NovelToon NovelToon
Hi, Ex - Boyfriend !

Hi, Ex - Boyfriend !

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:588.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: SheisUgly

Hai All, ini adalah karya keduaku.
Sesuai sama judul di atas kali ini aku akan membuat karya tentang dunia permantanan.

Willo, gadis pendiam dan terkesan cuek dan aromantis terkejut saat dia tau ternyata bos di tempatnya bekerja adalah Mantan "Pacarnya" yang super ngeselin.

Willo ingin menghindar dan resign dari tempatnya bekerja namun dirinya tak bisa lepas dari jeratan mantan.

So this is it , Willo story : Hi, Ex - Boyfriend ! 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BEAR !

Hanya sebatas mantan ! Enggak mungkin jadian lagi.

🐹Willo🐹

🦌🦌🦌🦌🦌🦌🦌

Bang Kai itu emang ganteng sih, imut, tapi dia itu menyebalkan. Dia adalah bos yang buruk. Sudah dua minggu ini kami semua bekerja mati-matian mengerjakan proyek pemerintah. Kai juga 5 hari berada di Beijing untuk memperbarui software dan hardware milik Flowchart.

Di hari minggu ini , aku me refresh otak dengan jogging di senayan. Disaat aku sedang gencar untuk mencari pekerjaan baru, aplikasi yang aku upgrade malah menduduki rank ke dua setelah aplikasi milik Bang Gio yang bertema game petualangan. Ini membanggakan sih, aplikasi perjodohan yang aku buat menduduki rank ke dua.

Aku duduk di taman setelah memutari jogging track. Nafasku masih terengah dan keringat bercucuran di sekitar wajah ku.

Aku mengecek ponsel untuk melihat notifikasi. Biasanya kalau weekend begini Mama video call. Chat dari mama emang enggak ada, tapi ada chat dari orang ini.

Kenapa sih Kai selalu merenggut hari-hari libur bahagiaku??? Nyuruh aku belanja bahan makanan yang enggak aku mengerti. Pengetahuanku di dapur seputar Bawang merah sama bawang putih. Cabai rawit dan bawang bombay. Aku belum paham benar perbedaan ketumbar sama merica, apalagi jahe ama kunyit.

Kalau di dapur aja aku sering nabrak dispenser dan kesandung kulkas. Sekarang Kai malah nyuruh aku belanja. Dari namanya ini kayak bahan-bahan impor.

Kalau Kai enggak sakit, aku enggak mau di suruh-suruh. Terbukti aku masih punya hati dan rasa kasihan. Manja banget si Kai, dia itu punya karyawan FLOWCHART sekitar 150 orang di Jakarta. Masa yang di suruh-suruh cuma aku aja.

.

.

.

.

Di siang hari yang panas ini aku berbelanja di Supermarket . Kalau bahan-bahan aneh begini, mana ada di pasar tradisional. Apalagi tadi dia chat lagi nambah beli sayuran juga.

Aku coba menelpon Mama untuk menanyakan bentuk dari bahan makanan impor itu dan jawaban Mama adalah : "Apaan itu Nak, mama enggak ngerti. Mama taunya cuma rempah-rempah lokal paling sama andaliman aja. Kamu tanya Mbah Google aja ya???"

Percuma nanya ke Mama. Mama adalah ibu rumah tangga tulen yang biasa memasak makanan rumahan.

Akhirnya solusi terakhir yang aku tempuh untuk kebingungan ku adalah nyerahin daftar ke Mas pramuniaga biar di sediain.

Belanja udah selesai dan bertepatan itu pula Kai menelpon.

"Lama banget sih cuma belanja itu doang...??" Suara Kai menggelegar dari seberang membuat kupingku seperti di tusuk.

"Iya ini baru kelar. Katanya lo sakit?? Kenapa suara lo kenceng banget??" Aku mendesis kesal.

"Yaudah buruan anterin ke apartemen" Kai langsung memutus sambungan telpon padahal tadi aku mau minta abang Go-Jek untuk mengantarkan belanjaan Kai. Jadinya aku sendiri yang kesana. Sekalian ngecek dia beneran sakit atau cuma pura-pura.

Awas aja kalau bo'ong !!!!

📢📢📢

Aku memencet bel pintu apartemen Kai dan tak lama Kai membukanya.

"Ini Bang belanjaan lo, gue pulang ya???" Aku emang enggak mau berlama-lama berada satu ruangan hanya berdua dengan Kai. Potensi untuk oleng terbuka lebar jika kami sering di situasi begini.

