NovelToon NovelToon
Sang Legenda

Sang Legenda

Status: tamat
Genre:Akademi Sihir / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Qian Shan

Mengisahkan seorang pemuda yang terlahir dari keluarga mantan murid jenius slah satu sekte.
Yang dengan tekad, kemauan dan kerja keras menapaki jalan kultivasi, tanpa menggunakan nama besar kedua orang tuanya.
Hingga berada di puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qian Shan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Izin Bertualang

Di sekte Pedang Biru.....

Kepulangan Wu Jian yang bersama Jendral Xun, akhirnya menguak identitas asli bocah tersebut.

Hingga nama bocah berusia 12tahun itu kini di elu elukan oleh semua murid sekte Pedang Biru.

Wu Jian,,, yang namanya lebih besar dari tubuh dan usianya,di smabut dengan riuh oleh semua murid sekte Pedang Biru, yang menantikan kedatanganya.

"Murid menghadap patriak dan semua guru" Wu Jian menyapa semua orang yang sudah mengetahui kabar kepulanganya.

Melihat bagaimana cucu keponakanya di perlakukan, Jendral Xun merasa senang, ia lalu menemui Guru Kai,yang merupakan Guru penempa senjata yang sudah membimbing cucu keponakanya tersebut.

Guru Kai menyambut Jendral Xun di akademi penempaan setelah Jendral tersebut menyapa Patriak jga tetua yang lain.

Kedatangan seorang Jendral, merupakan kehormatan tersendiri bagi sekte manapun,,, karna hal itu mengartikan bahwa sekte mereka di pandang oleh kekaisaran,, meski saat ini, Sekte Pedang Biru mendapat pandangan tertinggi dari semua kekuatan yang ada di belahan wilayah Kekaisaran Jhung.

"Tetua Kai? terimakasih sudah menerimaku" ucap Jendral Xun.

"Jendral Xun tak perlu sungkan!! sudah seharusnya kami menyambut seorang tamu" tutur Guru Kai, sambil menemani Jendral Xun di galeri senjata yang berada di gedung akademi tersebut.

Jendral Xun merasa sangat tertarik dengan semua senjata yang di pajang oleh akademi Penempaan Sekte Pesang Biru.

Guru Kai yang menangkap ketertarikan dari sikap sang Jendral, lalu menyampaikan....

"Jendral Xun?! bahkan sampai hari ini pun, aku sendiri selalu tertarik oleh semua senjata yang di hasilkan Wu Jian"

Deeggghhhhh.......

Jendral Xun merasa kaget dan menghentikan langkanya, lalu menatap Guru Kai, yang mengatakan bahwa semua senjata yang membuat matanya tertarik adalah buatan Wu Jian.

"mm.... benar Jendral, Semua senjata yang di pajang pada galeri ini adalah hasil karya dari cucu keponakan anda, Wu Jian" Guru Kai kembali mengulang ucapanya agar Sang Jendral lebih yakin.

"Tapi.....??? "

"Haissss,,,,, kenapa aku meragukan cucuku,, sudah barang tentu, dua darah jenius yang berada pada satu tubuh,akan menjadi seseorang yang luar biasa" tutur Jendral Xun.

"Tapi Guru Kai..?? menurut Wu Jian,,, justru andalah yang membimbingnya langsung?! " Jendral sedikit menjadi heran.

"hohoho..... akan sangat beruntung, jika murid itu mengakui ku, Jendral?! apa kau percaya? bahwa ada seorang murid yang bahkan lebih pantas menjadi guru dari gurunya sendiri??? " tukas Guru Kai, yang membuat Jendral Xun makin bingung.

Guru Kai kemudian meminta Jendral Xun memilih salah satu senjata jenis apapun yang benar benar menarik minat matanya.

Lalu Jendral melihat kesalah satu tombak berbilah kapak yang sangat menarik minatnya...

Guru Kai langsung mengambil senjata tersebut....

"Jendral Xun?? kelemahan senjata ini adalah,,, anda tidak bisa menggunakanya sebelum meneteskan darah anda pada bilahnya" tutur Guru Kai yang ingin mengerjai Jendral Xun,agar dapat memiliki senjata tersebut.

Tentunya, karena selain sang Jendral tidak tau,Guru Kai memandang sang jendral yang merupakan kakek dari Wu Jian.

"Apa itu serius, tetua Kai??? "

"Ya,, aku sangat serius!!? teteskanlah darah anda! dan lihatlah selanjutnya!! "

Meski sedikit ragu dengan ucapan Guru Kai,, Jendral Xun tetap melakukanya dan meneteskan darahnya pada bilah tersebut.

BAAMMMMMM...........

Galeri senjata berguncang, akibat dorongan energi dari senjata spiritual yang di aktifkan oleh sang tuan dengan tetesan darahnya.

Sang Jendral tak bisa berkata apapun dengan hal yang sangat luar biasa trsebut.

