NovelToon NovelToon
Sugar Daddy Kere

Sugar Daddy Kere

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bhebz

Demi mendapatkan pembayaran SPP yang tertunggak dan kesempatan ikut ujian akhir, Ayu terpaksa mengikuti saran temannya mencari Sugar Daddy di sebuah kelab malam. Ia membutuhkan solusi instan—seorang pria kaya yang bersedia membayar mahal untuk kepatuhannya.

​Sialnya, bukan Sugar Daddy impian yang ia dapatkan, melainkan seorang pria dominan berwajah tampan yang, ironisnya, tak punya uang tunai sepeser pun di dompetnya. Pria itu adalah Lingga Mahardika, CEO konglomerat yang penuh rahasia.

​Lingga, meskipun kaya raya, ternyata adalah "Sugar Daddy Kere" yang sebenarnya—ia hanya bisa membayar Ayu dengan jaminan masa depan, martabat, dan pernikahan siri. Transaksi mereka sederhana: Ayu mendapatkan perlindungan dan status, sementara Lingga mendapatkan kepatuhan spiritual dan fisik untuk memadamkan hasratnya yang membara.

Akankah Cinta akan hadir diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Sugar Daddy KR

Keputusan Ayu—menuntut pernikahan yang sah secara niat, bukan pernikahan kontrak berbatas waktu—telah mengikat Lingga dalam ikatan yang tidak pernah ia duga.

Lingga, didorong oleh hasrat yang membakar dan keharusan untuk mengamankan martabat Ayu (demi ketenangannya sendiri), menyetujui.

Pernikahan siri itu dilakukan dengan tergesa-gesa pada malam yang sama, tepat setelah mereka kembali dari Bali. Ken mengatur segalanya dengan efisien dan rahasia. Dengan kehadiran seorang wali dan saksi (yang dibawa Ken, profesional dan bungkam), Lingga Mahardika, CEO yang dingin, resmi menikahi Ayu Puspita, asistennya yang masih sangat muda.

Lingga mengucapkan ijab kabul dengan suara yang tegas, tetapi tatapannya penuh gairah yang terpendam. Ayu menjawab dengan suara pelan dan bergetar, merasakan beratnya kata-kata suci itu. Secara agama, ia kini adalah istri sah Lingga. Secara hukum negara, ia masih freelancer data entry yang menunggu beasiswa.

Hasrat yang Tak Terbendung

Setelah upacara singkat dan rahasia itu, Ken segera mengundurkan diri, meninggalkan pasangan baru itu sendirian di penthouse. Ken tahu, tugasnya sebagai penjaga moral telah berakhir. Sisanya adalah urusan suami-istri.

Ayu berdiri di tengah ruang tamu, masih mengenakan blus kerjanya. Jantungnya berdebar kencang. Ia baru saja menjual kebebasannya, bukan hanya untuk gaji, tetapi untuk pria yang hanya ia kenal sebagai bos.

Lingga berjalan mendekat. Wajahnya tidak lagi menunjukkan kekakuan CEO; ia menunjukkan kegilaan seorang pria yang akhirnya mendapatkan apa yang ia inginkan setelah berbulan-bulan menahan diri.

"Sekarang, Nona Ayu," bisik Lingga, suaranya dalam dan serak. "Kontraknya sudah sah, sepenuhnya halal."

Ayu mengangkat pandangan, matanya polos dan penuh ketakutan. "Tuan Lingga, saya—"

Lingga tidak memberinya kesempatan untuk menyelesaikan kalimat. Hasrat yang terkumpul dari ciuman yang dicuri, hampir-ciuman di Bali, dan desakan Vera telah mencapai puncaknya. Sekarang, ia memiliki hak, dan ia tidak akan menyia-nyiakannya.

Lingga menarik Ayu ke pelukannya, kali ini tanpa rasa bersalah. Pelukan itu kuat, posesif, dan menuntut.

"Aku sudah menahan diri terlalu lama," desah Lingga di telinga Ayu. "Sejak kau ada di sofa itu, sejak kau mencuri tidur di kausku. Sejak rasa bibirmu itu membakar semua kendaliku."

Ayu merespons dengan campuran ketakutan dan keinginan. Ia adalah gadis yang belum pernah disentuh, tetapi ia telah menyerahkan kendalinya. Ia memeluk Lingga kembali, membiarkan dirinya ditarik ke dalam badai yang telah Lingga ciptakan.

Lingga menciumnya. Ciuman itu bukan lagi ciuman yang dicuri, melainkan ciuman kepemilikan. Bibirnya menuntut, penuh hasrat yang terpendam. Ayu membalas ciuman itu dengan rasa ingin tahu seorang gadis polos yang baru terbangun.

