NovelToon NovelToon
Dewa Love You

Dewa Love You

Status: tamat
Genre:Playboy / Cinta Murni / Romansa / Dikelilingi wanita cantik / Teen School/College / Bad Boy / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romantis / Tamat
Popularitas:204.5k
Nilai: 5
Nama Author: Al Orchida

Dewa mendadak terjebak di antara cinta Vivian dan Mayra, dua gadis yang sebenarnya terobsesi dengan kakaknya, Elang.

Vivian harus dipacari minimal tiga bulan agar taruhan yang dimenangkannya dianggap sah. Sementara hubungannya dengan Mayra mulanya hanya sebatas pertolongan agar gadis itu bisa kembali mendekati kakaknya.

Bagaimana sang bikers menjalani hubungan cinta dengan dua gadis tanpa harus saling curiga? Sementara Vivian dan Mayra kuliah di kampus dan jurusan yang sama, Teknik Kimia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jahat dan Bomat

Suasana di depan kafe seketika tegang. Tony menatap Dewa dengan ekspresi dingin. Masih tak habis pikir kenapa pemuda satu ini begitu berani mengganggu kesenangannya dengan Mayra.

Tony tidak mau gegabah, tapi juga tidak mau kalah beradu mata dengan Dewa. Dia tidak akan membiarkan pemuda ingusan itu merebut Mayra dari tangannya, apalagi Mayra baru saja berhasil ditaklukan.

Melihat Dewa, spontan Mayra melepaskan tangannya dari genggaman Tony, terkejut tapi juga senang. "Dewa?!"

"Ayo pulang!" ajak Dewa mengulurkan tangan. Wajahnya mengeras meski suaranya tetap lembut pada Mayra.

Tony langsung mencekal lengan Mayra, berbicara tegas pada Mayra sekaligus memprovokasi Dewa yang berdiri tegap di depannya. "Enggak bisa gitu dong, May! Kita udah sepakat tadi, kamu berangkat kesini sama aku, jadi pulangnya juga sama aku!"

"Aku pulang sama Dewa aja, Ton! Maaf, aku nggak jadi nginep di rumahmu!" Mayra melirik Tony takut-takut.

"Ini udah malam, Mayra! Aku nggak enak kalau harus anter kamu pulang selarut ini. Lagian kamu tidur di rumahku itu aman, aku ada adik cewek, ada keluarga. Kamu takut apa sih? Kita rayakan hari jadi kita dulu. Besok pagi baru aku anter kamu pulang, aku nanti yang jelaskan semua sama mama kamu! Gimana? Jadi nginep, kan? Kita tadi udah sepakat loh, May!"

"Brengsek!" Dewa merangsek maju, memberikan bogem ke wajah Tony hingga pemuda itu terhuyung mundur dan melepaskan Mayra. Masih belum puas, Dewa menambahkan satu tinju lagi di pelipis Tony sebelum dipisah paksa oleh teman-temannya. Malang bagi Tony yang tidak menduga aksi Dewa tersebut.

"Dewa, stop! Jangan bikin ribut disini!" Erfan menghadang Dewa yang bersiap maju untuk memukuli Tony lagi.

Gavin langsung menggiring Dewa agar segera pergi dari kafe dengan membawa Mayra. Sementara Tony mengumpat keras karena hampir jatuh terjerembab. Pelipisnya berdarah dan kepalanya berdenyut sakit. Erfan membantunya berdiri.

"***!" Tony mengumpat keras sambil mengusap darah yang merembes dari sudut bibir.

Dewa berhenti sebentar setelah keluar parkiran kafe, memberikan jaketnya pada Mayra lalu berkendara kencang di tengah malam, membelah jalanan. Dia baru melambatkan kendaraan setelah motor ada di jalan utama menuju perumahan Mayra.

Gadis itu memeluknya erat, seperti bayi yang takut jatuh dari gendongan ibunya. Dewa sampai rasanya sesak nafas, belum lagi seluruh beban tubuh Mayra menyandar ke punggungnya.

Dewa menegakkan tubuh, berkendara pelan. "Kenapa kamu nggak bisa dihubungi, Mayra?"

"Hapeku ketinggalan di rumah!"

"Dari siang kamu belum pulang?"

"Pulang bentar, trus berangkat lagi!" jawab Mayra enteng.

