NovelToon NovelToon
Figuran Yang Polos

Figuran Yang Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Raisa adalah definisi "gadis di dalam botol". Hidupnya hanya seputar dinding rumah, perpustakaan pribadi, dan petuah-petuah manis ibundanya. Dunia luar yang kejam? Raisa tidak kenal. Dunia Dark Romance yang penuh darah dan obsesi? Raisa bahkan tidak bisa mengeja kata "toksik".
​Semua berubah saat ia meminjam sebuah novel bersampul hitam pekat milik temannya. Baru membaca bab pertama, Raisa sudah pusing tujuh keliling. Namun, saat ia memejamkan mata untuk tidur, dunianya berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Bel sekolah berbunyi, menandakan waktu istirahat telah tiba. Seperti biasa, Jolina, Anna, dan Emma berkumpul di kantin dengan membawa nampan makanan mereka.

​"Eh, guys! Gue punya kabar seru!" seru Jolina dengan mata berbinar-binar setelah mereka duduk. "Weekend besok, Papa sama Mama ngajak liburan ke pantai. Kita bakal nginep di vila pribadi keluarga Elion di pinggir laut. Gue boleh ajak teman, jadi kalian harus ikut!"

​Emma langsung bersorak kegirangan. "Serius, Jol? Wah, gila! Gue udah lama banget pengen healing ke pantai. Pasti seru banget!"

​Anna yang sedang mengaduk es tehnya hanya bisa terdiam. Senyumnya pudar saat memikirkan satu nama: Axel. Axel adalah bagian dari keluarga Elion, dan jika dia ikut, kemungkinan besar ia akan bertemu dengan pria itu. Belum lagi hubungan mereka yang sedang memanas setelah kejadian semalam.

​"Gimana, Na? Lo harus ikut!" desak Jolina sambil mengguncang lengan Anna.

​Anna menggeleng pelan dengan ekspresi cemas. "Aduh, Jol... makasih banyak undangannya, gue beneran pengen ikut. Tapi, kayaknya weekend ini gue ada urusan di rumah. Mungkin lain kali aja, ya?"

​Jolina menyipitkan mata, menatap Anna penuh selidik. "Urusan apa? Lo nggak bisa bohong sama gue. Apa ini ada hubungannya sama cowok toxic yang kemarin lo ceritain? Atau... jangan-jangan gara-gara Paman gue?"

​Anna tersentak, wajahnya memerah karena tertangkap basah. Ia harus menghindari Axel bagaimanapun caranya. "Bukan gitu, Jol... pokoknya gue nggak bisa."

​"Na," potong Emma dengan nada serius. "Jangan bilang lo takut ketemu Paman Axel? Kalau lo emang nggak mau ketemu dia, ya udah, nanti kita pasang badan. Lagian, vila itu gede banget, kita bisa aja main di area pantai aja seharian. Jangan biarin ketakutan lo nahan lo buat seneng-seneng sama kita."

​Jolina mengangguk cepat. "Bener kata Emma! Please, Anna... kalau lo nggak ikut, liburannya nggak bakal lengkap. Gue udah bayangin kita sunset-an bareng sambil minum kelapa muda. Lagian, rumah itu aman banget, Paman Axel juga sibuk kerja, dia nggak mungkin ikut tiap detik sama kita."

​Anna terdiam, menatap kedua sahabatnya yang tampak sangat berharap. Ia bimbang. Di satu sisi, ia sangat ingin menjauh dari jangkauan Axel, namun di sisi lain, ia juga sangat merindukan waktu berkualitas bersama sahabat-sahabatnya.

​Melihat Anna yang masih ragu, Jolina memajukan wajahnya dengan puppy eyes yang memelas. "Na, please? Demi gue? Gue janji bakal jagain lo. Kalau ada apa-apa, lo bisa langsung sembunyi di kamar vila sama gue."

​Anna menghela napas panjang, bahunya merosot pasrah. Ia kalah telak dengan bujukan Jolina. "Ya udah, oke... gue ikut."

​"YEAYY!" teriak Jolina dan Emma hampir bersamaan, membuat beberapa siswa di kantin menoleh ke arah mereka.

​Anna hanya bisa tersenyum tipis dan berharap liburan itu tidak berubah menjadi mimpi buruk karena kehadiran pria yang sudah ia blokir nomornya itu.

