Frans Brian Eddison
berawal dari pengkhianatan kakak kandung nya yang menikahi kekasih nya,
Menjadi seorang yang sangat suskes,
mengawali karir nya dari nol, meninggalkan kekayaan orang tua nya, menjadi tangan kanan dan seorang kepercayaan millioner muda sekaligus pengusaha terbesar di negri ini.
Tapi tidak untuk masalah percintaan, tidak satupun mampu meluluhkan hati nya, hanya sebatas angin dan berlalu.
Hingga akhirnya dia pertemukan dengan seorang wanita yang selalu membuat nya berjuang dan jatuh bangun.
[Sekuel dari novel 'Pernikahan luar biasa']
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Our honeymoon
Aku bukan pembunuh!"
"Aku tidak membunuh! "
Seketika kubangan bening yang tertahan tumpah begitu saja.
"Bukan aku pelaku nya!" pekik nya lagi menatap tajam suami nya.
Frans menatap sedih istri nya lalu menarik Nancy ke dekapan nya.
"Jangan peluk aku!" tolak nya.. "Kau sama saja!"teriak nya lagi.
Frans sedikit beringsut tertolak Nancy,
"Tenanglah sayang, aku tidak pernah menuduh mu"
Hiks... Hiks..
Frans lirih semakin bingung apa yang sebenar nya terjadi, tangan nya terus mencoba menenangkan kembali memeluk nya lagi,
mengelus-elus lembut pundak nya lagi.
Frans membiarkan nya menangis tak mengusik.
Lama... Sangat lama...
hingga isakan itu perlahan berangsur menghilang tak terdengar lagi.
"Kita masuk ke kemar ya..."pinta nya serak dan berbisik dan menicium pucuk kepala istri nya.
Nancy tak merespon memasrahkan tubuh nya dipapah Frans berjalan menuju ke kamar, Frans membaringkan Nancy di ranjang, meluruskan kaki nya membuka Heels dikaki nya , juga melepaskaan beberapa perhiasan yang di pakai nya.
Sejenak berfikir dia ingin menggantikan pakaian istri nya, namun tak yakin Nancy akan mengiyakan nya.
Namun dia salah...
Nancy mengiyakan mengangguk dengan malas mengizinkan Frans melepaskan gaun nya.
Sedikit melenturkan tubuh mungil nya Nancy membiarkan Frans membantu mengenakan piyama satin yang sudah di ambil nya.
Sedikit menegang, Frans menegang akibat sentuhan kulit dan pemandangan tubuh mulus istri nya sesekali reflek menaik turunkan jakun menelan saliva nya.
"Shit, hi junior...tenanglah ini belum waktu nya!"bathin nya terkikik.
Setelah selesai Frans pun berjalan ke arah lain membuka kemeja nya, menyisahkan kaus putih dan celana pendek, kemudian merangkak naik ke ranjang menatap punggung Nancy yang sudah membelakangi nya.
"Tidurlah! Besok kita akan pergi..."seru nya mengelus rambut Nancy.
Tak perduli lagi Nancy sibuk dengan fikiran nya sendiri, membiarkan tangan Frans terus bermain dan mengelus-ngelus kepala nya.
"Pernah jatuh cinta, tapi tak secinta ini,pernah menginginkan tapi tak sedalam ini..."
***
_
Ke esokan hari nya.
Sang mentari tampak bersembunyi malu-malu menampakan wujud nya, sahut-sahutan kendaraan terdengar namun samar, tampak mobil-mobil menunggu antrian, bergantian masuk menunggu tempat pemberhentian.
Namun tidak dengan mobil yang mereka gunakan, BMW berwarna metalic yang meraka naiki tampak sudah membelah jalalan melintasi hiruk pikuk padat nya kendaraan pintu masuk sebuh Airport.
Di sebuah pintu gerbang khusus dengan beberapa orang penjagaan nya, pintu itu segera terbuka tatkala seorang pengawal tegap berjas hitam turun dan memberi seruan.
Mobil masuk dan lolos terlihat kemudian beberapa orang menunduk memberikan pengormatan dan lambaian, Frans menutup kembali kaca mobil nya.
Lain hal dengan Nancy dia masih tampak memejam, pagi-pagi sekali Frans sudah membangunkan nya, meminta nya bersiap.
Tak ingin peduli Frans akan membawa nya kemana, setelah bersiap, masuk ke mobil Nancy pun terpejam lagi menyandar malas ke sandaran kursi dengan lengan Frans sebagai bantalan nya.
"Sayang bangun... "bisik nya lembut membangunkan nya.
"Sayang...."
Nancy pun mengerjab, memicingkan mata menerima cahaya dari pintu mobil yang terbuka.
"Ehm...sudah sampai ya, kita di mana?" tanya nya dengan suara serak bangun tidur nya.
Frans tak menjawab, menarik tangan istri nya untuk segera keluar, Nancy bergeser mengikuti lengan yang membawa nya.
"Mau kemana sih... "gerutu nya.
Seketika Nancy membulatkan mata nya tatkala melihat beberapa buah pesawat terparkir di dekat sana, juga beberapa mobil-mobil pengangkut barang lewat tak jauh di depan nya.
