NovelToon NovelToon
Aversion To You

Aversion To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Dark Romance / Cintapertama
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan Aurora dengan Jonathan Carser—menjadi neraka saat ia menjadi korban pengkhianatan dan manipulasi.

Puncaknya, ia dipaksa menghadapi keraguan sang suami atas bayi laki-laki nya yang terlahir dengan paras begitu mirip dengan mantan kekasih masa lalunya, Braxley Valerio-Desmon.

Ketika kebenaran mulai terkuak dan Jonathan semakin brutal meluapkan amarahnya, Siapkah Aurora menghadapi kenyataan pahit, menerima kebenaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

027

Sementara kelas bisnis di gedung seberang dipenuhi oleh percakapan teredam antara Draco dan kawan-kawannya, suasana yang berbeda tengah terjadi di ruang teater Fakultas Hukum.

Pintu ganda berbahan kayu ek terbuka pelan. Lynzzie menyelinap masuk ke dalam ruangan dengan langkah cepat namun penuh kehati-hatian.

Mahasiswi penerima beasiswa itu menundukkan kepala saat berjalan melewati deretan kursi yang tersusun berundak, berusaha sebisa mungkin tidak menarik perhatian dosen senior berkacamata tebal yang sedang menulis rentetan teori di papan tulis putih.

Beruntung bagi Lynzzie, sang dosen hanya meliriknya sekilas dari balik kacamata sebelum kembali fokus pada penjelasannya. Sebagai mahasiswi teladan dengan nilai akademik nyaris sempurna, Lynzzie selalu mendapatkan toleransi tersendiri dari jajaran pengajar.

Lynzzie mendesah lega. Ia menjatuhkan dirinya di kursi kosong tepat di sebelah sahabat terdekatnya, Monica.

"Kenapa kau datang terlambat, Lyn?" bisik Monica penasaran, mencondongkan tubuhnya ke arah Lynzzie sembari menutupi mulutnya dengan buku catatan. Nama 'Lyn' adalah panggilan akrab yang selalu digunakan oleh teman-teman dekatnya di fakultas.

Lynzzie merapikan helai rambut kecoklatannya yang sedikit berantakan. Jantungnya masih berdegup kencang—bukan karena takut dimarahi dosen, melainkan karena efek adrenalin sisa pergumulan panasnya dengan pewaris dinasti Desmon di atap gedung perpustakaan.

"Aku... aku ketinggalan bus tadi," jawab Lynzzie berbohong. Ia menelan ludah, berusaha membuat suaranya terdengar setenang mungkin.

Monica memutar bola matanya pelan, namun percaya begitu saja. "Syukurlah dosen kita hari ini sedang dalam suasana hati yang baik, Lyn. Dan syukurlah Profesor Higgins sangat percaya padamu karena kau mahasiswi kesayangannya. Kalau itu aku yang telat, aku pasti sudah diusir keluar kelas."

Lynzzie hanya tersenyum tipis, senyuman yang lebih terlihat seperti seringai kelelahan. Tanpa menunggu lebih lama, ia buru-buru merogoh tas tangannya dan mengeluarkan sebotol parfum kecil beraroma vanilla dan musk. Dengan gerakan cepat dan sedikit panik, Lynzzie menyemprotkan cairan wangi itu ke area leher, pergelangan tangan, dan sedikit di kemejanya.

Ia harus memastikan aroma cologne maskulin khas milik Draco yang tajam dan mendominasi—yang menguar kuat dari sentuhan pria itu pada kulitnya—sepenuhnya tertutup oleh wangi parfumnya sendiri.

Monica yang melihat aksi heboh sahabatnya itu langsung mengernyitkan hidung, mengibas-ngibaskan udara di depan wajahnya.

"Astaga, Lyn! Pelan-pelan!" keluh Monica dengan nada bercanda. "Parfummu sangat mempan mengusir hantu di rumahku kalau kau menyemprotkannya sebanyak itu! Kau seperti baru saja mandi parfum!"

"What?" Lynzzie membelalakkan matanya sesaat, terkejut oleh komentar ceplas-ceplos Monica.

Dalam hatinya, Lynzzie berteriak sarkastis, Bukan hantu yang kutakutkan, Monic! Aku justru sedang ditempel iblis ganteng yang luar biasa gila karena parfum sialan ini!

