NovelToon NovelToon
ROMANSA CINTA DIT AND KAI

ROMANSA CINTA DIT AND KAI

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:152.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: NinLugas

Cerita ini hanya fiktif belaka, cerita menggandung adegan +18



Lika-liku kehidupan Dita yang masih trauma akan perceraian orang tuanya, tanpa sengaja di jodohkan dengan Kai yang merupakan anak teman ibunya, ada perasaan berbeda ketika Dita dekat denga Kai.
Perasaan yang kuat antara Dita dan Kai membuat Celine begitu cemburu, dia bahkan tak yakin Kai dapat mencintai gadis yang baru beberapa hari di temui nya. Trauma yang masih melekat di ingatan Dita membuatnya bimbang dan takut dalam memutuskan jalan hidupnya, dia hanya tak ingin kejadian itu terulang kembali.
walau banyak kekurangan Kai begitu gigih menyakinkan Dita untuk menikah dengannya, Kai yang bersedia menutup semua kekurangan Dita, restu sudah pasti mereka dapat, entah apa yang selalu saja rasa tidak percaya diri menghampiri Dita.

Akankah Dita dapat meyakinkan hatinya untuk Kai dan dapatkah Dita dapat memaafkan ayahnya?


yuk mampir di karya ku, semoga bisa jadi daftar favorit kalian untuk membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Penyesalan

Hampir 2 jam operasi yang dilakukan kepada Rendi tidak ada satu pun keluarga nya yang datang, hanya ada kami, aku dan Kai sambil menunggu aku berusaha menghubungi Celine namun hasil yang ku peroleh nihil.

Yang aku dengar Rendi menjalani operasi kaki yang patah dan ada penggumpalan darah diotaknya, belum lagi tulang leher yang retak, kemungkinan berhasil operasinya hanya 10%, tapi kami tidak pernah putus berdoa dan meminta kepada Tuhan agar Rendi bisa melalui masa kritis dan operasinya berjalan lancar.

Pukul 05.00 dini hari operasi yang dilakukan selesai, namun Rendi masih ditempatkan di ICU, karena kondisi koma dan kritis, dokter meminta kami untuk segera memberitahu keluarga dan kerabatnya Rendi.

“Gimana dok keadaan nya?”

tanya Kai kepada seorang dokter yang baru saja keluar kamar ICU.

“Kami sudah berusaha yang terbaik, berdoa agar Rendi bisa melalui masa kritis nya”

kata dokter yang ternyata mengenal Rendi dari keluarga nya yang kaya.

“Terimakasih ya dok”

kata Kai yang mulai terlihat tenang.

“Aku cari makanan dulu, aku enggak mau kamu sakit”

kata ku mengelus pundak suami ku.

“Makasih ya sayang”

kata Kai dengan mata sayu nya duduk di kursi yang berada di luar ruangan ICU.

Ini kesempatan aku untuk menemui Celine dirumahnya, walau tidak tahu persis aku akan berusaha membantu Rendi, rasa capek tidak kurasa, bahkan malam ini kami tidak ada tidur.

Feeling aku mengatakan bahwa mereka bertengkar sebelum akhirnya Rendi mengalami kecelakaan, kalau memang benar bolehkah aku menampar nya? Membuat Rendi seperti ini. Memberikan luka yang begitu dalam, aku tidak akan sanggup melihat Kai murung karena sahabatnya terluka.

Berusaha mencari tahu dengan menghubungi Gina dan Bayu berusaha mencari tahu keberadaan Celine, sampai aku mendapati kabar bahwa Celine berada disebuah club malam, aku pun bergegas menuju club yang dimaksud. Gina dan Bayu juga menyusul bahkan mereka pertama kali sampai di club tersebut.

“Kamu Celine?”

tanya Gina kepada Celine yang setengah mabuk

“Iya kenapa? Ada masalah apa lu?”

teriak Celine yang menatap kearah Gina yang mengenakan sweter berwarna pink.

“Kita bicara keluar”

kata Gina yang meraih tangan Celine yang terus minum minuman berakohol.

“Lepas...lu siapa?”

teriak Celine dengan mendorong Gina membuatnya tersungkur di pelukan Bayu.

“Mbak, kita bisa bicara baik-baik enggak?”

tanya lagi Bayu yang mencoba menenangkan Celine.

“Diem lu”

teriaknya lagi sambil menunjuk jari telunjuk kearah Bayu.

Tidak lama aku pun sampai, suasana club yang ramai dan bising membuat ku tidak menyukai tempat tersebut, hampir tidak dapat mengenali Gina dan Bayu, aku melirik kearah suara gelas pecah yang ternyata ulah Celine yang tengah mabuk.

