Apa rasanya dua kali menikah dengan orang yang sama?
Ibrahim Attar, SE, ME
Lelaki 36 tahun. Hanya seorang duda yang ditinggal wafat oleh sang istri dan dua anak mereka dalam kecelakaan maut.
ia dijodohkan dengan wanita, anak dari teman sang ibu.
Fatih Medina, SE.
Perempuan berusia 23 tahun yang baru saja dipaksa bercerai oleh orang tuanya dengan sang suami pasca keguguran karena kasus KDRT
Bagaimana mereka harus terbebas dari obat-obatan depresi dan berhenti untuk tidak mendatangi lagi Dokter Spesialis Jiwa?
Bagaimana menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan yang dilandasi dengan trauma besar dikedua belah pihak. Serta perbedaan umur yang begitu jauh?
Apakah Cinta akan hadir untuk menyelamatkan hidup mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon megadischa putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maafkan aku Mas
Selamat malam guyss
Selamat baca yaa
❤️❤️❤️
Terdengar pecahan kaca begitu nyaring diudara. Dengan cepat Fatih membuka kedua matanya. Ia pun kaget meratapi keadaan Ibra saat ini. Ia pun berteriak histeris
"MAS IBRA??"
Suara Fatih begitu aja menggelegar meneriaki nama suaminya. Kedua mata nya begitu melotot tajam ketika puing-puing kaca cermin tengah dihantam oleh kepalan suaminya.
Cuarrr
Darah merah yang segar begitu saja mengalir dari punggung tangan Ibra dan menetes jatuh ke lantai. Beberapa pecahan kaca begitu saja masih tertancap di permukaan kulitnya. Luka dalam dan terbuka. Wajah Ibra berangsur menjadi pucat. Terdengar suara meringis dari kedua bibirnya.
Dengan cepat, Fatih melepas tangan Ibra dari tancapan kaca cermin, ia membopong suaminya ke dalam mobil untuk dibawa ke klinik terdekat.
"Fatih, sayang..." Desahnya dengan kedua mata setengah menutup. Ia begitu saja menyandar lemas di jok mobil. Fatih yang bingung dan panik tetap mengemudikan mobil sebisa yang ia mampu.
20 menit kemudian
Ibra sudah berada di IGD Klinik. Luka robek terbuka ditangannya telah di tutup dengan 12 jahitan. Luka yang cukup panjang menggaris dipunggung tangannya.
"Apakah masih sakit, Mas?" tanya Fatih yang mulai duduk disamping suaminya, ketika perawat baru saja berlalu dari hadapan mereka.
"Sakit ini nggak ada artinya, dibanding kamu yang terus meminta pisah dari aku, Fat!" Air bening itu kembali menetes.
"Apakah darah ini nggak cukup untuk minta maaf atas kesalahan keponakanku, Fat?" Ibra terus memohon dan merintih, dengan segala kekuatan menahan sakit ditangannya, ia terus mencoba menggenggam tangan istrinya.
Dengan hati berdalih yang dipaksakan, ia pun menjawab.
"Enggak cukup, Mas! Aku nggak akan berhenti benci sama keponakan kamu, sampai dia menderita terinjak-injak!" Fatih menahan air matanya agar tidak kembali menetes.
Ia harus bisa bersikap tegas, kuat dan berani didepan Ibra. Ia tidak mau memunculkan belas kasih kepada Ibra, hatinya pasti akan cepat tergoyah dengan kelembutan Ibra.
"Udah ayo pulang! Malam ini aku mau tidur dirumah Mama!" Fatih merubah wajahnya menjadi acuh.
"Kamu nggak usah ikut, Mas!"
"Loh kok gitu? Yaudah kalau gitu, aku nggak ijinin kamu ke rumah Mama!"
Fatih mendelik tajam. Namun Ibra tetap memandang lesu dan sendu.
"Kamu nggak kasihan sama aku, Fat? Dengan keadaan aku yang kaya gini, aku nggak bisa melakukan aktivitas dengan normal--" Ibra menatap kepalan tangannya yang sedang digulung perban hampir menutupi seluruh permukaan tangannya.
Fatih melirik kasihan ke luka yang ada disana. "Kamu tuh nyusahin, Mas!"
