NovelToon NovelToon
Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Slice of Life
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Xu Ming adalah pemuda biasa dari Bumi yang sangat menggemari novel dan komik kultivasi. Suatu hari, keinginannya untuk menjadi tokoh utama benar-benar terkabul. Ia tiba-tiba terbangun di Dunia Tianxuan dan memperoleh Sistem Pembimbing Kultivasi. Namun, alih-alih menjalani petualangan besar, ia justru dipaksa berlatih pedang, berkebun, memasak, melukis, memainkan qin, menulis kaligrafi, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana selama sepuluh tahun.

Saat Xu Ming mengira perjalanan sebagai seorang kultivator baru akan dimulai, sistem justru menghilang setelah menyatakan bahwa tutorial telah selesai.

Menganggap dirinya masih seorang mortal yang lemah, Xu Ming memilih tinggal di Desa Qinghe dan menjalani hidup tenang. Tanpa ia sadari, seluruh latihan itu telah membuatnya melampaui semua tingkatan kultivasi. Sementara Xu Ming terus meragukan kekuatannya, seluruh dunia justru memanggilnya Senior, menganggapnya sebagai pertapa agung yang menyembunyikan identitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 — Masakan Seorang Pertapa

Xu Ming masuk ke dapur sambil membawa sekeranjang sayuran segar.

Ia meletakkan keranjang itu di atas meja kayu, lalu mulai memilih bahan-bahan yang akan dimasak.

"Hmm..."

"Hari ini kita masak sederhana saja."

Ia mengambil beberapa lembar sawi hijau, dua buah lobak, jamur yang dipetik dari belakang rumah, dan sepotong daging rusa hasil berburu penduduk desa beberapa hari sebelumnya.

Setelah itu, ia mengambil pisau dapur.

Tok.

Tok.

Tok.

Suara pisau mengenai talenan terdengar teratur.

Di luar dapur...

Tetua Mu yang sedang menikmati teh tiba-tiba mengangkat kepalanya.

"Guru?"

Li Qingxue ikut berhenti berbicara.

"Apakah ada sesuatu?"

Tetua Mu tidak menjawab.

Ia hanya menatap ke arah dapur.

Setiap suara pisau yang terdengar...

Mengandung irama yang sangat aneh.

Tok.

Tok.

Tok.

Setiap ketukan seolah menyatu dengan denyut langit dan bumi.

Ritmenya sederhana.

Namun justru karena terlalu sempurna...

Tetua Mu merasa pikirannya perlahan menjadi jernih.

"Ini..."

"Dao Pedang..."

Li Qingxue ikut terkejut.

"Hanya dari memotong sayur?"

Tetua Mu mengangguk pelan.

"Bagi Senior..."

"Semua hal mungkin telah mencapai Dao."

Sementara itu, Xu Ming sama sekali tidak menyadarinya.

Ia hanya sedang memasak.

"Semoga rasanya tidak mengecewakan."

Setelah sayuran selesai dipotong, ia menyalakan tungku kayu.

Api mulai menyala perlahan.

Kemudian ia memasukkan sedikit minyak.

Tak lama kemudian, aroma tumisan mulai memenuhi rumah.

Xu Ming mengaduk masakan dengan santai.

Gerakannya begitu alami.

Sendok kayu di tangannya bergerak tanpa terburu-buru.

Namun...

Di mata Tetua Mu...

Setiap gerakan itu seperti sebuah teknik bela diri tertinggi.

Mengalir.

Tanpa cela.

Tanpa gerakan yang sia-sia.

Seolah Dao Api, Dao Kayu, dan Dao Kehidupan menyatu dalam satu ayunan sendok.

Tetua Mu tidak berani berkedip.

'Senior...'

'Beliau bahkan memasak menggunakan Dao...'

Di sudut halaman.

Xiao Hei berbaring santai sambil memperhatikan ayam-ayam yang sedang mematuk biji-bijian.

Salah satu ayam berkokok pelan.

"Kukuruyuk!"

Li Qingxue melirik sekilas.

Awalnya ia tidak terlalu memperhatikan.

Namun beberapa saat kemudian...

Matanya membelalak.

Ayam itu...

Saat mengepakkan sayapnya...

Secara tidak sengaja memotong sehelai daun yang jatuh dari pohon.