Namun, Lynzzie tidak mungkin menyuarakan isi kepalanya. Ia memasukkan kembali botol parfumnya dengan kasar ke dalam tas. "Berhenti membual, Monica. Fokus pada papan tulis," ucap Lynzzie, berusaha terdengar tegas agar sahabatnya tidak curiga.

Ia membuka buku catatannya, mencoba memusatkan perhatian penuh pada rentetan pasal hukum kontrak yang sedang dijelaskan di depan.

Namun, sepuluh menit berlalu, konsentrasi Lynzzie mulai buyar. Ia bergerak-gerak gelisah di kursinya.

Ada sesuatu yang janggal. Angin sejuk dari mesin pendingin udara sentral di langit-langit ruangan tiba-tiba terasa berhembus sedikit terlalu dingin... dan terlalu menyentuh kulitnya secara langsung di bagian bawah gaunnya.

Lynzzie menunduk, memperhatikan ujung kemejanya yang dimasukkan rapi ke dalam rok kerja berpotongan pencil. Ia meraba rambutnya, jepitannya terpasang sempurna. Semuanya terlihat normal. Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Namun instingnya mengatakan ada sesuatu yang tertinggal.

"Monic..." panggil Lynzzie dengan suara berbisik yang sangat pelan, menyenggol siku sahabatnya. "Aku merasa ada yang kurang, Monic. Kira-kira apa, ya? Apa riasanku luntur? Atau kancing bajuku ada yang salah?" tanyanya cemas, sembari kembali memperhatikan pantulan dirinya di layar ponsel.

Monica yang sedang serius mencatat penjelasan dosen tidak langsung menoleh. Tanpa mengangkat kepalanya dari buku, Monica merespons dengan celetukan asalnya yang santai dan tanpa beban.

"Santai saja, Lyn. Selagi kita memakai celana dalam, kita aman-aman saja dan tidak akan ditangkap polisi susila," jawab Monica santai. "Lagi pula, bukankah kau tidak terlalu peduli dengan riasanmu selama ini, Cantik? Kau kan lebih peduli pada nilai ujianmu daripada warna lip gloss."

Deg.

Tubuh Lynzzie seketika membeku. Jantungnya serasa berhenti berdetak selama beberapa detik sebelum memompa darah dengan kecepatan yang nyaris merobek dadanya. Nafasnya tercekat di tenggorokan.

Matanya membelalak lebar, menatap kosong ke arah papan tulis yang tiba-tiba terlihat buram. Perkataan ceplas-ceplos Monica barusan bagaikan godam raksasa yang menghantam kesadarannya.

Underwear.

Celana dalamnya.

Lynzzie secara naluriah menekan bagian bawah gaunnya, menggerakkan kakinya sedikit di bawah meja. Dan seketika itu juga, realitas yang sangat mengerikan dan memalukan menghantamnya dengan telak. Tidak ada lapisan kain sutra tipis yang menutupi bagian intimnya.

Ia tidak memakai celana dalam!

Ingatan tentang pergumulan liarnya di atas rooftop gedung perpustakaan berputar liar di kepala Lynzzie.

Saat Draco memerintahkannya dengan nada otoriter, "Angkat rokmu dan singkap celana dalammu." Lynzzie mengingat dengan jelas bahwa karena kepanikan dan dominasi Draco yang terburu-buru, ia melepaskan kain tipis itu dan meletakkannya begitu saja di atas permukaan beton pembatas rooftop.

Dan ketika pergumulan panas itu usai, panik karena panggilan telepon dan pesan beruntun dari teman-temannya, ia langsung berlari turun dari atap gedung tanpa memeriksa kembali keadaannya secara detail.

Wajah Lynzzie seketika memerah padam, menyerupai warna kepiting rebus. Rasa panas menjalar dari leher hingga ke telinganya.

Celana dalamnya tertinggal di atap gedung! Dan lebih parahnya lagi... Semoga ada pada Draco!

Lynzzie meremas ujung bukunya hingga halamannya kusut. "Ahh... iya, tentu saja," gumam Lynzzie lirih pada dirinya sendiri, suaranya bergetar menahan rasa malu yang tak tertahankan.

Pria iblis bernama Draco itu pasti sekarang sedang menertawakan kecerobohannya. Membayangkan bagaimana reaksi pria arogan dan gila kendali itu saat menemukan benda intim miliknya tertinggal, membuat Lynzzie ingin menenggelamkan dirinya ke dasar laut.

...°°°...