Sang Jendral sangat ingin mencoba, namun dia menahan ke inginan itu karena berada di tempat yang tidak tepat.

"Bagaimana menurut anda Jendral?? " tanya Guru Kai sembari tersenyum senang, karena kakek Wu Jian telah memiliki senjata spiritualnya.

"Luar biasa tetua,, senjata ini benar benar luar biasa" jawab sang jenderal, lalu berniat mengembalikan senjata trsbt pada Guru Kai namun di tolak.

"Jendral,,? sekarang anda sudah menjadi tuan bagi senjata ini!! artinya,,, senjata ini takan berlaku bagi orang lain selain anda?! " tutur Guru Kai.

"Maksud tetua?? "

"Ya,, artinya senjata ini, telah sah menjadi milik anda" ucap Guru Kai dengan santai,sementara sang jendral kebingungan karena telah membuat rugi akademi penempaan.

"Anda tenang saja Jenderal!!Senjata itu adalah hadiah dari cucu anda!! bocah itu berpesan, agar anda memilih senjata apapun,sesuai minat anda!" Guru Kai menjelaskan, yang lalu membuat sang jendral menjadi paham.

Acara keliling sang Jendral di lanjutkan dengan Guru Kai yang mengajaknya ke Rumah penempaan.

_________________

Sementara di aula utama gedung sekte, dimana Wu Jian saat ini berada....

Patriak Huang menceritakan berbagai hal pada Wu Jian....

"Jian'er?! semenjak kabar ttg keberhasilan kalian dalam pertempuran! sekte ini mendapat banyak kunjungan dari berbagai sekte, termasuk perwakilan dari Kekaisaran"

"Selain mereka mengucapkan selamat!! mereka sekaligus memesan berbagai jenis senjata untuk di pesan, begitupun dgn pihak Kekaisaran "

"Namun kami belum menyepakati apapun! karna harus meminta pendapatmu?! " tuturnya.

"Eee......??? "

"itu.....??? "

Semua orang menunggu jawaban dari Wu Jian,,, namun Wu Jian yang tidak terbiasa dgn pertemuan formal seperti itu, menjadi sulit berfikir.

Patriak sangat mengerti hanya melihat dari sikap Wu Jian, lalu membawakan Wu Jian beberapa lembar kertas dan menyerahkanya pada bocah itu.

"Kau lihat dan periksalah terlebih dulu!! ini adalah daftar jumlah pemesanan berikut berbagai jenis senjata yang di pesan" ucap Patriak Huang

Wu Jian menerima daftar pemesanan senjata tersebut, lalu segera memeriksanya langsung.

Beberapa lama seuasi melihat daftar pesanan,,, Wu Jian lalu menyimpan daftar itu kemudian berkata..

"Murid telah memeriksa semua daftar pemesanan trsebut patriak" tuturnya.

"Tapi.....???? " Wu Jian kembali menggantungkan ucapanya.

"Tapi apa Jian'er?? " timpal patriak yang penasaran.

"Patriak,,, untuk membuat senjata sebanyak ini,,ada beberapa hal yang murid butuhkan" Ungkap Wu Jian.

"Katakan saja Jian'er!! " desak patriak.

"Fiuuuhhh... baiklah patriak!! "

"Pertama,,, Murid memerlukan 20 inti roh setidaknya tingkat 5 ke atas"

"20 Tungku penempa dengan kualitas yang sama dengan yang saat ini ada di rumah penempaan,,, tiga jenis bahan penempaan, yaitu 2 Ton Baja Putih, 150 karung serbuk Tulang binatang iblis dan 5 ton Batu meteor jenis apapun patriak"

"Yang terakhir,,, murid setidaknya membutuhkan 50 tenaga tambahan untuk membantu" tutur Wu Jian menyampaikan apa yang dia butuhkan.

Sementara,, Tetua Shin yang adalah bagian pembendaharaan, langsung menghitung dana yang harus di siapkan lalu dia langsung membandingkan dengan kesepakatan harga jual.

"Setuju!!! " Tetua Shin tiba tiba mengagetkan semua orang dengan teriakanya.

"Haissss,,,, ada apa dengan mu tetua Shin" Patriak sedikit menegur ulah Tetua Shin yang sangat antusias.

"Izin menyampaikan patriak?? "ujar tetua Shin

" Dari hasil perhitungan ku,,, sekte kita akan mendapat keuntungan yang besar dari modal yang harus di keluarkan untuk memenuhi kebutuhan Murid Jian tadi"ucapnya, lalu menyerahkan catatan perhitunganya pada patriak.

"Apaaaaa???? " Patriak sangat kaget dan berdiri dari kursinya, melihat catatan keuangan dari tetua Shin.

Patriak kemudian kembali menatap Wu Jian dengan senang...

