NovelToon NovelToon
TERSESAT DI DESA MISTERIUS

TERSESAT DI DESA MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TKP / Hari Kiamat
Popularitas:74.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Semua bermula saat regu berjumlah enam anggota mahasiswa hendak bertolak ke sebuah perkampungan pelosok demi tugas KKN, mereka menolak ikut rombongan bus kampus, memilih menaiki mobil pribadi.

Sampai pertengahan jalan, sang sopir berbelok arah, mencari jalur alternatif agar cepat sampai tujuan, tapi malah memasuki wilayah tidak terdaftar pada peta digital maupun konvensional.

Keanehan, kejanggalan mulai terjadi kala sang waktu merambat memasuki malam hari. Langit berangsur-angsur berubah warna layaknya api menyala.

Ada apa sebenarnya? lantas bagaimana dengan nasib para mahasiswa, termasuk Candra Kanti, gadis pendiam yang dapat merasakan aura mistis disekitarnya ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebakaran : 15

“Mayang!”

Heuuu … heuu ….

Badan Kanti terlonjak, terduduk tegak. Wajahnya berkeringat terlihat berkilat dibawah cahaya lampu minyak. Deru napas berkejaran dengan ritme jantung menggila.

“Kanti, elu mimpi?!” Aya terjaga dikarenakan suara teriakan lantang.

“Berarti cuma mimpi?” gumamnya berusaha percaya. ‘Tapi kenapa terasa begitu nyata?’

Aji juga terbangun, disusul Sambara, sementara Abeer seperti orang pingsan kalau sudah terlelap, sulit dibangunkan.

“Aku mimpi Mayang ….” netra Kanti membesar, dia bergerak menyamping agar bisa melihat ke tempat tidur, kala masih belum puas, dirinya berlutut. “Mayang mana?!”

Hah?!

Rasa terkejut menghantam keempat orang yang kebingungan, bergerak serampangan, memeriksa dipan.

“Mayang?!” jerit Aya seraya menjambak rambut kusutnya.

Tempat tidur yang sebelumnya terbaring gadis lemah dalam keadaan sakit, kini kosong.

“Dia ganti pakaian?” Kanti mengambil baju dan celananya, masih tercium aroma tubuh Mayang.

“Coba cari di sekitar!” titah Sambara, dia menendang paha Abeer. “Bangun lu!”

“Kanti.” Ahwaya memeluk lengan gadis yang sebelumnya tidak akrab. “Jangan jauh-jauhan ya, kita? Aku takut.”

Candra Kanti mengangguk, lalu meletakkan baju pada ranjang, dia melepaskan pegangan Aya, mulai berjongkok memeriksa kolong – Mayang tidak ada di sana.

Abeer masih setengah terjaga, begitu mendengar sang kekasih menghilang, kantuknya langsung lenyap tergantikan raut cemas.

“Padamkan api!”

Teriakan diluar sangat berisik, mengundang rasa penasaran para mahasiswa masih bertahan di dalam kamar.

Aji membuka pintu, berseru kencang. “Ada kebakaran!”

“Dimana?” gegas Sambara keluar mengikuti Aji.

Kanti dan Aya juga menyusul, mereka ngeri melihat si jago merah membumbung tinggi membakar bangunan kamar mandi, kandang Rusa, dan merambat melahap beberapa pohon samping rumah utama.

“Apinya besar sekali?” bisik Aya.

“Ayo kita bantu warga!” Aji berlari, bergabung dengan para penduduk sedang mengangkat ember berisi air, menyiram ke api berkobar.

“Mayang?” Kanti teringat mimpi tadi. “Kita harus cari Mayang, dia ….”

“Tidak, tadi itu bukan mimpi, tapi … tapi ….”

“Tapi apa, Kanti?!” ternyata Ahwaya mendengar gumaman Kanti yang berdiri tepat disampingnya.

Abeer menabrak lengan Aya sampai empunya nyaris terjatuh kalau tidak di tahan Kanti.

