Aku istrinya, tapi aku disembunyikan layaknya simpanan. Dinikahi secara siri, kemudian suamiku menikah lagi. Aku pikir itu adalah puncak neraka duniaku, aku salah. Berpisah dengan putriku yang baru lahir ke dunia, itu lebih sakit dari pada luka hatiku.
Akulah Padma, wanita yang kalian hina hanya karena starta sosial yang berbeda. Ini aku, ini kisahku, tentang istri siri yang bangkit dari lubang hina yang kalian gali untukku. Satu persatu, akan kubalas kalian! Ini janjiku, dari jiwa yang kalian benci selama ini.
Follow IG author Sept : Sept_September2020
Selamat datang di karyaku ke 22. Selamat membaca, semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sama Seperti Dulu Pemarah
Istri Rasa Simpanan Bab 24
Oleh Sept
"Jaga sikapmu! Jangan hanya berani pada perempuan!" ucap pria memakai jas warna maroon dan sepatu kulit yang mengkilap.
Padma membuka matanya, ia menatap pria asing tersebut yang menahan tangan pria yang mau memukulnya.
"Ada apa ini?" sela rekan pria yang menolong Padma.
Mungkin malu, karena semua menatapnya. Pria yang kurang ajarr tersebut kemudian memilih pergi sembari mengumpat kesal.
Sedangkan Padma, ia kemudian menghindar. Pergi juga sebab merasa tidak nyaman.
"Tunggu, Nona," cegah pria berjas maroon.
Dia adalah Rian, Rian Anggara. Laki-laki yang merupakan salah satu tamu undangan di sana. Sejak tadi sebenarnya dia melihat Padma, seperti ada getar tersendiri. Membuatnya ingin tahu sosok Padma.
"Terima kasih untuk yang barusan," ucap Padma. Kemudian memilih menjaga jarak.
"Tunggu sebentar, ini kartu namaku!" Rian langsung membuka dompet dan memberikan selembar kartu namanya pada Padma.
Kening Padma mengkerut, kemudian meraih kartu nama tersebut. Meskipun sempat kacau sesaat, kini situasi kembali kondusif. Acara kembali berjalan, dan sepanjang acara, Rian terus saja menatap Padma. Membuat wanita itu merasa tidak nyaman.
Tidak terasa acara sudah selesai, Padma buru-buru ke luar. Karena kakinya capek pakai hak tinggi, ia pun duduk dulu di lobby. Sambil menelpon ibunya.
"Keny sudah tidur, Bu?" tanya Padma.
"Sudah, tadi nangis nyari kamu. Kok belum pulang?"
"Iya, Bu. Ini sudah selesai acaranya. Ini Padma mau pulang."
"Hati-hati, sudah malam."
"Iya, Bu. Udah ya. Padma tutup telponnya."
"Hemm."
Padma menyimpan ponselnya ke dalam tas.
"Astaga!"
Padma kaget, karena Rian duduk di sebelahnya.
"Maaf, membuatmu terkejut."
Padma langsung beringsut, ia paling tidak suka cowok genit. Trauma sama laki-laki yang tadi.
"Kamu tenang saja, saya bukan pria jahat!" ucap Rian.
Padma yang takut, memilih beranjak. "Maaf saya duluan!"
Padma pergi, menghindar dari Rian, pria aneh yang terus saja mendekati dirinya. Sementara itu, Rian hanya tersenyum kecut saat melihat kepergian Padma.
***
Padma yang lelah, ia mengemudi sangat pelan. Berkali-kali ia menguap, sampai tidak sadar ada mobil berhenti di depannya.
Bruuakk ...
"Aduh!"
Padma menutup mulutnya, ia kemudian melepaskan sabuk pengaman. Bersiap untuk turun, karena sudah berhasil menabrak mobil di depannya. Ya, meskipun tidak parah. Mungkin hanya penyok sedikit.
Ketika Padma akan turun dan sudah melepaskan sabuk pengaman, tiba-tiba ia urung melakukan. Begitu melihat siapa yang turun dari mobil di depannya.
Buru-buru Padma mengunci semua pintu. Padma semakin panik, ketika sosok tersebut mendekati mobilnya.
Tok tok tok
Jantung Padma hampir copot, pria di luar sana tidak tahu dirinya, tapi Padma tahu siapa itu.
Tok tok tok
"Buka!" ucap pria di luar mobil sambil terus mengetuk.
"Sudah nabrak, diem pula! Bukak!"
Tok tok tok
Padma menggeleng pelan, kemudian mengambil sesuatu untuk menutupi wajahnya. Ia panik saat pria itu memukul pintu mobilnya.
"Buka woi!"
'Bagaimana ini?' Padma panik. Takut ketahuan, ia langsung saja menyalakan mesin mobilnya. Namun, pria itu malah langsung menghadang jalan mobilnya, dengan berdiri tepat di depan mobil Padma.
Padma menelan ludah, tidak mungkin dia nabrak orang. Bisa-bisa malah masuk penjara. Tidak tahu harus berbuat apa, ia kini diam di dalam mobilnya.
"Bukak tidak?" teriak pria itu marah-marah. Mungkin emosi, sudah nabrak malah penumpang mobil di belakangnya tidak turun untuk minta maaf.
"Sialll!" umpatnya kesal kemudian menendang bagian pintu mobil Padma, sampai membuat Padma bergidik.
Tittt .... tittt ...
Alarm mobil Padma sampai bunyi.
"Keluar tidak kamu?" sentak sosok tersebut marah.
'Kamu masih sama ... sama seperti dulu.'
KLEK
Padma membuka pintu mobilnya. Perlahan ia keluar. Dan Bersambung hehheh
IG Sept_September2020
Fb Sept September
maaf ya,klo slh..jngn di bully/Pray/