Kai yang wajahnya agak pucat dengan rambut enggak sisiran langsung menggeretku masuk.

"Gue kan mau pulang Bang. Gue ngantuk capek. Malem minggu kemarin gue lembur." Aku mengeluh.

Kami berdua duduk di meja makan dekat Kitchen Island apartemen Kai.

"Gue cuma mau meriksa belanjaan yang lo beli. Kali aja ada yang salah" Dia melirikku kemudian membongkar beberapa kantong kresek di atas meja.

Kai memeriksa belanjaan dan kemudian tersenyum.

"Bagus, bener semua. Gue kan enggak yakin lo bisa beli bahan masakan" Seringainya seraya meremehkanku seperti biasanya.

"Ini struk belanjaan sama kembaliannya" Aku merogoh tas untuk mengambil kembalian uang belanja yang masih sekitar 400ribuan.

"Lo tadi enggak jajan??"

"Enggak, gue tadi buru-buru" Aku menata uang yang akan aku serahkan pada Kai.

"Buat lo jajan aja kembaliannya. Atau kalau lo enggak mau kasih ke anak-anak sekitar kosan buat mereka jajan" Kai berdiri kemudian meraih belanjaannya untuk di tata di kulkas.

Kai membuatku tersenyum. Dia selalu membuatku tertegun dengan tindakan spontan. Tapi aku belum bisa menilai, Kai ini orang Baik atau menyebalkan yang selama ini aku kenal.

Akupun mengambil satu kantong kresek berisi saus dan mayonaise untuk ku tata di kulkas membantu Kai.

"Lo sakit apa bang???" Tanyaku dengan menaruh saus di rak kulkas.

"Gue cuma kecapekan" Kami berdua berdiri di depan kulkas berpintu dua yang besarnya seperti lemari pakaianku.

"Ya lo istirahat lah. Jangan terlalu di forsir" Kami berdua sudah selesai menaruh belanjaan di kulkas.

Kai mengambilkanku sekotak SUSU UHT bergambar Boboiboy rasa strawberry.

"Tumben ada susu UHT??" Aku meraih susu itu dari tangan Kai. Kebetulan aku haus dan pengen minum yang segar-segar.

"Gue inget lo suka beli ini dari dulu waktu di kampus.Untung Pabriknya masih produksi." Kai berdiri bersandar di kitchen island. Dia masih ingat dulu aku sangat menyukai susu UHT.

"Bang katanya tadi lo laper??" Aku kasihan melihat Kai yang emang beneran sakit. Matanya sedikit merah berair dengan wajah pucat dan tubuh sedikit lemah.

"Iya sekarang enggak." Wajahnya menatap jendela samping kitchen.

"Bang, gue boleh megang wajah lo enggak??" Tanyaku lirih tapi penuh keberanian. Aku mendadak khawatir melihat wajah Kai yang bertambah pucat.

"Lo mau modus??" Trus aku harus gimana kalau tanggepan Kai begitu. Aku enggak modus, aku cuma ngecek suhu badannya. Sakitnya wajar atau harus segera panggil dokter.

"Gue enggak modus, gue cuma ngecek suhu badan aja. Sakit lo masih wajar apa harus gue panggilin ambulan." Dengusku kesal. Aku beranjak dari dapur dan berjalan ke samping tangga ulir menuju lantai dua.

"Kalau cuma ngecek suhu badan, termometer juga bisa. Malah lebih akurat." Kai juga mengikuti langkahku di samping tangga.

"Makanya lo nyari ART dong. Biar ada yang ngurus rumah. Gue sering liat CEO kaya di novel-novel yang gue baca mereka punya asisten pribadi dan asisten rumah tangga"

Dia terkekeh seraya mengacak pucuk kepalaku. Haduh, please Bang Kai ini titik kelemahan Willo !

"Gue lebih suka di rumah sendirian. Lebih bebas." Meskipun dengan bibir pucat dia tersenyum cenderung mengarah nakal padaku.

Aku bukannya senang malah siaga satu. Di apartemen Bang Kai hanya ada kita berdua.

"Oya ? Di rumah gue juga enggak ada ART. Ada paling yang ngurusin cucian sama kebun. Mereka kerja dari pagi sampai siang. Kalau urusan masak, Mama suka masak sendiri" Aku mengalihkan pembicaraan ke arah yang agak sopan.

"Setelah gue pulang dari Amerika, banyak temen gue yang main kesini" Kai bersandar di besi pembatas tangga kemudian bersedekap.

"Temen lo?? Cewek apa cowok??"

Aku pengen nepok jidat ! Kenapa aku nanya begini?? Ketauan banget kalau aku kepo.

