NovelToon NovelToon
DI UJUNG NAFASKU

DI UJUNG NAFASKU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Dendam Kesumat / Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Zian Arsya, seorang laki-laki mandiri dan sukses di usia 29 tahun, telah menjadi tulang punggung keluarga setelah di percaya ayah dan ibunya untuk mengelola usaha Hotel dan Restoran. Namun, di balik kesuksesannya, Zian menyembunyikan masa lalu pahit yang membuatnya menjadi pendiam dan jarang bicara. Dia pernah dikhianati kekasihnya semasa kuliah, yang memilih laki-laki lain, membuatnya kehilangan kepercayaan pada cinta.


Suatu hari, Zian dijodohkan dengan Raya, seorang gadis cantik, ramah, dan pintar yang sangat perhatian. Zian setuju dengan perjodohan itu, tapi dia tidak berani mengungkapkan masa lalunya kepada Raya dan keluarganya. Dia takut kehilangan kesempatan untuk memiliki keluarga dan cinta yang sebenarnya.


Namun, kehadiran Raya membuat Zian perlahan-lahan membuka diri dan menghadapi masa lalunya. Apakah Zian akan mampu mengungkapkan kebenaran kepada Raya dan keluarganya? Atau akankah rahasia itu menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan yang tak pernah pergi

Flashback – Singapura, 7 Tahun Lalu

Suara dentuman keras memecah kesunyian lorong belakang kampus. Bau tanah basah bercampur udara lembap memenuhi rongga napas. Tiga laki-laki bertubuh besar berdiri melingkari Zian, sementara seorang di antaranya memegang ponsel dengan foto-foto yang baru saja disebarkan di grup kampus.

Foto itu, foto kekasih Zian, Yulia.

“Cantik juga pacar lo, ya,” ujar salah satu preman kampus yaitu Boy' dengan tawa meremehkan. “Sayang banget kalau cuma lo yang lihat.”

Zian mengepalkan tangan. Rahangnya mengeras.

“Hapus fotonya sekarang.” Suaranya rendah, tapi bergetar menahan amarah.

Preman salah satu teman Boy itu tertawa makin keras. “Kalo gue nggak mau? Mau apa lo, hah? Mau jadi pahlawan?”

Zian melangkah ke depan. Matanya tajam, dingin, dan penuh peringatan.

“Gue bilang, hapus.”

“Coba ambil kalau berani!”

Dan itu cukup.

Tubuh Zian bergerak cepat, lebih cepat dari apa pun yang sempat disadari para preman itu. Satu bogem mendarat di rahang orang pertama, membuatnya terpelanting. Dua lainnya langsung menyerang berbarengan.

Zian tak peduli meski pukulan pertama menghantam pipinya, memecahkan sudut bibirnya. Ia membalas lebih brutal. Tinju, tendangan, dorongan. Semua tenaga, semua amarah, semua ketakutan yang ia rasakan untuk Yulia meledak menjadi serangan tanpa jeda.

Sampai akhirnya salah satu dari mereka jatuh tersungkur, tak bergerak, darah mengalir dari pelipisnya.

Zian berdiri terengah, jantungnya menghentak liar.

Dia tak berniat sejauh itu. Tapi semuanya sudah terlanjur. Preman yang memegang ponsel tersisa hanya berdiri gemetar. Ia merangkak mundur sambil memaki.

“Lo… lo bakal gue balas! Gue sumpahin, hidup lo hancur, Zian! Lo tunggu aja! GUE BALAS DENDAM!”

Ancaman itu bergema lama… jauh lebih lama dari pukulan mana pun.

Tak lama kemudian, suara sirene polisi memecah udara.

Dan dunia Zian berubah selamanya.

Selama satu bulan berikutnya, ia menghabiskan waktu di tahanan sebagai tersangka penganiayaan berat.

Dan selama bulan yang sama, Yulia… menghilang. Tanpa kabar. Tanpa penjelasan. Tanpa sempat Zian bertanya apa pun. Ia keluar dengan luka yang jauh lebih dalam dari yang terlihat.

**Masa Kini, Jakarta. Ruang Pribadi CEO Zian Arsya**

Pukul enam pagi, udara masih dingin ketika Zian masuk ke ruang pribadinya di hotel. Ruangan itu luas, tenang, dan berwarna netral, berbanding terbalik dengan hidupnya yang penuh duri.

Ia belum sempat duduk ketika pintu terbuka begitu saja.

“Selamat pagi, bos tampan! Tumben datang pagi-pagi begini. Ada yang mau dipikirin atau … ada yang mau dipendemin?” suara riang itu masuk tanpa izin.

Derry.

