NovelToon NovelToon
ME | Possessive BadBoy

ME | Possessive BadBoy

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Fantasi Isekai / Nikahmuda
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Smarrr

Nadia tak suka dengan perjodohan yang orang tuanya berikan padanya dengan Jayden Mahendra.

Jayden san Nadia kini resmi menjadi suami istri, tapi pernikahan mereka masih harus di sembunyikan sampai mereka lulus sekolah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Setelah Jay pergi, Nadia mengambil ponsel sari dalam tas yang ia bawa.

Menelepon seseorang dengan sedikit bisik - bisik, untuk menghindari cctv.

"Terimakasih papa ku yang ganteng seantero jagat raya, seduniaaaaa..... Muach muach muach."

Nadia terlihat gembira, bahkan dia tak segan memberikan beberapa kali kecupan lewat panggilan yang menghubungkannya dengan sang papa.

Nadia membuka file yang Bramasta kirim padanya, di ponsel pintarnya itu.

"Uhhh.... Serem sih," gumamnya lalu kembali mematikan layar ponselnya.

Sembaru menunggu Jay selesai meeting, Nadia mencoba baca buku atau mendengarkan musik, dan benar saja apa kata jay jika memang meeting kali ini sangat lama.

Entah apa yang mereka bahas, karena saking lamanya membungkan Nadia sampai mengantuk dan ketiduran di atas sofa.

"Akhirnya selesai juga, meeting kali ini kita tutup sampai di sini, saya harap semua bisa belajar dari kesalahan sebelumnya, terimakasih untuk hari ini dan selamat beristirahat," Ucap Jay tegas tapi juga lembut.

Setelah itu Jay bergegas kembali ke ruangan kerjanya, ia terlalu merindukan Nadia untuk saat ini, entah apa yang di rasakan Jayden. Cowok itu seolah benar-benar takut kehilangan orang yang dia cintai sejak dulu.

Ya, pertemuan nadia dan Jayden bukanlah suatu yang kebetulan, tapi semua itu telah Jayden rencanakan sejak ia melihat Nadia sejak cewek itu masih kecil.

Jay mulai menyukai Nadia sejak ia pertama kali bertemu di suatu pesta ulang tahun dirinya waktu semasa kecil, keluarga Bramasta membawa Nadia kecil ke pestanya. dan saat itulah Jayden bertekad jika dia dewasa akan menjadikan Nadia sebagai istrinya.

Flashback

Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah-celah daun yang rimbun, menerangi jalanan yang sudah mulai ramai oleh orang-orang yang berlalu-lalang.

Di salah satu sudut kota yang masih dipenuhi dengan aroma pagi, Jayden berdiri sambil memandangi sebuah kedai kopi kecil di seberang jalan.

Hatinya berdebar, menunggu sosok yang telah lama ia impikan.

Sejak pertama kali melihat Nadia di pesta ulang tahunnya yang ke-10, Jayden tidak pernah bisa melupakan senyum manis dan tawa ceria gadis kecil itu.

Waktu itu, Nadia yang masih kecil datang bersama keluarganya yang merupakan teman dekat keluarganya.

Sejak hari itu, Jayden, meski masih anak-anak, telah bertekad dalam hati bahwa suatu hari nanti Nadia akan menjadi istrinya. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, Jayden telah merencanakan semuanya dengan matang.

Dengan bantuan keluarga nya dan suatu pengorbanan, ia berhasil melamar Nadia walaupun harus dengan sedikit paksaan, karena awal Nadia menolak perjodohan ini.

Momen kala itu, menurut Jayden, adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Nadia muncul dari sudut bersama keluarganya, langkahnya ringan namun pasti. Rambutnya yang tergerai berkilau di bawah sinar matahari, membuat Jayden terpaku sejenak.

Gadis itu tampak tidak menyadari bahwa sebentar lagi, hidupnya mungkin akan berubah. Jayden mengambil napas dalam-dalam, kemudian melangkah perlahan mendekati Nadia.

Nadia, yang saat itu masih berlarian sesuka hati, tiba-tiba merasakan ada yang memandanginya. Ia menoleh, dan mata mereka bertemu. Sejenak, waktu seakan berhenti.Jayden memberikan senyum termanisnya, sebuah senyum yang telah ia tahan selama itu.

"Hai, kamu Nadia. Aku Jayden? Aku senang kamu mau datang ke pestaku," kata Jayden dengan senyum di bibirnya.

Tapi bukanya menyalami tangan Jay, Nadia malah menangis karena takut dengan wajah Jay yang terlihat menyeramkan bagi Nadia.

"Huaaaa..... Mama papa.... Adia atut. Tatakhya celem," kata Nadia yang masih cadel.

"Haduh maafin Nadia ya bmnak, dia belum terjiasa dengan lingkungan luar, karena kalau di rumah dia nggak pernah kemana mana." Kata mama Nagita menjelaskan.