"Bervariasi, kebanyakan cewek Sih. Setelah gue jomblo kan banyak cewek yang naksir gue terus nyamperin kemari."

"Gue kesini lo suruh ya, bukan dateng sendiri" Aku mendengus.

"Lo dulu kesini karena keinginan lo sendiri" Kai melirikku dengan sangat manis. Aku jadi bergejolak.

Melihat tatapan matanya yang sayu itu aku menaiki anak tangga menuju lantai atas selangkah.

"Gue dulu mengkhawatirkan lo" Aku kemudian naik selangkah Lagi. Aku sebenarnya gugup.

Kai mengikutiku menaiki tangga. Dia menatapku dengan senyum adorable nya.

"Seperti sekarang, lo juga mengkawatirkan gue kan??" Aku naik tangga seraya menatap dia yang ada di bawahku.

"Gue tadi sebenarnya pengen order Go-Send buat nganterin belanjaan lo. Tapi takutnya kelamaan dan lo keburu laper"

Dia tertawa kecil dan aku sampai di atas lebih dulu kemudian Kai. Ada pintu besar terbuka lebar di lantai 2 apartemen Kai.

Mantan pacarku ini mengikuti ku.

"Tapi rasa khawatir lo lebih besar kan dari gengsi lo?? Apa lo masih.....

"Gue kesini karena lo nyuruh nganterin belanjaan !" Aku langsung memotong omongan Kai. Aku memang khawatir dan menduga dia membohongiku, ternyata dia memang benar-benar sakit.

Aku setengah sadar telah berjalan dan memasuki ruangan di balik pintu besar tadi, dan ini adalah Kamar Kai.

Aku ingin keluar tapi Kai keburu masuk dan menutup pintu dengan bunyi klik !

Kai mengunci pintu kamar dan tak ada akses jalan keluar untukku.

"Bang, gue pulang ya?? Gue capek pengen tidur." Jantungku berirama cepat. Aku menyesal kenapa menaiki tangga ulir dan masuk ke kamar Kai.

Sepertinya Kai senang melihatku ketakutan.

"Gue punya film bagus, ayo kita nonton" Dia duduk di sofa panjang di depan ranjangnya. Tangannya meraih remot tv untuk menyalakannya.

Wah, dia nonton Netflix !!

"Gue gak mau nonton The Fifty Shade of Grey Bang.." Aku masih berdiri.

"Ayo duduk sini, lo mau nonton apa??" Dia menepuk tempat di sebelahnya agar aku duduk di sana.

Aku duduk di sebelah Kai dengan perasaan yang tak beraturan. Dia cuma ngajak nonton film kan??

Kai menyerahkan remote control padaku.

Aku dengan ragu menerimanya.

"Gue boleh kan nonton Drakor yang temanya Pelakor?" Aku menatap mata merahnya.

Dia tersenyum mengangguk.

Aku segera memencet channel dimana biasanya drama dengan rating tertinggi itu tayang. Aku sebenarnya enggak terlalu suka tema pelakor gini. Aku lebih suka Drakor dengan Kisah Kolosal seperti Dae Jang Geum atau 100 Days My Prince misalnya.

"Lo suka drakor??" Tanya Kai.

Aku cuma berdehem. Aku rasa Kai dan aku beda frekuensi. Mungkin dia suka film action romance.

"Kalau lo enggak suka bisa di ganti." Aku menoleh ke arah Kai yang duduk bersandar.

"Lo tonton aja. Enggak apa-apa" Kai meraih IPAD nya dan mengotak atik IPAD itu. Mungkin dia melihat pasar saham.

Aku beralih ke layar TV lagi.

"Aplikasi lo menurut gue biasa-biasa saja. Tapi peminatnya banyak." Dia masih fokus dengan IPAD nya.

"Gue juga enggak ngerti kenapa bisa begitu" Aku memencet remote lagi dan menonton Pikachu.

🔕🔕🔕🔕

Entah karena aku capek banget atau bosan nonton film kartun Pokemon, yang aku inget aku ketiduran di sofa. Dan sekarang saat mataku belum terbuka sempurna, hidungku sudah mencium bau parfum memyengat yang sangat Tajam. Aku pernah mencium wangi parfum ini?? Tapi dimana ya??

Aku membuka mata, kulihat samar-samar, wajah Kai begitu dekat denganku. Mata yang dari tadi hanya terbuka setengah, sekarang melotot karena Kai tidur di di sebelahku.

Aku ingin bangun tapi lengan Kai memeluk erat badanku. Entah kenapa rasanya nyaman banget berada di posisi ini.