Dengan perasaan kesal aku berjalan menuju kearah Celine yang semakin menggila.

“Cukup”

teriak ku menahan tangan nya yang menggengam pecahan gelas di tangan nya.

“Dit...”

seru Gina yang mulai ketakutan akan tingkah Celine.

“Puas lu udah bikin gue kayak gini?”

Kata Celine yang melepaskan pecahan gelas di tangannya.

Plaaakkkk

Dengan kencang aku menampar pipi wanita berambut panjang itu.

“Rendi koma kecelakaan”

teriak ku tak tertahankan lagi.

Celine terkejut, dia berusaha meyakinkan bahwa itu hanya rekayasa.

“Permainan apa lagi?”

kata Celine yang masih tak percaya apa yang ku katakan.

“Terserah kamu, aku sudah bilang Rendi kritis”

kata ku yang akhirnya meneteskan air mata.

Akhirnya Celine tersadar ketika aku menangis, dia pun bergegas meminta kami mengantarnya kerumah sakit.

Wajahnya begitu tenang, aku penasaran apa yang Celine pikirkan saat ini, aku saja yang bukan siapa-siapa Rendi merasa sedih bahkan aku menangis untuk teman suami ku tersebut.

Kesal dan marah kepada Celine tapi bagaimanapun Celine tetap harus tahu bahwa Rendi tengah kritis, semoga dengan kedatangan Celine Rendi bisa melewati masa kritis nya.

“Liburan kalian bagaimana?”

tanya Gina yang duduk di depan bersama Bayu yang menyetir.

“Masih bisa dilakukan dilain waktu”

jawab ku singkat

“Lalu studio?”

tanya Celine tiba-tiba.

“Aku rasa itu bukan urusan kamu”

pungkas ku.

Kami kembali terdiam tanpa berkata, selama ini dia sering ke studio, kenapa Kai tidak pernah membicarakannya?Sedikit kesal membuat ku marah, namun momen nya belum tepat.

Sesampainya dirumah sakit, Kai kaget aku dan Celine datang bersamaan. Tidak banyak yang Kai jelaskan, Celine hanya dapat melihat Rendi dari bilik kaca yang terdapat di kamar ICU. Celine terdiam dan hanya menatap Rendi, tidak ada ekspresi diwajahnya pikir ku, tiba-tiba dia terjatuh terduduk dilantai depan ruang ICU. Air mata nya begitu deras keluar tapi Celine tanpa berkata apa-apa aku membantunya bangun dan berdiri.

“Aku enggak tahu harus hubungin siapa, Rendi Cuma punya kamu”

jelas ku membantu Celine duduk di depan ruang ICU.

“Aku mau masuk”

kata Celine yang begitu terpukul dengan keadaan Rendi.

“Tunggu biar aku bicara dengan dokter”

kata Kai yang kemudian menemui dokter jaga untuk meminta ijin sedangkan kami menunggu dan Gina juga berusaha menenangkan Celine.

Akhirnya Celine diperbolehkan masuk kedalam ruangan, air matanya terus berderai tak berhenti, syok dia tidak mengira kalau pada akhirnya Rendi akan kecelakaan, seharusnya malam itu Celine mau ikut pulang dengan Rendi, penyesalan memanglah selalu datang di akhir cerita.

“Ren...lu becanda kan? Ayo kita pulang”

kata Celine sambil berurai air mata.

Digenggam nya tangan orang yang selalu setia disisi Celine, Celine tiba-tiba teringat masa lalunya yang berkenalan dengan Rendi, hanya karena Rendi bersahabat dengan Kai, betapa bodohnya dirinya yang selalu mengabaikan Rendi, hanya dia yang peduli kepada Celine, yang perhatian, dia juga menyadari satu hal cara nya salah untuk menjadikan Rendi pelampiasannya terhadap Kai.

Rendi yang selalu tahu kebiasaan Celine, hal yang disukai Celine, bahkan Celine tidak perlu malu menunjukan sikap kekanak-kanakannya kepada Rendi. Selama ini Rendi lah yang berada disampingnya.

“Bangun Ren...lu tahu gue benci rumah sakit”

seru Celine kembali, Rendi merespon perkataan Celine dengan menggerakkan jari-jemari nya disertai bunyi yang berasal dari alat monitor jantung.

Celine yang kaget karena hal tersebut pun berkata memanggil nama Rendi terus menerus, sampai dokter berdatangan dan Celine di paksa keluar rungan.