"Bandara?" Nancy terkesiap masih memicingkan mata nya.
"Selamat datang Tn. Dan Ny.Brian selamat menikmati penerbangan hari ini!" seketika seorang pria berseru kepada Frans memberi hormat dan menyalami nya.
Membuat Nancy semakin terhelak mengedarkan pandangan nya, kenapa di sini dia akan membawaku kemana?
Beberapa orang mulai datang, memberi laporan beberapa hal kepada Frans yang tak di mengerti Nancy arah percakapan nya.
"Baiklah, kita berangkat sekarang!"ucap Frans melihat waktu di arloji kiri nya, beberapa orang mengiyakan menjawab ucapan nya kemudian naik ke atas pesawat itu.
"Kau siap sayang?" seru Frans kepada istri nya yang masih tidak mengerti.
"Kita akan kemana?"
Frans melengkungkan senyuman di bibirnya menatap wajah polos bangun tidur yang tampak kebingungan.
Cup.
Bukan malah menjawab Frans tampak gemas tak tahan menatap manik menggemaskan istri nya itu, mencium bibir nya kemudian menganggkat tubuh nya.
"Frans!" pekik Nancy terkesiap Frans membawa tubuh nya menaiki satu persatu anak tangga menuju ke dalam pesawat.
Kemudian langkah nya berhenti sampai di sebuah cabin paling depan.
"Tidurlah lagi... "ucap nya setelah menurukan istri untuk duduk di susul Frans kemudian duduk di sebelah nya.
Mata sendu lagi-lagi menatap nya,
"Kita akan kemana sebenar nya?"
"Ke suatu tempat yang mungkin kau akan menyukai nya..."jawab nya tersenyum membalas manik yang menatap nya.
Nancy menggeleng hemmm...terserah kau saja...bathin nya.
*
Pesawat pun mulai mengudara, menembus awan melintasi jalur-jalur yang sudah atur lintasan nya.
Nancy terus menikmati penerbangan dengan segala macam fasilitas kemewahan nya itu, sesekali memejam, membaca-baca, sesekali menjawab pertanyaan-pertanyaan Frans, berkali-kali ke toilet.
Huff...mulai bosan..
"Kau bosan sayang?"
Nancy mengangguk.
"Hemm...kenapa lama sekali?"
"Tidur lah, supaya tak terasa!" menarik tubuh istri nya untuk menyandar di pelukan nya.
Penerbangan yang lumayan lama, sudah 2 jam lebih mereka di dalam private jet itu, dan sudah beberapa kali makanan dan minuman di suguhkan sudah berkali-kali tidur dan bangun lagi.
Sesekali mata Nancy menatap keluar jendela melihat hamparan awan-awan putih seakan berterbangan, sesekali juga berpindah menatap ke arah bawah.
Berdecak kagum menatap bentangan pulau-pulau kecil di kelilingi perairan biru yang tampak begitu menakjubkan mata.
Tidak lama kemudian mulai terdengar seruan-seruan merdu menjelasakan tentang pulau yang sebentar lagi akan di darati, Nancy tak mengerti pulau yang nama nya sangat asing bagi nya, dan sama sekali tidak pernah di dengar nya.
"Ini sebuah pulau baru sayang, mungkin nama asing bagi mu, tapi aku yakin kau akan menyukai nya..."ucap Frans seakan mengerti fikiran nya.
"Hemm..... "
Pesawat pun akhirnya mendarat sempurna di sebuah landasan penerbangan yang tidak terlalu besar, Frans dan Nancy turun dengan beberapa orang yang mengawali nya, berpindah ke sebuah mobil yang akan membawa mereka ke tempat tujuan selanjut nya.
Sebuah kota kecil di tengah pulau, masih sangat alami, pepohonan rimbun tak ada sedikitpun bau-bau perkotaan.
"Masih jauh?" tanya Nancy yang sedari tadi melihat sekeliling jalanan hanya hamparan hutan dan rumah-rumah penduduk yang tidak terlalu banyak.
"Sebentar lagi... " jawab nya terus memegangi lengan istri nya.
Semakin jauh, semakin masuk ke dalam hutan-hutan namun jalan nya sangat bagus tak sedikit pun ada batuan, atau jalanan rusak, seperti nya pulau ini di kelola sangat bagus, tampak beberapa wisatawan asing berjalan kaki dan berlari-lari menikmati suasa teduh nya hutan di pagi menjelang siang hari.
Hingga di ujung jalan mobil pun berhenti, di halaman sebuah resort mewah, sebuah resort yang terhampar hingga ke tengah lautan, yang tersusun oleh kayu-kayuan.
Turun dari mobil Nancy spechless merekahkan senyuman melihat keindahan yang di suguhkan kemewahan bercampur keclassikan,
"Ini baru permulaan, kau akan takjub melihat yang lain nya..."seru Frans berjalan menggandeng istri nya.
"Hem... Benarkah!" balas nya tersenyum.
Seseorang datang membawa minuman menyambut kedua nya.
