NovelToon NovelToon
Saat Aku Tak Lagi Menjadi Istri Gendutmu

Saat Aku Tak Lagi Menjadi Istri Gendutmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Putri asli/palsu
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Delapan tahun pernikahan membuat Naura rela mengorbankan segalanya demi keluarga. Ia melahirkan dua anak, meninggalkan kariernya, dan diam-diam membantu suaminya membangun kerajaan bisnis hingga menjadi konglomerat.

Namun setelah tubuh Naura berubah gemuk usai dua kali melahirkan, Erwin justru menganggapnya sebagai aib dan memilih wanita lain.

Diceraikan, dihina, bahkan dipisahkan dari anak-anaknya, Naura memilih bangkit daripada terus terpuruk. Ia kembali pada identitas yang selama ini disembunyikan sebagai pewaris keluarga kaya. Di saat yang sama, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalunya, yang membantunya mengubah hidup sekaligus mengembalikan tubuhnya menjadi sehat dan ideal.

Saat Erwin kehilangan semua yang dibanggakannya dan memohon agar Naura kembali, wanita itu hanya tersenyum dingin.

"Kau membuangku karena tubuhku gemuk setelah melahirkan kedua anakmu! Kini, kau akan kehilangan semua yang pernah kubangun untukmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab³

Mobil hitam yang ditumpangi Naura akhirnya berhenti di depan sebuah mansion megah bergaya klasik, perlahan gerbang besi perlahan terbuka.

Lambang keluarga Ardynata terpampang gagah di tengahnya. Sudah delapan tahun, Naura tak pernah menginjakkan kaki di rumah itu lagi.

"Dulu aku pergi dengan hati hancur dari rumah ini, dan hari ini... aku kembali dengan hati yang jauh lebih kuat." Bisiknya pelan.

Pintu mobil dibukakan oleh seorang pria paruh baya berjas hitam.

"Selamat datang, Nona Naura." Pria itu membungkuk hormat. "Saya Dion, kepala pelayan keluarga Ardynata."

Naura hanya mengangguk tipis.

Belum sempat ia melangkah masuk, pintu mansion terbuka. Seorang pria tua berambut putih berjalan tergesa-gesa sambil bertumpu pada tongkatnya.

"Naura..." Tatapan matanya langsung berkaca-kaca, suara itu bergetar.

"Kakek..."

Tanpa memedulikan puluhan pelayan yang sedang menyaksikan, pria tua itu langsung memeluk cucunya erat. "Kakek minta maaf... Kakek terlambat menemukan kebenaran."

Naura memejamkan mata, sudah lama ia tidak merasakan pelukan sehangat ini.

"Semuanya sudah berlalu, Kek."

"Tidak."

"Kakek tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi."

Namun kehangatan itu hanya berlangsung sesaat. "Ternyata benar, dia pulang."

Suara seorang wanita terdengar dari arah tangga, Naura mengangkat kepalanya. Delapan tahun berlalu, wajah itu masih sama. Cantik dan lembut. Namun senyum yang terukir di bibirnya selalu terasa palsu, Tania.

Di belakangnya berdiri seorang wanita anggun yang wajahnya mulai dipenuhi kecemasan, Miranda. Tatapan wanita paruh baya itu langsung berkaca-kaca saat melihat Naura.

"Naura..." Wanita itu melangkah beberapa langkah.

Namun Naura justru mundur, gerakan sederhana itu membuat langkah Miranda terhenti. Tak lama kemudian, seorang pria paruh baya keluar dari ruang kerja. Raut wajahnya tampak kaku, dialah Sakti Ardynata—Ayah Naura.

Delapan tahun, dan ini adalah pertama kalinya mereka kembali bertemu.

Naura tidak memeluk siapa pun ataupun menyapa mereka. Ia hanya mengedarkan pandangannya, menatap satu per satu orang yang berdiri di hadapannya. Delapan tahun lalu... rumah ini adalah neraka baginya.

Semua berawal dari kedatangan seorang wanita, namanya Dahlia. Ia datang membawa seorang gadis berusia dua puluh dua tahun, dan gadis itu adalah Tania. Dahlia datang Dengan membawa hasil tes DNA, dia mengaku bahwa puluhan tahun lalu terjadi penukaran bayi di rumah sakit.

Menurut hasil tes tersebut, Tania adalah putri kandung Sakti dan Miranda, sedangkan Naura bukan. Kabar itu menghancurkan keluarga Ardynata. Miranda yang semula sangat menyayangi Naura mulai menjaga jarak. Sakti yang merasa telah 'membesarkan anak orang lain' perlahan berubah dingin.

Sementara Tania, dengan mudah mengambil tempat Naura di rumah itu. Awalnya Naura mencoba bertahan, Ia percaya kedua orang tuanya akan tetap mencintainya. Namun, kenyataan berkata lain.

