Alena adalah wanita yang terlahir dari keluarga yang kaya raya. Parasnya yang cantik, kulitnya yang putih membuat laki-laki jatuh hati padanya. Tetapi karena kesombongannya, membuat Alena dijauhi laki-laki. Saat dia menemukan laki-laki pilihannya, ternyata laki-laki itu berselingkuh. Alena memergoki laki-laki tersebut akhirnya dia kecewa dan saat dia keluar menaiki mobilnya dengan melaju yang kencang, dia mengalami kecelakaan yang membuatnya harus diamputasi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibnu Muhammad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 -SHOPPING DAY
Akhirnya Alena, Nuria dan Fatimah berangkat menuju mall bersama menggunakan mobilnya Alena.
Alena langsung menyambar kunci mobil yang ada di meja ruang televisi dan segera ia melajukan mobilnya secepat kilat menuju mall untuk shopping dan nonton bioskop bersama teman-temannya yang menyebalkan itu.
“Enak ya hidup kalau seperti ini terus.” Ucap Nuria sambil senyum-senyum
“Iya enak buat lu! Nyesek buat gue.” Balas Alena cuek sambil fokus melajukan mobilnya
“Hahaha iya sabar geh Alena, namanya juga berbagi, karena berbagi itu indah.” Balas Nuria sambil ketawa
“Hemmmm, iya in aja deh biar seneng lu Nuria!” Jawab Alena jengkel
“Hahaha iya habis lu masih saja mau-maunya temenan sama Nuria lo Alena! Mendingan temenan sama gue aja!” Jawab Fatimah sambil merayu Alena yang lagi sibuk melajukan mobilnya
“Apaan sih lu Fatimah, ikut-ikutan saja deh.” Balas Nuria cemberut
“Iya kan emang kayak gitu, lu itu selalu saja bikin emosi Alena dan selalu ngerepotin dia!” Balas Fatimah
“Halah, bilang saja lu iri kan sama gue karena kemana-mana yang diajak Alena cuma gue saja! Bilang saja lu pengen juga kan di traktir terus kayak gue!” Jawab Nuria sambil sombongnya ke Fatimah
“Iya iyalah, namanya juga gratisan siapa sih yang nggak mau!” Sahut Fatimah
“Dasar lu ya, temen nggak guna!” Teriak Nuria sambil memukul bahu Fatimah
“Apa lu bilang! Gue nggak guna, sembarangan saja lu kalau ngomong, lu itu yang temen nggak guna!” Jawab Fatimah jengkel sambil mendorong tubuh Nuria ke pintu mobil
“Lu yang nggak guna!” Sahut Nuria sambil membalas mendorong tubuh Fatimah ke pintu mobil
“Lu…..!” Jawab Fatimah sambil emosi.
Karena Fatimah dan Nuria berisik dan saling dorong ke pintu mobil Alena, akhirnya Alena tersulut emosinya dan segera ikut ngomelin mereka berdua.
“Brisik brisik brisik! Tai tai kalian semua!” Teriak Alena yang masih fokus mengemudikan mobilnya dengan laju yang kencang
“Kalian bisa diem nggak sih, kalau nggak bisa gue turun nih!” Ucap Alena ngambek
“Lah, kenapa lu yang ngambek Alena!” Ucap Nuria
“Lah kenapa gue yang ngambek, emang kalian nggak nyadar apa! Nggak di rumah, nggak di kampus, nggak di mobil kerjaannya cuma ribut mulu emang nggak capek apa mulut kalian itu!” Ucap Alena sambil ngomelin Fatimah dan Nuria yang selalu ribut kalau bertemu berdua bagaikan anjing dan kucing
“Kan kita tadi cuma pemanasan paduan suara saja Alena, gitu saja kok di anggap serius sih!” Balas Fatimah sambil merayu Alena agar tidak ngambek lagi
“Paduan suara paduan suara! Emang kalian mau nyanyi apa.” Jawab Alena
“Hahaha udah-udah gitu aja pada baper.” Ucap Nuria
“Tai lah kalian tuh pada nggak jelas!” Jawab Alena jengkel
“Udah Alena, mendingan lu fokus nyetir saja ke depan jangan ngomelin kita terus, kuping gue panas nih!” Jawab Nuria sambil menutupi telinganya
“Iya nih Alena payah banget ya jadi betina!” Sahut Fatimah
“Payah palalu peyang apa! Kalian itu dari tadi berisik bikin gue gagal fokus nyetir tau nggak sih markonah dan paijem.” Jawab Alena masih jengkel
“Enak saja ganti nama orang, nama gue Nuria bukan markonah ya Alena!” Sahut Nuria
“Iya bener banget tuh, nama gue itu Fatimah bukan paijem lo Alena.” Jawab Fatimah
“Udahlah, mending lu diem! Sebentar lagi kan kita akan sampai di mall dan kita habiskan uang di rekening lu Alena biar pikiran plong.” Ucap Nuria dengan entengnya
“Bangke lu Nuria, dasar temen nggak ada akhlak.” Jawab Fatimah
“Heh, biarin Fatimah siapa tau Alena khilaf biar kita bisa shopping dengan puas.” Bisik Nuria sambil membujuk Fatimah
“Oh, iya juga ya! Oke deh kalau begitu.” Jawab Fatimah dengan senyum-senyum
“Heh, kalau kalian mau ngomongin orang tuh dibelakang, jangan di depan gue bego amat ya jadibkalian!” Ucap Alena
“Iya namanya juga lagi di dalam mobil, masak iya kita mau turun dari mobil terus gosipin lu, yang ada kita malah di tinggal sama lu!” Jawab Nuria
“Bodo amat lah terserah kalian yang penting kalian senang.” Ucap Alena
“Nah gitu dong, kan gue jadi puas ngobrolnya.” Ucap Nuria.
