NovelToon NovelToon
I Love You, Muridku

I Love You, Muridku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yarra A.P

H I A T U S !!
JANGAN DI BACA, GAK JELAS KARENA BARU BELAJAR.

SEASON II SLOW UPDATE!

{NOVEL INI SEDANG ADA DALAM TAHAP REVISI. MOHON MAAF, ADA BEBERAPA EPISODE YANG BERUBAH}

Bagaimana perasaanmu jika dicintai oleh gurumu sendiri?

Hal ini dialami oleh Grizelle Jovanka, murid baru pindahan dari Amerika yang telah berhasil membuat seorang Bayu Aji Bagaskara terpesona olehnya.

Lalu apa yang akan gadis ber-netra coklat itu lakukan? Akankah cinta seorang guru kepada muridnya bisa bersatu, atau terhalang oleh sebuah perjodohan yang sudah direncanakan kedua orangtuanya?

Penasaran? Mari ikuti kisahnya disini ..

Jangan lupa tambahkan dalam list favorite agar tidak tertinggal.

Terimakasih :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yarra A.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 - KARENA SAYA MENCINTAI, KAMU.

Sebelumnya ..

Setelah Nathan sudah sampai dan berada didepan pintu kelas Grizelle, pemuda itu tidak ragu untuk membuka handle pintu untuk masuk kedalam, meskipun bel sudah berbunyi, ia harus masuk karena tidak tenang setelah mendengar jika Grizelle dan Fiona bertengkar.

Baru saja tangannya akan mendorong pintu tersebut, suara dingin seseorang dibelakangnya menginterupsi nya. Perlahan Nathan menolehkan kepalanya, berjengit terkejut mendapati sosok guru dingin yang berdiri tepat dibelakangnya.

"Eh pak Bayu" Nathan berkata canggung. Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Sedang apa kamu disini Nathan, kelas kamu berada dilantai dua - bukan tiga!" Sahut Bayu dengan tegas.

"Eh a-anu pak, s-saya mah bertemu de-de-ngan,"

"Kembali ke kelas!"

"B-Baik pak. Saya permisi"

🌻

Belajar dalam keadaan menahan sakit itu tidak enak, Grizelle sangat terganggu. Ia tidak dapat fokus pada pelajarannya sama sekali, karena rasa sakit pada pipinya terus berdenyut.

Megan mendengarnya dengan khawatir, tadinya ia akan membawanya ke UKS karena tidak tega melihat Grizelle kesakitan, namun guru yang akan mengajar terlalu cepat datang dan Grizelle memohon jangan sampai ada yang mengetahuinya atau dia tidak akan memberitahukan penyebabnya.

Pelajaran baru berjalan satu jam dan masih ada satu jam setengah lagi untuk selesai. Pria didepannya juga masih sibuk menjelaskan materi yang sedang dipelajari, beruntung pria itu tidak mencurigainya karena ia menggunakan jaket dalam kelas lalu menutupi kepalanya dengan Hoodie.

"Grizelle" Bisik Megan begitu pelan.

"Apa?" Sahut Megan sama berbisik tanpa menolehkan kepalanya.

"Grizelle" Panggil Megan lagi, tidak mendengar jika Grizelle telah menyahutinya tadi.

Grizelle kesal, ia langsung menoleh membuat Megan refleks membekap mulutnya sendiri ketika melihat pipi Grizelle yang sangat merah. Hampir saja dirinya berteriak jika ia tidak menyadari bahwa didepan sana masih ada guru.

Brengsek!

"Ke UKS ya, kamu sakit harus istirahat"

Grizelle menggeleng.

"Aku baik-baik aja, jangan khawatir"

Ck!

Mendengus kesal, bagaimana Grizelle menyatakan dirinya baik-baik saja sedangkan dirinya sendiripun tahu bahwa dia dalam keadaan tidak baik-baik saja.

"Tapi Griz-"

Belum sempat Megan menyelesaikan kalimatnya, ia terpaksa merapatkan kembali bibirnya untuk diam ketika mendapatkan teguran dari guru yang mengajarnya.