Fatih segera bangkit dari tepi ranjang, ia pun mulai berjalan lebih dulu untuk meninggalkan Ibra. Dengan susah payah Ibra pun turun dari ranjang pasien.
"Sayang, tunggu aku---"
Fatih tetap melangkah cepat menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil. Ia hanya menunggu di kemudinya dan membiarkan Ibra begitu saja jalan dengan pelan dan lemas.
Fatih terus menghardik sosok Ibra dari kaca spionnya. Dan lagi-lagi Fatih kembali memaki kesal suaminya, karena ia tidak bisa membuka pintu mobil. Ia tidak punya cukup daya untuk itu.
Fatih menghela nafasnya kesal. Ia pun turun dan berjalan menghampiri Ibra.
"Sayang, kenapa pintu belakang yang dibuka? Aku mau duduk didepan sama kamu--" Ibra memasang wajah merana.
"Mau masuk, apa aku tinggal?"
"Fat, aku ini suami kamu..."
"Saat ini tapi sebentar lagi hanya mantan. Kamu dan Fahmi akan dalam posisi yang sama!"
"Sayang, jangan berbicara seperti itu! Aku takut Allah akan mengijabahnya!"
"Kamu simpan aja segala nasihat itu untuk menasihati keluarga kamu! Ayo cepat masuk! Aku capek!"
Hanya karena cinta dan ingin terus bertahan, Ibra pun mau mengikuti kemauan istrinya. Ia masih mentolerir sikap Fatih, karena istrinya masih kecewa.
Akan ku raih kembali hatimu sayang
Ucap Ibra ketika ia hanya duduk terdiam dan melihati Fatih yang terus mengemudikan mobil.
Maafkan aku ya Mas, aku terpaksa kayak gini. Biar kamu bisa benci sama aku, aku nggak bisa terus sama kamu, Mas. Aku nggak mau menghianati hati Mama ku.
***
.
.
.
.
.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Mantanku Presdirku Suamiku
2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
3.Jangan Berhenti Mencintaiku
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.
Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️
bisaan pisan othor ngobrak ngabrik emosi ....
jangan bosen bikin cerita2 lain yg bagus dan keren ya thoorr ...
semangad.. semangad.. semangaaaddddhhh ✊️✊️
prihatin sangat buat kehidupan Fahmi ...
bener2 gak nyangka ... 😭😭😭😭
begitu sayang nya ibu Hanum ke Fatih .... 😭😭😭😭😭
ah othooorrrr ..... banjir niiiiiiyyy .... 😭😭😭😭😭
boro ini air mata udah keburu ngucruk ... langsung legaaaaaaa ..... 😍😍😍😍😍😍
nyesek thooooorrr .... 😭😭😭😭😭😭😭😭
Kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan kehilangan Fatih itu muncul di luar kendalinya .. krn dia punya trauma ttg itu...
Memang simalakama....
Kalau Ibra jujur bhw dia konsumsi obat lagi, itu malah Fatih jadi merasa bersalah... krn dia pasti merasa jadi penyebab Ibra "kambuh"..
Dan kalau spt itu, kondisi Fatih akan drop ...
Jadi untuk obat memang sebaiknya Fatih gak tau ... biarpun resiko kalo ketahuan ... yaaaaa .... gitu deeeehh .... 🤭
Cuma kalo cctv ... harus nya Ibra terus terang yaaa ...
Kan dia bisa alasan bhw itu lebih baik daripada Fatih dan Fara harus tiap hari ikut ke kantor ...
biarpun pastinya Fatih bakalan risih .. apalagi kalo tau kamar mandi juga dipasang ...
Ibra harus janji bhw itu hanya dia yg liat ...
teteep gambling siiiii 🤭... bisa aja Ibra kelupaan .... namanya juga manusia ... 🙈
ah udah ah ... biar othor aja yg buat solusi nya ... 🤣🤣🤣
poknya pengennya siiiy ... Ibra dan Fatih dan Fara dan adik2nya bisa hidup bahagia ... 💝💝💝⚘️⚘️⚘️
ato Kasih ?
ato Niken ?
ato Gilang ?
atoooooo .....
*kata othor ..... sebutin aja satu2 .... 🤣🤣
kesian itu Ibra katanya udah di ujung ......
😁😁
duuuuuh .. cenat cenut cenat cenut ...
tambah pusing atas bawah dah Ibra ....
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