NovelToon NovelToon
Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:27.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delia Septiani

Menikah tanpa dasar cinta, akankah bertahan lama ?

Kalaupun berjuang hanya seorang diri, mungkinkah akan bahagia ?

Fira menerima perjodohannya dengan Bara. Namun setelah menikah, Bara memberikan Fira beberapa lembar kertas perjanjian pernikahan mereka. Bara berkuasa atas segala peraturan yang dibuatnya.

"Kenapa kau melakukan semua ini hah?" tanya Fira, gemetar penuh emosi dan tak menyangka.

"Karena aku, tidak pernah menginginkan kehadiranmu!" seru Bara, menyentak Fira.

Bagaimanakah kelanjutan kisah antara Bara dan Fira ?

Apakah pernikahan mereka akan berlangsung lama atau Fira menyerah begitu saja ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian di Atas Kertas

Siang ini Bara sedang berada di sebuah caffe, tampak sedang berbicara dengan seorang pria paruh baya, mereka duduk di sebuh kursi khusus tamu VIP di caffe itu, pria paruh baya itu adalah Pak Agung.

“Jadi bagaimana dengan suratnya? apa semua sudah beres?” tanya Bara

“Beres pak, dipastikan kuat di mata hukum. Ini tinggal Pak Bara tandatangani.” pria itu menyodorkan 2 lembar kertas.

“Baiklah, ini bonus untuk anda.” Bara memberikan sebuah amplop yang berisi sejumlah uang kepada pria itu.

“Terimakasih.” ucap Pria tua itu, ia berpamitan kemudian pergi meninggalkan Bara.

Bara segera menandatangani matrai yang terdapat di surat itu.

Bara meraih secangkir kopi yang ada di atas mejanya, ia menyeruput perlahan kopi itu, dan di simpannya kembali cangkir itu di atas meja.

Raut wajah nya kini berubah, tampak senyuman menyeringai di wajah tampan nya. Ia tak henti memandangi kertas yang sedang di pegangnya.

“Lihatlah... seberapa kuat kau akan bertahan bersamaku.” gumamnya tersenyum sinis.

***

Sore ini Fira sedang sibuk memasak, Fira sengaja pulang dari toko lebih cepat dari biasanya, karena sore ini adalah pertama kalinya Fira memasak untuk menyambut kepulangan Bara.

“Ah... sudah beres.” ucapnya sambil tersenyum, melihat beberapa masakan sudah tersaji begitu rapi di meja bar.

Fira bergegas untuk mandi terlebih dahulu, bersiap-siap menyambut suami nya pulang. Selesai mandi Fira mendekati lemari baju nya, di pilih nya baju tidur lengan panjang berwarna maroon.

Fira memperhatikan tampilannya yang ada di pantulan cermin. Kemudian ia meraih jilbab berwarna baby pink dengan sedikit ragu.

“Emh... pakai kerudung atau engga ya?” pikirnya.

“Ah sesekali gak pakai kerudung tidak apa-apa kali ya? lagipula disini cuma ada aku sama suamiku.” ucapnya. Kemudian Fira menyimpan kembali kerudung itu ke dalam lemari.

Karena meskipun ia sudah menikah dengan Bara, tapi Fira masih malu untuk memperlihatkan rambut hitam, cantik yang sedikit bergelombang, itu kepada Bara.

Fira duduk di depan meja rias, ia mengurai rambut panjangnya yang sedikit bergelombang, dan menambahkan jepitan kecil berwarna gold di rambut sebelah kanan nya, kemudian memoleskan sedikit makeup agar tampilannya lebih terlihat fresh, tak lupa ia juga memakai parfume agar aroma tubuhnya tercium wangi.

Fira kini duduk di ruang Tv sambil memainkan ponsel miliknya. Ceklek, suara pintu terdengar. Fira menoleh ke belakang, dilihatnya Bara yang sudah pulang. Fira bergegas menghampiri Bara.

“Kamu sudah pulang?” tanya Fira, meraih tangan Bara untuk menyalaminya.

Bara tak menghiraukan pertanyaan Fira, ia berjalan dan mendudukan tubuh nya di atas sofa.