Daun itu terbelah menjadi dua bagian dengan potongan yang begitu halus.

Li Qingxue langsung menahan napas.

"Guru..."

Tetua Mu ikut melihat.

Ekspresinya berubah serius.

"Itu bukan ayam biasa."

Li Qingxue menelan ludah.

"Apakah..."

Tetua Mu mengangguk perlahan.

"Kalau dugaanku benar..."

"Ayam itu telah lama menyerap aura Senior."

"Bahkan seekor ayam biasa pun telah berubah menjadi makhluk spiritual."

Li Qingxue kembali melihat ayam tersebut.

Ayam itu kini sibuk mematuk cacing.

Benar-benar tampak seperti ayam desa biasa.

Tetapi setelah melihat kejadian tadi...

Ia tidak berani meremehkannya lagi.

Tak lama kemudian.

Xu Ming keluar membawa tiga mangkuk besar.

"Maaf menunggu."

"Hanya masakan rumahan."

Ia meletakkan tumis sayur, sup lobak, dan daging rusa di atas meja batu.

Tidak ada cahaya keemasan.

Tidak ada aroma yang mengguncang langit.

Semuanya tampak sederhana.

Xu Ming mengambil sumpit.

"Ayo dimakan."

Tetua Mu dan Li Qingxue saling berpandangan.

Keduanya mengucapkan terima kasih sebelum mulai makan.

Gigitan pertama...

Membuat keduanya langsung membeku.

Rasa masakan itu...

Tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.

Setiap bahan mempertahankan cita rasanya sendiri.

Namun semuanya berpadu dengan sempurna.

Lebih penting lagi...

Di setiap suapan, energi spiritual yang lembut mengalir memasuki tubuh mereka tanpa sedikit pun terasa kasar.

Tidak seperti pil yang memaksa tubuh menyerap energi.

Masakan Xu Ming justru memperbaiki tubuh mereka secara alami.

Tetua Mu memejamkan mata.

Luka-luka tersembunyi akibat kultivasi selama ratusan tahun perlahan menghilang.

Li Qingxue bahkan merasakan fondasi kultivasinya menjadi semakin kokoh.

Ini bukan sekadar makanan.

Melainkan kesempatan langka yang bahkan mungkin tidak akan ditemui sekali pun dalam seumur hidup.

Xu Ming melihat kedua tamunya makan dengan tenang.

Ia tersenyum puas.

"Syukurlah."

"Berarti masakanku masih lumayan."

Tetua Mu hampir tersedak mendengar kalimat itu.

'Masih... lumayan?'

'Kalau ini hanya lumayan...'

'Lalu masakan terbaik Senior seperti apa?'

Ia hanya bisa tersenyum pahit dalam hati.

Di hadapan Xu Ming...

Semakin lama ia berada di sini...

Semakin ia menyadari betapa kecil dirinya.

Dan tanpa mereka sadari...

Jauh di luar Desa Qinghe, sepasang mata dingin sedang mengamati rumah Xu Ming dari puncak bukit.

Sosok berjubah hitam itu tersenyum tipis.

"Jadi..."

"Orang yang dicari Tetua Mu berada di desa kecil ini."

Ia perlahan menghilang ke dalam bayangan.

Sebuah badai yang akan mengubah ketenangan Desa Qinghe...

Diam-diam mulai mendekat.

Bersambung...

1
Ilham Yono
nyengir aje
Ilham Yono
wkwkwkwk🤣
Bella Macnolia
semangka semangat upload kakak secepatnya y kakak lebih dari 10 kakak 💪
Ilham Yono
😍😍😍😍
Ilham Yono
😄😄😄😄🤭
Ilham Yono
good 👍
Ilham Yono
/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin/
Ilham Yono
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Grin//Facepalm//Shy/
Ilham Yono
baru nyadar
Ilham Yono
hanya bisa nyengir kuda
Ilham Yono
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/👍
Ilham Yono
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Ilham Yono
gassssskeun
Ilham Yono
salah faham maning son
Ilham Yono
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Ilham Yono
kereeeeeeen😍
Ilham Yono
hem🤭
Ilham Yono
kacau. kacau mania
Ilham Yono
kaya magnet
Ilham Yono
terbaik/Drool/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!