Syafira anindita putri seorang gadis cantik yang berusia 18 tahun. Hobi nya adalah membuat masalah. Ia tak pernah terhindar dari masalah. Sehingga suara hari masalah yang tak pernah diharapkan malah datang kepadanya. Syafira hamil. Pria yang menghamili Syafira tidak mau bertanggung jawab.Ia memilih menikahi gadis lain.Syafira benar benar terpuruk.Tapi ia tetap menjaga janin yang ada di dalam kandungannya dengan baik. Suatu hari seorang pria datang ke dalam kehidupannya. Pria itu adalah keenan aldebaran bright. keenan bukannya seorang ceo atau direktur.Ia hanya seorang pria konyol yang mencoba masuk ke dalam kehidupan Syafira.
lalu bagaimana kah kisah mereka berdua?
ikuti kisah nya hanya di Bukan Janda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Calliesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mama dan gosipnya
Setelah mengatakan kata kata sakral nya, Keenan memasangkan cincin di jari manis Syafira. Keenan menatap Syafira seraya tersenyum. Setelah itu ia mencium tangan Syafira di depan semua orang.
"Nyium nya jangan kelamaan kali, nanti aja kalau udah nikah" sorak Mela.
Keenan menatap tajam ibu nya, bisa bisa nya ia merusak momen romantis yang telah ia buat.
"Sudah ma biarkan saja, dulu mama juga seperti itu" ucap Mahendra yang langsug membuat Mela malu sendiri.
"Ayo lanjutkan, Nak Keenan" ucap Wina.
Keenan mengangguk, ia memberikan cincin yang satu nya pada Syafira. Syafira mengambil dan memasangkannya di jari Keenan.
Semua keluarga bertepuk tangan, akhirnya putra dan putri mereka telah menemukan jodoh yang sebenarnya. Tio dan Mahendra saling berpelukan. "Selamat pak Tio, sebentar lagi kita akan menjadi besan dan kakek sekaligus" ucap Mahendra.
"Selamat juga untukmu pak Mahendra"
Sedangkan Wina dan Mela mereka pindah tempat duduk. Mereka duduk berduaan dan membicarakan tentang gosip yang akhir akhir ini sangat sering dibicarakan.
"Iya jeng, kata nya suaminya itu selingkuh. Dan selingkuhannya itu membunuh istri nya sendiri" ucap Mela.
"Benar benar kejam ya. Kita harus menjaga suami kita jeng sekarang kan lagi musim pelakor" ucap Wina.
"Iya jeng, kalau perlu kunci aja di kamar selama lamanya"
Keenan berdeham, melihat ibu dan calon mertuanya bergosip di tengah tengah pertunangan mereka.
"Mama, jangan bawa virus gosip ke calon mertuaku ya, ntar tante mertua jadi suka gosip karena mama"
Mela mendelik pada Keenan. "Nak Keenan, yang namanya wanita itu sudah pasti suka bergosip."
"Tuh dengerin apa kata calon mertua" ucap Mela. Punya anak seperti Keenan harus ekstra sabar. Entah Mela mengidam apa saat ia mengandung Keenan.
"Hmm baik lah, Keenan ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan kalian" ucap Keenan.
"Katakan saja nak" ucap Tio.
"Untuk sementara waktu, Keenan dan Syafira hanya bertunangan dulu. Sedangkan pernikahan akan digelar kalau Syafira sudah melahirkan. Apa Om mertua setuju?"
"Lagi pula menikah dalan keadaan hamil juga tidak baik, itu bisa menimbulkan fitnah dan gunjingan dari para netizen" tambah Mahendra.
Tio menimbang nimbang sejenak, sebelum akhirnya ia menyetujuinya.
"Baiklah, saya setuju. Lagi pula ini demi kebaikan anak anak kita juga" ucap Tio.
Karena jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Keenan dan keluarga berpamitan untuk pulang.
"Pak Tio, kalau begitu saya dan keluarga saya pamit dulu. Lain kali Pak Tio yang harus datang ke rumah saya. Istri saya akan menyiapkan makanan yang sangat enak" ucap Mahendra.