“Ini minumlah.” Fira menyodorkan segelas air putih kepada Bara, yang sempat ia ambil dari dapur.

“Simpan saja!” ucap Bara, dengan wajah datar nya.

“Ini!” Bara mengeluarkan dua lembar kertas dari tas kerjanya, dan memberikannya kepada Fira. Fira meraihnya, dan dilihatnya isi kertas itu.

“Apa maksud semua ini?” ujar Fira dengan nada shock, mata nya seakan membulat ketika ia membaca isi tulisan yang ada di kertas itu.

“Baca saja! disitu sudah jelas semuanya.”

“Apa maksud mu dengan perjanjian ini? apa kau mau bermain-main dengan pernikahan kita? Kenapa disini harus ada kontrak 1 tahun pernikahan?” Fira mengeraskan suaranya, bertanya akan hal yang tak pernah ia duga sebelumnya.

Bara hanya diam tak menanggapi perkataan Fira.

“Hey... kenapa kau diam saja? dan apa maksud dari semua peraturan yang ada disini? apa kau ingin sewenang-wenang terhadapku hah?”

“Jangan berteriak seperti itu kepadaku! Aku yang mengatur semuanya! dan kau hanya harus mematuhi semua peraturanku!” tutur Bara dengan penuh penekanan.

“Enak sekali ya! kau merencanakan dan memutuskan semua ini sesuka hatimu, tanpa berkompromi terlebih dahulu. Apa kau tidak memikirkan orang tua kita? kalau mereka tahu semua ini bagaimana jadinya?” Fira semakin terbawa emosi, ia meremas ujung kertas yang di pegangnya. Pupil matanya terlihat semakin membesar, menatap tajam kepada Bara.

“Kalau kau tidak suka, silahkan kau menggugat cerai ke pengadilan agama.” ujar Bara dengan tatapan tajamnya.

Fira begitu terkejut mendengar perkataan Bara. Ia menarik nafas nya dalam-dalam, mengatur sebisa mungkin agar emosinya tidak meledak.

“Aku, tidak akan membiarkan pernikahanku berakhir begitu saja! aku juga tak mau menjadi janda! Kenapa kamu melakukan semua ini? Apa alasanmu hingga mau menceraikan aku nanti?”

“Hey... apa kau lupa? dari awal sudah ku bilang, aku tidak menginginkan mu! Aku, tidak menginginkan pernikahan ini!” ujar Bara dengan keras, mata Bara semakin menajam menatap mata Fira yang kini mulai terlihat memerah, seakan menahan luapan emosi yang menyesakan dada.

“Yang perlu kau ingat, kau harus mematuhi semua peraturan yang ku buat! dan jangan pernah mencampuri urusan pribadi ku. Dan aku memberikan kebebasan untukmu, kau boleh pergi kemanapun tanpa perlu meminta izin dariku.” ucap Bara yang berdiri dari duduknya.

“Dan kau, tak perlu melayaniku!”

“Ingat ! jangan berusaha menarik perhatianku karna aku tidak akan tertarik padamu! Simpan kertas itu baik-baik!” Bara masuk ke dalam kamar nya, di tutupnya pintu kamar itu dengan keras.

Sementara itu, Fira masih duduk di sofa, air mata nya kini semakin bercucuran di pipinya, ia merasakan rasa sakit di dalam hatinya, sungguh hatinya seakan terluka mendengar perkataan Bara.

“Kenapa pernikahanku seperti ini?” tanya nya dalam hati. Ia masih tertunduk menatapi kertas yang dipegangnya, tak sedikit air matanya terjatuh membasahi kertas itu.

“Sebegitunya ia tak menginginkanku.” lirih Fira, ia menghapus air matanya, mencoba berusaha tegar menghadapi semuanya, ia tahu, pernikahan ini tak akan berjalan lancar seperti yang di harapkannya.

Fira memasuki kamarnya, menguci pintu dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dilihatnya kembali bacaan yang ada di kertas itu.

“Ya Allah... kenapa semuanya seperti ini.”

“Ayah...” lirih Fira.

