Ketika hidupnya akan berakhir tragis dari pria yang ia cintai.Ia seketika terbangun dan bereinkarnasi ke 10 tahun yang lalu.Dimana ia bisa mengulang kembali ke kehidupannya yang dulu.
Disaat itu,ia memiliki kesempatan yang ingin merubah nasibnya dan membalaskan semua perbuatan busuk dari pria yang selama ini ia cintai.Karena pria itu telah mengkhianati ketulusannya dengan berselingkuh dan merebut seluruh aset kekayaannya.
Apa yang akan dilakukan seorang nona muda bernama Alena,untuk membalaskan dendamnya pada pria itu??Dan juga kedua orangnya tuanya yang hidup menjadi parasit dalam kehidupannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Alena pun langsung melirik tajam ke arah Toni.
"Yakin sekali kau ingin memakai mobil ku untuk mengantar pacar kesayangan mu.Apa kau pikir ini mobil mu?" sindir Alena.
"Sudah lah,Alena.Aku sudah cukup mengalah pada mu.Cepat segera pindah dan jangan bertingkah lagi." ucap Toni memaksa Alena tapi dengan nada pelan.
"Ku bilang tidak,artinya tidak." jawab Alena secara tegas.
Disela perdebatan mereka Gea dan Tisa pun datang.
"Hei,Alena.Jangan jadi orang yang tidak tahu diri.!Apa kau merasa pantas duduk didalam mobil tuan Toni??Cepat keluar dari mobil itu.Setelah ini aku akan membereskan mu.!!Karena kau kami berdua harus menerima hukuman dari dosen gila itu.!" sentak Gea menyuruh Alena dan mengungkit masalah yang telah mereka lakukan.
"Benar,kami tahu itu pasti karena ulah mu.Makanya kami salah sasaran." sahut Tisa membela Gea.
Back :
"Cepat jelaskan,kenapa kalian melakukan hal yang keterlaluan seperti itu.?!" tanya sang dosen dengan nada tinggi dan penuh amarah.Sembari ia membersihkan wajahnya dengan tisu dari sisa-sisa kue yang sempat mengotori wajahnya.
Gea dan Tisa masih memilih menundukkan kepalanya dan diam.Karena tidak berani menjawab apa lagi melihat wajah the killer sang dosen ketika sudah marah.
"Cepat jawab.!!Kenapa kalian diam saja.!" bentak sang dosen sambil memukul meja kerjanya dengan cukup keras.Hingga membuat beberapa dosen yang berada diruang itu,seketika terkejut sambil memandang mereka.
"Ka..Kami tidak sengaja pak,kami hanya main-main saja." jawab Tisa dengan nada ketakutan.
"Tindakan yang hampir mencelakai saya,kalian bilang hanya main-main?Apa kalian pikir tindakan kalian itu lucu?" sentak sang dosen lagi yang tidak terima akan jawaba Tisa.
"Se..sebenarnya kami hanya ingin mengerjai Alena,pak.Tapi tidak disangka justru bapak yang kena sasarannya." sahut Gea menjelaskan.
"Lalu apa tujuan kalian ingin mengerjai Alena??Apa seperti ini cara kalian bercanda dengan teman kalian?" tanya sang dosen lagi.
"Karena dia sangat menyebalkan,pak.Jadi kami hanya berniat membalas sedikit padanya." jawab Gea menjelaskan lagi.
"Kalian benar-benar keterlaluan.Apa kalian tidak sadar,kalau tingkah laku kalian sudah melanggar aturan di kampus ini.!" ujar sang dosen masih dengan nada marah.
"Melanggar bagaimana pak?Kami tidak menyakiti dia." tanya Gea sesaat ingin protes.
"Aturan mem-bully terhadap sesama mahasiswa di kampus ini.Kampus ini memiliki aturan ketat,terlebih pada pembully-an.Jika ada yang melanggar,artinya kalian akan bersiap menerima hukuman."jelas sang dosen panjang lebar.
"Hukuman yang seperti apa pak?" tanya Tisa sesaat penasaran.
"Bapak akan memberi skorsing untuk kalian selama 1 minggu.Dalam arti kalian dilarang mengikuti mata pelajaran saya dan juga mata pelajaran lainnya." jawab sang dosen dengan tegas.
"Apa.!!Jangan pak,jangan skorsing kami.Kami mengaku salah,tolong maafkan kami pak.Kami janji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi." sahut Tisa langsung memohon pada sang dosen.
"Bagaimana dengan mu?" tanya sang dosen pada Gea.Karena Gea terlihat lebih tenang tanpa merasa panik.Saat sang dosen akan memberinya hukuman.
"Ayo,Gea.Cepat minta maaf.Jangan sampai kita kena skorsing."sahut Tisa yang berbisik pada Gea agar mengikuti ucapannya tadi.
Gea pun hanya memasang wajah yang ketus tanpa menatap sang dosen.
"Iya,baik lah pak.Kami mengaku salah,tolong maafkan kami.Kami janji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi." jawab Gea dengan datar.
Sang dosen pun sesaat menarik nafas panjangnya.
"Sepertinya maaf saja terlalu mudah dan tidak akan membuat kalian jera.Baik lah,karena sebentar lagi kalian akan mengikuti tes ujian.Sebagai gantinya,hukuman kalian bapak akan ubah." ujar sang dosen.
Gea dan Tisa pun saling pandang dengan bingung.
"Hukuman apa pak?" tanya Tisa penasaran.
Di toilet ..
Terlihat Gea dan Tisa tengah membersihkan toilet saat para siswa sedang mengikuti jam pelajaran.
"Brengsek..!!Kenapa jadi kita yang bersihkan tempat terkutuk ini.!" umpat Gea sambil membuat sikat WC.Saat dirinya tengah membersihkan WC.
"Sudah lah,ikuti saja.Daripada kita kena skorsing,lebih baik membersihkan toilet." ujar Tisa yang juga sedang membersihkan WC.
"Tapi bukan begini hukumannya.!Ini benar-benar menjatuhkan harga diri ku.Dasar Alena,sialan.!Akan ku balas kau.!"cetus Gea dengan perasaannya yang begitu kesal.
Pada akhirnya Gea dan Tisa harus menerima hukuman dari sang dosen.Dengan membersihkan toilet setiap jam pelajaran usai,selama seminggu.Jika menolak mereka harus menerima skorsing yang akan membuat mereka tidak bisa mengikuti tes ujian yang akan diadakan beberapa hari lagi.
...****************...
sampe emosi banget bacanyaaaaaaaa
semangat alena