"Iya, jeng wina juga harus datang. Saya sangat senang berbesanan dengan jeng Wina."
Wina tersenyum ramah, ia membisikkan sesuatu di telinga Mela. Entah apa yang dibisikinya sehingga membuat Mela tersenyum.
"Setuju jeng"
Mereka berdua ber tos Ria. "Apa yang kalian bicarakan?" tanya Mahendra.
"Iya, kenapa kalian tidak membaginya dengan kami"
Wina menjawab "Karena kalian adalah laki laki dan ini adalah rahasia perempuan."
Keenan dan Syafira bertatapan sejenak. "Mama kamu sangat kalem ya dibandingkan dengan mamaku" ucap Keenan.
"Kalem dari mana coba, mama kamu lebih anggun dari ibu aku"
"Ya sudah, kalau begitu kami pulang dulu." ucap Mahendra.
"Baiklah"
Tio, Wina dan Syafira mengantar Keenan dan keluarganya sampai depan rumah. Mahendra masuk ke dalam mobil bersama Keenan, sedangkan Mela ia mengajak Wina untuk ber selfie dulu. Wina dan Mela pun mengambil selfie berdua
"Pa, kelakuan mama benar benar bikin Keenan malu" ucap Keenan.
"Kamu pikir papa enggak? Justru papa yang paling malu" jawab Mahendra.
"Aku pulang dulu ya jeng" pamit Mela.
"Iya hati hati di jalan" balas Wina.
Mela pun masuk ke dalam mobil. Dan pulang bersama suami dan anaknya.
Setelah kepulangan Keenan, Syafira pergi ke kamarnya. Syafira duduk di atas kasur nya. Ia memegang dan mencium cincin tunangan nya. Hati Syafira sangat berbunga bunga.
"Semoga aku tidak pernah salah melabuhkan hati ini pada om Keenan" batin nya.
Di sisi lain, Handphone Keenan terus berbunyi. Ia mendapat spam chat dari teman temannya.
♡Grup Lavenzi♡
Reno: Keenan, lo tunangan gak ngundang ngundang kita
Eka: Dua in
Reza: Tiga in
Farhan: Teman macam apa lo nan, sampe tega gak ngabarin kita kalau lo tunangan
Keenan: Kalian tau dari mana kalau gue tunangan
Keenan merasa heran, padahal ia belum memberi tahu teman temannya perihal ia yang akan bertunangan
Reno: Dari nyokap Lo
Farhan: coba lo cek di instagram nyokap lo nan
Keenan langsung saja mengecek instagram ibu nya. Mata Keenan terbuka lebar saat ia melihat postingan ibunya.
[Pict]
Keenan melingkarkan cincin di jari Syafira
Selamat ya sayang,akhirnya putra mama sudah bertunangan.
"Astaga mama"
Eka&Reza: Sekarang lo jelasin ke kita nan.
Farhan: Hooh
Reno: 5..4...3..2..1... sekarang lo mulai jelasin
Keenan: Oke oke gue jelasin
Keenan menceritakan semua nya pada mereka, mulai dari awal sampai akhir. Jari nya sampai keriting karena menulis pesan terlalu banyak.
Reno: Yahh padahal gue pengen kenalan sama dia
Keenan: 🔪🔪
Farhan,Eka,Reza,Reno: Keenan Sadis
Keenan mematikan ponsel nya. Ia mengistirahatkan tubuhnya di kasur. Seharian ini ia sibuk membeli cincin, membeli jas dan mencukur rambutnya.
Keenan memandang langit langit kamar, ia membayangkan syafira.
Lagi lagi handphone nya berbunyi, kali ini bukan pesan. Melainkan panggilan dari Ana, mantan pacar Keenan.
"Keenan, katanya kamu gay kenapa kamu bisa bertunangan dengan gadis lain" oceh nya.
"Hmm"
"Kamu waktu itu bohong kan?" Ucap Ana.
