NovelToon NovelToon
Nenekku Pahlawanku

Nenekku Pahlawanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:555
Nilai: 5
Nama Author: Mirage Ink

Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.

Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.

Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Suasana aula utama Kediaman Keluarga Shen menjadi hening.

Puluhan pemimpin perguruan masih berdiri di tempat mereka. Tak seorang pun mengalihkan pandangan dari gadis yang terbaring di atas ranjang kayu.

Lin Xue melangkah mendekat. Tangannya perlahan menyentuh pergelangan tangan gadis itu.

Sesaat kemudian...

Alisnya sedikit berkerut.

"Racun Darah Kegelapan."

Han Tian terkejut.

"Teknik Kuil Kegelapan?"

Lin Xue mengangguk pelan.

"Ya. Tetapi racunnya belum menyebar terlalu jauh."

Ia kemudian mengalirkan energi spiritual ke tubuh gadis itu. Beberapa saat kemudian...

Gadis itu perlahan membuka mata. Tatapannya masih kosong. Namun begitu melihat Lin Xue...

Air matanya langsung mengalir.

"Pendiri... Aliansi..."

Ia berusaha turun dari ranjang untuk memberi hormat. Lin Xue segera menahannya.

"Tidak usah bergerak."

"Aku ingin tahu siapa dirimu."

Gadis itu menarik napas panjang.

"Namaku... Mei Lihua."

Shen Yu mengamati wajah gadis itu. Usianya mungkin tidak jauh berbeda dengannya. Namun sorot matanya dipenuhi kelelahan.

Lin Xue kembali bertanya.

"Lambang di tanganmu berasal dari keluarga mana?"

Mendengar pertanyaan itu...

Mei Lihua menggigit bibirnya. Beberapa saat kemudian ia mengangkat lengan kanannya. Lambang hitam itu kembali terlihat jelas.

"Itu adalah lambang Keluarga Mei."

Begitu nama itu diucapkan...

Seluruh aula mendadak sunyi. Seorang pemimpin perguruan sampai berdiri dari kursinya.

"Keluarga Mei?"

"Bukankah mereka telah musnah seratus tahun yang lalu?"

Mei Lihua menggeleng pelan.

"Tidak. Kami tidak pernah benar-benar musnah."

Semua orang langsung menatapnya.

Mei Lihua mulai bercerita.

"Seratus tahun yang lalu... Kuil Kegelapan menyerang tanah leluhur kami. Mereka menginginkan sesuatu yang diwariskan turun-temurun oleh keluarga kami."

Shen Yu bertanya,

"Apa yang mereka cari?"

Mei Lihua menggeleng.

"Aku tidak tahu pasti. Tetua hanya menyebutnya sebagai Kunci Langit. Mereka melarang siapa pun membicarakannya."

Han Tian saling berpandangan dengan Yan Luo.

Nama itu...

Tak seorang pun pernah mendengarnya.

Mei Lihua melanjutkan.

"Untuk melindungi garis keturunan keluarga, para leluhur memecah seluruh anggota keluarga menjadi kelompok-kelompok kecil. Masing-masing hidup dengan identitas berbeda. Kami dilarang mengaku sebagai anggota Keluarga Mei. Itulah sebabnya dunia mengira keluarga kami telah punah."

Lin Xue mengangguk pelan.

"Jadi kalian memilih bersembunyi."

Mei Lihua mengangguk.

"Selama hampir seratus tahun. Tetapi beberapa bulan lalu...Warga kami mulai diburu satu demi satu."

Ekspresi Lin Xue berubah serius.

"Kuil Kegelapan menemukan kalian."

"Ya."

Air mata kembali memenuhi mata Mei Lihua

"Mereka membantai seluruh desa tempat kami bersembunyi. Ayahku... ibuku... semua mati demi memberiku waktu untuk melarikan diri."

Mu Xueyi yang mendengar cerita itu langsung menundukkan kepala. Suasana aula terasa semakin berat. Shen Yu memecah keheningan.

"Lalu kenapa kau datang ke sini?"

Mei Lihua menatap Lin Xue.

"Sebelum meninggal...Ayahku mengatakan hanya ada satu orang di Benua Tianxia yang mungkin masih bersedia melindungi kami."

"Ia menyebut nama Pendiri Aliansi."

Tatapan seluruh orang langsung beralih kepada Lin Xue. Lin Xue perlahan menutup mata.

"Ternyata mereka masih mengingat janjiku."

Mei Lihua kembali berbicara.

"Nenekku pernah berkata. Dahulu Keluarga Mei pernah menyelamatkan nyawa Pendiri Aliansi. Dan Pendiri Aliansi berjanji...Jika suatu hari Keluarga Mei menghadapi kehancuran, beliau akan membantu tanpa memandang apa pun."

Han Tian baru menyadari.

"Jadi itulah sebabnya Nyonya langsung mengenali lambang itu."

Lin Xue mengangguk pelan.

"Itu adalah utang yang belum pernah sempat ku balas."

Tiba-tiba...

Mei Lihua menggenggam tangan Lin Xue.

"Pendiri! Aku bukan datang untuk meminta balas dendam. Aku hanya ingin satu hal."

Lin Xue menatapnya.