Asistennya. Manusia paling berisik yang pernah bekerja dengannya.

“Derry.” Zian memijat pelipis. “Kamu masuk tanpa mengetuk lagi?”

Derry mengedip. “Saya ketuk kok. Dalam hati. Masa Boss nggak denger sih?”

Zian menghela napas panjang. “Keluar.”

“Baik, Bro.” Derry berbalik… tapi lima detik kemudian kembali muncul sambil membawa dua gelas kopi.

“Ini nitip dari barista. Katanya, kopi bisa bikin bos berhenti keliatan kayak habis mukulin orang.”

Zian berhenti sejenak. Tangannya menahan gelas kopi itu. Matanya memanas … karena ucapan itu menariknya kembali ke masa lalu yang ingin ia kubur.

Derry, yang sangat peka, langsung mendesah.

“Astaga, bos. Saya cuma bercanda. Jangan bilang beneran habis mukulin...”

Zian menatapnya dengan tajam. Cukup untuk membuat Derry terdiam.

“Oke, oke, saya diem. Sumpah.”

Ia meletakkan kopi di meja dan duduk sembarangan di sofa.

“Ngomong-ngomong… HRD kirim data karyawan baru hari ini. Katanya cewek, cantik, sopan, bla bla bla, intinya tipe bos banget.”

Zian mengangkat alis. “Tipe apa?”

“Tipe yang bisa bikin bos berhenti hidup kayak hard drive rusak yang cuma punya satu folder, ‘KERJA’.”

Zian ingin memarahi, tapi sudut bibirnya terangkat sedikit.

“Siapa namanya?” tanyanya pelan.

Derry membuka tablet. “Raya Sonia”

Jantung Zian berdegup aneh. Entah kenapa, nama itu seperti memanggil sesuatu yang tenang dalam dirinya. Jauh… tapi akrab.

Derry terus berceloteh tanpa menyadari perubahan ekspresi bosnya.

“Semoga aja cewek itu tahan kerja di bawah bos yang wajahnya dingin, hatinya kebaca, dan hobinya menatap jendela kayak aktor drama Korea galau.”

Zian menatapnya datar.

“Derry.”

“Ya?”

“Keluar.”

Derry cengengesan sambil mengangkat tangan. “Baik, bos. Tapi saya ingetin ya… hari ini takdir datang dalam bentuk karyawan baru...”

Pintu tertutup.

Dan Zian tiba-tiba merasa hari ini akan berbeda.

Mungkin lebih dari yang ia siap hadapi.

***

Langkah-langkah sepatu terdengar rapi di lantai marmer lobi Hotel Arsya. Raya berdiri tegak, merapikan seragam barunya, kemeja putih bersih dan rok hitam selutut yang membuatnya tampak elegan namun tetap sederhana. Nafasnya ditarik panjang, berusaha menenangkan diri.

Hari pertamanya.

Hotel terbesar di bawah nama keluarga Arsya.

Tempat yang ia harap bisa menjadi awal baru dalam hidupnya.

“Raya, kamu siap ya,” ujar seorang supervisor wanita. “Nanti kamu akan dikenalkan ke beberapa petinggi hotel. Termasuk Pak Zian… CEO kita.”

Raya mengangguk, meski hatinya berdebar tanpa alasan.

Nama itu terasa berat. Penuh jarak.

Terkenal sebagai pria pendiam, dingin, dan nyaris tak tersentuh.

Supervisor itu mendekat sedikit. “Satu hal… jangan grogi kalau beliau melihatmu tanpa ekspresi. Itu ekspresi terbaik beliau.”

Raya tersenyum kecil. “Baik, Bu.”

Tak lama kemudian, mereka memasuki lift menuju lantai eksekutif.

 ....

Ruang Kerja Zian

Zian berdiri di depan jendela besar, menatap pemandangan kota yang mulai hidup. Kopi yang dibawa Derry sudah setengah dingin, tapi pikirannya masih terjaga, entah oleh kafein, atau oleh bayangan nama yang Derry sebut tadi pagi.

Raya.

Nama yang lembut… sekaligus anehnya menenangkan.

Ketukan pelan terdengar.

Derry masuk terlebih dahulu, wajahnya ceria seperti biasa. “Bos, karyawan baru sudah datang. Cantik, anggun, sopan… dan nggak jutek kayak bos.”

Zian menatapnya tajam. “Keluar sebelum aku benar-benar membuatmu kerja di basement.”

Derry langsung minggir sambil cekikikan. “Silakan masuk, Nona Raya.”

Raya melangkah masuk dengan tenang, meski ada gugup yang tak bisa ia sembunyikan.

Begitu tatapan mereka bertemu… Zian terdiam.

