NovelToon NovelToon
Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ropiah

Merlisa harus menerima kenyataan pahit, bahwa mantan kekasih yang masih begitu ia cintai harus bersanding dengan kakak tersayangnya.

Dan lebih parahnya lagi, Merlisa harus terjebak dalam pernikahan sandiwara dengan seorang Arga Sebastian, CEO tampan namun angkuh dan sudah memiliki kekasih. Demi memajukan perusahaan sang papa Merlisa menerima pernikahan yang tidak di dasari oleh cinta.

Bagaimana kisah Merlisa selanjutnya? apakah ia akan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Arga pergi menuju kamar mandi, untuk menenangkan adeknya yang sedari tadi sudah menegang di dalam sana.

" Gadis ini selalu tertidur sembarangan saja, tidak takut akan ku terkam apa." Gumam Arga yang melihat Merlisa tertidur di atas kasur, dengan paha yang terekspos jelas.

Arga menutupi tubuh Merlisa dengan selimut.

Arga membukakan pintu kamar hotelnya, saat pelayan menghantarkan makanan untuknya dan Merlisa.

" Hei bangun, makan dulu nanti lanjutin lagi tidurnya." Ucap Arga menepuk - nepuk pipi Merlisa.

" Nanti saja kak, aku masih ngantuk." Gumam Merlisa masih memejamkan matanya.

Arga hanya menaikan sebelah alisnya.

" Hai aku bukan kakakmu, ayo bangun nanti makanannya dingin." Ucap Arga ketus.

"Iya - iya." Ucap Merlisa sambil menguap.

Merlisa berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.

Merlisa dan Arga menyantap makanannya.

" Kamu tuh makan berantakan banget si." Ucap Arga sambil mengusap bibir Merlisa yang belepotan saus menggunakan tisu.

" Eemm terima kasih." Ucap Merlisa pelan namun masih terdengar oleh Arga.

Duuhh kenapa dia seperti ini si, aku takut bisa - bisa meleleh di buatnya. Batin Merlisa.

" Eemmm." Sahut Arga masih menyantap makanannya.

Mereka melanjutkan makannya tanpa sisa.

"Woow luar biasa." Ucap Merlisa saat berada di balkon yang di suguhkan dengan pemandangan laut berhamparan pasir putih yang terpang - pang luas.

Merlisa merentangkan kedua tangan sambil memejamkan matanya, membiarkan angin laut menerpa wajah dan tubuhnya.

" Apakah kau begitu suka dengan laut?" tanya Arga yang menghampiri Merlisa.

" Eemm iya, sangat suka." Ucap Merlisa masih memejamkan matanya.

"Kenapa?" tanya Arga lagi.

" Karena laut membuatku tenang." Ucap Merlisa menatap Arga yang juga tengah menatapnya, dan keduanya segera memalingkan pandangannya ke arah lain.

" Aku boleh minta sesuatu dengan mu?" tanya Merlisa.

"Katakan lah." Sahut Arga yang terus menatap ke arah pantai.

" Apakah kau bisa membelikan ku beberapa baju, aku tidak mungkin hanya ada di kamar saja di sini. Aku ingin ke pantai, berselancar, diving, naik jet sky. Aku bosan dikamar terus." Ucap Merlisa Memanyunkan bibirnya.

Arga mendekatkan dirinya pada Merlisa, Merlisa terus memudur dan akhirnya tersudut di ujung balkon.

"Ma mau apa kau?" Ucap Merlisa gugup.

Arga tidak menjawab perkataan Merlisa, ia langsung memeluknya. Dan Merlisa hanya membulatkan matanya sambil menganga.

"Aku hanya mengukur ukuran tubuhmu saja." Ucap Arga saat pelukannya terlepas.

" Kau bisa tanya kepada ku, kenapa asal main peluk - peluk saja, huh!" kesal Merlisa.

Arga tidak memperdulikan kekesalan Merlisa, segera ia mengambil benda pipih miliknya untuk menghubungi pak Heru untuk membelikan beberapa pakaian untuk Merlisa dan menyebutkan ukurannya.

