NovelToon NovelToon
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Hantu / Tamat
Popularitas:77.2k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Di sudut sepi Yogyakarta, di bawah naungan pohon beringin yang tua, terdapat sebuah warung tenda yang tidak terdaftar di peta manapun. Warung itu tidak memiliki nama, tidak memiliki daftar harga, dan hanya buka ketika lonceng tengah malam berdentang.
​Pemiliknya adalah Pak Seno, seorang koki bisu dengan tatapan mata setenang telaga namun menyimpan ribuan rahasia. Pelanggannya bukanlah manusia yang kelaparan akan kenyang, melainkan arwah-arwah gentayangan yang kelaparan akan kenangan. Mereka datang untuk memakan "hidangan terakhir"—resep dari memori masa hidup yang menjadi kunci untuk melepaskan ikatan duniawi mereka.
​Kehidupan sunyi Pak Seno berubah ketika Alya, seorang gadis remaja yang terluka jiwanya dan berniat mengakhiri hidup, tanpa sengaja melangkah masuk ke dalam warung itu. Alya bisa melihat mereka yang tak kasat mata. Alih-alih menjadi santapan makhluk halus, Alya justru terjebak menjadi asisten Pak Seno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Benteng Doa dan Dosa Sang Arsitek

SUV hitam itu melambat saat memasuki gerbang gapura bata merah di kawasan Kaliurang atas. Udara di sini jauh lebih dingin dan bersih, bebas dari polusi kota maupun polusi aura jahat yang mengejar mereka sepanjang jalan.

Di depan mereka, terhampar kompleks bangunan sederhana namun asri. Pondok-pondok kayu berderet rapi mengelilingi sebuah masjid tua yang lampunya bersinar hangat.

Pesantren Al-Hikmah.

Saat mobil melewati gerbang, Alya merasakan sensasi seperti menembus selaput air yang sejuk.

Cesss...

Rasa sakit dan pegal di badannya sedikit berkurang. Suara bising di kepalanya (sisa teror Mbah Suro) lenyap, digantikan oleh suara dengungan rendah yang menenangkan.

Suara ratusan santri yang sedang sholat malam (Qiyamul Lail) dan melantunkan ayat suci.

Energi doa mereka membentuk kubah raksasa tak kasat mata yang melindungi tanah wakaf ini. Tidak ada jin kafir atau santet yang bisa menembus dinding suara ini.

"Kita... aman," kata Seno, membuka pintu mobil.

Seorang pria tua berjubah putih dan berpeci hitam menyambut mereka di halaman masjid. Wajahnya teduh, jenggotnya putih panjang, dan matanya berbinar jenaka.

Kyai Ghofur. Sahabat lama Seno sejak masa muda, sebelum Seno terjerat hutang dengan Penagih.

"Assalamualaikum, Seno," sapa Kyai Ghofur sambil tersenyum lebar. "Tumben mampir bawa rombongan sirkus? Ada monyet segala."

Seno membungkuk hormat, mencium tangan kyai itu.

"Waalaikumsalam... Gus. Numpang... berteduh. Ada badai... di bawah."

Kyai Ghofur tertegun sejenak mendengar suara Seno. Dia menepuk bahu sahabatnya keras-keras.

"Subhanallah! Kau sudah bicara lagi? Alhamdulillah! Berarti 'si Botak' itu sudah lunas hutangnya?"

"Sudah. Tapi sekarang... ada musuh baru. Manusia."

Kyai Ghofur mengangguk paham. Dia melihat kondisi Alya dan orang tuanya yang berantakan.

"Masuklah. Di sini aman. Santri-santriku sedang 'memagar' langit. Mbah Suro tidak akan berani kirim banaspati ke sini kalau tidak mau kebakar ayat Kursi."

Satu jam kemudian.

Orang tua Alya sudah ditempatkan di kamar tamu pondok yang nyaman. Ibunya sudah tidur setelah diberi minum teh jahe dan ditenangkan oleh istri Kyai.

Kini, di serambi masjid yang sunyi, tinggal empat orang yang duduk melingkar: Seno, Kyai Ghofur, Alya, dan Om Rian.

Gulo tidur mendengkur di pangkuan Alya.

Kyai Ghofur menyuguhkan singkong rebus.

"Jadi," kata Kyai Ghofur, menatap Om Rian. "Siapa Bapak ini? Dan kenapa energi jahat Cakra Buana menempel pekat sekali di punggungnya? Bahkan lebih pekat dari Alya yang jadi target utama."

