Hai...ini karya pertama aku jadi kalian harus dukung ya .
sinopis
Ini sudah modern tapi entah mengapa orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads tampan yang berada di pesantren jauh dari rumah mereka .
Namaku Ghania faneha Qhonita gadis tomboy yang selalu keluar malam dan balapan motor secara liar di tengah -tengah jalan raya .Suatu hari orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads yang tampan .
Agar anak mereka bisa merubah diri dengan berjalannya waktu .
Akankah Qhonita mau di jodohkan atau malah sebalik nya??
Yuk simak kisah selanjutnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon metri annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24
...MENILAI DIRI...
...Waktu fajar adalah kesempatan untuk menilai diri sendiri tentang seberapa dekat kalian dengan Alloh ,seberapa besar kalian mengharapkan syurganya Alloh ? Mampukah kalian meninggalkan tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi untuk berwhuduh dan melaksanakan sholat shubuh . Jangan mementingkan hal besar dan tak berguna , lebih baik pentingkan tentang kecil tapi bermanfaat fan bisa membuat kita lebih baik ....
...Taqdir Alloh pasti baik tinggal bagaimana kita berdamai dengan ketetapan -Nya ....
...percayalah pasti ada kisah dan kabar baik di depan sana yang sedang menunggu kita ....
MAAF JIKA CERITANYA SEDIKIT NGAWUR ATAU APALAH YANG KALIAN SEBUT TAPI METRI BERIBU MAAF BANGET .
Dor suara orang yang mengagetkan Qhonita .
''Astagfirulloh , Abang ih , dasar tukang jahil .'' ucap Qhonita masih menetralkan detak jantungnya yang dirasa lebih dari sebelumnya .
'' Iya -iya maaf Dek .''
'' Dek , untuk pernikahan kalian gimana ?'' Tanya Alif .
'' Ya di mesjid lah , emang mau dimana ?'' tanya balik Qhonita .
'' Maksudnya untuk resepsi kalian , setelah Ijab Qhobul kan ada resepsinya , nah itu dimana ?'' tanya Alif sedari -tadi ia memikirkan tentang itu .
'' Ya terserah mereka yang ngurus kenapa kita yang repot .'' ucap Qhonita cuek -cuek saja .
'' Jangan gitu dong Dek , kamu juga harus bantu mereka ya setidaknya bantu tempat resepsinya lah .'' Sahut Alif karena tak mungkin pula mereka hanya sebagai tamu undangan .
'' Yaudah nanti Qhonita pikirin lagi , sekarang siap- siap sebentar lagi Abang pulang .'' ucap Qhonita mengemasi dan memasukkan baju Alif .
''Abi sama Ummi kok lama banget Bang .'' ujar Qhonita karena sedari -tadi mereka menunggu tapi tak kunjung datang .
'' Sabar sebentar lagi mungkin , Ummi sama Abi lagi di jalan nah bisa jadi terkena macet kan .'' Tebakan Alif benar tiba-tiba Ummi dan Abi muncul dan langsung mengatakan ' benar'.
'' Assalamualaikum dulu Abi , Ummi , biasanya kalian yang ingetin sekarang kami yang ingetin kalian .'' Ucap Qhonita menyalami Ummi Abi .
'' Hos.....hos......hos.....hos..... , Wa'alaikum'salam warohmatullah hiwabarokaatuh , maaf ya Qhon kita lambat .'' maaf Abi karena mereka masih menetralkan nafas yang tak beraturan .
'' Abi dari mana , terus Ummi mana?'' tanya Qhonita tak melihat keeradaan Ummi .
'' Ummi , dirumah Abi saja yang jemput kalian , ayo cepat kita pulang .'' Ajak Abi segera berjalan kearah luar .
Didalam perjalanan pulang tak ada pembicaraan yang mereka bicarakan , Qhonita sibuk dengan pemandangan di jalanan kota lubuk linggau , Alif sibuk dengan ponselnya sedari tadi , Abi pokus menyetir tanpa bersuara .
'' Bi , kita nanti mampir ke Indomaret bentar yang di dekat bandara tepatnya di depan bandara dekat dengan Hotel Lucky .'' jelas Qhonita panjang lebar padahal Abi sudah tau jalan itu .
'' Iya nanti kita mampir , emang mau beli apa Qhon .'' ucap Abi biasanya Qhonita beli telur gulung sama bakso bakar sekarang mungkin belum kepikiran .
'' Oh yah Bang , gue lupa nanti paa kita lewat di taman kota , kita mampir beli bakso bakar sama telur gulung masing -masing 30 tusuk oke , gak usa pakai protes .'' ucapan Qhonita membuat Abi mwlongo , bagaimana tidak tadi ia berbicara dalam hati dan tentang itulah .
'' Qhon , Abi tadi bicara tentang itulah dan ternyata kamu sudah mengucapkannya , sunggguh luar biasa .'' ucap Abi bertepuk tangan .
'' Abi itu di depan ada kucing lewat .'' ucap Qhonita dengan menunjuk kearah depan , dan segera Abi menekan rem mendadak .