"Apa yang sedang kalian obrolkan? Jika masih ingin melanjutkan, silahkan keluar kelas! Jangan sampai suara berisik kalian mengganggu konsentrasi belajar murid lainnya" Ucapnya tegas.

"Tidak pak"

"Maaf pak"

Setelah mendapatkan teguran tegas dari sang guru, Grizelle maupun Megan kembali fokus pada soal-soal. Mereka masih harus menyelesaikan beberapa tugas. Sedangkan Bayu, ia mulai berkeliling kelas, mengawasi murid-muridnya agar tidak saling mencontek.

Sudah satu jam berlalu dan beberapa menit lagi pelajaran pertama akan selesai namun, belum ada satupun diantara tiga puluh siswanya yang menyelesaikan tugasnya. Grizelle yang biasanya cepat meskipun soal tersebut sulit pun kini belum setengahnya ia kerjakan.

"Tumben dia belum selesai, biasanya paling duluan."

Bayu terlalu profesional jika mengajar, dirinya akan menatap semua muridnya sama rata jika didalam kelas, menyimpan rasa khawatirnya untuk salah satu muridnya.

Sebenarnya awal dirinya masuk ke kelas, ia sudah melihat gelagat tidak baik untuk Grizelle. Ia merasa gadis itu terus menunduk, bahkan memakai jaket ber-hoodie didalam kelasnya dan terkesan menjauhi bertatapan dengannya.

Ada apa sebenarnya, apa.yang susah terjadi? Ini bukan karena ciuman semalam 'kan? Sepertinya bukan, saat di parkiran mereka baik-baik saja.

"Lima belas menit lagi, selesai ataupun tidak, kumpulkan!"

Semuanya panik saat Bayu memberitahukan jika waktunya hampir habis. Apalagi disaat menit-menit terakhir seperti ini, mereka sangat butuh bekerja sama agar selesai. Namun guru yang biasanya memberikan keringanan tersebut tidak melakukannya, dia malah berjalan dan kembali mengawasi.

"Kamu tidak akan bisa mendapatkan hasilnya jika rumus yang digunakan saja terbalik" Bayu berbicara pelan tepat disebelah bangku yang diduduki Grizelle. "What's wrong with you, Grizelle? It's easy tapi tidak sampai setengah soal kamu mengerjakannya!"

Grizelle merasa kesal dan sakit hati mendengar bagaimana pria yang masih berdiri disebelahnya berbicara tegas. Dia mendongkak, menatap wajah pria itu dengan sedih, seakan mengatakan 'Jangan galak-galak' dengan sorot matanya.

DEG!

"Griz-"

Hampir saja Bayu berjongkok dan menyentuh pipi Grizelle yang sangat merah jika ia tidak ingat kalau ini masih dikelas. Akhirnya Bayu kembali ke mejanya, setelah membisikan "Aku akan mengirim kamu pesan, baca"

MY COLD TEACHER

[Pipi kamu kenapa - kenapa merah sekali?]

Grizelle mengambil ponsel lalu membaca pesan tersebut. Gadis itu tidak membalas, ia hanya memberikan isyarat jika dirinya baik-baik saja saat tatapan mereka bertemu.

"Tidak apa-apa gimana, jelas pipinya bengkak begitu!"

Bel pelajaran pertama sudah terdengar, semua murid langsung mengumpulkan tugas tersebut ke depan kelas.

"Permisi pak" Ucap seorang guru piket, "Miss Renata tidak bisa hadir untuk mengajar. Beliau hanya menyuruh muridnya untuk mengerjakan soal dalam LKS dan mengumpulkan nya besok"

Bayu mengangguk.

"Ok. Terimakasih"

Setelah guru piket itu pergi, Bayu menatap Grizelle dan berkata, "Grizelle tolong bawakan buku ini ke ruangan saya" yang dijawab anggukan olehnya.