"Nggak apa-apa kok tante, Jayden yang harusnya mjnta maaf karenabtelah membungkan Nadia menangis, Jay janji nggak akan buag Nadia nangis lagi di kemudian hari."

Ucapan Jay terdengar sungguhsungguh, tapi Nagita tak pernah berpikir jika anak laki-laki yang masih kecil itu akan serius dengan ucapannya.

Flashback off!

Jay masuk ke dalam ruangan dan menemukan jika Nadia sedang tertidur dengan lelapnya. Jay menghampiri Nadia, duduk di tepi sofa dan memandang wajah Nadia yang terlihat damai dan nyenyak.

Jay menyeka anak rambut yang menutupi wajah cantik Nadia dengan pelan karena takut jika aksinya itu dapat membangunkan Nadia.

"Eughh.." Nadia mneggeliat dan membuka matanya dengan perlahan.

"Meetingnya udah selesai?" Tanya Nadia dengan suara serak khas bangun tidur.

Jay mengangguk pelan dan membelai pipi chuby Nadia.

"Masih ngantuk?" Tanya Jay dengan lembut. Nadia mengangguk, ia mengiyakan ucapan Jay bahwasanya dirinya memang masih mengantuk.

"Habis kamu lama," kata Nadia masih terlihat lemah.

Jay menarik badan Nadia dan memeluknya. "Mau tidur di dalam? Atau mau pulang? Kerjaan aku juga udah selesai kok."

"Mau pulang, tapi gendong," rengek Nadia yang akan langsung dengan cepat Jay kabulkan.

"Dengan senang hati nyonya Jayden Mahendra."

Nadia terkekeh mendengar embel-embel kata nyonya Jayden Mahendra.

"Kok ketawa sih?" Protes Jay.

"Habis lucu, kamu tumben manggil aku pake nyonya segala," Nadia mengulurkan kedua tangan untuk Jay mengangkat dan menggendong dirinya.

Satu, dua, tiiiiiii-ga. Jay berhasil menggendong badan Nadia ala koala.

"Kok gendongnya gini sih? Aku malu tahu," rengek Nadia.

"Malu sama siapa? Biar aku colok matanya yang berani liatin kamu."

Nadia kembali terkekeh.

"Ebuseet dah, ada bayi gede rupanya," kata Arnold yang langsung sadar dan membungkam bibirnya sendiri.

"Saya diam! Saya diam!" Ucap Arnold dan bergegas membantu Jay membawakan tas Nadia. "Tuan bisa panggil saya jika butuh sesuatu bukan?" Imbuh Arnold merayu.

Para karyawan yang baru saja akan pulang, melihat aksi yang Jayden lakukan, banyak wanita yang merasa iri karena Jayden terkenal dingin dan ketus, juga begitu tegas jika dengan para karyawan atau staf lainya.

Tapi kali ini, semua melihat sisi Jay yang berbeda, sisi Jay yang lembut dan penuh perhatian, yang rela menggendong istrinya dari lantai tiga puluh turun ke lobby.

Dan lagi-lagi sekilas Nadia melihat wanita yang sama menatap dirinya dengan tatapan tak sukanya.

"Wleee!!" Nadia menjulurkan lidahnya ke arah wanita itu.

Ya, Nadia akui jika wanita itu sangat cantik, bahkan bisa di bilang lebih cantik, "ohhh tidak! Cantikan gue ya anjir! No debat!" Tegas Nadia ke diri sendiri.

"Beruntung banget ya cewek itu, bisa jadi istrinya pak Jayden."

"Ternyata pak Jay nggak sedingin dan semenyeramkan itu guys."

"Iya iya, ternyata dia punya sisi lembut dan manja juga."

Bisik bisik di setiap jalan yang Jayden lewati terdengar di telinga Nadia. Sampai dia melirik ke arah Jayden

"Ternyata pak Jay nggak sedingin dan semenyeramkan itu guys."

"Iya iya, ternyata dia punya sisi lembut dan manja juga."

Bisik bisik di setiap jalan yang Jayden lewati terdengar di telinga Nadia.

Sampai dia melirik ke arah Jayden sebentar. "Masa sih? Dingin? Serem? Perasaan nggak pernah deh," gumam Nadia dalam hati.

"Pergi ke mobil lo sendiri!" Tegas Jay menitah Arnold.

"Siap komandan!" Tegas Arnold menjawab dengan tangan hormat pada Jayden.

Jay mulai menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan dengan kecepatan sedang.

"Asisten kamu itu lucu juga ya," kata Nadia melihat tingkah konyol Arnold.

"Mana ada lucu!? Nggak lucu! Jelek dan bosenin!" Tegas Jay yang tak mau mendengar jika Nadia memuji cowok lain.

"Isshh.. sensi banget suami aku sih." Gemas juga Nadia lama-lama

1
S.Marrr
Halloweeww gGuysss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!