Sementara itu, di ruangan kelas VIP Fakultas Bisnis yang jauh lebih mewah dan luas, suasana perkuliahan sedang berlangsung serius. Seorang profesor tamu dari Wall Street sedang menjelaskan mengenai fluktuasi pasar saham global di layar proyektor raksasa.

Para mahasiswa yang mayoritas merupakan calon pewaris takhta perusahaan raksasa itu menyimak dengan saksama.

Namun, di barisan belakang yang sedikit remang, Draco Valerio-Desmon sama sekali tidak peduli pada grafik angka yang membosankan di depan sana.

Draco duduk bersandar dengan posisi kaki yang disilangkan secara elegan. Tangan kirinya memutar-mutar sebuah pena mahal berlapis emas di atas meja, sementara tangan kanannya terselip santai di dalam saku celana bahan mewahnya.

Di tengah keseriusan ruangan yang sunyi—hanya diisi oleh suara mikrofon sang profesor—Draco tiba-tiba menyunggingkan sebuah senyuman.

Bukan senyuman ramah atau sekadar senyuman tipis. Itu adalah senyum gila—sebuah seringai miring yang sarat akan dominasi, kepuasan gelap, dan ejekan yang teramat kentara. Senyuman yang mampu membuat siapa pun yang melihatnya bergidik ngeri akan bahaya di baliknya.

Di dalam saku celananya, jemari panjang Draco tengah mengusap halus selembar kain sutra tipis berwarna hitam berenda.

Kain tipis itu adalah milik Lynzzie.

Draco teringat bagaimana benda kecil itu hampir saja tertinggal di atas beton pembatas rooftop. Tepat setelah Lynzzie berlari meninggalkannya seperti kelinci yang ketakutan, mata tajam Draco langsung menangkap seonggok kain hitam kecil itu.

Dengan seringai lebar, Draco mengambilnya, menghirup aroma vanilla dan keringat khas wanita itu, sebelum melipatnya rapi dan memasukkannya ke dalam saku celananya sendiri.

Gadis itu benar-benar pelupa karena dikuasai ketakutan.

Bagaimana mungkin dia berkeliaran hingga ke kelasnya dan duduk di tengah keramaian tanpa memakai pakaian dalam? pikir Draco geli.

Membayangkan wajah panik dan memerah Lynzzie saat gadis itu akhirnya menyadari apa yang hilang dari tubuhnya, memberikan kepuasan tersendiri bagi ego predator Draco. Pria itu menyandarkan kepalanya ke dinding kursi, senyum gilanya makin melebar.

Benda kecil berbahan sutra ini bukan sekadar kain bagi Draco.

Ini adalah lambang penaklukannya hari ini, sebuah trofi atas kendali mutlaknya, dan amunisi baru untuk membuat mahasiswi sombong fakultas hukum itu memohon-mohon padanya lagi besok. Permainan gila sang pangeran Desmon baru saja naik ke level yang jauh lebih memabukkan.

1
Astrid Kucrit
lyn,cuma kamu yang draco inginkan
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentar nya kak🙏🏻
total 1 replies
Siti Kamisah Hasnul
Linzy ternyata anak Jonathan...wahhhhh...kacau ini
Rosdianah 🌷: jangan kacau dulu kak🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
gak nyangka udah di tahap baca ceritanya anaknya AJ brarti si braxley ini cucunya vexana sama landon 🤣
Rosdianah 🌷: hehe iya kak, kembarannya Braxton disebelah kak🤭
total 1 replies
Mia Camelia
jonathan harus di kasih pelajaran tambahan nih 🤣🤣🤣tuh orang gak ada takut nya
😔
Rosdianah 🌷: Wajib digoyeng 🤣🤭
total 1 replies
Ainun Mahya
nggk up nih kak?
Rosdianah 🌷: huhu besok author Double Up 🫶🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
vote meluncur🤭🤭
Rosdianah 🌷: uhuy ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
widieww....braxley tipe2 blackflag banget gak sih🤔🤣😂
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭
total 1 replies
Mia Camelia
selamat thor udah meluncur karya baru lagi🥳🥳🥳
makin prokdutif banget thor bulan ini udh baru lgi muncul🥳
Rosdianah 🌷: Huhu🫶 Ma'aciww kak, Dan ma'aciww juga asas setiap Jejak Nya selama ini. semoga cerita nya. happy reading 🥰
total 1 replies
Hennyy exo
wow karya mu emang bagus thor
Rosdianah 🌷: ma'aciw kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!