Pemuda sedikit gemuk itu juga berlari kecil, ikut membantu memadamkan api.

Banyaknya orang berjumlah belasan sampai bahkan puluhan, ada satu sosok membuat tubuh Candra Kanti menegang, bulu kuduk meremang.

Sosok itu mengenakan topi caping, sulit dilihat wajahnya terlebih bukan cahaya pagi hari. Akan tetapi, kala tatapan mereka bertemu dari jarak lima meter lebih, Candra Kanti tersentak hingga mundur dua langkah.

Sepasang mata biru jernih menatap lekat, menusuk, seringai tipis menjadi ancaman nyata. Dia berjalan lawan arah, mendekati Kanti yang masih terpaku.

“Candra Kanti! Kanti!” Ahwaya mengguncang bahu sang gadis sampai terkejut.

“Apa?” Ditatapnya wajah bersimbah air mata, lalu dia mendongak, dan sosok bermata biru sudah tidak ada.

“Kamu kenapa? Jangan buat aku takut, bisa?!” Aya mengiba, hilang sudah ekspresi congkak yang dulu kerap diperlihatkannya.

“Maaf, Aya. Aku gak bermaksud menakutimu. Kamu tunggu disini saja, aku mau mencari tahu apa penyebab kebakaran ini!” Kanti tidak bisa bergerak, tangannya digenggam erat sampai buku jari Ahwaya memutih.

“Aku ikut!”

“Ayo!” Candra Kanti menarik lengan temannya, berjalan ke halaman luas, menghindari warga yang rata-rata laki-laki tengah berusaha keras memadamkan api dengan cara manual.

Mereka mengambil air dari dalam parit cukup dalam pada bagian selokan tepi jalan desa.

Kanti mencari seseorang yang bisa ditanyai. Para penduduk fokus memadamkan api tanpa berteriak-teriak maupun saling menceritakan awal mula kejadian.

“Bu Sasmi, Lilis!” betapa leganya Kanti, akhirnya menemukan pemilik rumah yang berdiri di bagian samping tidak jauh dari tempat kebakaran.

“Kalian tidak baik-baik saja, kan? Maaf, saya sampai lupa kalau ada tamu yang menginap. Kejadian ini sangat tiba-tiba.” Bu Sasmi memeluk sebentar Kanti dan juga Ahwaya.

Sedangkan Lilis bergeming. Fokusnya pada kebakaran di depan mata, sama sekali tidak merasa terganggu oleh keadaan sekitar, hawa sedikit panas.

“Sebenarnya ada apa, Bu? Kenapa bisa kebakaran?” tanya gadis berwajah panik. Fokus Kanti terbagi, antara penyebab api dan keberadaan Mayang saat ini.

“Kawanan makhluk jadi-jadian menyusup kemari. Entah apa tujuan mereka sampai membakar hunian desa. Padahal warga tidak ada yang cari perkara,” bu Sasmi berpikir keras, tetap tidak menemukan jawaban atas rasa penasarannya.

“Kapan kawanan itu datang, Bu? nada Kanti terdengar tidak sabaran.

“Entahlah. Kami terbangun saat mendengar suara seperti ranting patah, berisik sekali. Ternyata api sudah membesar,” jelas bu Sasmi.

Diam-diam Kanti memperhatikan penampilan ibu dan anak yang tidak mengenakan sandal, seperti panik bergegas keluar rumah.

“Bu, Mayang hilang lagi,” sela Ahwaya mulai menangis lagi teringat sang sahabat.

“Apa?! Kamu gak lagi berbohong ‘kan?” Bu Sasmi menggoyang lengan Aya.

“Benar, Bu. Kami bermaksud mencarinya, tapi malah ada kebakaran,” Kanti yang menjawab.

Kanti memutuskan untuk tidak menceritakan mimpinya, dia diam sambil mengamati.