Setiap kali Tania menangis, Naura yang disalahkan. Setiap kali terjadi kesalahpahaman, Naura yang dimarahi. Sampai akhirnya, Ia memilih pergi meninggalkan rumah. Hari itu, tak seorang pun menahannya.

Lamunan Naura buyar, tatapannya kembali tertuju kepada Sakti. Pria itu tampak jauh lebih tua dibanding delapan tahun lalu.

"Naura..." Suara Sakti terdengar pelan.

Naura tersenyum tipis. "Lama tidak bertemu, Pak Sakti."

Deg!

Sakti membeku, dulu putrinya selalu memanggilnya Papa. Kini, hubungan mereka bahkan terasa lebih asing daripada orang yang baru bertemu.

"Naura... Mama..." Miranda tak kuasa menahan air matanya.

"Maaf." Naura memotong lembut. "Orang yang delapan tahun lalu percaya bahwa aku bukan anaknya, tidak perlu memanggil dirinya Mama di depanku."

Kata-kata Naura yang menusuk, membuat seluruh ruangan mendadak sunyi.

Sementara Tania diam-diam tersenyum puas. Baginya, selama Naura masih membenci kedua orang tuanya, posisinya di keluarga Ardynata akan tetap aman.

Suasana ruang keluarga mansion Ardynata masih dipenuhi keheningan selama beberapa saat. Tak seorang pun berani membuka suara. Naura berdiri dengan tenang di samping Kakeknya.

Sementara Sakti dan Miranda terus menatap putri mereka dengan perasaan bersalah yang sulit diungkapkan.

Sebaliknya, Tania justru terlihat santai. Bahkan sesekali sudut bibirnya terangkat tipis, seolah yakin kedatangan Naura tak akan mengubah apa pun.

Kakek Ardynata mengetukkan tongkatnya ke lantai. "Dion."

"Ya, Tuan Besar."

"Bawa semua berkasnya."

"Baik."

Tak lama kemudian, Dion datang membawa sebuah koper aluminium berukuran sedang. Semua mata langsung tertuju ke arah koper itu.

Klik.

Begitu koper dibuka, terlihat beberapa map tebal tersusun rapi.

"Apa itu?" Tania mengernyit.

Kakek Ardynata tak langsung menjawab. Ia mengambil sebuah map berwarna hitam, lalu mengeluarkan dua lembar hasil pemeriksaan laboratorium.

"Delapan tahun lalu..."

"Papa..." Miranda menatap pria tua itu penuh kecemasan.

"Kalian menerima sebuah hasil tes DNA." Kakek tetap melanjutkan. “Hasil itu menyatakan... bahwa Naura bukan anak kandung kalian. Itulah alasan kalian berubah, perlahan menjauh dari Naura. Dan kalian, selalu lebih membela Tania."

Tak ada yang membantah, karena semuanya memang benar.

Naura hanya berdiri tanpa ekspresi, semua luka itu sudah terlalu lama ia simpan. Kini, ia bahkan tak lagi ingin memperdebatkannya.

Kakek kembali mengangkat lembar hasil pemeriksaan di tangannya. "Tiga tahun lalu, setelah aku menjalani operasi dan kondisiku membaik... aku selalu merasa ada yang janggal."

Tatapan pria tua itu beralih kepada Sakti dan Miranda. "Selama bertahun-tahun aku melihat Naura tumbuh di keluarga ini. Wajahnya begitu mirip dengan Sakti saat masih muda. Tatapan matanya, cara berbicaranya, bahkan sifat keras kepalanya sangat mirip denganmu Miranda. Semakin kupikirkan, semakin sulit bagiku mempercayai hasil tes DNA delapan tahun lalu. Karena itulah aku diam-diam meminta dilakukan penyelidikan ulang."

Tania mulai merasa tidak nyaman, tatapannya berpindah-pindah antara Kakek dan kedua orang tua Naura.

"Penyelidikan?"

"Aku menggunakan laboratorium forensik terbaik, bukan laboratorium yang dipakai delapan tahun lalu. Dan hasilnya..."

Pria tua itu meletakkan dua lembar hasil tes DNA di atas meja. "Naura, adalah putri kandung Sakti dan Miranda."

Wajah Sakti langsung memucat. Miranda menutup mulutnya dengan kedua tangan, air matanya mengalir semakin deras.

Sedangkan Tania, tubuhnya membeku. "Tidak... itu tidak mungkin."

"Hasil tes itu sudah diperiksa tiga kali!" Kakek menatap Tania dengan tajam. "Hasilnya tetap sama, Naura adalah anak kandung keluarga Ardynata. Sedangkan kau... tidak memiliki hubungan darah sedikit pun dengan keluarga ini."

"Mustahil! Kalau begitu... hasil tes delapan tahun lalu bagaimana?"

"Itu juga yang ingin kutahu." Kakek memberi isyarat kepada Dion, Kepala pelayan itu segera menyerahkan sebuah map lain. Di dalamnya terdapat hasil investigasi selama tiga tahun terakhir. "Aku menyewa penyelidik terbaik, kami menelusuri laboratorium yang mengeluarkan hasil tes delapan tahun lalu."

