DI LARANG KERAS PLAGIAT, TAMBAL SULAM DLL !! YANG NEKAT PLAGIAT SEMOGA KENA AZAB PEDIH DARI TUHAN
Pernikahan dengan menjalani LDR an sungguh berat dan rawan godaan.
Suatu rumah tangga ketika bertemu Pelakor atau Pebinor adalah suatu momok yang menakutkan. Konflik dilema cinta dan kebucinan non hakiki yang membutakan mata hati serta logika manusia sehingga mengorbankan pasangan dan anak serta menggoyahkan keutuhan rumah tangga.
Jessy seorang ibu rumah tangga punya dua buah hati kembar bernama Graham dan Gisella yang masih berusia lima tahun harus menelan pil pahit kala ia mendapati Revan suaminya ternyata memiliki wanita idaman lain. Apalagi sang pelakor tersebut adalah istri dari pemilik kebun teh tempat suaminya bekerja yang haus akan belaian kasih sayang lelaki dengan teganya merebut suami dari wanita lain. Sebuah kesetiaan cinta dalam maghligai pernikahan tengah dipertaruhkan atas suatu pengkhianatan cinta.
Bagaimana nasib rumah tangga keduanya? Simak kisah mereka📌
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyesalan
Rian sungguh kaget mendengar Imel keguguran dan ia yakin bahwa itu bukan benihnya karena dirinya sudah berbulan-bulan tak menyentuh istrinya dan ia meyakini itu adalah benih Revan karena menurut informasi asistennya tentang usia kandungan Imel yang masih hitungan Minggu belum ada satu bulan dapat dipastikan bukan benihnya.
Sungguh hatinya nyeri atas pengkhianatan yang dilakukan Imel padanya hingga membuahkan janin tak berdosa yang akhirnya gugur juga.
"Aku tak mau butaaaa...dokter" teriak Imel dengan menangis tersedu-sedu saat mengetahui bahwa ia baru saja mengalami keguguran dan kebutaan.
"Sabar Imel, ikhlaskan semua" ucap kerabat Imel dengan sendu.
"Bayiku dan Mas Revan huhu kenapa harus keguguran. Aku jadi batal menikah dengan Mas Revan yang tampan dan gagah" ucap Imel sembari tertawa-tawa meratapi nasibnya.
"Haaahaaa....aku akan jadi istri Mas Revan, dokter nikahin aku dong sama Mas Revan" ucap Imel dengan tertawa-tawa sambil menggaruk-garuk rambutnya hingga berantakan seperti orang gangguan jiwa.
Bahkan Imel meraba ke kanan kiri dan membanting semua benda yang menyentuh tangannya. Akhirnya dokter memberi obat bius guna menenangkan Imel.
Dokter mengatakan pasien di duga mengalami depresi dan akan dipantau dalam beberapa hari ke depan bila semakin menjadi maka ia akan di rujuk ke rumah sakit jiwa guna menjalani terapi agar bisa sehat kembali dari depresinya.
Sama halnya riuh di kamar Imel, di kamar Revan pun mengalami hal yang serupa karena lelaki itu tak mampu menerima kondisinya yang cukup menyedihkan harus kehilangan kaki dan keperkasaan dirinya. Ia malu bertemu mantan istri dan kedua buah hatinya karena tak bisa menjadi Ayah panutan bagi si kembar.
Revan hanya mampu menangis bahkan ia tak mau makan atau minum serta bertemu orang lain. Dirinya malu di depan kedua orang tuanya juga teman-temannya. Bahkan orang tuanya menceritakan bahwa kondisi wanita yang bersamanya bernama Imel juga mengalami hal mengerikan. Revan tak mau tahu urusan Imel dan ia sudah berjanji pada dirinya sendiri sejak perselingkuhannya dipergoki oleh Jessy dan Rian, ia sudah menjauhi Imel namun wanita itu tetap mengganggunya.
Kini di hati Revan hanya ada dendam dan kemarahan pada Imel walau ia tak bisa berbuat banyak karena kondisi yang tak memungkinkan serta malah bertemu dengan wanita pembawa sial itu. Jika pun suatu saat bertemu, rasanya ia ingin sekali menampar dan mencekik wanita yang dulu ia rayu-rayu itu namun kini ia benci sekali pada Imel. Sungguh penyesalan Imel dan Revan pada kehidupan mereka masing-masing hanya bisa disesali tanpa bisa dikembalikan seperti sedia kala karena nasi sudah menjadi bubur maka tak bisa menjadi nasi kembali walau bubur itu diolah sedemikian rupa.