"Kemana aja kamu?" tanya Dewa penasaran. Tidak biasanya Mayra keluar rumah sampai seharian.

"Siang borong kado buat Elang! Lama banget itu, soalnya sekalian minta bungkusin semua di sana!" jawab Mayra tanpa rasa salah.

"Sama siapa?"

"Tony!"

"Trus malam masih keluyuran sampai selarut ini?"

Mayra menjawab jujur, "Aku udah minta pulang dari tadi, tapi Tony keasikan ngobrol sama temennya sampai lupa waktu!"

"Karena kemalaman jadi dia ngajak kamu nginep di rumahnya?"

"Iya!"

"Kamu mau?" tanya Dewa dengan nada heran.

Mayra membela diri, "Dia maksa terus! Aku sampai nggak bisa nolak lagi!"

Dewa berdecak kesal, "Sorry, aku bikin muka pacarmu berdarah."

Mayra diam, tak menanggapi. Satu sisi dia senang Dewa datang untuk membawanya pulang, sisi lain dia merasa kasihan dengan Tony. Mayra tidak menyangka akan melihat adegan pemukulan yang disebabkan oleh dirinya.

"Kamu marah?" tanya Dewa.

"Enggak, tapi sebenarnya aku yang salah, kan?"

Dewa menimpali, "Laki-laki itu yang dipegang kata-katanya, Mayra. Tony sudah janji bakal nganter kamu pulang jam sepuluh. Trus dia malah maksa kamu nginep di rumahnya, maksudnya apa coba? Merayakan hari jadi? Bullshit banget!"

"Aku juga nggak paham maksudnya apa," ujar Mayra polos … atau mungkin bodoh? Ah, gadis manis yang sangat naif.

"Kamu nggak diapa-apain, kan?"

"Enggak, cuma kepalaku pusing!" Mayra tersenyum tipis, gembira karena Dewa khawatir padanya.

"Kamu minum alkohol?" Dewa akhirnya menghentikan motor di pinggir jalan. Menoleh ke belakang untuk mengendus bau mulut Mayra. Nihil, tidak ada bau minuman keras.

Mayra menggeleng, "Aku cuma minum jus di sana."

Dewa mengangguk, lalu memegang tangan Mayra yang melingkari perutnya, menggenggam dengan kedua tangannya. "Apa yang kamu rasain selain pusing?"

Mayra tak berani menjawab, tapi pelukannya semakin mengetat, menempelkan bagian depan tubuhnya hingga tak berjarak. Mayra juga menyandarkan kepala di punggung Dewa, menghirup aroma maskulin pemuda itu terlebih dahulu sebelum menjawab dengan suara dalam.

"Kamu wangi banget, Wa!"

Mendengar jawaban Mayra yang tidak nyambung, Dewa menebak kalau Mayra ada dalam pengaruh obat peningkat libido. Apalagi Mayra memeluknya tanpa malu-malu, tidak seperti ciri khas gadis itu.

Tony pasti memberi obat itu bersama jus yang diminum Mayra. Dewa semakin merasa benar sudah meninju wajah Tony dua kali. Garangan itu patut diberi pelajaran karena berani kurang ajar pada Mayra. Kalau saja tidak dipisah Erfan dan Gavin, Dewa dengan senang hati membuat Tony lebih babak belur.

"Yakin nggak minum apa-apa lagi selain jus?"

"Yakin, Dewa!" tukas Mayra dengan intonasi tegas.

"Makan apa tadi di kafe?"

Mayra semakin senyum-senyum karena mendapatkan banyak perhatian Dewa. "Nggak makan, orang lagi males!"

"Berarti cuma minum, trus efeknya pusing?" Dewa memastikan lagi kondisi Mayra.

"Iya, tapi aku nggak mau pulang, Wa! Nginep rumahmu, boleh? Aku lagi stress ini! Butuh teman ngobrol! Kamu kan tau aku lagi patah hati?!"

Mayra benar-benar merasa ada yang salah dengan dirinya. Otaknya mendadak sangat mesum. Dia membayangkan Dewa mencium bibirnya lebih panas dari beberapa waktu lalu. Bukan hanya mencium, tapi juga menyentuh seluruh tubuhnya dengan mesra, ehh!

