📌 Ambil hikmahnya jika ada... Tidak pun, jangan ditiru perilaku yang tidak baik dan melanggar norma...
Satu malam panjang, membawa Elea si gadis 18 tahun kepada hubungan yang tidak sama sekali dia sangkakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 [Kacau balau]
Tak peduli dengan usulan Rigie, Ezra kekeuh untuk mempertahankan desain rumah minimalisnya. Tak ada yang akan dia rubah, selamanya rumah ini akan tetap seperti ini.
Piring, gelas, beserta segala macam perintilannya, apapun, semua yang pernah disentuh dan dipakai Elea, takkan pernah Ezra singkirkan dari rumahnya.
Pecahan guci, vas bunga retak, boneka karakter yang copot kepalanya, bahkan lemari kaca yang sudah ditambal dengan lakban pun masih Ezra letakkan di ruang tengahnya.
Panci dan teflon di dapur memang penyok karena ulahnya. Setiap rindunya sudah tak tertahankan lagi dirasa, acap kali dirinya mengamuk, membanting seluruh perabotan miliknya, kemudian dia sendiri yang melarang keras saat Dipa akan membuangnya.
Terkadang Ezra merasa, dirinya seperti orang gila. Yah... Gila karena tergila gila oleh masa lalu yang sulit sekali dilupakannya.
Tak dipungkiri, Elea masih bermukim di antara bilahan hatinya. Kedua orang tuanya tak pernah mau beritahu di mana Elea berada.
Bukan tak pernah iseng mencarinya, tapi sepertinya Elea sudah tidak lagi tinggal di kota ini. Bahkan kampus yang Elea masuki tak lagi mendengar kabarnya.
Berkali-kali Ezra menguntit Arif. Kalau-kalau Elea dan sahabatnya itu bertemu di suatu tempat. Nyatanya, Ezra tak pernah mendapati sosok cantik Elea.
Arif sendiri masih aktif di dunia hiburan, bahkan Arif sudah sering mendapatkan peran penting di film dan sinetron yang Ezra bintangi.
Namun, untuk sekalipun Ezra tak pernah terlibat bicara dengan sahabat Elea yang manis itu. Sepertinya, seluruh dunia sudah tak mendukung dirinya menemukan Elea.
"Sudah ku bilang, jangan buang semua barang-barang ini. Kau tahu, aku mendapat semua ini dari luar negeri!"
Tak mau lagi berdebat dan melihat tangisan kekasihnya, Ezra berlari menaiki anak tangga, masuk ke dalam kamar dan bernaung di bawah selimut tebalnya.
Rigie bukan tidak tahu, semua yang ada di rumah Ezra, sudah pasti barang mahal. Tapi menyimpan benda yang sudah rusak, bukan kebiasaan seorang Ezra Laksamana.
Ezra cucu pemilik X-meria dan Millers-corpora. Anak dari CEO perusahaan elektronik tersohor. Ibunya juga memiliki gerai fashion branded ternama.
Ezra sudah biasa hidup bergelimang harta, dan menyimpan barang rusak, bukan Ezra sama sekali.
Terduduk, Rigie di sofa abu-abu, merenung dan berpikir untuk tidak melakukan apa-apa sebelum Ezra kembali keluar dari kamar.
Sedari kecil, Ezra punya kebiasaan menghindar saat dirinya mulai mengeluarkan kaca-kaca di matanya. Lalu, setelahnya mereka kembali berbaikan dan saling memaafkan.
Namun, sudah satu jam dari sejak Ezra naik ke lantai atas, pria itu tak kunjung turun menemui dirinya. Rigie sadar dia terlalu egois, hanya karena desain rumah saja, mereka ribut
^^^,.'--'.,,.'--'.,,.'--'.,.^^^
...,.'--'.,,.'--'.,,.'--'.,....
,.'--'.,,.'--'.,,.'--'.,.