Ini bukan sekadar karyawan baru biasa.

Ada sesuatu pada tatapan gadis itu, kejernihan yang langsung menembus dinding pertahanan yang selama ini ia bangun.

“Selamat pagi, Pak,” ucap Raya sambil sedikit menunduk.

“Saya Raya Sonia, karyawan baru di bagian front office.”

Zian harus memaksa dirinya bicara.

“S,selamat datang.”

Derry, yang berdiri di belakang, melongo.

Seumur hidupnya menjadi asisten, baru kali ini ia melihat Zian terbata.

Raya tak menyadarinya. Ia hanya tersenyum. Senyum yang tulus. Hangat. Bukan senyum palsu yang biasa ditampilkan orang-orang di lingkungan kerja.

Zian merasakan sesuatu yang sudah lama hilang, perasaan… hidup. Namun seperti bayangan gelap, masa lalu tiba-tiba datang menyergapnya.

Jeritan preman kampus.

Darah.

Ancaman balas dendam.

Wajah Yulia yang hilang tanpa penjelasan.

Tiba-tiba dadanya terasa sesak.

Zian mengalihkan pandangan. “Mulai bekerja dengan baik. Jika ada kesulitan, lapor pada supervisor.”

“Baik, Pak. Terima kasih.” Raya kembali menunduk dengan sopan.

Saat ia berbalik, Derry menahan pintu dan mengedip ke Zian secara berlebihan, membuat bosnya ingin melempar stapler.

Begitu pintu tertutup, Zian menghela napas berat.

Apa pun tadi itu, ia belum siap mengakuinya.

 ***

Lobi Hotel

Raya kembali ke area kerjanya, memerhatikan interior hotel yang mewah. Namun detak jantungnya masih belum stabil setelah bertemu langsung dengan sang CEO.

Ada keheningan yang aneh.

Bukan ketakutan. Bukan tekanan.

Lebih seperti… rasa penasaran yang tak bisa ia jelaskan. Ia memegang dadanya pelan.

“Kenapa deg-degan begini sih?” gumamnya lirih.

“Deg-degan apa?” Tanya supervisor yang lewat.

“Ah, ngg—nggak apa-apa, Bu!” Raya buru-buru tersenyum.

Supervisor tertawa kecil. “Nanti juga terbiasa. Semua orang pertama kali ketemu Pak Zian pasti salah tingkah.”

Raya tersenyum … tapi entah kenapa ia merasa pertemuan mereka tadi bukan sesuatu yang bisa berlalu begitu saja. Seolah … itu baru permulaan dari sesuatu yang jauh lebih besar.

 ***

Ruang Kerja Zian (Beberapa Menit Kemudian).

Derry masuk lagi tanpa mengetuk.

Zian langsung tahu ada yang aneh.

“Apa lagi?” tanya Zian dengan nada bosan.

Derry mendekat ke meja, mencondongkan tubuh.

“Bos…”

“Apa.”

“Bos tadi gugup ya?”

Zian menatapnya datar. “Keluar.”

“Hei, hei! Ngaku aja!”

Derry membuka tangan lebar-lebar dramatis.

“Untuk pertama kalinya, aku melihat Zian Arsya, The Ice CEO BINGUNG hanya karena seorang perempuan!”

Zian mengalihkan pandangan, tapi Derry tahu itu jawaban.

“Iiih bos… jangan bilang jatuh cinta pada pandangan pertama? Soalnya tadi cahaya mata bos berubah loh. Dari… ‘saya benci hidup’ jadi ‘saya melihat harapan baru’.”

“Derry.”

“Ya?”

“Kalau kau bicara lagi, aku pecat.”

“Baik, bos. Tapi aku bangga.”

Derry mengacungkan jempol sambil berjalan mundur.

“Siap-siap aja… hidup bos kayaknya bakal berubah total.”

Pintu tertutup lagi.

Dan Zian… entah kenapa… tidak menyangkalnya.

1
Sharah ArpenLovers Khan
Akhirnya Zian dan Raya bertunangan😄😄
duhh Derry jahil mulu suka godain Zian 😄😄

di tunggu updatenya ya Sayyy quuu Author kesayangan🥰🤗 semangat terus Sayyy🤗
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy ☺
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Zian dan Raya mau lamaran ciiieee akhirnya mau lamaran juga...
duhh Derry godain Raya dan Zian mulu bikin ngakak 😆😆😆

penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy tetap semangat🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
ciieee Derry godain Raya terus 😄😄
jangan² Raya juga jatuh cinta sama Zian 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Derry goda Zian mulu yaa 😅😅
bener kata Zian ada seseorang yang harus dia jaga yaitu Raya..
perhatian nya ma Raya,
Zian sepertinya emang jatuh cinta sama Raya 😅😅
duhh Zian minta Derry antar Raya plg gk tuh 😅😅