"Hasilnya, tes DNA itu dipalsukan."

"Dipalsukan?" Sakti membelalak.

"Benar."

"Beberapa pegawai laboratorium telah mengaku menerima uang untuk mengganti hasil pemeriksaan."

Miranda terduduk lemas. "Ya Tuhan, apa yang sudah kulakukan pada putriku..."

Air matanya pecah, Ia menoleh kepada Naura. "Naura, Mama minta maaf. Maaf karena Mama gagal mempercayaimu."

Naura memandang wanita yang telah melahirkannya itu dengan wajah datar. Delapan tahun lalu, Ia berkali-kali menjelaskan bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan. Namun tak seorang pun mau mendengarnya. Kini, hanya karena dua lembar kertas... mereka dengan mudahnya meminta maaf.

"Maaf?" Naura tersenyum tipis. "Kalau kata itu bisa menghapus semua lukaku... mungkin aku sudah memaafkan kalian sejak lama."

Miranda menangis semakin keras, sementara Sakti hanya mampu menundukkan kepala. Ia menyadari, bahwa dirinya telah gagal menjadi seorang ayah.

Tanpa disadari siapa pun, sepasang mata tengah mengamati seluruh kejadian itu.

Pria itu perlahan mengeluarkan ponselnya. "Lapor, rahasia delapan tahun lalu akhirnya terbongkar."

"Kalau begitu, jangan biarkan Naura hidup terlalu lama. Putriku, Tania... harus jadi pewaris satu-satunya." Sebuah suara dingin terdengar dari seberang telepon.

1
Muft Smoker
lanjuut kak ,, .
Muft Smoker: eheeeeeeee ,, 🫰🫰🫰🫰🫰😂😂😂😂😂
total 2 replies
Nie
semoga rencana mereka gagal,jgn sampe Naura menderita dan terpisah lagi dari anak²nya ya kak Re...
Muft Smoker
pasti kluargaa Tania
Muft Smoker
aduuh kak si tania buang aj bisa gx 😂😂😂😂
Muft Smoker: yx kak 😂😂😂😂
total 2 replies
Muft Smoker
terlambaat ,, terlambaat pake banget ,,
Muft Smoker
baru skraaang ooh km rasakan ,, tak punya istrii yg ad makhluk halus ,,
😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Rhyzca Ayu
Lanjuuuttt~~semangaat thoor☕☕☕🍩🍩🍩
Fia Ayu
Senyumin aja dulu lah😂
Fia Ayu
Wkwkwk dia mengasihani dirinya sendiri 🤣🤣🤣
Muft Smoker
ayoo coba inget2 ,, nama sypa tu???punya pengaruh apa di Dunia bisnis???🤭🤭🤭🤭😂😂😂😂
jgn sampe syok yx klo udh inget ,,
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
Ciee mulai kepo nih Naura sebentar lagi bucin tuhhh🤭🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: wkwkwk pasti seru &lucu ya kak 🤣
total 2 replies
Fia Ayu
Gk usah kepo naura, orang itu dirimu sendiri 😂
Rere🌠: Bisa-bisa cemburu sama diri sendiri entar dia🤣🤣🤣
total 1 replies
Fia Ayu
Baca ini, ke inget drakor my venus, yg maen min ji appa😁yg lg viral itu 🤭
Fia Ayu: Iya kan😂
total 2 replies
aleena
Tania Tania
seharusnya kamu nyadar diri sudahlah hidup numpang
mencuri perhatian orang Tua naura
sekarang mau apalagi

sinting emang🤭
Rhyzca Ayu
Ceritanya sangat menarik,, alurnya bagus gk berbelit2,,, pokoknya jooss jiisss thor❤❤🌹🌹💪💪💪
Rhyzca Ayu
Naah loohh sat set getun mburi khan win,, syukuriinnn😂😂😂semangaat thor~~lanjuutkaan❤❤☕☕
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
makan tuhh kaget dan Syock mu Erwin mantan istri yang baik rela hidup sederhana nikah sama kamu tapi kamu sia2kan lebih memilih batu krikil nyesel kan selamat menikmati karma kalian wahai para pecundang🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: meleyot sebelah🤭🤣🤣kalang kabut mau benerin ke dokternya🤣
total 4 replies
aleena
ngapain menyesal
toh kamu cuman mau naura saat langsing
Muft Smoker
hei Tania ,, jgn sirik jd manusia km hanya laa org asing yg kebetulan jatuh di atap yg sama ,,

orang sirik tanda nak mampus ,,
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
😁😁😁😁😁😁😁
Muft Smoker
astgaaaa 😂😂😂😂😂😂 ,,
tu bukan cahaya ilahi naura ,,
tu cahaya harapan km ,,
cuma ketutup ma dokter yg km sebut iblis🤭🤭🤭🤭😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!