Seorang gadis bernama Vanya Audelia, kini usianya menginjak 18 tahun, yang mana dirinya harus menerima takdir yang tak terduga dari sang aunty nya. apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sherda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di kepung pria-pria mesum
Terdengar deru mesin motor seseorang datang. Harel tengah menikmati minuman hangat di dapur, ia pun sadar akan hal itu.
Beranjak dari sana dan menghampiri di ruangan depan.
"Eh, paman"
Tersenyum sosok itu saat keponakan nya muncul.
"Perjuangan mu sangat luar biasa, Azhar. dan bahkan kau nurut dari perintah ku" tak luput dari senyuman sembari menepuk punggung keponakan nya.
"Yeh paman, masuk dulu"
"Jangan, ada wanita di dalam gak baik, kalau dia sendirian selain kita, lebih baik di luar saja" tolak Faizul, lalu mereka pun mencari tempat nyaman untuk bersandar.
"Paman pagi-pagi amat kesini, pasti karna penasaran kan sama cewek yang aku dapatin" menatap ke arah Faizul setelah duduk.
"Ssstt, kamu ini suudzon aja" sembari menutup jari telunjuknya di mulut. "Jadi gimana, ada perkembangan sama wanita itu?" membenarkan posisi nya yang tampak mulai serius.
"Sudah, rencana paman selanjutnya apa? Azhar bisa masuk pondok lagi kan?"
Faizul menatap keponakan nya secara intens. dari tatapan nya masih ada akan ada sesuatu.
"Kau nikahkan dia"
Harel alias Azhar itu terkaget hebat dengan itu.
"Nikah? apa gak salah dengar?" menelan Saliva yang cukup tertahan.
"Azhar, dia anak kandung aku"
Flashback on
Sebelum kejadian tragis dan ganas pada wanita yang sedang mengandung berat bersama suaminya. di saat itu desakan Rina sangat tidak tahan dengan rasa sakit nya. Panji alias suaminya sangat memprihatinkan dengan kondisi istrinya. perutnya semakin membuncit dalam mengandung hampir 9 bulan.
Panji pun bersegera siap-siap untuk mengantarkan Rina ke rumah sakit.
Tak lupa Panji menghubungi seseorang, karna ada baiknya mengabari mantan istrinya untuk berjaga-jaga ketika ada kemalangan.
"Halo, Faizul, kamu bisa bantuin saya sekarang?" dengan nafas tak beraturan di saat telponan.
"Hah, iya, ada apa, Pan?"
"Ini, istri saya lagi ngandung berat, dia sebentar lagi mau melahirkan. kamu susul kami ya dari belakang" dan langsung Panji memberi langsung Sherlock kan nya ke obrolan chat Faizul.
Faizul yang tengah khawatir dengan kondisi mantan nya, bersegera pergi menyusul mereka.
Malang pun tak dapat di pungkiri. di tengah perjalanan, Faizul mengendarai motor itu harus menerobos hujan yang sangat lebat penuh was-was. ia terpaksa menurunkan gas nya agar tidak terjadi kemalangan.
Di sisi itu, Rina dan Panji berobrolan santai agar rasa derita Rina agak berkurang, hingga sampai ke waktu nya, Panji terlena dengan mengendarai mobil yang tengah hujan lebat.
Ya, terjadilah kecelakaan yang tak terduga. suasana di lokasi kejadian sangat sepi sehingga tidak ada seorang pun di sana.
Tak lama itu, datanglah mobil melintasi ke jalan tersebut. dan membantu nya dibawakan ke rumah sakit.
Faizul yang telat akan hal itu, ia hanya bisa memerhatikan dari jauh di saat sosok itu menolong hingga ia pun mengikuti nya sampai ke rumah sakit.
Flash back off
"Jadi... paman udah tau di balik kronologis nya?"
Faizul mengangguk pelan lalu menyandarkan punggung di sandaran kayu.
"Hufft... begitulah, sampai aku gagal menemukan bayi itu di tangan perempuan"
"Maaf paman, Vanya udah gak suci lagi" lirih nya, ia pun merasa gagal diamanahkan dari Faizul.
"Hah!?" terperangah, Faizul.
"Maksud aku, dia lagi bersetubuh sama orang lain, pas dia ada di tempat itu"
Faizul semakin bersalah pada almarhum mantan istrinya. ia seakan tidak pantas berhubungan spontan lagi dengan anak kandung nya. Rina adalah mantan istrinya, ia terpaksa menikah lagi, karna pernikahan nya sebatas biji jagung, Rina tengah mengandung dari anak nya Faizul. akibat mereka bercerai karna tidak direstui oleh orang tua Faizul dan berbuat nekat jika tidak berpisah dengan seorang Rina.