🌻

Grizelle menghempaskan tubuhnya pada sofa empuk berwarna putih pada ruangan tersebut. Ruangan yang sulit sekali orang memasukinya - kecuali dirinya. Ia menyandarkan punggungnya, tidak perduli jika sang pemilik ruangan belum mengijinkan. Ia terlalu pusing saat ini.

Bayu menggeleng, menyimpan tas dan laptop diatas mejanya. Kemudian duduk disebelah gadis itu setelah mengambil kotak yang berisi obat-obatan yang ia sediakan dalam ruangannya.

"Kamu bisa cerita penyebab pipi kamu merah seperti ini dan katakan siapa yang telah melakukannya?"

Ditanya seperti itu Grizelle malah semakin tidak kuat menahan isakan, gadis itu malah menangis, membuat Bayu mati-matian menahan rasa gemasnya - akhirnya menarik tubuh gadis itu kedalam pelukannya, membiarkannya menangis sepuasnya.

"It's okay kalau kamu belum siap bercerita. Menangis lah sepuasnya, setelah itu katakan"

Bayu semakin mempererat rengkuhannya, mengusap punggung gadis itu sampai membuatnya merasa tenang, Bayu melonggarkan rengkuhannya untuk mendapat celah menatap wajahnya.

"Apa yang sudah terjadi, siapa yang menampar kamu?" Bayu bertanya teramat lembut. Mengusap pipi chubby itu dengan pelan, menghapus jejak air mata disana.

"Fiona" Sahut Grizelle tidak ragu. Kepalanya mendongkak, menatap wajah tampan pria yang masih mendekapnya.

BRENGSEK! Lagi-lagi gadis brandal itu. Andai saja kontrak kerjanya bersama perusahaan orangtuanya sudah selesai, Bayu tidak segan untuk mengeluarkannya.

"Saya akan memanggilnya sekarang! Berani-beraninya dia" Desisnya seraya bangkit dari duduknya namun segera ditarik kembali oleh Grizelle.

"Jangan sekarang!"

"Kenapa? Dia sudah menampar kamu Grizelle!"

"Biarkan aku yang menyelesaikannya sendiri"

"Tapi-"

"Pak, please"

Menghembuskan nafasnya kasar. Baiklah! Untuk kali ini saja. "Tapi kalau dia sudah melebihi batas, saya tidak akan segan untuk mengeluarkannya!" Grizelle mengangguk dengan ucapan sang pria.

Sesaat hatinya sedikit lega saat pria yang katanya akan dijodohkan dengannya itu begitu membela, namun otaknya terus berpikir tentang perkataan Fiona tadi. Benarkah mereka sempat akan dijodohkan? Memangnya orangtua mereka dekat seperti orangtuanya?

"Ada yang ingin kamu tanyakan?" Bayu bertanya saat menatap Grizelle terus melamun. Gadis itu menoleh, menatap wajah pria itu, ragu.

"Pak"

"Apakah benar kalian sempat akan dijodohkan?"

"Siapa yang mengatakannya?"

Sepengetahuannya, Bayu tidak pernah menceritakan perihal itu kepada siapapun. Hanya dia dan keluarga dari belah pihak saja yang tau akan ceritanya.

"Fiona sendiri yang mengatakannya. He also threatened me not to be near you"

"Dan kamu percaya?"

Grizelle menggeleng, "No! Makanya sekarang nanya sama kamu"

Menghembuskan nafasnya pelan, Bayu meraih tangan Grizelle dan menarik wajah gadis itu untuk menatapnya.

"Ready to listen?"

Grizelle kembali mengangguk.

"Setahun yang lalu ketika perusahaan papa melakukan kerjasama dengan perusahaan tuan Affandy Wijaya, mereka pernah membicarakan perihal perjodohan antara saya dengan dia. Tentu itu bukan usul dari mama dan papa, itu kemauan keluarga Affandy karena menganggap kita cocok. Padahal saya juga baru tau kalau dia bersekolah disini"

"Lalu?"

