jika hati sudah memilih, maka logika tak bisa lagi bicara. percuma saja punya kriteria jika yang sesungguhnya menilai adalah perasaan
kita tak pernah tau pada siapa akan jatuh cinta, ketika hati memilih bukan kesempurnaan yang diutamakan, tapi cintalah yang menjadikannya sempurna
ku memilihmu, karena kamulah cintaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
saling terbuka
"kami pulang dulu kak, maaf merepotkan" gaffi pamit setelah makan malam bersama dengan kakak ipar dan bosnya
"santai aja gaf, kita keluarga!" clayton semakin dekat dengan adik iparnya
Gaffi mulai membiasakan diri membawa mobil. Untuk memudakan aktifitasnya
Di dalam mobil keyza hanya diam saja sejak gaffi datang ke rumah kakaknya tak seperti biasanya. Keyza masih memikirkan kapan gaffi melakukannya padanya. Atau memang yang dirasakan semalam benar adanya
"kenapa diam aja?" gaffi tersenyum sekilas menatap keyza yang tak bersuara
"hm, kekenyangan!" jawab keyza asal saja
" mau mampir?" tanya gaffi lagi
"engga!" keyza masih memikirkan cara bagaimana bertanya pada gaffi. Tapi nanti akan canggung sampai tiba di rumah masih saling diam
"malam non, den" bu marni menyambut majikannya pulang
"malam bu, yang lain kemana kok sepi?" tanya keyza
"lagi pada nonton pertandingan di belakang non" ucap bu marni
keyza langsung berjalan ke arah halaman belakang. Akan lebih canggung lagi jika langsung masuk kamar berdua
"bu, tolong sajikan buat yang lagi nonton, saya mau ke kamar dulu" gaffi menyerahkan kantong plastik berisi kue buatannya
Gaffi ke kamar dan membersihkan diri dan menunggu istrinya masuk kamar
Satu jam gaffi menunggu sambil mengerjakan sesuatu. Akhirnya keyza masuk kamar juga
"sudah nontonnya?" gaffi menutup laptopnya dan menghampiri keyza
"saya ada salah?" tak ada jawaban gaffi kembali bertanya pada keyza.
"awas mau mandi!" keyza mendorong gaffi, tenaganya terlalu kuat. "aaaa!"
Gaffi terjatuh dan menarik tangan keyza
"enak?" gaffi membelai rambut keyza yang terurai hingga menutupi wajah gaffi
"maaf" keyza beranjak
"mandilah, kita sholat dulu" ucap gaffi melepaskan keyza
keyza mengangguk patuh dan segera membersihkan diri. Lama-lama keyza mulai terbiasa dan nyaman dengan ibadah yang dilakukan bersama suaminya
Keyza selesai mandi dan langsung mengambil baju khusus untuk ibadah.
"siap?" gaffi menunggu dengan sabar dan terus menuntun keyza ke arah yang lebih baik
selesai sholat keyza menyalami gaffi dan langsung melepas mukena ingin tidur cepat. Rasanya tak mungkin malam.ini langsung melakukan yang gita sarankan
"sayang!" panggil gaffi dengan nada lembut dan suara merdu kalau istilah sekarang soft spoken
"apa!" keyza menarik selimut dan masuk ke dalamnya
"kenapa ngga pakai baju kemarin lagi?" gaffi melepas baju koko dan pecinya. Menyisakan sarung andalannya dan tanpa memakai atasan
"malas, ngga guna!" keyza membelakangi gaffi
"apanya? Memang gunanya apa? Kamu sangat cantik pakai baju itu" ucap gaffi mulai bisa memuji keyza
"percuma, sudah aku buang" keyza masih tak bergeming
Gaffi memutar dan melihat ekpresi istrinya saat ngambek " apa yang membuatmu kesal?" gaffi mengusap kepala keyza dan mengecup keningnya
"pikir aja sendiri!" keyza memejamkan mata saat gaffi berada didepannya
"sayang, kayaknya aruni butuh teman baru" gaffi duduk disamping keyza tidur
"kamu aja yang temani" jawaban keyza tetap ketus
"kamu ngga mau punya satu yang seperti aruni?" gaffi ikut membaringkan tubuhnya dan memeluk tubuh keyza
"entah, jangan berisik aku mau tidur" keyza menghempaskan tangan gaffi
gaffi menarik tubuh keyza sampai menghadapnya
"beneran ngantuk?" gaffi tahu keyza pura-pura
tanpa basa-basi gaffi mencium bibir keyza secara lembut, tak ada penolakan oleh keyza
"em!" keyza kehabisan nafas
"maaf, kamu kenapa marah? Saya salah apa?" gaffi menatap mata keyza secara langsubg. Membuat keyza salah tingkah
"hanya mimpi tapi membuatku kesal padamu" keyza jujur
"oh mimpi, jadi mau kita wujudkan mimpi itu atau mau terus bermimpi lagi?" gaffi memegang dagu keyza dan kembali menciumnya
"ma-maksudnya?" keyza tak mengerti maksud gaffi
"bukankah kita sudah sah, bolehkah saya meminta hak ku padamu?" gaffi mengkungkung keyza
"kamu suka aku?" tanya keyza
Tak
"aw, sakit!" keyza memegang kening yang disentil gaffi
"maaf!" gaffi mengusap kening keyza dan mengecupnya berulang kali karena terlalu keras
"kamu pikir pria mana yang mau menikahi wanita yang tak dicintai!" gaffi menyadarkan keyza
" jadi kamu suka sama aku kan?" keyza ingin gaffi bicara langsung
"keyza sabrina, saya sangat mencintaimu!" gaffi harus menjawab agar istrinya puas
"ta-tapi kamu ngga pernah sentuh aku?" keyza ingin tahu alasannya
gaffi malah tertawa mendengar ucapan keyza "kamu sengaja menggodaku, membuat sesuatu bangun tapi tak bertanggung jawab"
Keyza ingat beberapa kali gaffi mandi tengah malam