NovelToon NovelToon
AEXDREAM HIGH SCHOOL

AEXDREAM HIGH SCHOOL

Status: tamat
Genre:Ketos / Bad Boy / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:625
Nilai: 5
Nama Author: Viana18

SMA Aexdream adalah sekolah elit yang hanya diisi oleh murid-murid dari kalangan keluarga terpandang, jenius, dan berbakat di berbagai bidang. Di sini, aturan dan gengsi adalah segalanya, apalagi bagi para pengurus OSIS yang dianggap sebagai “raja dan ratu” di lingkungan sekolah. Di antara mereka, ada satu pasangan yang selalu jadi sorotan: Mark, Ketua OSIS yang dingin, perfeksionis, dan sering dibilang kayak “robot nggak punya hati”, serta Gisel, Wakil Ketua OSIS yang cerdas, tegas, tapi punya mulut tajam dan gampang kesal kalau lihat kelakuan Mark yang sok sempurna.

Sejak awal menjabat, Mark dan Gisel selalu bertentangan. Mulai dari rapat yang berakhir debat panas, proker yang nggak pernah satu pendapat, sampai hal sepele kayak pemilihan tema acara sekolah—semua jadi ajang adu argumen. Bagi Gisel, Mark itu cuma cowok sombong yang ngira dia paling benar, sedangkan bagi Mark, Gisel cewek yang terlalu keras kepala dan susah diatur. “Dasar bossy cat! Paling seneng deh bikin aku pusing!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viana18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Semesta seolah belum mau berhenti kasih kejutan buat kisah cinta di SMA Aexdream. Baru saja suasana damai, hangat, dan penuh kebahagiaan menyelimuti ketiga pasangan yang resmi jadian, tiba-tiba ada kabar yang bikin satu sekolah heboh. Hari Senin pagi, saat pengumuman di lapangan upacara, Kepala Sekolah mengumumkan ada murid pindahan baru yang berasal dari sekolah elit terkenal di kota sebelah—murid yang prestasinya mentereng, ganteng, dan berasal dari keluarga terpandang sama tingginya dengan warga Aexdream.

Namun, kabar itu baru jadi sensasi luar biasa saat nama murid itu disebut: Raka.

Seketika, Gisel yang berdiri di barisan depan bersamaan Mark langsung kaku banget. Wajahnya yang biasanya cerah dan penuh senyum, tiba-tiba pucat pasi, jantungnya berdegup kencang nggak karuan. Nama itu bukan nama asing buat dia. Raka adalah mantan pacarnya waktu SMA kelas 1 dulu. Hubungan mereka putus bukan karena ada masalah besar, tapi karena Raka harus pindah kota, dan waktu itu mereka sepakat mengakhiri hubungan baik-baik. Tapi kenangan dan rasa yang pernah ada, meski udah hilang, tetap ada jejaknya di sana.

Mark yang berdiri di sebelahnya langsung merasakan perubahan suasana hati ceweknya. Dia curi-curi pandang ke Gisel, liat raut muka kaget dan gelisah itu, dan hati cowok itu tiba-tiba jadi nggak tenang. Dia tau soal Raka, Gisel pernah cerita dikit waktu mereka baikan dulu, tapi dia nggak nyangka bakal ketemu langsung di sini.

Setelah upacara bubar, murid-murid langsung bergerombol ngomongin murid baru itu.

"Wih denger nggak?! Raka pindah ke sini?! Gila sih, dia kan terkenal banget, ganteng, pinter, kaya pula! Aduh makin rame aja nih sekolah!" seru satu murid cewek heboh.

"Iya dong! Katanya dia mantan pacarnya Gisel lho! Bener nggak sih?! Waduh... berarti bakal ada drama cinta segitiga nih antara dia sama Ketua OSIS kita! So spicy banget nih ceritanya!" sahut yang lain, bikin bisik-bisik makin nyebar cepet banget.

Di koridor, Mark sama Gisel jalan berbarengan dalam diam. Gisel nunduk, tangannya megang ujung rok seragamnya kencang banget karena gugup. Mark jalan tenang, tapi matanya tajam dan dingin, rasa cemburu samar mulai menjalar di dadanya—rasa yang jarang banget dia rasain.

"Lo nggak apa-apa kan, Gisel?" tanya Mark pelan, suaranya tenang tapi ada nada tegang di sana.

Gisel nengok sekilas, natap wajah Mark yang datar. "I-iya... nggak apa-apa kok. Cuma... kaget aja. Nggak nyangka dia bakal pindah ke sini. Maaf ya Mark... gue nggak tau sama sekali."

Mark senyum tipis, tapi nggak sampe ke mata. "Nggak usah minta maaf. Ini bukan salah lo. Cuma... penasaran aja sih, dia pindah ke sini cuma karena sekolah kita bagus, atau ada alasan lain?"

Belum sempat Gisel jawab, suara berat dan akrab terdengar dari ujung lorong.

"Gisel! Eh beneran lo ada di sini! Lama banget nggak ketemu, cantik banget kayak dulu deh lo!"