"Apa ada hal lain yang kamu butuhkan Jian'er?? "

"Tidak ada patriak,,, namun jika dalam produksinya, murid memerlukan sesuatu?? murid akan segera menyampaikannya pada patriak, kecuali jika patriak menanyakan hal lain?! " ucap Wu Jian

"Katakan saja Jian'er!!! " pinta patriak

"Setelah selesai membuatkan pesanan senjata,, Murid mohon izin bertualang beberapa waktu, patriak"

Ucapan Wu Jian berhasil membuat semua orang berfikir, namun tak ingin menanyakan tujuan Wu Jian.

"Apa kelak kau akan kembali??? "

"mm.... tentu!! tentu saja murid akan kembali, patriak"

"Baik!!! aku akan mengizinkanmu bertualang kemanapun!!! terlebih,,? jika Kau sementara ingin menemui kedua orang tuamu, Jian'er?! "

"Terimakasih atas izinya patriak!! kalau begitu!! murid izin menemui Kakek paman Xun sekarang!! " ujar Wu Jian.

Pertemuan itu pun berakhir dengan pamitnya Wu Jian... namun perbincangan di aula itu tetap berlangsung.

1
Iis Hikaz
kayak nya ada yg di potong dah dari cerita nya
Yan Tjia
udah ada 4 calon istri buat wujian
Yan Tjia
ada yg kurang,Bing Kai 😄😄😄😄😄
Yan Tjia
Tuan Agung dari zaman kuno💪💪👍👍💪💪💪
Yan Tjia
wuuuuiiiihhhhh🤣🤣🤣
Yan Tjia
udah ada nama edangnya,,,pedang ghuan
Yan Tjia
Keren banget bocil 1 ini
Widianto Dalang
ok
Zein Dewa Ruci
kalimat sederhana dan sopan sekali🤣
Zein Dewa Ruci
tingkatan binatang ini seperti apa persamaannya dg ranah kultivasi
sebelumnya ketika belum naik tingkat wu jian bisa mengalahkan binatang tingkat 5, ini sudah naik dua tingkat malah terluka melawan binatang iblis tingkat 6
Zein Dewa Ruci
untung cuma novel, klo dunia nyata anak umur segini lagi asik dengan gadgetnya 🤣
Ani Sumarni
Aku sangat suka Cerita ini Sang Legenda
Yang Tokohnya Wu Jian karakter keras untuk
Mengambil keputusan dan bijaksana Hatinya
Baik penuh kasih sayang tidak memandang status Hormat pada Orang Tuanya dan ke yang lebih Tua, yang paling aku demen/Suka MCNYA
Tak mempermainkan kaum Hawa/Wanita malah Sebaliknya selalu menghormatinya Kaum Wanita
Cerita Sang Legenda Singkat Padat tidak bertele-tele dalam Perjalanan menuntut ilmu
Salam sehat sukses selalu untuk Author dan Keluarganya beserta Penggemar/Pembaca NOVELTOM
Ani Sumarni
Akhirnya aku bisa bernapas legaaaa
Karna Tokoh Utamanya selamat dan berbahagia bisa berkumpul kembali bersama keluarga dan Para CSNYA
Hmmm ada tugas baru dari Ras Kaisar ⭐⭐⭐⭐⭐
Ani Sumarni
👍👍💪💪Seruuuu banget Wu Jian
Wu Jian Wu Jian kanu pasti bisa berhasil mengatasi/Mengatasi/mengalahkan Dan Gue bunuh
Dia Hancurkan Dantain dan Merdiannya jadikan Manusia yang tak
Berguna lagi😄😄
Ani Sumarni
Semangat CS Wu Feng dan Generasi penerusnya habisi semua Orang dari
Sekte Yuan/Benua Hitam jangan diberi kesempatan untuk hidup/Melarikan untuk menyalamatkan Dirinya sendiri
Ani Sumarni
Benua Biru di Serang oleh Benua Hitam' 💪💪 Semangat Warga Benua Biru Maju Terus Pantrang Mundur Untuk membela Tanah Kelahiran Kita
Dari orang2 yang Serakah Kekuasaan
Ani Sumarni
Semoga 25Pemuda,Pilar Benua Biru
Tidak Terlambat datang ke Benua Biru
Untuk bertempur menghadapi Sekte Taring/Sekte Ular yang di Pimpin Patriak Ing dari Daratane,Nyuan Benua Hitam
Ani Sumarni
Deg degan semoga Wu Jian tidak
Terlambat datang ke Benua Biru
Ani Sumarni
Wu Jian begitu selesai Pertempuran dengan Sekte Taring Iblis langsung
Pamit mau mengejar Patriak Ing Sekte Ular yang kabur yang merasa dirinya begitu bodoh dan mersa bersalah Telah membantai Para tawanan yang tak berdosa Wu Jian
Begitu geram pada Ptriak Ing
Ani Sumarni
Ma Lun/Si Elang Emas,dendam kesumat pada Wu Jian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!