"Paman, ini gak ada kesalahan kok buat paman, mungkin ini cobaan buat paman, pasti Vanya bisa menerima paman jadi ayah kandung nya" Harel pun mencoba hibur dengan paman nya.
***
Via terbangun dari tempat tidur dan menyadari bahwa ia sudah berpindah dari sebelumnya. akan tetapi ia terlupa sejenak.
"Loh, ini gue perasaan di sofa deh, apa gue ngingo kali ya" masih menguap pada diri nya.
Terpampang jam di dekat Via sudah menunjukan pukul 05:02 wib. ia pun bersegera bangun dan seperti biasa membereskan disekitarnya lalu membersihkan badan nya agar terlihat fresh.
Pada jam enam lewat, Via mencari keberadaan Celva apakah ia sudah balik apa belum. Tiada sahutan di kamar Celva hal itu Via menduga bahwa wanita itu masih belum balik.
"Apa dia lagi dapat job ya" gumam Via bertanya-tanya di benak pikiran nya.
Terlihat deretan ruangan seperti samanya di sebuah hotel, tak lama hal itu muncul lah salah satu kawan nya yang baru saja keluar dari kamar.
"Eh, Via. sudah bangun ya" sapa bernama Tania, sembari membawakan handuk di pundak nya.
"Iya, yang lainnya gimana udah pada bangun?"
"Eemm, ada yang belum dan ada juga yang kurang enak badan"
"Oou jangan lupa yang sakit kasih obat ya nanti"
"Siapp, aman dah itu"
Mereka berdua pun melangkah ke ruangan tengah.
Di sisi lain.
Celva yang tidak dapat tertidur dengan nyenyak di tempat yang tak layak ia tempati. ia bingung pada dirinya mengapa bisa sampai kabur seperti itu.
Rasanya ia ingin kembali lagi ke rumah tersebut, akan tetapi di sisi lain ia tak menginginkan lagi dijual dari tante nya.
"Gue harus gimana, keknya gue berasa kualat, terus gelandangan kek gini kek orang gila" memejamkan matanya sembari berjalan pelan.
Tak disadari, Celva sudah memasuki kawasan yang belum pernah ia ketahui, yang mana ia melewati di area geng pemotoran.
Tiba-tiba.
"Sssut-sssut! cewek!"
Deg
Celva syok dan terkejut siapa yang bersiul di area sekitarnya. ya, Celva baru menyadari bahwa dirinya sudah berjalan kelewatan batas sehingga baru sadar bahwa memasuki di area semak.
"Ini gue kenapa bisa kesini, haduh... mana ada orang berandalan disini" merasa merinding melihat sebuah markas ditempati anak-anak muda yang mengenakan baju serba hitam yang terlihat sangar dan mengganaskan.
Tak ingin terjadi pada dirinya, Celva pun berbalik arah.
"Eh, eh! dia coba lari tuh. Woi, tangkap dia!"
Seberapa tim nya yang mulai menggoda orang-orang lewat itu tak ingin melewatkan kesempatan untuk mengejar si wanita tersebut.
Celva mulai panik akan hal itu, ia berusaha lari secepat mungkin.
"Hah! hah! hufff..." membungkuk badan nya.
"Hahahaha, hai cantik, kenapa kabur sih"
Celva pun semakin ketar-ketir, entah nasib apa ia harus menemukan pria-pria brengsek di depan mata nya.
"Ja-jangan, kalian mau apa, hah!" menatap tajam ke pria-pria.
Salah satu nya maju mendekati Celva.
"Yuk, main sama kita, hahahaha"
"Keknya lu cewek sangean yah, body nya mantap betul nih" mengedipkan matanya seraya merayu wanita itu di hadapan nya.
Melihat digunjing remeh dari pria-pria tersebut, Celva tersentak sadar dan di kata rendah dengan harga dirinya.
"Ayok lah sama kami, pasti kamu belum pernah kan gimana rasa nya main berjamaah? hahahaha"
Celva pun reflek menggelengkan kepalanya dan mulai ketakutan hebat pada sekujur tubuh nya, melihat pria-pria sangar dan juga mesum, mengepung pada dirinya di sana.
Dosenku Adalah Suamiku
Assalamu'alaikum Suamiku
My Handsome Husband
Perjuangan Cinta Aurelia
dan masih ada yang lainnya 😁🤗