Semua orang natap ke sana. Di ujung lorong berdiri seorang cowok tinggi, berwajah tampan, senyumnya ramah dan karismatik banget—persis deskripsi yang orang-orang bilang: Raka. Dia jalan santai mendekat, tas punggungnya disampirkan santai di satu bahu, tatapannya tertuju penuh ke Gisel seolah nggak ada orang lain di situ.

Raka berhenti tepat di depan mereka, natap Gisel dari atas sampe bawah dengan tatapan kagum dan akrab banget. Dia bahkan nggak ngelirik Mark yang berdiri di sebelah Gisel, yang sekarang udah pasang muka dingin banget kayak gunung es asli.

"Wah, beruntung banget gue pindah ke sini, ternyata ketemu lo juga. Gue kangen banget tau, Gisel. Dulu tiba-tiba pisah, gue sempet nyesel lho," kata Raka santai banget, terus ngulurin tangan mau nyaut tangan Gisel. "Gimana kabar lo? Masih galak dan tegas kayak dulu nggak sih?"

Gisel mundur selangkah dikit, menghindari sentuhan itu dengan canggung banget. Dia natap Raka, terus natap Mark di sebelahnya yang matanya makin tajam dan dingin. Suasana jadi kaku banget.

"Eh... hai Raka. Kabar gue baik. Lo sendiri? Kok tiba-tiba pindah ke sini?" jawab Gisel pelan, berusaha sopan tapi menjaga jarak.

Sebelum Raka jawab, Mark maju selangkah, berdiri tegak di depan Gisel, menghalangi pandangan Raka ke ceweknya. Dia ulurin tangan kanannya dengan tatapan tajam dan penuh wibawa.

"Halo, selamat datang di SMA Aexdream. Gue Mark, Ketua OSIS sekaligus pacarnya Gisel. Senang kenalan sama lo," kata Mark tegas banget, penekanan kata 'pacarnya' dia ucapkan jelas banget, seolah ngasih batas yang tegas ke cowok baru itu.

Raka diam sejenak, natap tangan Mark, terus natap wajah Mark yang dingin dan penuh tantangan. Senyumnya sedikit memudar, tapi dia langsung senyum lagi dengan sikap santai dan percaya diri. Dia sambut uluran tangan itu dengan genggaman yang kuat, seolah ada pertarungan diam-diam di antara mereka.

"Oalah... jadi pacarnya ya. Wah, selamat ya. Gue Raka, temen lama... atau lebih tepatnya mantan pacarnya Gisel. Gue pindah ke sini karena ortu pindah tugas, dan denger-denger sekolah ini paling bagus, jadi gue minta dipindahin ke sini aja. Semoga kita bisa akrab ya, Ketua Mark," jawab Raka dengan nada ramah tapi ada nada sindiran halus yang jelas banget kedengeran.

Di belakang mereka, rombongan anggota OSIS udah ngumpul, ngeliat kejadian itu dengan waspada banget.

"Wih... parah nih... suasananya langsung jadi panas banget ya? Raka itu kelihatan nggak mau kalah lho sama Mark," bisik Haechan sambil rangkul bahu Ningning, matanya nggak lepas dari tiga orang di depan. "Gue nggak suka nih tatapan cowok baru itu, liat Giselnya kayak ngeliat barang milik dia aja."

Ningning ngangguk setuju, mukanya serius. "Iya bener. Mark juga kelihatan marah banget, dinginnya sampe bikin dingin satu lorong nih. Gisel kelihatan bingung banget, kasihan dia pasti bingung harus bersikap gimana."

Renjun sama Yuqi, Jeno sama Karina, Jaemin sama Winter, semuanya ikut cemas. Mereka tau hubungan Mark sama Gisel udah kuat banget, tapi kehadiran mantan yang ganteng, pinter, dan berani banget kayak Raka jelas jadi ancaman baru.

Hari-hari berikutnya jadi penuh ketegangan. Raka emang cowok yang cerdas, berani, dan gampang banget dapet simpati orang lain. Dia cepat beradaptasi, jadi pusat perhatian satu sekolah, dan yang paling bikin Mark kesal: dia selalu cari-cari alasan buat deketin Gisel. Entah itu minta bantuan pelajaran, minta penjelasan aturan sekolah, atau sekadar nyapa dan ngobrol, Raka selalu ada di dekat Gisel, bikin Mark makin merasa terancam dan cemburu.

Mark yang biasanya tenang, dewasa, dan percaya diri, sekarang jadi sering diam, pendiem, dan gampang cemburu. Dia tau Gisel sayang sama dia, dia tau Gisel udah pilih dia, tapi liat mantan pacar yang dulu pernah jadi bagian penting di hidup Gisel terus-terusan ada di sekitar bikin rasa ragu mulai muncul di hati Mark. Dia sering mikir: 'Kalau dia dulu sama-sama kaya, sama-sama pinter, dan udah kenal lama... apa Gisel bakal mikir ulang? Apa dia masih ada rasa sama Raka?'