"Katakan."

Mei Lihua mengeluarkan sebuah cincin tua dari balik pakaiannya. Di permukaannya terukir lambang phoenix yang melingkari pedang hitam.

"Ayah memintaku menyerahkan benda ini. Beliau berkata...Kalau Kuil Kegelapan berhasil menemukan cincin ini maka bencana yang sesungguhnya akan dimulai."

Begitu melihat cincin itu...

Wajah Lin Xue yang selama ini tenang akhirnya berubah. Bahkan Shen Yu belum pernah melihat ekspresi seperti itu pada neneknya.

Lin Xue berbisik pelan.

"Mustahil...Jadi... Kunci Langit benar-benar ada."

Mendengar kalimat itu...

Seluruh aula kembali diliputi keheningan. Tak seorang pun menyadari...

Di luar Kediaman Shen, dari kejauhan, sepasang mata sedang mengawasi seluruh peristiwa itu dari balik pepohonan.

Sosok berjubah hitam itu perlahan tersenyum.

"Akhirnya cincin itu muncul juga."

Sesaat kemudian...

Tubuhnya menghilang ke dalam bayangan untuk melaporkan temuannya kepada Lima Raja Kegelapan.

Suasana di aula masih dipenuhi keheningan.

Tak ada seorang pun yang berani menyentuh cincin tua itu. Lin Xue perlahan mengambilnya dari tangan Mei Lihua.

Begitu energi spiritualnya mengalir ke dalam cincin...

Hum...

Permukaan cincin memancarkan cahaya keemasan.

Di udara perlahan muncul sebuah peta yang terbuat dari cahaya. Seluruh orang langsung mengangkat kepala.

"Itu..."

Han Tian membelalakkan mata. Peta itu hanya bertahan beberapa detik sebelum kembali menghilang. Lin Xue segera menggenggam cincin tersebut.

Tatapannya menjadi jauh lebih serius.

"Benar... ini memang salah satu Kunci Langit."

Shen Yu bertanya,

"Nenek, sebenarnya Kunci Langit itu apa?"

Lin Xue menghela napas pelan.

"Rahasia itu bahkan tidak diketahui seluruh Pendiri Aliansi. Dahulu, ada lima keluarga kuno yang dipercaya menjaga lima buah kunci. Setiap keluarga memegang satu. Sedangkan Keluarga Mei adalah salah satunya."

Mei Lihua mengangguk pelan.

"Itulah sebabnya keluarga kami diburu."

Shen Yu kembali bertanya,

"Kalau kelima kunci berhasil dikumpulkan, apa yang akan terjadi?"

Lin Xue terdiam beberapa saat.

"Aku tidak tahu. Tetapi guruku pernah berkata jangan pernah membiarkan lima kunci bersatu. Karena sesuatu yang telah disegel sejak Zaman Purba akan kembali terbangun.'"

Ucapan itu membuat seluruh aula kembali sunyi. Yan Luo menggenggam gagang pedangnya.

"Kalau begitu, bukankah Kuil Kegelapan sedang mengumpulkan seluruh kunci?"

Lin Xue mengangguk.

"Sepertinya begitu."

Han Tian segera bertanya,

"Apakah mereka sudah memperoleh yang lain?"

Lin Xue menggeleng.

"Aku tidak tahu. Tetapi jika mereka sampai memburu Keluarga Mei, kemungkinan besar mereka sudah menemukan petunjuk menuju keluarga-keluarga lainnya."

Saat itu juga...

Mei Lihua tampak mengingat sesuatu.

Wajahnya langsung pucat.

"Tidak..."

Semua menoleh kepadanya.

"Ada satu hal yang belum sempat kukatakan. Ayah pernah berkata... kami bukan keluarga terakhir yang diburu."

Lin Xue menyipitkan mata.

"Maksudmu?"

Mei Lihua menarik napas panjang.

"Sebelum aku melarikan diri, aku mendengar mereka menyebut nama keluarga lain. Aku tidak tahu apakah mereka sudah menyerang...Tapi nama itu masih kuingat."

Shen Yu maju selangkah.

"Keluarga siapa?"

Mei Lihua menatap satu per satu wajah orang di dalam aula. Lalu perlahan mengucapkan dua kata.

"...Keluarga Shen."

Begitu nama itu terdengar...

Aula yang semula sunyi langsung berubah tegang. Han Tian dan Yan Luo spontan mencabut senjata mereka.

Mu Xueyi membelalakkan mata. Sedangkan Shen Yu hanya menyipitkan mata.

"Jadi...Mereka memang datang untuk kita."

Lin Xue menggenggam cincin itu semakin erat. Tatapannya perlahan berubah dingin.

"Kalau begitu, semuanya sudah jelas. Mereka tidak hanya mengincar Keluarga Mei. Mereka juga sedang mencari sesuatu yang berada di Keluarga Shen."

Ucapan itu membuat semua orang saling berpandangan.

Untuk pertama kalinya...

Mereka menyadari bahwa Keluarga Shen mungkin menyimpan rahasia yang bahkan tidak diketahui oleh para anggotanya sendiri.

1
anggita
like👍iklan☝, Shen Yu.
Mirage Ink: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!