“Gawat! Kang! Tejo!” Bu Sasmi melangkah cepat, memanggil suami dan menantunya.

Lilis masih berdiri, tidak peduli suara berisik, lebih asik dengan dunianya sendiri.

Sebelum menyusul bu Sasmi, Kanti melirik wanita minim ekspresi. ‘Apa dia keterbelakangan mental? Aneh rasanya melihat orang setenang ini disaat ada musibah besar.’

Jeritan bu Sasmi, sejenak menghentikan aktivitas memadamkan api.

“Salah satu tamu kami diculik mereka! Kita harus segera menemukannya!”

Seruan itu ditanggapi oleh ekspresi janggal, lalu aksi terlalu cepat.

Semua tertangkap oleh mata Kanti – tiga orang pria masih terbilang muda berlari ke bagian bangunan yang sepertinya gudang. Tak lama kemudian mereka keluar dengan menyeret rantai panjang bagian ujung terdapat gancu persis mata kail.

Aksi warga desa Latu abang, menciptakan kekaguman sekaligus ngeri bagi pemuda dan gadis kota.

Mereka mengayunkan rantai sampai tersangkut pada dahan besar pohon terbakar. Lalu menarik sekuat tenaga berusaha menghentikan api agar tidak merambat lebih besar lagi.

Brak!

Sebuah pohon nangka ambruk ke lahan kering tidak terdapat rumput maupun tanaman.

‘Cuma empat orang, dan mereka berhasil menumbangkan kayu hanya dengan sebuah rantai?’ Kanti tidak percaya apa yang disaksikannya.

Tenaga warga desa seperti bukan manusia, kuat sekali. Mereka juga tidak terlihat kehabisan energi, masih tetap prima.

Selanjutnya pohon lainnya juga ambruk, sampai tidak ada lagi yang terbakar.

“Ayo lakukan pencarian tamu desa ini!” Widi berseru. Tugas memadamkan api sudah usai, sekarang beralih menemukan Mayang.

“Kami boleh ikut tidak, Pak?”

.

.

Bersambung.

1
Betri Betmawati
siapa yg dincar sama siluman anjing itu
lanjut Thor
Teh Qurrotha
sereeeemmmmmm ihhh
Secret Admire
Aksata.. siapakah dirimu Aksata?🤭
Monica Lora
demi apa kanti menikmati sentuhan si kekasihku 🤭
Engkar Sukarsih
iih... takut...
Secret Admire
😭 semoga segera ada pertolongan buat Kanti dan teman temannya 😭
Secret Admire
🥹 semoga Kanti dan teman temannya selamat 😭 meskipun sedikit harapan 😭
Aprisya
huuuufffff ati2 kanti🥰🥰
𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀🍉
mana ? ga ada yang jaga yak?
𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀🍉
waduh 😳
Iis Dawina
ya Allah aku kebangun JM 3..ada notif langsung bc..tp bc nya sumpah deh ikut tegang tahan napas
Siti Umaroh
thor bikin mreka ber 5 kompak dan jangan ada korban lgi thorrrrr semangat upnya
Siti Umaroh
thor jangan BKIN Sambara SMA Aya mati thorrr
Siti Umaroh
semoga GK ada yg meninggal lgi thorrr semangatt
Siti Umaroh
Thor BKIN Sambara SMA Aya tetep hidup thorrrrr plisss suka bgt sma perannyah
Siti Umaroh
Thor plis slametin Aya SMA Sambara suka bgt sma peran mereka
Siti Umaroh
up thorrr semangat jangan buat Sambara SMA Aya mati thorrr
Marlina Prasasty
jgn aya dan aji,,, kalau ebeer biarkan saja
Ayani Lombokutara: 🤣🤣🤣 sitambun beleguk
total 1 replies
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
betul target selnjutnya siapa ya
ngeri kali
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝑲𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒎𝒂𝒏"𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒋𝒅 𝒌𝒐𝒓𝒃𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒊𝒌𝒖𝒕𝒏𝒚𝒂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!