Sikap Mark perlahan berubah. Dia jadi lebih dingin, lebih diam, dan kadang ngomong ketus sama Gisel tanpa alasan jelas.

Suatu sore, di taman belakang sekolah, Gisel nunggu Mark udah lama banget. Pas Mark dateng, muka cowok itu datar banget, nggak ada senyum sapa pun.

"Mark... lo ngapain aja dari tadi? Gue nungguin lama tau," sapa Gisel lembut, nyamperin mau nyaut tangan cowoknya.

Tapi Mark mundur selangkah, menghindari sentuhan itu. Dia bersandar di pohon, natap ke arah lain. "Nggak ngapain-ngapain. Ada urusan."

Gisel berhenti kaget, hatinya sakit banget. "Ada apa sih, Mark? Belakangan ini lo aneh banget. Lo jadi diem, dingin, sering ngomong ketus sama gue... Apa gue salah apa?"

Mark natap dia tajam, ada rasa kesal yang udah tertahan lama meluap. "Gue yang salah? Harusnya lo nanya ke diri lo sendiri, Gisel. Lo seneng kan sekarang? Ada Raka dateng, dia perhatian, dia kenal lo banget, dia ngerti lo banget... Pasti rasanya kayak ketemu bagian diri lo yang hilang ya? Pasti lo kangen ya sama masa-masa dulu sama dia?"

Gisel natap nggak percaya, matanya langsung panas. "Lo ngomong apa sih Mark?! Gue udah berkali-kali bilang sama lo, gue sama Raka itu udah selesai! Udah nggak ada apa-apa! Kenapa lo malah nuduh gue gini?! Lo nggak percaya sama gue?!"

"Percaya? Gimana gue harus percaya kalau dia tiap hari nempel terus sama lo?! Kalau lo pas diajak ngobrol lo senyum-senyum?! Kalau lo kelihatan nyaman banget sama dia?! Gue cuma cowok biasa, Gisel! Gue punya hati, gue punya rasa cemburu, gue punya rasa takut kehilangan lo! Apalagi sama dia... dia sempat jadi segalanya buat lo dulu!" suara Mark makin tinggi, campur marah, sedih, dan rasa takut yang dalem banget.

"LO KOK GINI SIH?! Gue senyum itu cuma karena sopan! Gue ngomong sama dia cuma karena dia temen lama dan temen sekolah sekarang! Tapi hati gue cuma buat lo, Mark! Cuma LO! Kenapa lo malah bandingin diri lo sama dia?! Lo pikir hubungan kita ini cuma gampang banget goyang cuma gara-gara dia dateng?!" Gisel juga mulai nangis, kesel banget karena disalahpahami, sedih banget karena pacarnya sendiri nggak percaya sama dia.

"GUE NGGAK TAU LAGI GISEL! GUE UDAH BERUSAHA TENANG, TAPI LIAT KELAKUAN DIA YANG KAYAK MASIH MILIKIN LO, SAMA KELAKUAN LO YANG TERLALU BAIK SAMA DIA... GUE JADI RASA GUE CUMAN PENGGANTI DOANG DI HATI LO!" teriak Mark, terus langsung muter badan pergi ninggalin Gisel yang nangis terisak sendirian di taman.

Di balik semak-semak nggak jauh dari situ, Raka berdiri diam, ngedenger semuanya dengan senyum tipis di bibirnya. Dia sengaja bikin jarak, sengaja bikin situasi kayak gini, karena dia emang masih punya rasa sama Gisel dan berharap bisa dapet cewek itu balik lagi.

Sementara itu, teman-teman OSIS yang dari tadi ngawasin keadaan, pada bingung dan khawatir banget.

"Waduh... parah nih... Mark beneran cemburu buta dan ragu banget ya... Padahal kita semua tau Gisel cuma sayang sama Mark," kata Haechan cemas banget, rangkulan di bahu Ningning makin erat.

"Raka emang licik. Dia pinter banget main api, bikin keraguan di antara mereka. Kalau nggak cepet diselesain, hubungan Mark sama Gisel bisa bahaya banget nih," kata Jaemin serius, tangannya erat menggenggam tangan Winter di sebelahnya.

Winter natap ke arah Gisel yang masih nangis sendirian, matanya tajam banget. "Mark itu terlalu sayang, makanya dia jadi takut kehilangan dan ragu. Dia lupa satu hal: cinta itu bukan cuma soal rasa milik, tapi juga kepercayaan. Sekarang tugas kita bantu sadarin Mark, dan bantu Gisel nunjukin kalau dia cuma punya Mark di hatinya."

Konflik kecil ini makin memanas. Kehadiran Raka bukan cuma bikin heboh satu sekolah, tapi juga berhasil masuk ke celah hubungan Mark dan Gisel, bikin rasa ragu, cemburu, dan salah paham tumbuh subur di antara cinta besar yang mereka miliki.

Apakah Mark bakal sadar sebelum terlambat? Apakah Gisel bisa meyakinkan kalau dia cuma milik Mark? Dan gimana cara mereka ngadepin Raka yang jelas-jelas nggak mau nyerah gitu aja?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!