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu 🥰 semangat terus Sayyy 🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Derry gangguin Zian mulu yaa 😅😅😅
tapi bnr kok Zian emng sepertinya jatuh cinta sama Raya 😅😅😅
tapi Zian gk mengakuinya 😅😅😅
ledekin terus Zian ya Derry lucu soalnya 😅😅😅
Sharah ArpenLovers Khan
siapa yaa seseorang yg di balik topeng mengikuti Zian
untungnya Zian baik baik Saja...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy makin seru cerita nya🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Zian mau kenal Raya dong, pasti nya Zian mau kenal Raya lbh lama lagi 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
duhhh Raya ambil cuti sehari sampai para staf penasaran...
Derry ada² saja blg nnt juga bakal tau


tau apa yaa kira² apakah Zian dan Raya akan menikah? 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Akhirnya Zian nerima Raya 😄😄
bener banget Raya hrs mengenal Zian lagi...
tinggal di tunggu kapan nikah nya😄😄

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh pasti kaget dong Raya sama Zian bakalan di jodoh kan 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Siapa tuh yg menghubungi Zian? apa masa lalu Zian?.
jgn dong Zian harus menjauh dari Raya 🥲..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
Sharah ArpenLovers Khan
wadawww Derry jahil banget sama Raya 😄😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Raya dan Zian saling memikirkan😆😆😆
duhh gmn yaa klo Raya dan Zian tau soal perjodohan 😌😌
Ya ampuun Derry usil banget suka jailin Raya sampai malu malu dong 😆😆😆
. penasaran dg lanjutannya, di tunggu kekocakan Derry Sayyy quuu Author kesayangan tetap semangat ya Sayyy 🤗quuu🤗 🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy di tunggu 😆😆😆
di tunggu juga Derry yg kocak 😆😆😆
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Derry bisa saja jahil nya sama Raya dan Zian, bilang Zian naga 🤣🤣🤣
Sharah ArpenLovers Khan
Bener kata Derry, Zian harus bangkit 😄😄
Zain minta Derry antar Raya plg buat mastiin Raya aman gk tuh 😄😄
ciieee Raya dahh nyaman tuh dg Zain 😄😄
namun gmn dg perasaan Zain? mungkin Zain juga sama😄😄

penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy quu🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee Zian perhatian sama Raya 😄😄
siapa tuhhh yg menghubungi Raya?? jgn² masa lalu Zian duhh Raya dalam bahaya dong 😌😌
yg menghubungi Raya cowok yaa, ada hubungan apa Raya dg cowok itu?

l
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu 🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee kata² Zian ada di pikiran Raya...
Duhh Raya merasa ada yg mengikutinya... 😄😄
Derry blg ke Zian lapor polisi dong... 😁😁
Siapa yaa yg mengikuti Raya 🤔🤔
Derry menggaruk kepala gk tuh 😆😆
Derry bingung dong menatap bos nya 😄😄
Zian blg Raya harus mendapatkan pengawasan khusus gk tuh 😆😆
Bener tuh Derry sejak kapan Raya sepenting itu buat bos 😄😄
Duhhh siapa sihh pria bertato leher itu... 😌😌
Waduhh Derry ngomong Bos yang dulu belain cewek waktu itu, berani nyaa Derry 😆😆
Derry di suruh diam gk tuh 😆😆
Derry nanya mulu 😆😆

Penasaran dg lanjut nya.
Di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat Sayyy 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy 🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Raya masih ingat ya kejadian kemarin itu🥲🥲
Zian pasti nya akan cari tau siapa mereka 🥲🥲
duhhh Zian blg ke Raya klo ada apa-apa ksh tau dong 😄😄
mengapa tuh Raya berdebar debar jgn² Raya bnran suka sama Zain 😄😄
duhh siapa yaa Pria yg mengintai Raya??

penasaran dg lanjut nyaa...
Di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayy tak tunggu lbh lagi si Derry Peak nya 🤣🤣🤣
gmn kocak nya ntar 🤣🤣
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
duhhh untung saja ada Zian yang bantuin Raya klo tidak, entah lah...
duhhh Zian tiba ingat masaalu nya 🥲
ada seseorang yg mengancam Zian dongg...
kasihan Zian🥲🥲

penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy 🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Derry suka usilin Zian ajak bercanda😄😄
duhhh seperti nya Zian bakal suka sama Raya😄😄
Dinar Sen: 🤣udah up lagi ya yg ini sama yg sebelah 😅
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!