Alif , Abi ,Qhonita semuanya untung memakai shet belt (gak tau tulisannya) .
mereka hanya terkejut dan segera melaju dengan kecepatan rendah .
perjalanan memakan waktu 20 menit kurang lebih , sesampainy di rumah Qhonita sibuk dengan makanannya Abi , Ummi diam dan tak menghiraukan Qhonita yang sedari tadi memakan makanannya .
'' Bang , mau gak ?'' tanya Qhonita menawarkan tapi yang di tawarkan diam hening melamun .
'' Abang Alif Nafeha , yang ganteng putih item ,jelek itemnya kayak wajan gosong .'' ucapan Qhonita membuat Alif melirik dan Pletak ...
'' Aduh , sakit bang .'' aduh Qhonita karena sentilan yang diterima cukup keras .
'' Dek , kira-kira kalau Abang nikah bareng kamu gimana ya .'' ucapan Alif membuat Ummi dan Abi bergegas ke ruang tamu dan duduk dengan tatapan tak bisa diartikan .
'' Buset Ummi sama Abi lomba lari ?'' tanya Qhonita .
'' Bang beneran mau nikah , siapa calonya? dimana rumanya ? cantik gak ? mau apa gak sama Abang .'' pertanyaan yang sedari tadi ingin Qhonita tanyakan malah diucapakan oleh Ummi .
'' Biasa aja Mi , gak tau kan Abang mau nikahnya kapan .'' ucap Alif mengelak pertanyaan Ummi dengan pura-pura tak tau apa yang dibicarakan .
'' Abang kapan nikah ? , calonyya bawa kesini biar Ummi sama Abi mau lihat .'' ucap Abi ikut bicara .
'' Dikira barang Bi , emang dia mau sama abang , abang aja belum tau tentang dia .'' Sahut Alif karena masih berangan -angan saja , ia takut masa lalunya tak akan di terimah oleh orang .
'' Bang masa lalu biarlah berlalu , sekarang masa depan sedang menanti Abang , jangan takut untuk memulai semuanya , ibaratkan membuat kue pasti akan ada gagal dan berhasilnya , jika berhasil ya allhamdulillah jika tidak ya berarti harus mencoba lebih baik lagi agar kue nya enak dilihat dan dimakan .'' ucapan Qhonita seolah tau tentang apa yang dipikirkan Alif , memang benar Alif menutup semua tentang yang dulu dan sekarang ia lebih pokus ke pekerjaan dan keluarga .
Ia belum bisa melupakan masa lalu , tapi berkat dorongan dari Pak Heru papahnya ALM . Nadia , Pak heru tau kalau Alif belum bisa melupakan masa lalu .
'' Adek punya indra ke berapa sampe tau isi pikiran abang ?'' tanya Alif .
'' Punya indra ke 1000 , emang kenapa .'' ucap Qhonita dengan berdiri dan segera berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum dingin .
'' Dek , jangan lupa bawa minum dingin kesini , ples cemilan mikako rasa bawang .'' Sahut Alif dengan masih duduk manis di ruang tamu .
'' Bang , kalau memang benar mau nikah bareng sama Qhonita silahkan , tapi harus tau dulu mereka mau apa nggak sama Abang .'' Ucap Ummi berlalu dari Abi dan Alif .
'' Sebenarnya Abang itu ada atau tidak calon istrinya ?'' tanya Abi karena masih penasaran dengan ucapan Alif tadi .
'' Ada dia kenal sama Adek , dan mereka sangat akrab bahkan bisa dibilang kakak adik .'' ucap Alif dengan membayangkan keakraban mereka .
'' Yang bener Bang , mereka keluarga kaya bukan .'' pertanyaan Abi membuat Alif geran dan mengeryit heran .
'' Kok nanya kayak gitu Bi , iya mereka keluarga kaya bahkan mereka di atas dari kita .'' Jawab Alif dengan sedikit tak percaya kalau keliarga mereka mau menerima Alif .
'' Sebaiknyan kalian bicarakan dulu secara 6 mata Bang , bukan 4 mata ya .'' ucap Abi peringatan yang di ucapkan Abi memang benar .
'' Iya Bi , Abang juga tau batasan nanti Adek yang Abang ajak .'' sahut Alif .
'' Bang ..''
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung maaf banget Upnya kesorean malah hampir magrib , metri banyak tugas jadi sedikit gak konsentrasi buat Up .
Insyaalloh diusahain Up setiap hari walau kemaleman atau kesorean .
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE YANG BANYAK YA
Made By :Metri Pramisti
hadejhhh
DISINI MAU LIAT AUTHOR APA PUTRA JDI USTADZ TEGAS, ATAU USTADZ YG GIK MIKIRIN PRASAAN ISTERINYA..
SEMUA BLM DIJELASKN SIAPA2 WANITA YG MAU JDI PELAKOR SELAIN USTADZAH CACA,, TERUS APA JUGA ADA USTADZ CALON PEBINOR NII..
jadi cerita nya sedikit
semangat