Di bawah buraian senja yang begitu jingga, manik biru Ezra terpatri pada satu arah, satu alasan, satu tujuan, yaitu Elea.
Dari jarak sepuluh meter, tepatnya dari atas mobil Jeep miliknya, ia menatap lekat wajah cantik yang disertai senyuman keramahan.
Setelah terakhir kali, Elea pergi meninggalkan rumah mereka. Ini kali pertama ia kembali melihat wajah dan senyuman Elea.
Sore ini Elea mengenakan dress putih. Cocok dengan warna kulitnya yang cerah. Surai lurusnya sudah lebih panjang dari terakhir Ezra membelainya, ia sedikit diberi sentuhan Curly, dan itu membuat Elea tampak lebih menawan lagi.
Sebuah cafe muda-mudi yang cukup estetik di bilangan Jakarta Selatan. Tak jauh dari rumah yang dulu pernah Ezra belikan, di sana Elea berada.
Tepat di satu tahun setengah setelah perceraiannya. Niken baru memberitahu di mana Elea tinggal.
Entah karena Niken baru butuh uang, atau karena Niken baru mengetahuinya juga, yang pasti beberapa bulan lalu, cafe itu belum berganti nama menjadi Galaxy Coffee shop.
Ezra pikir, jika memang Elea sudah lama membuka kedai kopi di sini, tidak mungkin anak buahnya tidak tahu. Sudah jelas, Elea baru memulai bisnis yang ditekuninya saat ini.
Sekarang pertanyaannya, ke mana saja Elea selama ini? Kenapa baru muncul dan berani menampak di jagat raya setelah hampir dua tahun membuat dirinya gila akan bayangan saja.
Apa benar, Elea baru tinggal lagi di Jakarta? Dan apa saja yang Elea lalui selama tanpa dirinya. Beribu pertanyaan, mulai bejubel memenuhi otak yang sedikit tidak waras karena wanita mungil itu.
Cukup lama Ezra menikmati senyuman mantan istrinya saat melayani pelanggan cafe barunya. Hingga di suatu moment, ia menelan sulit ludahnya, menggeser posisi tubuh yang tak menentu akibat kegugupannya.
Entah apa yang membuat Elea mendatangi kendaraannya. Yang jelas, Ezra terpaku pada sosok itu, meremas setir kuat-kuat, dirinya sulit bergerak lebih lugas, terlebih ketika Elea mengetuk kaca jendela mobilnya.
Ezra mungkin cukup berani, ia menurunkan kaca jendelanya, dan Elea tersenyum serta menyatukan kedua tangan di depan netranya.
"Mas, mohon untuk tidak parkir di sini yah."
Seketika Ezra sesak, dunia seolah berhenti berputar, waktu seakan tak berdetak untuk beberapa saat hanya untuk menertawakan dirinya.
Bagaimana mungkin, wanita yang dulu sering bermanja-manja di ketiaknya, kini tak bisa mengenali kehadirannya.
Meski dia mengenakan penutup wajah, setidaknya Elea ingat wangi parfum yang dia kenakan, ini wangi yang Elea sukai darinya.
Elea bisa berjam-jam berada di pelukannya hanya karena wangi maskulin yang melekat di tubuhnya.
"Silahkan maju, Mas. Mas bisa parkir di depan sana ya. Terima kasih sebelumnya..." Ezra hening... Ini sangat menyebalkan.
Wanita itu tersenyum seolah-olah tak ada yang terjadi dalam hidupnya, sementara dia telah gagal menggulung semua kenangan indah yang berhasil terukir sebelum wanita itu benar benar pergi meninggalkan hidupnya.
"Jadi ini caramu membalas ku Elea?"
Ezra sadar sekarang... Elea sudah tahu kontrak itu sedari awal, dan Elea sengaja menjerat dirinya dengan semua kenangan manis bersamanya. Sialnya lagi adalah; Elea berhasil membuatnya kacau berantakan.
📌 Met berlebar yaak kalian semua 💋