Jolina yang sedang mengunyah kentang gorengnya tiba-tiba berhenti. Ia menopang dagunya dengan kedua tangan, lalu menatap Anna dengan pandangan menyelidik yang tajam.

​"Tapi tunggu deh, Na," ujar Jolina penasaran. "Dari kemarin gue perhatiin, kenapa sih lo kayaknya takut banget sama Paman Axel? Setiap denger namanya disebut aja lo langsung tegang."

​Anna tersentak di tempat duduknya. Pertanyaan spontan Jolina membuat jantungnya hampir melompat keluar. Ia tentu tidak mungkin jujur bahwa paman sahabatnya itu telah menciumnya dengan liar, mengklaim dirinya sebagai milik pribadi, dan baru saja ia blokir nomornya karena urusan nafsu dan obsesi.

​Sambil memutar otak dengan cepat, Anna tertawa canggung untuk menutupi kepanikannya.

​"Ah... itu," Anna berdeham, mencoba mencari alasan yang paling masuk akal. "Ya... lo tahu sendiri kan, Jol? Paman Axel itu... punya aura yang kuat banget. Dingin, tegas, dan tatapannya itu tajam banget. Serius deh, rasanya kalau gue berdiri di deket dia atau gak sengaja tatapan mata, hawanya kayak mau dibunuh saat itu juga! Merinding tahu gak."

​Mendengar alasan Anna, sedetik kemudian Jolina dan Emma malah saling berpandangan sebelum akhirnya ledakan tawa mereka pecah di area kantin.

​"Bwahaha! Astaga, Anna!" Jolina tertawa sampai memegangi perutnya yang kaku. "Membunuh katanya? Lo pikir Paman gue itu malaikat maut apa?"

​Emma ikut terkekeh sambil menyeka ujung matanya yang sedikit berair. "Tapi emang sih, Na. Gue pertama kali lihat Paman Axel pas jemput Jolina juga langsung ciut. Auranya kayak bos mafia di film-film, pantesan lo yang kalem gini langsung ngerasa mau dieliminasi dari bumi."

​Jolina meredakan tawanya, lalu menyenggol lengan Anna dengan santai. "Aduh, Na, lo tenang aja kali. Paman Axel emang bisa membunuh orang lewat tatapannya, tapi itu cuma berlaku ke musuh-musuh bisnisnya aja atau orang yang berani cari masalah sama keluarga Elion. Dia gak bakal sekejam itu sama cewek, apalagi lo kan temen gue. Palingan dia cuman masang muka tripleknya doang."

​Anna hanya bisa tersenyum kecut dan mengangguk kaku, sementara di dalam hatinya ia menjerit. Masalahnya, Paman lo itu emang beneran mau "membunuh" gue, Jol! Tapi lewat cara lain yang bikin jantung gue gak aman!

1
Marsya
so sweet😉😉😉😉,so bangkrut wijaya🤣🤣🤣🤣
Imas Karmasih
apasih ko paman mantan tunangan terus itu mama nya kemana pagi " ko sarapan cuma bertiga
Imas Karmasih
padahal pernah nginep, sempet juga kedapur masaka gatau letak toilet😄
falea sezi
lanjut
falea sezi
wihh keil🤣 kapok anna di embat cogan baru🤣🤣
falea sezi
pinter suka cwek g menye menye mending pindah dpet temen baru cogan baru🤣🤭
Nazia wafa abqura
aq tunggu kak up ny
Nazia wafa abqura
kak aq tunggu up ny
cerita ny bagus banget 😍
Marsya
udh pindah skolah juga msih difitnah,dsar zela brmuka dua,kyak ular dipotong ekornya baru gx agresif,nah klau org dihancurkn ksombongannya baru sdar diri😔😔😔😔😔
Rianie Sofyan
❤❤❤❤❤makasih kak...
Marsya
yg satu pikiran anak2 trlalu polos,yg satu pikiran dewasa,terlalu sungguh😄😄😄😄😄
@cristi
semangat up nya kakk, novelnya bagus😍
UMMI HABIBAH
lanjut thorrr
wahyu andria
suka karyanya. . .up yang bnyak thor
Teguh Aliyanto
up yg bnayak thorr jagan 1 satu aja
Teguh Aliyanto
semagat💪💪
Teguh Aliyanto
ug yg banyak thor😍😍
Teguh Aliyanto
lanjuth thorr😍
Teguh Aliyanto
lanjuttt🤭🤭
Teguh Aliyanto
lanjur thor😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!