Alya menoleh kaget ke arah ayah tirinya. "Maksud Pak Kyai apa?"

Om Rian duduk menunduk. Tangannya meremas-remas lututnya sendiri. Wajahnya yang biasanya kaku dan sombong kini terlihat rapuh dan penuh penyesalan.

Dia menghela napas panjang.

"Saya... saya kenal Cakra Buana," suara Om Rian parau. "Saya kenal Mbah Suro. Walaupun saya cuma pernah ketemu dia sekali sepuluh tahun yang lalu."

"Kenal dari mana, Om?" desak Alya.

Om Rian mengangkat wajahnya.

"Saya Arsitek, Al. Dulu... waktu saya masih muda dan ambisius, saya bekerja di firma yang dikontrak oleh Cakra Buana Group."

Suasana hening. Hanya suara jangkrik yang terdengar.

"Saya adalah salah satu arsitek junior yang merancang Gedung Pusat Cakra Buana di Jalan Solo. Gedung yang... yang barusan kalian ledakkan itu," lanjut Om Rian.

Alya ternganga. "Om yang desain gedung setan itu?"

"Saya nggak tahu itu gedung setan awalnya!" Om Rian membela diri, matanya berkaca-kaca. "Waktu itu saya cuma dikasih tugas bikin struktur bangunan tinggi yang tahan gempa. Tapi... ada yang aneh. Pemilik proyek, Pak Suroso (nama asli Mbah Suro), minta revisi denah terus-menerus."

Om Rian mengambil ranting kayu, menggambar di tanah.

"Dia minta ada pilar-pilar kosong di titik-titik tertentu yang tidak boleh diisi beton, tapi harus diisi 'material khusus' yang disediakan kontraktor mereka sendiri. Dia juga minta ruang bawah tanah lantai 13 yang tidak boleh ada di tombol lift. Katanya buat ruang server rahasia."

"Material khusus itu..." potong Seno dingin. "...adalah mayat."

Om Rian mengangguk lemah, air mata menetes.

"Saya baru sadar belakangan. Setiap kali satu pilar selesai dicor, ada berita pekerja hilang. Saya takut. Saya mau lapor polisi, tapi saya diancam. Karir saya, nyawa saya... diancam."

"Jadi Om diam aja?" tanya Alya kecewa.

"Saya pengecut, Al. Saya keluar dari proyek itu, pindah kerja, dan berusaha melupakan semuanya. Saya menikahi ibumu, berharap bisa hidup tenang. Tapi dosa itu ngejar saya. Mbah Suro tahu saya masih nyimpen Blueprint asli gedung itu."

Om Rian merogoh dompetnya. Dia mengeluarkan sebuah kartu memori SD Card tua yang sudah lecet-lecet.

"Ini salinan desain asli sebelum direvisi jadi bangunan gaib. Di sini... saya diam-diam menandai titik-titik kelemahan struktur bangunan itu. Saya sengaja desain satu 'cacat' di pondasi cakar ayamnya, jaga-jaga kalau suatu hari gedung itu perlu diruntuhkan."

Alya mengambil kartu memori itu. Dia menatap Om Rian dengan campur aduk. Marah, tapi juga kasihan. Pria ini hidup dalam ketakutan selama bertahun-tahun, menyembunyikan rahasia besar di balik sikap dinginnya.

"Maafin Om, Al. Om keras sama kamu karena Om takut kamu terlibat masalah di luar sana. Om takut 'dunia gelap' itu nyentuh kamu. Eh, ternyata kamu malah nyemplung jadi asisten dukun."

Alya tersenyum kecut. "Koki, Om. Asisten Koki."

Seno mengambil kartu memori itu dari tangan Alya. Dia melihatnya sekilas, lalu memberikannya pada Kyai Ghofur.

"Gus... tolong cek."

Kyai Ghofur masuk ke dalam, mengambil laptop. Dia membuka file di dalam kartu memori itu.

Sebuah denah arsitektur rumit muncul.

Om Rian menunjuk ke layar.

"Ini. Titik Sentral. Bukan di gedung Jalan Solo. Gedung Jalan Solo itu cuma kantor administrasi dan menara pemancar."

"Pusat energinya ada di sini," jari Om Rian menunjuk ke sebuah lokasi lain di peta Yogyakarta.