"Hmm"
"Keenan jawab dong"
"Hmm"
"Aku udah ngeluangin waktu aku yang berharga cuma buat nelfon kamu. Masa kamu cuekin sih"
"Emangnya aku minta kamu nelfon aku? Enggak kan?"
Keenan langsung saja mematikan telfonnya. Ia benar benar kesal pada ana. Ana bagaikan hama dalam hidupnya.
Keesokan hari nya, saat Syafira bangun tidur. Syafira melihat lihat ke seluruh kamarnya
Ia menemukan beberapa foto masa masa sekolahnya di bawah tempat tidur.
"Ini Rena, terus ini siapa ya?"
"Oh atau jangan jangan ini kakaknya Rena ya?
Tiba tiba handphone nya berbunyi, Syafira segera mengambilnya dan mengangkatnya.
"Halo kenapa om?"
"Hari ini kamu mau gak ikut aku?"
"Kemana?"
"Ada pokoknya"
"Aku udah tiga hari gak pergi ke cafe emm jadi sekarang...."
"Jadi sekarang kamu bisa ikut" ucap Keenan tak terbantahkan.
"Iya iya deh aku ikut"
Keenan tersenyum kecil saat Syafira mengatakan itu. Keenan mematikan telfonnya dan mulai membersihkan diri.
Ia mulai dari mandi, mencuci rambut dan gosok gigi.
"Hari ini aku akan memperkenalkan Syafira ke lavenzi. Kalau aku adalah king Lavenzi maka Syafira adalah Queen Lavenzi.
Keenan ingin menjadikan Syafira sebagai Ratu di markas Lavenzi. Keenan tahu kalau Syafira tidak punya teman selain dirinya, jadi dia berniat untuk mengajak Syafira perg ke markasnya dan bertemu dengan teman temannya.
Setelah sarapan dan bersiap siap Keenan pamit pada orang tuanya. "Ma, Pa Keenan pergi dulu."
"Hati hati di jalan" ucap Mela.
Keenan mengangguk kemudian pergi. Sementara Syafira ia juga sudah sarapan dan minum susu. Kini ia tinggal menunggu Keenan. Sambil menunggu Syafira mengelus perut nya yang sebentar lagi akan semalin membesar.
"Kita tunggu calon ayah mu ya nak" gumam Syafira.
Beberapa saat kemudian, Keenan telah sampai di rumah Syafira. Ia membunyikan klakson sehingga membuat Syafira keluar rumah.
"Om"
Keenan menoleh, ia memperhatikan penampilan gadisnya yang terkesan lembut dan cantik.
"Ayo naik, bisa gak?"
"Bisa kok."
Syafira naik ke atas motor Keenan dengan perlahan lahan. Setelah berhasil ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Keenan.
"Ayo om lets go" ucap Syafira.
Keenan tertawa kecil, rasa nya ia ingin mencubit pipi gembul milik Syafira itu.
Keenan menstarter motornya dan mulai meninggalkan rumah Syafira. Syafira menghirup aroma jaket Keenan yang sangat wangi dan nyaman.
"Om, pake parfum apa sih kok wangi banget" ucap Syafira.
"Pake parfum cinta kita" jawab Keenan.
"Serius om?"
"Iya sayang. Coba aja nanti di rumah kamj bilang Keenan ganteng, Keenan i love you and Keenan i miss you. Niscaya nanti wangimu akan seperti aku"
Keenan menambahkan, "kamu percaya?"
Syafira menggeleng dan mengatakan "tidak, aku tidak percaya pada setan. Aku hanya percaya pada allah"
"Maksud kamu aku setan, janda?"
"Ya begitu lah"
Perjalanan menuju markas diselangi oleh canda tawa mereka.
"Aku ingin tetap bersamamu dari sekarang, lusa, bulan depan, tahun depan dan selama lamanya." -Keenan
"Mencintaimu adalah sebuah anugrah untukku dan juga untuk anakku" -Syafira
Keenan Aldebaran Bright♡Syafira anindita putri
Sukses thor dan terus semangat dengan karya - karyanya dan selalu sehat, aamiin.
salut juga buat mama nya keenan