Bayu tersenyum, mengoleskan gel pereda nyeri dan mengusapkannya pada pipi chubby gadis itu. Dia kembali melanjutkan ceritanya.

"Saya menolaknya"

Alis Grizelle mengkerut, "Why, She is beautiful" herannya.

Bayu menggeleng, menyimpan obat tersebut setelah selesai mengobati pipi Grizelle. Menatap mata berwarna coklat madu itu, lamat.

"Cantik tidak selalu menjadi alasan seseorang untuk jatuh cinta, Grizelle. Dan kadang cinta juga tidak mempunyai alasan kenapa seseorang bisa mencintai. Karena cinta tidak membutuhkan alasan apapun. Ia hanya mampu di mengerti dengan hati, bukan pikiran"

"Lalu, alasannya?"

"Dia masih anak sekolah, saya tidak suka"

Mendengar alasan tersebut, Grizelle terkekeh geli. Membuat pria dihadapannya heran.

"Why are you laughing? is there anything funny?"

"No" Sahutnya masih dengan sedikit kekehan, "Aku juga masih sekolah dan umur kita sama kalau kamu lupa. Why don't you refuse?"

"Karena saya mencintai kamu, Grizelle"

Blush!

Mengapit dagu dengan telunjuk dan ibu jarinya, Bayu menarik wajah gadis itu untuk mendekat - membuat wajah mereka teramat dekat. Grizelle bisa merasakan, hembusan nafas beraroma mint itu menerpa ujung hidungnya.

"Katakan jika dia melukai kamu lagi. Kamu tanggung jawabku sekarang setelah orangtua kita bersepakat untuk menjodohkan kita dan aku," Grizelle memejamkan matanya kala bibir hangat tersebut menyentuh dahinya, "Tidak suka kamu terluka seperti ini, lagi" Imbuhnya.

Grizelle mematung, matanya kembali terbuka untuk menikmati ukiran tuhan yang sangat menakjubkan dihadapan wajahnya.

He is very handsome, established and smart. Baru kali ini Grizelle merasa terpesona dengan ketampanan pria yang sedang menatapnya itu.

Rahang yang tegas.

Mata yang indah serta dihiasi bulu mata yang lentik meskipun dia adalah pria. Hidungnya begitu mancung serta bibir yang tidak terlalu tipis maupun tebal. Lalu ketika pria itu tersenyum, dua titik cacat pada pipinya membuat siapa saja yang melihatnya akan langsung jatuh cinta.

"Perfect" Gumamnya pelan hingga tanpa terasa, tangannya yang lentik mengelus pelan rahang tegas pria tersebut - membuat Bayu mengumpat dalam hati agar tidak lepas kendali.

Tidak lucu 'kan jika ada berita seorang guru menghamili muridnya sendiri. Bisa-bisa dia berakhir mengenaskan nanti.

"I know that I'm handsome. But hentikan Grizelle, kamu membuat sesuatu yang seharusnya tidak kamu tau menderita"

Grizelle gelagapan, langsung menarik tangannya dan sedikit menggeser tempat duduknya. Wajahnya menunduk malu, terus mengumpat mengatai dirinya bodoh. Sedangkan Bayu, pria itu tersenyum lalu tidak lama setelah itu ia berdiri.

"Kamu istirahat disini, saya akan mengijinkan kamu untuk pulang"

"NO! Aku mau belajar!"

"Dengan keadaan kamu yang seperti ini? Tadi saja kamu tidak fokus dalam pelajaran saya, Grizelle"

"Tapi-"

"Don't argue and just do it. You are free to do anything"

"Iya-iya!"

"Anak pintar!"

🌻

Megan tidak tenang, pasalnya sudah hampir satu jam Grizelle belum kembali dari ruangan guru tersebut. Ia khawatir karena bengkak pada pipi gadis itu, pasti itu sangat menyakitkan.

"Apa dia di UKS?" Pikir Megan, dia sudah mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Grizelle tapi, "Lah, hape nya juga gak dibawa!" Kesalnya.