Kamu hanya bisa berdoa agar Rendi tidak kenapa-kenapa, Celine terus berteriak menyebutkan nama Rendi di depan pintu ruang ICU.

“Kita berdoa sama-sama Lin, jangan begini”

kata ku yang terus menahan air mata karena tak tega melihat Celine seperti ini.

“Tapi Dit...Rendi Dit...”

seru Celine membuat aku tak bisa menahan air mata ini pun jatuh, aku berusaha menenagkan nya dengan memeluk Celine, aku sungguh tak sanggup berbicara.

Hampir 40menit akhirnya dokter keluar dengan wajah penuh ragu berbicara kepada Kai.

Rendi berpulang ke Rahmatullah, pendarahan dikepalanya membuat nya tidak dapat melalui masa kritis. Mata Kai yang merah menahan air matanya.

Aku yang tidak tahu apa yang dokter katakan, aku mendekati Kai yang terdiam berdiri di depan pintu ruang ICU.

“Kenapa Kai?”

kata ku yang memegang pundak lelaki ku.

Tidak dapat ditahannya akhirnya dia menangis sejadinya.

“Rendi udah pergi Ta”

kata Kai yang menangis memeluk ku.

Aku pun ikut menangis tapi mungkin ini yang terbaik buat Rendi.

Celine berlari kedalam ruangan dan menangis sejadinya.

“Lu enggak boleh pergi Ren...gue sama siapa? Lu enggak boleh ninggalin gue”

teriaknya di depan jasad Rendi yang sudah terbujur kaku.

Sampai administrasinya diselesaikan, jenazah Rendi akan di bawa kerumah duka, di kawasan yang tidak jauh dari area kampus Dita.

Kematian memang tidak dapat diprediksi, pada akhirnya kita akan bertemu kembali dengan Sang Pencipta, entah secara alami atau pun tidak kematian tidak dapat kita hindari.

Aku yang tidak mengenal Rendi begitu dekat namun aku dapat merasakan hati Kai yang begitu menyayangi Rendi sebagai sahabat dan saudaranya sendiri.

Semua karangan bunga tersusun rapi di perkarangan rumah mewah nya, bahkan orangtuanya yang baru datang dari Singapore tidak menyangka bahwa putera mereka begitu cepat meninggalkan nya.

Disudut peti jenazah Celine yang mengenakan pakaian hitam tak hentinya menangis, terpukul dan menyesal mungkin itu yang dirasakan Celine menyesal tidak pernah berbuat baik kepada Rendi.

Beberapa teman kerabat juga datang, sampai akhir nya jam 3 siang Kami berangkat di daerah timur jakarta, untuk melakukan prosesi pemakaman Rendi. Beberapa Pendeta dari gereja tempat keluarga Rendi beribadah juga sudah datang dan bersiap memakamkannya.

Hargailah orang yang berada disisi mu saat ini, walau kamu sebenarnya tidak mencintainya, namun pada dasarnya cinta itu belum menghampiri hati mu yang terluka. Jangan sampai setelah yang kalian lewati hanya akan sekedar menjadi kenangan yang pahit.

1
nobita
aku mampir kak
Angkasabiru
manis banget kai 😌
Angkasabiru
Dita keren. semangat terus gina 🤗
Angkasabiru
Saling suport ya kak. Aku nyicil dulu bacanya hehe☺
Ika Mbkdyva
😊😊😊
Lestari 23
juan nekat..karena diberi kesempatan
Lestari 23
jablay...janda kurang belaian.
Lestari 23
pengalaman... wwlaupun bertahan ttp aja ibarat kaca retak, kepercayaan itu jd menipis
Lestari 23
aku suka cewe pemberani.. jarang yg meng explor cewe pemberani.
Qiana
Semangat dan sukses selalu
7in1
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Qiana
Mencoba hadir, walaupun jaringan payah
7in1
💕💕💕💕💕💕
Qiana
kami 7in1 hadir
Like 👍👍👍👍👍
Qiana
karena Author sudah hadir di karya Firmo, maka kami akan hadir juga, 7in1

Favorit ♥️♥️♥️♥️♥️
Qiana
Salam 7in1
Rate ⭐⭐⭐⭐
Ayu Arthamobilindo
up thor
Ayu Arthamobilindo
up Thor smgt
Ayu Arthamobilindo
up SMG bs LBH dr 100 episod y Thor smgt 🥰🥰🥰😘😘😘
Ayu Arthamobilindo
Juan THN dikit napa
Ayu Arthamobilindo
duh Dita knp JD bgn ya smgt thor
Ayu Arthamobilindo
autohor nya lucu smgt ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!