NovelToon NovelToon
Muka Dua Ibu Mertua

Muka Dua Ibu Mertua

Status: tamat
Genre:Angst / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:95.1k
Nilai: 5
Nama Author: chibichibi@

Ternyata tinggal bersama ibu mertua tak seindah bayangan Gita. Miranti terus saja menyiksa batin serta fisiknya.

Gita mengalami baby blues pasca melahirkan hingga hampir mencekik bayinya sendiri.

Miranti dengan rencana yang telah tersusun rapi di dalam otaknya, semakin kejam dalam menyiksa batin Gita. Melayangkan berbagai fitnah, hingga sang putra, Pramudya membenci, Gita dan memasukkannya ke rumah sakit jiwa.

Apa langkah yang harus Gita ambil dalam rumah tangganya. Ketika sang ibu mertua menyimpan dendam padanya dari kehidupan masa lalu.

Apakah Gita tetap bertahan dengan rumah tangga yang bagaikan neraka itu?
Atau pergi dan membuat Pram menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24. Kontak Batin Sahabat.

Gita pun tersadar dan kembali ke kamar setelah mendengar jerit tangis bayinya. Dengan sisa tenaga, wanita itu bangun dan berlari.

Karena memang belum makan, Gita tak berani menyusui baby Asha secara langsung. Karenanya Gita memutuskan untuk membutakan susu formula. Gita menengok kedalam kaleng susu. Cukuplah untuk beberapa botol lagi hingga nanti suaminya pulang.

Gita memutuskan untuk menceritakan semuanya pada Pram. Ia takkan menutupi apapun lagi kejelekan dari mama mertuanya itu. Bagaimana perlakuannya selama ini padanya, sungguh di luar batas. Gita merasa tak kuat lagi menahannya seorang diri.

Dadanya hampir meledak dan kepalanya mau pecah. Rasanya sangat sakit ketika kau menahan semuanya sendirian. Sekarang ponselnya rusak, ia takkan bisa menghubungi satu-satunya orang yang kini peduli padanya.

Meta, seakan memiliki kontak batin dengan Gita. Wanita muda itu ijin dari kantornya sebentar. Karena, sejak tadi ia tak bisa menghubungi gitaz sahabatnya.

"Kamu ijin? Tidak biasanya, ada apa?" tegas sang atasan yang merupakan Presdir dari perusahan Elang Corporindo. Tempat dimana Gita juga bekerja dulu.

"Saya ingin menengok Gita sebentar, Pak. Sekitar dua jam kemudian saya akan segera kembali," jawab Meta. Ia memutuskan untuk jujur agar diijinkan oleh Rama Adi Kusuma.

"Gita? Maksudmu ... mantan karyawanku?" cecar Rama. Meta pun menjelaskan apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Rama yang sejak dulu menyimpan rasa pada Gita tentu saja menaruh simpati kepadanya.

"Seharusnya saya tidak menceritakan ini pada anda, Pak. Kalau Gita tau, bisa-bisa dia marah dan--"

"Kalau begitu, jangan sampai dia tau. Meta, mulai saat ini kamu harus melapor jika Gita mengalami kesulitan lagi. Jika sampai, pria itu berbuat tak baik. Aku akan segera mencopot jabatannya," kecam Rama geram.

"Kalau anda mencopot jabatan Pram, maka hidup Gita akan tambah susah," jelas Meta. Dimana hal itu diiyakan oleh Rama.

"Ya sudah, kau pergilah. Ingat, jangan sungkan untuk minta bantuanku," pesan Rama kemudian.

"Ah, ya ... tunggu sebentar!" Panggilan dari Rama sontak menghentikan langkah Meta.

"Ini, berikan hadiah untuk Gita dan juga bayinya. Tapi, rahasiakan. Jangan katakan itu dariku," titah Rama seraya menyodorkan amplop coklat berisi uang kepada Meta.

"Baiklah, Pak. Nanti saya akan kabarkan apa barang yang saya beli," ucap Meta, menerima pemberian sang CEO tampan itu dengan senang hati.

Meta menghubungi kekasihnya yang kebetulan juga free. Roy Ferdinand adalah seorang pengacara handal untuk setiap kasus pidana dan kriminal.