Begitu malang nasib gadis ini, ia bertaruh kebahagiaan demi Ayahnya. Rela menikah dengan pria yang bahkan ia tak ketahui sebelumnya, tapi yang di dapat kini adalah perlakuan yang tidak baik dari suaminya. Fira memejamkan matanya, menahan sesak di dada. Rasanya ia ingin mengadu kepada Ayah nya, tapi apalah daya, Fira tak ingin membuat Ayah nya khawatir. Gadis ini begitu pandai menyimpan kesedihannya sendiri, karena dari dulu ia tak pernah menceritakan masalahnya kepada Ayah atau keluarganya, kecuali kepada sahabatnya yaitu Sely dan Merry.

“Seharusnya dulu aku menolak perjodohan ini, sungguh sesuatu yang di paksakan itu tidaklah menyenangkan.” gumam Fira dalam hati.

Air matanya kini mulai surut, isak tangis nya perlahan tak terdengar dan tanpa di sadari kini Fira sudah terlelap di dalam mimpinya.

***

Pagi ini Fira sudah menyiapkan sarapan untuk Bara.

Meskipun semalam ia sempat bercekcok dengan Bara, tapi Fira mencoba menerima keadaan, ia tak ingin memperburuk hubungannya dengan Bara. Sebisa mungkin Fira memajang wajah cerianya, sehingga tak nampak raut kesedihan di wajah cantik nya itu.

Terlihat Bara sudah keluar dari kamarnya, ia mengenakan kemeja biru dan jas hitam, menenteng tas kerja berwarna coklat tua.

Bara duduk di kursi meja bar, ia meletakan tas nya di atas meja. Dan melirik ke arah Fira yang tersenyum padanya.

“Ternyata dia masih bisa seceria ini setelah apa yang terjadi semalam.” gumam Bara dalam hati.

“Kau sudah mau berangkat, ini sarapanlah dulu.” Fira menyodorkan segelas kopi, dan sebuah piring berisi sandwich dan telur mata sapi.

“Aku sarapan di kantor.” ujar Bara dengan ketus, kemudian dia meraih cangkir kopi yang sempat di berikan oleh Fira, dan mulai menyeruputnya secara perlahan.

Fira bergegas memindahkan sandwich dan telur itu ke kotak nasi, dan memberikannya kepada Bara.

“Apa kau tidak dengar? aku sarapan di kantor! tak perlu sok perhatian menyiapkan bekal untuk ku!” tegas Bara.

Fira hanya tertegun, diam tak bersuara. “Astagfirullah... sabar Fir sabar,” dalam hati. Mencoba tak bereaksi apapun.

“Ini ambilah.” Bara menyodorkan segepok uang berjumlah sepuluh juta, disimpan nya di atas meja.

“Untuk apa uang sebanyak ini?” tanya Fira dengan polosnya.

“Untuk keperluanmu, terserah kau mau pakai uang ini untuk apa, ini jatah mu selama satu minggu, jika kurang pakai kartu ini.” Bara memberikan kartu kredit tanpa batasnya, kepada Fira.

Kedua alis Fira mengerenyit, bingung dan tak tahu harus ia gunakan untuk apa uang nya itu.

“Tapi tak perlu sebanyak ini, lagipula kebutuhanku hanya sedikit.” ucap Fira. “Ya ampun, uang sebanyak ini dia bilang untuk jatah ku selama seminggu, bahkan aku bisa gunakan uang ini selama 10 bulan untuk uang jajan ku.” gumam nya dalam hati.

Bara beranjak dari duduk nya berjalan menuju keluar.

“Tunggu...” teriak Fira, ia segera berjalan mendekati Bara yang berhenti di dekat pintu.

“Aku belum mencium tanganmu, alangkah baiknya setiap pergi dan pulang kerja aku menyalami mu terlebih dahulu, boleh kan?” tanya Fira.Bara tertegun sejenak menatap Fira. Kemudian ia mengangguk menyetujui.

Fira tersenyum kemudian diraihnya tangan Bara, dan mencium pundak tangannya.

“Hati-hati.” ucap Fira tersenyum. Bara berlalu tanpa menghiraukan Fira. Ia segera keluar dari gedung itu dan masuk ke dalam mobil nya, kemudian segera menjalankan mobil miliknya menuju Gedung Kantornya.