Tangan Kai mengendur karena gerakan tubuhku.

Dia pelan-pelan membuka mata.

"Akhirnya lo bangun juga...." Desisnya lirih dengan mata menyipit.

"Gue kenapa bisa begini Bang??"

"Gue enggak ngapa-ngapain lo. Jangan heboh Dong. Teriakan lo kayak habis di lecehin aja"

Aku mengerucutkan bibir.

"Cepet bangun, lengan gue kesemutan nih nahan kepala lo dari tadi." Kai menatap horor aku sekarang. Aku terbuai dengan pelukan ini namun realitanya kami tidak punya hubungan selain Bos dan Pegawai.

Aku bangun disusul kemudian Kai juga ikutan duduk bersandar di sandaran ranjang.

Kulihat jam di dinding kamar Kai sudah menunjukkan pukul 15.00.

"Bang gue pulang ya..."

"Boleh, tapi kita makan dulu."

.

.

.

.

Kai yang masih berwajah pucat memasak makanannya sendiri sedangkan aku hanya duduk bertopang dagu di meja makan.

Pemandangan melebihi indahnya jingga di waktu sejak terpampang nyata di depan mata. Kai memakai celemek dan dengan cekatan memasak. Mengaduk-aduk masakan di teflon dan mencicip masakannya sendiri.

Tak lama makanan yang di masaknya pun terhidang di piring.

"Lo harus makan" Dia yang sakit malah dia nyuruh aku makan.

"Bang, proyek lo di pemerintah sudah rampung kan??" Tanyaku seraya menyendok sayur.

"Tinggal upgrade aja"

"Di apartemen lo siapa yang bersih-bersih lantai??" Aku penasaran karena lantai di apartemen Kai sangat bersih. Dia hanya tersenyum kecil.

"Bear, bersihkan lantai...." Kai berseru seperti memanggil seseorang. Dan sebuah alat berbentuk bundar dan datar meluncur di lantai dari bawah kotak penyimpanan. Alat itu menyala berputar dan berjalan mondar-mandir di lantai.

"Stop" Alat itupun Berhenti. Aku memandang takjub ke alat yang di panggil Bear tadi.

"Alat apa ni bang???" Tanyaku antusias.

"Ini alat bersih-bersih pengganti vakum cleaner. Alat ini bergerak dengan menyensor lantai yang kotor. Bentuknya datar agar dia bisa menyelip di kolong meja. Dan bundar agar dia berputar. Aku sendiri yang membuatnya. Namun aku belum melepasnya di pasaran" Kai menjelaskan secara detail.

"Coba lo perintah seperti gue tadi"

"Bear, bersihkan rumah"

Tapi Bear tak bergerak. Aku melempar tanda tanya yang tersirat dari tatapanku untuk Kai.

"Dia hanya menuruti perintah suaraku saja"

Aku mengangguk mengerti.

Lalu aku sadar satu hal. Kenapa Kai memanggil alat ini dengan BEAR !????

Bear adalah panggilan Kai untukku saat kami berpacaran dulu. Kai memanggilku begitu karena dia bilang aku mirip beruang saat marah.

Kami bertatapan lama. Kai mungkin mengira aku menyadari itu.

🐹🐹🐹🐹🐹

Thanks readers n authors yang sudah membaca dan mendukung. Tetep semangat ya?????

1
Almun
mungkin maksut kakak nya ini "terhenyak".

tadi diawal juga ada. situasinya lagi tegang/kaget tp tiba tiba ada kata tergelak.

sejauh ini sukaa😍 semangat kakk
RithaMartinE
😭😭😭 semangat willo
T.N
ku suka novel mu kak
T.N
nah kan ketauan jg
T.N
kasih pelukan tuk Willo
T.N
hahahsh🤣🤣🤣
T.N
omelannya bikin kangen Willo
T.N
😄😄😄
T.N
kadang kebawa alur cerita sampe nggak komen tapi like mah harus
Lin Zhi Yu
Baca berkali2 tetep gak bosan, ceritanya asik
Violeta
dasar pasangan somplak..🤣🤣🤣🤣
Violeta
astaga 🤣🤣🤣🤣
Violeta
🤣🤣🤣🤣
Violeta
waahh baru tau nih...ada kepanjangan lain dari GPS 🤭🤣🤣
Praba Tini LA
saya suka saya suka...
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
ukh ... keren nya bang Kai 😍
May Keisya
iya bener😂
May Keisya
Thor kalo endingnya willo ga bahagia ini keterlaluan😭
May Keisya
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!