Hanya dengan berpikiran nakal, gairah Mayra akan Dewa bangkit dengan cepat. Bagian depan tubuhnya yang menempel di punggung Dewa mulai terbakar, meletupkan hasrat yang semakin sulit dikendalikan.

"Nop! Aku anter pulang sekarang, sampai rumah kamu mandi trus langsung tidur!" Dewa kembali melajukan motornya menuju rumah Mayra.

Sebelum Mayra meminta sesuatu yang pasti merusak saraf warasnya, lebih baik dia menyiksa gadis itu di kamarnya, sendirian. Terserah Mayra mau mengatasi rasa gatalnya dengan cara apa! Setidaknya dia sudah menyelamatkan Mayra dari Tony.

"Tapi aku nggak ngantuk, Wa! Aku masih pengen sama kamu!" bisik Mayra tertahan.

"Besok aku ke rumahmu!" Dewa meremang, tangan Mayra yang tadinya hanya diam memeluk, sekarang berani memberikan usapan lembut di perut bawah pusar. Sial!

"Aku mau kamu teleponin mama … bilang kalau aku nginep di rumahmu! Serius aku lagi stress karena Elang nikah, Wa!" rengek Mayra. "Boleh ya aku nginep di rumahmu? Malam ini aja kok!"

Dewa menjawab tegas, tidak memberikan kesempatan Mayra menggoda kebrengsekannya. "Cewek nggak boleh nginep di rumah cowok, ngerti kamu?"

"Boleh kok, coba telepon mama sekarang! Aku yakin mama bolehin kalau cowoknya kamu!" Mayra berbicara mendayu dan merayu. Tangannya yang ternyata sama tak bermoralnya dengan Dewa sudah berani mengusap paha si pemuda.

"Nop!" Dewa menahan nafas. Sungguh dia tergoda untuk membalas kelakuan Mayra yang sedang menguji imannya. "Pegangan ya pegangan, tapi tangan nggak kemana-mana kali, May!"

"Pelit banget sih kamu!"

"Aku ketularan kamu!"

"Jahat, ih!"

"Bomat!"

***

1
Wahyu ningsing
mauu donk kak...ayoo ditunggu seson 2 nya
Wahyu ningsing: dan aku udah baca semua novelmu Thor di noveltoon ini, semuanya bagus...aku syukaaa....bikin cerita lagu pok o Thor ...aku kangen padamu lhoo
total 3 replies
Diana Dwiari
kalo mayra pintar harusnya bisa mikir....masa iya di dalam hotel berdua bisa ada yang foto sih....maksudnya pasti ada angel khusus kan
Diana Dwiari
dijebak ya
Diana Dwiari
nah ini,novel yg sudut pandangnya dari cowo....ngerti bener dg pikiran2 cowo yg mmg sungguh diluar pikiran cewe.....JD sedikit ngerti ttg cowo2....
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: wkwkwk begitu kah?
total 1 replies
indah aca
nungguin season 2 rek...
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: wkwkwk nggak ada kak🙏
total 1 replies
nanik sriharyuniati
Luar biasa
Ulil Baba
TON TRONTON
Ulil Baba
sesama nggarangan salih suport
Atiqa Fa
dan kamu bangga jd bahan taruhan?
Atiqa Fa
dia sedang menjaga harga dirimu didepan keluaraga tirimu, lagian ngomel itu tanda peduli
Atiqa Fa
jadi kangen sama pak suami 🤭
Atiqa Fa: iya kak, makasih looh komen ku selalu reply sm like😍
total 2 replies
Atiqa Fa
kenapa sial? justru selamat
Atiqa Fa
entah siapa yg salah diriku t'tau 😅😅😅
Atiqa Fa
maunya Elang kamu sama Dewa may
Atiqa Fa
Hai Hai 👋 aku hadir disini thor
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: iya sby, salam kenal 😁
total 5 replies
Hulatus Sundusiyah
baguis bangeet
beni rahman
Luar biasa
Hety Ety
mau musim ke-2
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: udah kelamaan kak tamatnya, thanks udah mampir😁
total 1 replies
indah aca
Luar biasa...karyanya bgus,bhasanya jg santai g berat bacaan bersahbat buat yg bru mulai membaca novel
Yanti
datang lagi si ulet bulu 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!