Lingga melepaskan bibirnya sejenak, menatap Ayu. "Kau adalah istriku sekarang. Kau milikku."

"Aku tahu," balas Ayu, suaranya nyaris berbisik, membenarkan status baru itu.

Tanpa banyak kata, Lingga mengangkat Ayu dan membawanya ke kamar utama—kamarnya. Kamar yang selama ini dilarang, kamar yang selalu dijaga Ken.

Pintu tertutup. Lampu dimatikan, hanya menyisakan cahaya lembut dari lampu tidur.

Malam itu, di kamar utama penthouse, semua batas profesional hancur. Lingga, yang biasanya sangat teratur dan terkontrol, menjadi kasar karena kebutuhan, sementara Ayu yang polos menghadapi keintiman fisik yang intens untuk pertama kalinya. Lingga memperlakukannya dengan perpaduan antara hasrat yang membakar dan kelembutan yang hati-hati, menghormati kepolosannya sambil menuntut haknya.

Itu adalah malam yang didorong oleh ketagihan dan dosa yang dilegalkan—malam yang mengikat mereka jauh lebih kuat daripada kontrak atau gaji.

Pagi yang Baru

Ayu terbangun oleh suara ombak lembut yang biasanya ia dengar dari kamarnya. Ia membuka mata dan menemukan dirinya di tempat tidur besar Lingga. Ia bukan lagi asisten yang tidur di kamar tamu.

Di sampingnya, Lingga Mahardika tidur pulas, lengannya melingkari Ayu dengan posesif. Wajahnya yang tegang kini terlihat damai, seperti pria yang akhirnya menemukan istirahat.

Ayu menatap Lingga. Pria ini, yang kemarin adalah bosnya yang mengintimidasi dan memotong gajinya, kini adalah suaminya.

Ayu merasa lelah, tubuhnya sedikit pegal, tetapi ada kehangatan dan rasa memiliki yang asing menyelimuti dirinya. Ia telah membayar harga yang sangat mahal untuk keintiman ini, tetapi ia telah mendapatkan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang: perlindungan, martabat, dan... seorang suami yang hasratnya hanya tertuju padanya.

Ayu tersenyum tipis, sentuhan kebahagiaan yang pertama sejak ia tiba di penthouse.

Tiba-tiba, Lingga bergerak. Ia membuka matanya dan menatap Ayu.

"Pagi, Istriku," bisik Lingga, suaranya dalam dan penuh keintiman yang baru ditemukan.

Ayu tersipu. "Pagi, Tuan Lingga."

Lingga merengut. "Hentikan. Tidak ada 'Tuan Lingga' di kamar ini. Namaku Lingga. Kau istriku."

Lingga menarik Ayu lebih dekat. "Sekarang, kita harus mendefinisikan aturan baru dari kontrak ini. Kau masih asistenku, tapi ada hal-hal lain yang harus kau pelajari, selain analisis risiko."

*TAMAT*

Terimakasih banyak readers tersayang udah menemani halu nya Othor 🥰. Love you all.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
pasti ayu merinding dengar kalimat itu....
pasti bulu bulunya berdiri....
upssss 🤭🤭🤭
bulu yang mana ea bun
..????
ciiynn 2
uuuww menggoda~😖
ciiynn 2
duhhh berani bgt
ciiynn 2
duhhhhh😷
ciiynn 2
tersenyum tipis? dia tidak tersenyum tapi hatinya yang tersenyum😏
Halah mas mas senyum aja gengsiiii
ciiynn 2
haha🤣🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
waduh jamu guncang jagad....weleh welehhh itu bisa bikin remukkk kasur dong bun🤭🤭🤭🤭
novi a.r
good novel, good job thor, cemungut
Bhebz: makasih banyak kk
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
semua cuma omong kosong... lambat laun nty saling jatuh cinta... gak mau pisahhhhg
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
😀😀😀😀
jadi lingga lagi tak bermoral donk bunda....?
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
sabar ay....
nty mlm kamu cari kotoran sapi lalu timpuk ke wajah lingga.... di jamin deh kamu puas.... cobain dehhhh
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
ahhhhh gak guna menggerutu...
mending langsung sat set antrin itu si baby kucing.... 😀😀😀
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
ea harus pahit..
karna yang kau pandang lurus lurus sudah manis..
jadi pahit itu sudah tak terasa lagi saat memandang ayu
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
bukan pengawal/peramal ayu dia pelawak 😃😀🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
setipis apakah senyuman itu... apa setipis tisu basah / kering bun.....???
srius tanya dengan nada halus sehalus sutra.....
HanaShui🌺
gak yakin Yu🤣
HanaShui🌺
debaran jantung ni yeee
Daniaaa
waduh nyesel 🤣
Daniaaa
awal yang keren Thor
Sofiaa
seruuuu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!