" Nanti pak Heru akan membawakan pakaian untuk mu." Ucap Arga datar sambil meninggalkan Merlisa yang berada di balkon.

Cihh dasar pria bunglon gila, sebentar dia begitu manis, dan sebentar juga ia akan menyebalkan." Batin Merlisa.

Merlisa masuk ke dalam kamar melihat Arga sedang tertidur pulas di atas tempat tidur.

" Kalau di lihat - lihat kau begitu tampan saat tertidur, tapi sangat menyebalkan jika kau membuka mata mu." Gumam Merlisa sambil melipat ke dua tangannya di dada.

" Sudah puas kau memandangiku." Ucap Arga yang masih memejamkan matanya.

"Siapa yang memandangimu, kau sangat percaya diri sekali." Sangkal Merlisa.

Segera ia membukaan pintu, saat mendengar ketukan pintu dari luar. Namun di tahan oleh Arga.

"Ada apa?" tanya Merlisa ketus saat langkahnya di tahan oleh Arga.

"Kau mau memperlihatkan pahamu itu ke orang lain, sana ke kamar mandi." Ucap Arga.

" Iya - iya." Ucap Merlisa pergi menuju kamar mandi.

"Maaf tuan muda saya mengganggu, ini pesanan anda tuan." Ucap pak Heru saat pintu sudah di buka.

" terima kasih pak." Ucap Arga.

" Baik tuan, saya permisi dulu." Ucap pak Heru, yang di angguki oleh Arga.

"Hei keluar lah, ini pakaian mu sudah ada." Teriak Arga di luar pintu kamar mandi.

" Terima kasih." Ucap Merlisa, saat keluar kamar mandi dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.

"Mau ngapain kamu?" tanya Merlisa saat melihat Arga naik ke tempat tidur.

" Mau melanjutkan tidur lah, aku masih mengantuk." Ucap Arga yang memejamkan matanya.

" Awas kalau kau macam - macam." Ucap Merlisa ketus.

" Tidak akan."

Tidak beberapa lama Merlisa tertidur pulas, terlelap ke dalam mimpi indah.

Arga membuka matanya, melihat sosok gadis yang tertidur pulas di sampingnya.

Cup, satu kecupan kilat di bibir Merlisa. Merlisa hanya menggeliat tubuhnya.

"Aku sudah gila sepertinya." Gumam Arga.

Ia memilih untuk memejamkan matanya, ikut tertidur pulas menyusul Merlisa.

"Hhuuuaaamm, sudah hampir sore rupanya." Ucap Merlisa sambil mengucek - ngucek matanya.

15 menit Merlisa menyelesaikan ritual mandinya, ia sudah menggunakan pakaian yang di bawakan oleh pak Heru.

" Hei bangun ini sudah sore." Ucap Merlisa menepuk nepuk pipi Arga.

"Eemmm." Gumam Arga, langsung menarik tangan Merlisa yang langsung terjatuh dalam pelukannya.

"Lepaskan aku, jangan mencari kesempatan deh. Aku bukan wanita mu." Ucap Merlisa Kesal.

" Maaf aku pikir kau wanitaku, tadi aku sedang bermimpi dengannya." sangkal Arga, padahal ia memang sengaja melakukannya.

"Cih." Desis Merlisa.

" Aku ingin ke pantai, ingin melihat sunset." Ucap Merlisa.

" Tunggu aku." Sahut Arga, sambil berlari menuju kamar mandi.

Beberapa saat Arga menyelesaikan mandinya, ia segera memakai kaos berwarna hitam dan celana selutut berwarna coklat susu.

"Ayo berangkat." Ajak Arga, Merlisa berjalan mengikuti langkah kaki Arga. Semua mata tertuju pada Arga yang begitu mempesona menggunakan pakaian kesualnya. Merlisa hanya risih dengan tatapan para wanita yang enggan berkedip menatap Arga kagum.

Merlisa memotret dirinya sendiri di layar handphonnya dengan background sunset di hamparan laut.

" Ternyata kau begitu narsis ya." Ucap Arga berdiri tidak jauh dari Merlisa sambil melipat kedua tangan di dada.

