NovelToon NovelToon
TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Menantu Pria/matrilokal / Dan perjuangan hegemoni / Anak Lelaki/Pria Miskin / Era Kolonial
Popularitas:937
Nilai: 5
Nama Author: pecinta timur10

Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24 ketidaknyamanan Lestari

Pagi itu , sarapan pagi adalah hal yang sudah mulai biasa bagi satu keluarga yang tampak sederhana itu .

" mas , ikan lelenya mau diapain?"

" ohh iya , " Yasir teringat dengan ikan lele yang cukup besar dan berat , ia berjalan menuju kubangan kecil yang ada di pinggir halaman samping kanan dapur , dan melihat bahwa ikan lele masih berkeliaran di kubangan tersebut.

Dengan tangan cekatan , ia menangkap satu ikan lele , lalu memukul kepalanya dengan menggunakan pegangan parang , hingga ikan lele tersebut berdarah begitu banyak.

Menunggu beberapa saat , ikan lele akhirnya mati dan siap untuk di bersihkan.

Kedua gadis muda yang penasaran dengan bagaimana cara mengolah ikan lele itu menatap serius ke arah tangan terampil pemuda yang sedang mengurus ikan lele yang sudah mati itu.

" mas apakah kita akan menggorengnya?"

" benar , enak kalau saat hujan, ikan lele goreng yang panas , tapi karena ini masih pagi ya buat makan siang saja " ucap Yasir tertawa.

Setelah beberapa saat , ikan lele yang sudah dibersihkan di masukkan kedalam wadah kayu yang mirip seperti panci , tapi bukan untuk memasak , melainkan sebagai tempat untuk menyimpan barang atau mengolah sesuatu.

Yasir melihat bahwa bumbu keong sawah masih tersisa cukup , ia dengan telaten mengoles bumbu bumbu ke seluruh permukaan tubuh ikan lele yang sudah bersih , lalu memanaskan wajan kecil khusus untuk menggoreng ikan dan sejenisnya, matanya terlihat sedikit menyipit saat melihat minyak sudah mulai panas dan menunggu saat momen tiba , dengan segera ia memasukan ikan lele yang sudah diberi bumbu dan dipotong potong ke dalam wajan yang sudah menampilkan minyak yang panas dan mendidih .

Srengg...

Menunggu ikan lele matang , ia teringat untuk segera mempersiapkan beberapa tali dan juga sepatu yang sebelumnya ia beli di pasar kota kecamatan Tasikmadu .

Berjalan ke arah balai bambu, ia mengambil sepatu kulit yang tebal dan kasar, lalu meletakannya di luar pintu, serta tidak lupa kain tebal untuk melapisi kakinya dari goresan lecet saat memakai sepatu kulit tebal itu.

Selang beberapa saat, ia mengangkat lele yang sudah matang, dan meletakannya di atas anyaman bambu yang sudah dibentuk sedemikian rupa, di mana di bawah anyaman bambu ada piring untuk menampung minyak dari atas anyaman bambu.

" mas , tari mau ke pak Mantri dulu ya !" Lestari yang sudah berpakaian rapi berpamitan dengan Yasir yang masih sibuk mengolah ikan lele.

" umhh , ada apa ?"

" mau beli obat untuk umi , katanya umi sedikit pusing , jadi tari berencana untuk membeli obat di sana " katanya dengan mengambil kantong kain berisi uang koin sen.

" iya , hati hati ...!" Yasir mengerti , ia juga menitipkan untuk membeli obat merah dan juga krim panas ( sekarang namanya Geliga , untuk meredakan rasa lelah dan nyeri otot , tapi penulis tidak tahu apakah sudah ada sejak zaman kolonial Belanda obat panas tersebut).

Hingga membutuhkan waktu satu jam penuh, akhirnya ia selesai menggoreng ikan lele yang besar itu ,sekarang sudah menumpuk satu piring penuh ikan lele dengan aroma daging ayam yang sangat menggoda.

" imah. .. imah ... kamu di mana ?" Yasir tidak melihat keberadaan gadis muda yang biasanya ada di dekatnya.

" ada apa mas , !" Dengan tergesa gesa , gadis muda yang tampak sedikit kotor itu menatap Yasir dengan penasaran.

" hei kamu dari mana ?"

" anu , saya dari belakang rumah, membersihkan halaman belakang yang penuh dengan sampah daun kering yang jatuh . " katanya tersenyum.