Pelajaran kedua belum selesai, meskipun tidak ada guru yang mengajar, namun cctv tetap mengawasi. Tapi, "Gue khawatir banget ya elah, gimana kalau dia merintih kesakitan, sendirian?" Monolognya lebay. Beberapa teman yang melihatnya bergidik ngeri menatapnya.

"I don't care, gue susul-in tuh bule ke UKS, awas aja kalau gak ada!"

Megan Menghentakkan kakinya kesal, dia sudah bertanya lada dokter disana katanya Grizelle tidak ada. Apakah dia sudah pulang tapi, kalaupun iya, ada guru piket yang mengambil barang-barang nya.

"Kemana lagi tuh bule, gak tau apa kalau gue khawatir setengah mati" Megan berjalan sendirian, melewati beberapa ruangan guru yang menang dekat dengan UKS. Dia menatap pintu mewah bercat putih di hadapannya, "Apa dia didalam ya? Ngapain anjir satu jam loh. Ya meskipun aku kalau-"

"Kalau apa?"

Suara dingin seseorang yang baru saja keluar dari ruangan tersebut membuat jantung Megan hampir berhenti berdetak.

Gadis berambut panjang itu menyengir, "E-eh pak Bayu" sapanya gugup. Gimana gak gugup, tatapannya tajam banget, batin Megan.

"Sedang apa kamu berkeliaran saat jam pelajaran sedang berlangsung, Megan?"

"Saya mencari Grizelle, pak"

"Dia sedang istirahat didalam karena kelelahan menangis, dan- antarkan barang Grizelle kesini nanti setelah jam istirahat selesai" Lalu guru dingin itu melangkah pergi, meninggalkan Megan dengan berjuta pikiran negatifnya.

Megan duduk pada kursi yang ada disana, tunggu, ia butuh bernafas sebentar dan menjernihkan kembali pikiran kotornya.

"Seriusan Grizelle ada didalam, lagi istirahat? itu artinya dia lagi tidur?" Sumpah kalimat guru itu terlalu ambigu bagi otaknya, "dan apa katanya tadi? kelelahan menangis?"

Setelah memastikan pikirannya kembali cerah, Megan segera berdiri untuk kembali ke kelasnya. Namun kehadiran seseorang menghalangi jalannya.

Megan memutar bola matanya, jengah. Belum puaskah orang itu mencari gara-gara dengannya?

"Mau apa loe?"

"Ngapain loe didepan ruangannya pak Bayu?" Ketusnya tidak suka.

"Lah emangnya kenapa, ada larangan disini, 'Agatha Megantari tidak boleh berdiri didepan sini!' Begitu?" Megan kembali bertanya dengan seringai dibibir nya. Gadis itu berjalan dengan santainya, sengaja menyenggol pundak Fiona dan mentertawakan nya.

🌻

\={R E V I S I}\=

1
Bocil
ceritanya monoton bgt.datar datar aja.sampai dusini gk ada perpisahan.dlm hubungan hrusnya ada.jd klimaksnya dapat.
Erina Situmeang
nanti kalau tahu malah lebih nggak bisa tidur dra😂😜
ollyooliver🍌🥒🍆
salah sambung gimana, orng nyebut nama grizelle🙃
ollyooliver🍌🥒🍆
bukannya jasson diblacklist ya? kalau mereka ketemu sebelumnya brrti bisa dong jasson ke indonesia tanpa penyamaran atau identitas palsu.
ollyooliver🍌🥒🍆
bukan sepertinya lagi thor, emng gak bisa sampai kapan pun.
ollyooliver🍌🥒🍆
yanh tdk bener" me cintai jeni itu shawn karena dia begitu mudahnya berpaling sedangkan jeni dia terpaksa melakukannya
ollyooliver🍌🥒🍆
artinya kepada wanita manapun yang menggodanya akan membuat bayu hilang kendali?
Warung Hikmah
pantesan agak beda isinya ternyata d revisi
(人*´∀`)。*゚+ Haru ( ˘ ³˘)♥
Luar biasa
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
bukannya dibilang sebelumnya Bayu dan jasson punya selera sama soal makanan jepang
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
aduh Thor...untuk apa sabuk hitamnya?🤦