" Biarin saja, buat kenangan aku berlibur di sini." Ucap Merlisa masih asyik dengan handphonnya.

" Berikan handphonmu." Ucap Arga, langsung merebut handphon Merlisa.

Ceklek... Ceklek ...

Arga memotret dirinya dan Merlisa.

" Ini baru kenangan, kau harus mengikut sertakan ku." Ucap Arga.

"Cih, dasar kau ini." Memutar bola matanya malas.

Arga meminta orang yang lewat untuk memotretnya dengan Merlisa.

Merlisa dan Arga begitu terkejut saat ombak besar menerpa tubuh mereka, dengan bersamaan fhoto mereka di ambil.

"Kita seperti sedang berpelukan." Ucap Merlisa memanyunkan bibirnya.

"Bagus lah, mama Wina dan papa Fandi akan percaya kalau kita benar - benar berbulan madu." Ucap Arga.

" Iya juga si, tapi lihat baju ku jadi basah." Ucap Merlisa melihat bajunya yang basah kuyup.

" Lalu mau balik ke hotel?" tanya Arga.

" Tidak, aku mau main air saja." Sahut Merlisa yang di angguki Arga.

Merlisa tengah asyik sendiri bermain air yang agak ke tengah laut.

Sedangkan Arga asyik berbicara di dalam telphon, sesekali melihat gadis yang sedang bermain air.

Arga tersontak kaget saat melihat Merlisa yang terlihat melambaikan tangannya meminta tolong, dan tidak terlihat di dalam air. Dengan cepat Arga berlari menghampiri tubuh Merlisa.

Arga menekan dada Merlisa, dan memberi nafas buatan untuknya beberapa kali. Saat sudah berada di pinggir pantai.

"Ayo sadarlah, nanti aku harus menjawab apa pada mama dan papa." Ucap Arga panik, yang masih terus menekan dada Merlisa.

Bbyyuuurrrr uuhhuuukk uuhhuuukkk, Merlisa membuka matanya.

" Syukurlah kau sudah sadar." Ucap Arga memeluk Merlisa.

Apakah dia mengkhawatirkan ku. Batin Merlisa

" Ayo kita kembali ke hotel." Ucap Arga menggendong tubuh Merlisa. Merlisa melingkarkan tangannya ke leher Arga dan membenamkan wajahnya di dada bidang Arga.

Bersambung....

Jangan lupa berikan vote, like, rate, dan komennya ya 😁💪🙏

1
Inggrit Erliana
Luar biasa
Bara Ayu
garis bawhi "w gk boleh cengeng hanya karna seorang laki2 yg gk bisa memperjuangkan cintax"😝🤣
Marlina
kalau laki2 ngomong hanya nikah sandiwara apakah jatuh talak
Marlina
coba sama Rafi az,sih
nur
merlisa bisa beladiri tapi kok gk bisa renang 😂
Dewi Moms AQila
yg bikin novel sepertinya seangkatan ... smpe tau saras 008 apa mungkin kenal jiga dg panji manusia melenium🤣🤣🤣
Sundari Sekariputi
sebenernya ceritanya bgs thor tapi akhir ceritanya tanggung bgt
Sri Wahyuni
kta y bsa ilmu bela diri ca klau s arga kurang ajar lawan az
Sri Wahyuni
knp wali hakim kan s ica ank angkt
Anggi Esteria
next
Anggi Esteria
sk Merlisa yg cemburu next cerita na
Anggi Esteria
next cerita na
Anggi Esteria
lucu juga Arga next cerita na
Anggi Esteria
benar kata Merlisa klo Arga sprti bunglon berubah ubah next cerita na
Anggi Esteria
seru klo Merlisa satu kantor sama suami na next cerita na
Anggi Esteria
ada2 aja tingkah Arga
Nelli Susilawati
bahhh..pindah lapak
yanti
bagus
NFIA
enak bget ya. istri sah disuruh jadi babu supaya bisa dapat makan dan tidur nah pacarnya dikasih duit lebih banyak cuma modal glendhotan.
♡👿 [V]aM|P!R} 👿♡
Rafi nya kasian cuma tempat tubrukan doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!