“Bismillah, perlahan-lahan tapi pasti.” ucap Fira, sambil tersenyum seperti sedang merencanakan sesuatu “Aku tak mau kalau pernikahan ku ini harus berakhir begitu saja, aku akan terus berusaha mempertahankan pernikahan ini.” gumamnya penuh semangat di dalam hati.

Meskipun semalam Fira begitu sedih dengan ucapan Bara, tapi hatinya masih merasa kuat, ia hanya menganggap ucapan Bara itu sebagai angin lalu, ia yakin perlahan-lahan suatu hari nanti Bara pasti bisa menyayanginya.

Fira segera membereskan uang yang Bara berikan tadi, dan menyimpan sebagian uang itu di lemari dan sebagian lagi ia masukan ke dalam tas miliknya.

“Uang sebanyak ini aku gunakan untuk apa ya.” pikirnya, Fira menyender di dekat jendela kamarnya.

“Ah... hari ini aku akan mentraktir semua karyawanku saja.” ucap nya tersenyum semangat, Fira segera meraih handuk yang menggantung di dekat pintu kamar mandi, ia masuk ke dalam kamar mandi untuk segera bersiap.

***

Kini Fira berjalan menuju jalan raya ia terlihat lebih bersemangat dari biasanya, dilihatnya kendaraan yang berlalu lalang di hadapannya. Fira menghentikan sebuah taxi dan masuk ke dalam mobil itu, mengarahkan pak supir untuk mengantarkannya ke toko kue miliknya.

Setibanya di tujuan, Fira memberikan beberapa lembar uang kepada supir taksi itu, kemudian berjalan masuk ke dalam tokonya.

“Selamat pagi non Fira.” Ucap Fenny, salah seorang pegawainya.

“Pagi juga Mba Fenny.” Fira tersenyum. Kemudian ia berjalan masuk ke ruangan kerjanya.

Fira kini tengah di sibukan dengan pekerjaannya, mencatat semua data pemasukan dan pengeluaran di minggu ini.

***

Bara memasuki ruangan kerjanya, ia duduk di kursi kerjanya, kemudian meraih ponsel yang berada di saku celananya. Lalu mulai menscroll kontak yang ada di ponsel nya, di pilihlah satu kontak seorang lelaki, yang tak lain ialah Dion, sekretaris pribadinya. Bara menekan tombol hijau, memanggil Dion via telepon.

“Hallo.” Ucap Bara.

“Oh hai...” suara Dion di balik telpon.

“Apa kabar? bagaimana proyek kita disana lancar kan?”

“Kabar ku baik, alhamdulillah lancar, bahkan cukup 7 hari saja aku sudah menyelesaikan semuanya, apakah besok aku sudah bisa pulang?”

“Baiklah, kalau begitu kau boleh pulang besok.”

“Baiklah terimakasih.”

Bara menutup pembicaraannya dengan Dion, kemudian mematikan ponsel nya dan ia simpan di atas meja kerjanya.

Tak lama kemudian ponsel nya berdering, tapi bukan panggilan yang masuk, melainkan ada sebuah pesan yang masuk di ponsel Bara.

Bara meraih ponselnya, dilihatnya pesan dari seseorang yang membuat wajahnya seketika tersenyum berseri.

***Hai... apa kabar ? \~ Wanitaku ( nama di kontak ponsel Bara )

Kabarku baik, kalau kamu ? ~ Bara

Baik juga, Bulan depan aku pulang ~ Wanitaku

Benarkah ? Aku sudah merindukanmu ~ Bara*

Aku pun merindukanmu, sampai bertemu di bulan depan :* miss you ~ Wanitaku

Baiklah\, miss you too wanitaku :* \~ Bara***

Wajah Bara kini semakin terlihat berseri, seakan menandakan suasana hati yang sedang berbunga, karena tak lama lagi ia akan bertemu melepas rindu, bersama wanita yang selama ini ada di hatinya.

Bara menyimpan kembali ponsel nya di atas meja, kemudian kembali disibukan dengan pekerjaannya.

.

.

.

.