knp semua kesempurnaan yang digambarkan seolah gak ada artinya sama sekali..gak ada kuasa didalamnya
sharvik: entah la crita in sgt membingungkn yg berkuasa tp pnuh dg ktakutan heran deh
total 1 replies
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
bisakah Bayu belajar dari masa lalunya. gw gak habis pikir deh Thor ..Lo buat sesempurna itu si Bayu tapi berasa semuanya gak ada artinya...hanya dengan ancaman bisa membuat jasson kalah Lo...uang pun bisa.

maksudnya ada uang ada kuasa kan?

hello

gmn sih
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
gak percaya gw...semenysal"nya orng setelah berbuat kesalahan bahkan yang sangat fatal...pasti akan dimaafkan. maaf boleh tapi kalo orng yg menyakiti kita selama ini ternyata sangat bahagia dengan kehidupan barunya itu justru gak adil..harusnya balasan terbaik adalah membalikan keadaan . agar rasa penyesalan itu selalu membekas tapi kalo justru sebaliknya setelah maaf , Daniel kembali bahagia ..percuma saja kata MENYESAL DAN RASA BERSALAH. GAK GUNA;!


SIA" PERJUANGAN CHERY ,SIA" AIRMATA CHERRY DAN IBUNYA DAN SIA" PENGORBANAN CHERY.
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
kok gini amat si pemaren utamanya.
aduh gak nyambung amat sama karakter dan tittlenya. gak dipake sama sekali. apalagi wajahnya...hmmmm kalo begini emang visualnya gak nyambung sih sama pemain didalamnya.

ganti aja. yang gak ganteng amat kasihan kan muka jaehyun jadi bualan doang sama pemainnya😴
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
kok gini amat si pemaren utamanya.
aduh gak nyambung amat sama karakter dan tittlenya. gak dipake sama sekali. apalagi wajahnya...hmmmm kalo begini emang visualnya gak nyambung sih sama pemain didalamnya.
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
lah ngapain meski takut berarti Bayu gak percaya dengan Samuel dan grizela...secara Samuel itu punya kekuasaan yang besar lalu si grizela juga cintanya cuman Bayu...kok lemah banget sih prianya...aduhhh jadi gak mood banget baca
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
iya, kalo kemarin mantannya aja bisa dengan mudah jasson dapatkan berarti pesona Bayu disini dan kekayaanya hanya bualan kan Thor?😏

gak guna...lemah ,.pemain pria utamanya kok selalu direndahkan dan diejek😌
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
berarti suka putus nyambung dong..kok gw berasa perempuannya murahan. segampang itu menerima Leon. emng masih cinta. tapi gak guna dong rasa bersalah dan perasaan menyesal Leon. jika dengan mudahnya luluh dengan pria seperti Leon apalagi dari kalimatnya. mereka seperti sdh putus nyambung selama ini.

lemah


skip
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
jadi pertama kali Leon memergoki chery saat itu dengan Arjuna masih gak percaya Thor? bahkan setelah itu pikirnya kacau dengan foto" yg dikirim.

trus ngapain minta maaf sama Naomi . sebenarnya dya sdh percaya atau belum ?🤦.

kalo dya datang untuk memastikan sendiri untuk kedua kalinya artinya dya gak percaya sama sekali dengan Naomi. lalu untuk aoandya datang meminta maaf...tolong dijelaskan? gw berasa membaca ulang" kalimatnya😴
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
jabatannya hanya sebuah nama dan penghargaannya hanya sebuah benda ...seperti tdk ada kuasa dlm bertindak. penakut, lemah dan selalu menjadikan masa lalu sebagai halangan pdhl dengan itu iya bisa membangun dirinya untuk menjadi pemberani tapi sayangnya..LEMAH
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!