Meta, akan melangsungkan pernikahannya dengan sang kekasih beberapa bulan ke depan. Akan tetapi, wanita itu agak sedikit ragu setelah melihat keadaan rumah tangga sahabatnya.

"Aku tidak bisa menjemputmu, pulangnya naik taksi saja tak apa kan?" tanya Roy, seraya menatap lembut ke arah Meta.

"Iya, terimakasih sudah mengantarku," jawab Meta singkat. Wanita itu pun turun dari mobil setelah sebelumnya mereka mampir membeli buah.

Di dalam kamar, Gita merasa sangat lemas. Hati yang sakit serta perut yang perih benar-benar menguras tenaganya. Apalagi, dia terus menangis sejak tadi.

Mengacak dapur pun percuma tak ada sisa makanan yang bisa mengganjal perutnya.

Di saat kritis, terdengar suara ketukan pintu. Gita yang lemas mengabaikannya. Hingga pintu kamarnya ada yang mendorong.

"Git!" panggilan dari suara yang ia kenal mampu membuat Gita membuka matanya.

"Meta ...," sahut Gita lirih.

Melihat keadaan sahabatnya yang lemah, membuat Meta meletakkan sembarang tentengan yang ia bawa. Wanita itu merangsek masuk ke dalam kamar menghampiri tempat tidur Gita.

"Kamu kenapa? Sakit?" cecar Meta khawatir. Firasatnya sejak tadi pagi ternyata benar. Bahwa keadaan sahabatnya ini sedang tidak baik-baik saja.

"Meta ...," Gita tak sanggup menjawab apapun, dirinya hanya mampu menangis didalam pelukan sahabatnya itu.

"Katakan ada apa? Apa yang bisa ku bantu?" cecar Meta lagi. Ia takut sekali jika Gita mendapat kekerasan maupun penyiksaan lagi. Baik itu verbal maupun fisik secara tidak langsung.

"Aku lapar, Ta ..."

"Astaga, Gita!"

...Bersambung ...

1
Arin
/Heart/
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
ByngnHtm
sebenernya agak kurang greget di endingnya. g terima si klo karmanya cuma gitu. tpi gpp dah ane cukup puas baca karya ente suhu ampe diomelin emak maen hp mulu saking fokusnya baca wkwkkw
Mak Aul: ihiii, enaknya baca karya tamat gitu bisa marathon baca sampe lupa waktu 🤭
total 3 replies
Yunerty Blessa
Makasih kak thor buat cerita nya sungguh mantap sekali 👍👍
walaupun singkat tapi mantap..terus berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa: sama² kak thor 👍👍
total 2 replies
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga.. itulah balasan buat kau Pram..Gita hidup bahagia bersama anaknya.. Makasih kak thor buat cerita nya
Yunerty Blessa: Okey 😘
total 2 replies
Yunerty Blessa
rasakan itu Pram..
Yunerty Blessa
akhirnya Gita kembali kerja..
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh teman mu Pram cuma kau saja yang selalu membenarkan apa yang dikatakan oleh Miranti.. rasakan itu
Yunerty Blessa
padan muka kau Miranti.. membusuk lah di penjara.. sebentar lagi giliran Pram....
Yunerty Blessa
bagus gita.. selangkah ke depan untuk balaskan semua penderitaan mu..
Yunerty Blessa
Miranti salah balas dendam.. tunggu balasan mu Miranti😏
Yunerty Blessa
ayoh Gita,,balas lah dendam mu terhadap Miranti dan Pram..
Yunerty Blessa
kasian sekali kau Gita..apa yang kau tunggu dari suami seperti itu.. pergi saja
Yunerty Blessa
sungguh keterlaluan kau Miranti
Yunerty Blessa
Gita jangan lampias kan kemarahan mu pada baby karna dia tak bersalah..
Yunerty Blessa
Gita lapor kepada teman mu bahwa hadiah untuk baby mu dijual oleh Miranti yang kejam seperti setan 😠😠
Yunerty Blessa
kasian Gita.. kesakitan nya dia pendam sendiri.. sampai bila Gita....
Yunerty Blessa
kurang ajar punya Miranti dan Pram.. langsung tak percaya sama isteri nya..
Yunerty Blessa
sungguh sedih dengan keadaan Gita..tapi apa kan dayanya..
Yunerty Blessa
sabar Gita..Pram buta oleh kata² dari Miranti..moga ada balasan buat kalian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!