Karena Alena sudah bosan menanggapi ucapan Fatimah dan Nuria. Alena membiarkan mereka berdua ngoceh seperti burung beo yang nggak bisa di rem.
Beberapa menit pun akhirnya mereka sekarang sudah sampai di mall yang selama ini ditunggu-tunggunya.
Alena, Fatimah dan Nuria kemudian turun dari mobilnya.
“Wah…akhirnya sampai juga kita di mall.” Ucap Nuria
“Iya Nuria, akhirnya sampai juga kita di mall, saatnya shopping yuk!” Teriak Fatimah.
Fatimah dan Nuria langsung berlari meninggalkan Alena sendirian diparkiran. Sampai mereka tak sadar kalau Alena tertinggal di parkiran.
“Nuria, lihat nih bajunya bagus-bagus!” Teriak Fatimah yang langsung memilih baju
“Iya nih, gue juga dapat baju yang bagus nih.” Jawab Nuria
“Ow iya Alena gimana menurut lu baju ini cocok nggak untuk gue.” Ucap Fatimah
“Waduh, Alena kemana Fatimah. Yah dia sepertinya masih di parkiran deh! Kalau kayak gini kita nih yang bayar bajunya!” Ucap Nuria sedih
“Apaan sih, udah sana pilih sesuka kalian sepuas kalian.” Ucap Alena dari belakang mereka
“Wah malaikat penyelamatku datang juga akhirnya, terimakasih Alena.” Ucap Nuria
“Iya sama-sama, lu ambil saja Fatimah sesuka lu juga nanti biar gue yang bayarin semua.” Ucap Alena
“Oke siap bu bos!” Jawab Fatimah yang langsung gesit memilih bajunya lagi.
Saat mereka sudah mendapatkan baju pilihannya, akhirnya Nuria dan Fatimah kelelahan karena muter-muterin mall nyari baju pilihannya.
“Alena haus nggak lu.” Ucap Nuria
“Iya haus gue, emang kenapa Nuria.” Jawab Alena
“Kita cari minum dulu yuk, kan ini nyari bajunya sudah dapat biar nggak kemarau tenggorokan gue!” Pinta Nuria
“Iya nih Alena haus banget tenggorokan gue, kalau nggak dikasih minum nanti bisu nggak bisa ribut lagi sama Nuria.” Ucap Fatimah
“Iya iya berisik deh kalian, iya sudah yuk naik nyari minum!” Ajak Alena
“Mendingan sekalian kita pesan tiket sambil nonton aja Alena.” Ucap Nuria
“Yaudah terserah lu aja lah.” Ucap Alena sudah capek nanggepin teman-temannya itu.
Akhirnya mereka bertiga pesan tiket nonton bioskop dan sambil pesan minuman dan popcorn serta snack untuk dimakan di dalam bioskop.
“Buset dah, lu mau nonton bioskop apa mau pindah makan! Banyak amat yang lu beli.” Ucap Alena
“Iya nggak apa-apalah Alena kan mumpung gratis dibayarin lu!” Jawab Fatimah
“Nah bener banget tuh, Fatimah aja pinter sekarang.” Jawab Nuria
“Hemmm….iya sudah yang penting dihabisin awas kalau nggak habis!” Ucap Alena
“Iya-iya pasti habis nanti.” Ucap Nuria.
“Iya udah yuk masuk ke bioskop sepertinya sudah mau mulai tuh acaranya.” Ajak Fatimah
“Oke deh, yuk!” Jawab Nuria dan Alena.
Akhirnya mereka bertiga masuk kedalam bioskop bersama.
\*\*\*\*\*