***

Hallo readers semuanya 😘 Apa kabar?

maaf slow update ya🙏 kesehatan author lg menurun nih. Tiap hari di usahain nulis, tapi cuma bisa dapet sedikit.

Oh ya kalau senggang bisa mampir di karya terbaru author yang lainnya ya :

1. Menikahi Pria Misterius

2. Leve's Mr. Arrogant

3. Sebening Cinta Aisyah

4. Bosku Suamiku

5. Tubir Hati Cahya

Kalian bisa baca semuanya gratis hanya di aplikasi Noveltoon/Mangatoon ya. Terima kasih mohon dukungannya ya mentemen :)

1
Brayen
aku ko berasa kasihan sm si fira😥
Dikdik Suarna
Luar biasa
Siti Aprila batubara: alurnya lambat! cerita kurang greget
total 1 replies
SisAzalea
Dion &fira
Laila Yusra
kok ceritanya, serta kebetulan
Laila Yusra
ok
Neulis Saja
sudahlah Raina akhiri saja jgn memaksa cintanya laki2 yg sdh tdk mencintaimu karena kalau dipaksakan juga kamu akan tersakiti dgn cinta
Neulis Saja
kamu itu waktu bara belum cinta sama kamu, kamu bertekad utk menyelamatkan pernikahanmu tapi setelah bara bertekad utk melepas hubungannya dgn pacarnya kamu tdk tega dan merasa berdosa lebay amat kamu itu
Neulis Saja
next
Neulis Saja
si bara apa maksudnya dgn menyuruh Dion utk membawa surat perjanjian antara bara dgn Fira? yg dihawatirkan akan dijadikan senjata oleh Raina dan apa betul Fira seorang wanita yg tangguh, hebat dan pemberani kukira salah alamat kalau utk diucapkan ke Fira, dia perempuan biasa aja gak ada yg istimewa?
Neulis Saja
Fira, you have to believe that your husband already loves you. trust me please 🙏
Neulis Saja
in my opinion Raina, you don't need to remember him anymore, you just need to remember yourself about what steps to take in the future 🙏
Neulis Saja
raina silahkan cari info tentang kegalauanmu agar hati, perasaan dan perbuatanmu menjadi seiring dgn kebenaran, agar tdk merugikan hidupmu tdk selalu yg kita inginkan terwujud jadi jalani saja takdirmu dan selalu berdua dan berdoa, how do you agree with my statement?
Neulis Saja
a good person is not someone who never makes mistakes, but when he makes a mistake he wants to change for the better
Neulis Saja
Allah has a beautiful plan for your soul mate Dion, i'm sure Dion Will find his true love. Hopefully 🙏
Neulis Saja
ini masalahnya tak seberat yg dibayangkan oleh mereka berdua, karena diantara mereka berdua punya hubungan disebelum terjadi pernikahan dan dlm hubungannya tdk melampaui batas2 atau norma2 adat ketimuran apalagi agamanya yg paling berat itu jika diantara keduanya ketika menjalin hubungan dgn menghasilkan anak diluar nikah misalnya atau yg perempuan ketika menjalani n hubungan sampai hilanngnya keperawanan misalnya akibat hubungan bebas jadi kalau hrs terbuka ya wajarlah kalau mereka berdua punya pacar masing2 sebelum pernikahan utk bicara terus terang masalahnya dimana ? kan bara juga tdk akan melanjutkan hubungannya dgn pacarnya, don't make life difficult !
Neulis Saja
bara, you show that you have ended your relationship with Raina
Neulis Saja
maybe from here there be Will an explaination to fira about bara and Raina in the past. hopefully 🙏
Neulis Saja
bara, you lie and then there Will be more lies, until when?
Neulis Saja
ya bagi muslim cipika cipiki yg bukan muhrim berdosa kamu kan bara muslim wajar katamu tapi tdk dlm ajaran Islam seorang muslim hrs menjaga sikap no kiss, no hug let alone free sex !
Neulis Saja
sudahlah cinta tdk bisa dipaksakan kalaupun bisa dipersatukan ada hati yg tersakiti, berdolah melalui jalur langit pasti Allah mengabulkan keinginan hambanya 🤲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!