedalam pelukanku.

“Mas kenapa kamu selalu memberiku harapan untuk terus membuka hati untukmu, sedangkan kamu masih tidak mencintaiku.” Ada kesedihan didalam nanda bicaranya.

Maafkan saya Ayleen. Aku mengusap puncak kepalanya pelan.

*

*

Ah mas Ar, masa sih gak cinta tapi sering kecup-kecup Ayleen. Dan cemburu kalau Ayleen ada yang deketin.

Awas ah mas Ar denial dengan perasaan sendiri.

1
Ria Leilyhani
nah lo mas ar, ayleen cemburu, kasihan ayleen. lanjut thor
Ria Leilyhani: iya ga jelas banget jadi laki, buat mas Ar cemburu Ayleen biar tau rasa dia bininya ditaksir cowok lain😁
total 2 replies
Ria Leilyhani
lanjut thor, aku suka ceritanya
roses: makasih kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
buci tipis tipis dulu ya kak😁
Ria Leilyhani
nunggu mereka membucin
Buku Matcha
merinding ya thor
Buku Matcha
Mas Ar kok bisa hafal dengan hal beginian, bener bener suami idaman. walaupun agak bakal dikit.
Amiroh
lho ko g lanjut
roses: tuunggu up besok ya kak
total 1 replies
Aniza
lanjut thooor
Aniza: oke thooooor👍👍👍
total 2 replies
Suren
mantappp👍 Arsyad butuh org ada disampingnya tapi egonya tinggi
roses: berul ka, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Ineu
baru mulai baca
roses: makasih kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Lisa Kusmiran07
ceritanya menarik,tp agak bingung pas percakapan.atau dialog nyaga ada tanda nya.
Sri Jumiati
cantik .cocok thor
roses: Makasi yah kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
iya kak, selamat membaca dan siap-siap diobrak abrik perasaan
Sri Jumiati
bagus ceritanya
Buku Matcha
Typo nya banyak ni thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!