" kamu cuci tangan dulu dan cicipi, apakah rasanya enak atau tidak " kata Yasir memperlihatkan ikan lele yang sudah digoreng itu .

" baik mas , aku akan segera membersihkan tangan..." Halimah keluar dari dalam dapur dan tak lama kemudian datang kembali setelah membersihkan telapak tangannya.

" coba ..!".

Halimah dengan hati hati mengambil ukuran kecil daging ikan lele yang sudah di goreng dan memakannya untuk merasakan bagaimana hasil dari ikan lele itu sendiri.

" bagaimana..?"

" mas , rasanya , sangat enak , imah tidak menyangka bahwa ikan lele yang kami semua anggap sebagai siluman ternyata enak di makan " katanya bersemangat .

" ya itu bukan ikan siluman, hanya ikan lele yang memiliki ukuran besar saja " katanya tersenyum simpul.

" kalau begitu, imah mau melanjutkan membersihkan halaman belakang dulu ya mas !"

" umhh , kalau ada waktu bersihkan rerumputan liar yang ada di seluruh halaman rumah.."

" tentu mas !"..

Yasir menyimpan ikan lele goreng ke dalam lemari makanan yang cukup bagus untuk ukuran yang sederhana itu .

Setelah itu bersiap untuk berangkat ke ladang jati miliknya .

" assalamualaikum... kang Yasir, aku imran , " tepat saat akan persiapan berangkat ke ladang jati di ujung timur, suara renyah seorang laki laki remaja terdengar jelas .

Yasir keluar dan melihat bahwa itu adalah imran yang sebelumnya ia ajak untuk bekerja mengangkut kayu yang ada di hutan jati miliknya.

" waalaikum salam, ayo duduk dulu !"

...

Kampung Sinaresmi, desa Plarangan.

Terlihat beberapa warga dan juga anak anak sedang berkumpul , mata mereka menatap ke arah seorang pria paruh baya yang memakai kacamata yang cukup elegan .

Di tangannya ada dua lembar kertas dan membacanya perlahan.

" bu Sarti , datang. . !"...

Segera seorang wanita muda dengan membawa dua anak kecil datang menghampiri pria paruh baya berpakaian rapi itu.

" iya pak mantri .., bagaimana dengan obatnya ?"

" karena putra ibu Sarti mengalami diare terus menerus, minum obat ini, satu kali satu hari dan harus rutin sampai obat ini habis. "

" iya pak mantri saya mengerti "..

" selanjutnya... bu Yuni "..

" karena ibu hamil untuk kedua kalinya, ini untuk ...#@*@^@* "

Pria paruh baya itu kemudian membaca lagi lembar kertas yang dipegangnya .

" bu Lestari .."

Dari arah kursi kanan , seorang gadis muda yang memiliki penampilan menarik dan sangat rapi serta cantik berjalan pelan ke arah panggilan pak mantri itu .

Mata pria paruh baya yang sejenak melihat ke arah wajah gadis muda itu tertegun, matanya menatap tidak percaya saat melihat betapa cantik dan bersihnya penampilan gadis muda itu .

" nama kamu Lestari kan ?" Mata pria paruh baya itu melirik terus ke arah wajah gadis muda yang menunduk ke bawah .

" iya pak mantri !"

" apa keluhannya ?"

" umi saya sakit kepala , terasa panas dan membutuhkan obat untuk menyembuhkannya , juga mau beli obat merah dan obat krim panas " ucapnya dengan pelan , Lestari merasa gelisah saat mengetahui bahwa pria paruh baya yang ada di hadapannya melirik terus menerus ke arah dirinya.

" baik tidak masalah. .. tapi untuk orang tua ibu tari harus di bawa kediaman saya di dekat lapangan desa , agar saya bisa tahu separah apa penyakit orang tua ibu tari " ucapnya dengan senyum menyeringai tipis.

Berbagai skenario muncul dan opsi untuk melakukannya itu saat mengatakan untuk rawat inap di kediamannya sendiri.

" baik pak mantri saya paham " Lestari sudah bisa menangkap maksud dari perkataan pria paruh baya yang menjadi dokter desa itu " nanti siang akan saya bawa ke rumah pak mantri " katanya menyerahkan seratus koin sen.

" aku harus bercerita pada mas , soal perihal ini " pikirnya dalam hati, sesaat setelah mengatakan maksud tujuannya .

1
Syahrian
Lanjut👍
Syahrian
💪🙏
Syahrian
🙏
Syahrian
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!