Jessy dan kedua buah hatinya telah mengetahui kondisi Revan yang memilukan namun tetap hal itu tidak merubah apapun pada rumah tangga mereka yang telah berpisah itu. Bahkan Jessy juga mengetahui kabar kondisi Imel dari mantan mertuanya, ia hanya bisa mengelus dada. Hatinya masih tersayat terlebih lagi mendengar bahwa Imel hamil anak mantan suaminya walau akhirnya janin itu harus gugur karena takdirnya.
🍁🍁🍁
Saat ini Jessy tengah mengantarkan kedua buah hatinya ke rumah mantan mertuanya di Jakarta untuk temu kangen dengan Papa kandung mereka dan kakek neneknya. Seperti biasa mereka akan menginap dua hari ini selama akhir pekan ini dan hari Minggu siang dirinya akan menjemput kembali buah hatinya. Selama kedua buah hatinya bersama Revan dan mantan mertuanya, Jessy biasanya menginap di hotel murah yang tak jauh dari kediaman Revan. Saat dirinya berjalan kaki di pinggir jalan mendadak ada kendaraan di belakang dirinya yang membunyikan klakson beberapa kali kepadanya.
"Tin...Tin...Tin..."
"Siapa sih bunyiin klakson gak jelas toh jalan lebar gini, dasar aneh" gerutu Jessy sembari terus berjalan tanpa menghiraukannya.
"Tin...Tin...Tin..."
"Astaga kurang kerjaan banget nih orang" Imel Jessy yang akhirnya ia membalikkan badan lalu mengetuk kaca mobil tersebut. Dikarenakan kaca mobil tersebut hitam pekat sehingga membuat yang diluar tak bisa melihat siapa di dalam mobil itu namun yang berada di dalam dapat melihat jelas wanita yang tengah memasang muka kesal padanya.
"Tok...Tok..hei keluar" sengit Jessy seraya mengetuk kaca mobil itu dengan emosi. Lalu tak lama kaca mobil itu turun perlahan dan menampilkan lelaki berkaca mata hitam dengan setelah kemeja biru denim dengan jas hitam dan dasi berwarna hitam motif garis silver membuat lelaki itu makin memukau di mata kaum hawa.
"Apa kabar?" ucap Rian yang tersenyum melihat Jessy sempat marah-marah padanya akibat kelakuan usilnya tadi.
"Eh..Bapak, maaf saya pikir siapa tadi yang iseng" ucap Jessy lirih seraya menundukkan kepalanya karena malu sudah membentak-bentak pria baik hati di depannya ini yang pernah menolongnya lalu dan sama-sama pernah patah hati karena pengkhianatan cinta mantan.
"Kamu sudah janji bila bertemu lagi denganku gak manggil Bapak, kenapa masih manggil itu juga, huh" ucap Rian setengah merajuk seraya mengela nafasnya kasar membuat Jessy mendadak kikuk tak enak hati.
"Maaf Mas Rian" ucap Jessy lirih.
"Ayo masuk, jangan berdiri di situ terus karena aku tak akan memberi sumbangan namun mau memberi tumpangan" ucap Rian dengan senyumnya dan keusilannya yang berhasil membuat Jessy gugup tak karuan.
"Aduh jantung kenapa jadi deg..deg..begini sih. Jangan membuatku harus periksa ke dokter jantung sebentar lagi gegara dia" gerutu Jessy dalam hati.
"Terima kasih Tuhan kamu mempertemukan aku dengan dia kembali setelah sekian lama. Apa ini jawaban atas doaku selama ini Tuhan?" ucap Rian dalam hati saat melihat Jessy yang akhirnya bersedia masuk ke dalam mobilnya.
🍁🍁🍁
1. cepat karna ada yang dikejar (kejar jodoh meski untuk keduakalinya takup kena salip)
2. cepat karna udah kebelet service jangan sampai turun mesin
😅😅😅😅
sesama yang disakiti mau mencoba bersatu (kasian deh loh para mantan)
cerita nya juga menarik, singkat, dan padat... gak bertele-tele.. seneng bacanya 👍👍👍👍🤗🤗🤗
banyak hikmah dan pembelajaran yg bisa dipetik 👍👍👍👍🤗