"Welcome to Montana Resort Mr. And Mrs.Brian!" sapa pria bule di antara wanita-wanita yang membawa jamuan.
Sedikit menjelaskan tentang Resort dan Fasilitas nya kemudian Frans dan Nancy segera melanjutkan berjalan lagi mengikuti beberapa orang yang sudah membawa travel bag mereka.
Melewati lantai-lantai kayu di atas laut menatap ke hamparan lautan hijau yang memperlihatkan keindahan bawah laut nya, pohon-pohon bakau di sisi lain nya, juga segerombolan ikan-ikan kecil dan batuan-batuan yang di hempas sapuan ombak...
Berhentilah mereka di sebuah kamar tepat di ujung jalan susunan kayu-kayuan, seseorang menempelkan Accsses card dan pintu terbuka, mempersilahkan kedua nya masuk dan pergi setelah meletakan barang milik kedua nya.
Nancy masih di luar memandangi sekitar,
melihat dudukan santai di luar kamar yang menghadap kelautan dengan kain-kain putih yang mengikat di setiap sisi melambai-lambai oleh tiupan angin.
Frans menarik nya untuk melangkah masuk..
"Oh my God, Frans... "teriak Nancy menutup mulut nya takjub.
Kamar yang sangat indah nya, menyeruak aroma lavender dan Sandalwood begitu tajam , dengan relief-relief di dinding nya, lampuan yang menggantung sempurna, ornamen-ornamen dan hiasan yang tergantung di setiap sudut nya, ada sebuah bathup tepat di dekat jendela, dan ranjang king size sudah lengkap dengan 2 angsa dan taburan bunga mawah yang menghiasi nya.
"This is our honey moon, honey..."ucap Frans terkikik pelan tatkala melihat ranjang yang sudah terhiasi.
Nancy berjalan mengitari kamar, memainkan air-air di bathup yang penuh bunga, berjalan melihat ke luar jendela, lalu berhenti.
"Frans lihat!" triak Nancy melihat sebuah lantai kaca yang memperlihatkan jelas keindahan bawah laut nya dengan ikan-ikan yang tampak berlalu lalang.
Seketika Nancy memeluk Frans, Terimakasih sudah membawaku ke sini..."ucap nya mengembangkan senyuman.
Frans pun membalas pelukan nya.
"Nikmati semua nya sayang, aku mencintaimu!" kecup nya di pucuk kepala istri nya.
Tak perduli ucapan cinta nya akan terbalas atau tidak, yang terpenting bagi nya melihat kebahagiaan di wajah istri nya dan tak melihat lagi kesedihan di netra coklat nya.
Setelah menikmati makan siang yang di hantarkan resort kedua nya pun beristirahat sejenak meluruskan pinggang yang lelah setelah perjalan jauh dan cukup panjang yang di tempuh untuk sampai ke tempat itu.
****
Sore Hari
Kedua nya duduk di kursi santai tepat di depan kamar, menikmati senja dengan kain-kain putih penutup panas tampak terus melambai-lambai.
Memandang jauh, langit yang tampak memerah memantulkan sinar hingga ke lautan, burung-burung yang berterbangan, lumba-lumba yang tampak berloncat-loncat di kejauhan.
Kedua nya duduk saling berhimpitan, Nancy dengan pakaian pantai yang menampakaan mulus tubuh nya , dan Frans hanya memakai stelan kaus celana pendek dan kaca mata hitam bertengger di hidung mancung nya.
Masih sangat takjub Nancy tak henti mengembangkan senyuman,
"Terimakasih Frans... "ucap nya berulang
sesekali jemari nya bermain di dada suami nya membentuk pola-pola abstrack, mencubit-cubit kecil.
"Geli sayang... "seru Frans menarik jemari nya.
Nancy tertawa mendekatkan wajah nya, mengecup lembut bibir suami nya. Cup....
Seketika Frans menduduk kan tubuh nya, menagkup wajah istri nya, mulai mendaratakan bibir nya ke istri nya mengulum nya lama, Nancy membiarkan Frans memainkan sendiri saliva nya, menelusup ke rongga-rongga nya.
Tangan Frans mulai menahan mencengkram pinggang Nancy yang terbuka, terasa menggelitik seakan merasakan beribu bahkan berjuta kupu-kupu sedang menari-nari di perut nya.
Nancy mulai merespon membalas memagut nya ,tak sadar dia sudah meringkuk naik ke atas menduduki tubuh suami nya, melingkarkan kedua tangan mengikat leher suami nya saling berbalas dan bermain dengan sapuan pagutan bibir kedua nya.
Hembusan udara dan dingin nya angin laut bahkan tak dihiraukan oleh kedua nya, masih terus menikmati puncak gelora yang kian detik kian bertambah, mulai bergerak tak beraturan di tengah-tengah indah nya langit senja.
_
Just ilustrasi ya...
Bersambung...
.
.
Mohon maaf ya lama, 🙏
please jangan nungguin saya.
takut mengecewakan.
di usahain setiap hari up tapi enggak bisa menentukan banyak dan waktu nya ..
apalah daya ya...
5 bunga
1 like
1vote
part paling melow
udah lama aku nungguin cerita kk,