Sebuah lokasi di pinggiran kota, dekat pertemuan dua sungai (Tempuran).

Proyek Resort & Spa 'Taman Sari Baru'.

"Di bawah resort itu," jelas Om Rian, "Mbah Suro membangun bunker raksasa. Dia menyebutnya 'Dapur Magis'. Di sanalah dia menyimpan 'Jantung' Cakra Buana. Semua energi tumbal dari seluruh Jogja dialirkan ke sana."

"Jantung?" tanya Alya.

"Sebuah artefak," kata Om Rian. "Saya pernah ngintip sketsanya. Bentuknya seperti Kuali Raksasa dari tembaga kuno. Katanya itu peninggalan jaman Majapahit yang dia curi."

Mata Seno menyipit.

Kuali Dosa.

Kyai Ghofur mengelus jenggotnya. "Kalau Kuali itu dihancurkan, seluruh kekuatan Mbah Suro akan runtuh. Semua kontrak gaibnya batal. Tapi tempat itu pasti dijaga ketat. Lebih ketat dari gedung kaca tadi."

Seno berdiri. Dia menatap ke arah selatan, ke arah lokasi resort itu berada.

"Kita... butuh... rencana masak... besar."

"Masak apa, Pak?" tanya Alya.

Seno menatap Alya, lalu menatap Kyai Ghofur.

"Masakan... Kenduri. Kita tidak bisa... serang diam-diam. Kita harus... serang terang-terangan."

"Maksudnya?"

"Kita undang... seluruh makhluk halus Jogja... untuk pesta makan di sana," kata Seno, sebuah senyum nekat terukir di bibirnya. "Kita bikin... kekacauan."

Kyai Ghofur tertawa terbahak-bahak.

"Ide gila! Kau mau bikin tawuran antar demit di markas musuh? Aku suka! Santri-santriku siap bantu doa dari jarak jauh."

Om Rian berdiri, wajahnya kini lebih teguh.

"Saya tahu denah ventilasi resort itu. Saya tahu jalan masuk tikus yang nggak dijaga CCTV."

Alya memeluk lengan ayah tirinya.

"Nah, gitu dong. Itu baru Papa Alya."

Malam itu, di bawah lindungan doa para santri, sebuah tim aneh terbentuk.

Seorang Koki Sakti, Asisten Remaja, Arsitek Pertaubat, Kyai Karismatik, dan Seekor Monyet.

Misi terakhir di depan mata: Menghancurkan Dapur Neraka Mbah Suro.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
eka wati
😭😭
eka wati
jadi ingat SagaraS nya Tere Liye 😃
puspusmeowliet
keren kali mbah suro dukun kantoran🤣
puspusmeowliet
cctv gaib🤣
puspusmeowliet
kereenn👍
putri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mana ada layanan katering kaya gitu alya 🤣🤣🤣🤣
putri
ganti musuh lagi...
semangat alya dan pak Seno... 💪
putri
baru tau mendoan itu artinya mendo setengah matang...
kak author keren
putri
😍 habis baca teman sekamar. mlipir kesini
Lailatul Qadriah
seru bgt KLO dijdiin film berseri
Ar_Vhy
seru..
aku bayanginnya kek Hellboy waktu bayi🤣
Ar_Vhy
kek grimripper di Drakor Goblin
dan si "jiwa yg hilang"
Ar_Vhy
aku pernah baca dengan tema yg sama warung untuk para arwah dengan penjaga dan resep2 nya
tapi tokohnya berbeda
jadi penasaran apakah kisah tokohnya akan sama??
Lailatul Qadriah
ini pasti seru KLO yg maen org koreahihi Drakor bgtu
lin sya
seru thor ceritanya dan saya menikmati alur ceritanya, apalagi lewat byk kejadian bsa membentuk ikatan kluarga antara seno, alya dan gulo😍
lin sya
kacian seno pengorbanan nya sia2, org yg dicintai malah nikah sm org lain, klo suatu saat inget, jgn kmbli, mnding ttp sendiri, ngorbanin diri, smga alya bsa mmbntu💪
lin sya
penasaran siapa seno sbnr nya?
tpi saya mnikmati alur ceritanya thor💪
ms. S
udah tamat aja ya.. pdhl ceritanya menarik bgt
Argeymi Frananda Lestary
mau, semangat terus thor💪💪💪💪💪
Abah Z03
astaghfirullah 😲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!